Keysa Indira Fidelya, gadis cantik dan kaya raya, menutupi latar belakang dan kecantikannya demi melarikan diri dari pernikahan. Ia pergi ke Kota B dan menjadi seorang mahasiswa yang berpenampilan culun dan tidak menarik sama sekali di sana.
Namun, tidak pernah disangka kalau hari pertama di kota pelariannya, Keysa akan bertemu dengan seorang pria paling disegani di Kota B. Seorang pria yang berani mencium paksanya sampai dua kali.
Devano G Mahardika, lelaki sombong, orang terkaya nomor satu di kota B, bahkan di Negara X. Lelaki yang menyebabkan Keysa marah karena telah berani menciumnya secara paksa dan terjadi konflik di antara mereka. Akan tetapi, Devano juga tanpa sengaja telah menyelamatkan Keysa yang sedang dalam masalah.
Dengan hal tersebut, cerita kedua insan ini dimulai, dari yang menantang banyak masalah, latar belakang kehidupan, permusuhan menjadi percintaan serta orang ke tiga juga mewarnai cerita kehidupan mereka.
*Cerita ini mengikuti Misi Kepenulisan yang diselenggarakan oleh Noveltoon. Jika ada kesamaan dengan novel lain harap maklum, karena alur ditentukan oleh editor dan author hanya mengembangkannya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
"Apa ini benar-benar pesan dari Ezra?"
Keysa sedikit kaget campur senang saat membaca pesan dari akun dengan nama Ezra Marcellino. Keysa tak menyangka Ezra masih mengingatnya dan terkesan seperti suka kepadanya.
Masih sulit untuk dipercaya kalau lelaki tampan yang ia kagumi sejak bertemu di resepsionis hotel itu mengirim pesan untuknya. Bahkan, Keysa sampai membaca berulang-ulang pesan yang dikirim Ezra. Ia juga bolak-balik membuka profil Ezra, meyakinkan kalau lelaki itu benar-benar Ezra yang dikenalnya.
"Aku balas apa, ya?" Keysa menekan keyboard di ponsel, tetapi tidak tahu apa yang harus diketiknya. Membuat gadis itu hanya menulis asal, lalu menghapusnya lagi. Tulis, hapus, tulis, hapus, sampai berkali-kali hanya itu yang Keysa lakukan.
"Apa aku harus menerima ajakannya itu? Ini kesempatan langka, lho." Sambil menatap layar ponsel, Keysa bertanya pada dirinya sendiri. "Tapi, kalau aku terima ajakannya, bagaimana aku cara bicaranya? Mana mungkin langsung to the point? Apa enggak terkesan terlalu gampangan?" Keysa masih memilah dan memilih.
Di saat ia masih memilah dan memilih, tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk. Keysa langsung keluar dari aplikasi dan melihat pesan singkat yang masuk ke nomor ponsel.
[Telepon Kakek. Kakek sangat merindukanmu!]
Sebuah pesan dari sang kakek dibaca Keysa. "Ah ... Kakek merindukanku juga! Aku kira Kakek sudah lupa kalau dia punya cucu," gumam Keysa sembari mendial nomor dengan nama 'Kakek Surya' tertulis di layar, mencoba menghubungi sang kakek, sesuai perintah. Belum juga tersambung, sepersekian detik kemudian ia membatalkan panggilannya. "Untuk apa aku menghubungi Kakek? Kakek pasti tidak benar-benar merindukanku. Buktinya, ia tega sekali memblokir semua kartu kredit dan atm-ku. Ia pasti hanya ingin membujukku untuk pulang, lalu menikahkanku dengan lelaki pilihannya." Keysa lantas melempar ponsel ke kasur. Ia masih sangat kesal mengingat semua yang telah dilakukan sang kakek , hingga membuatnya harus hidup terlunta-lunta di kota orang tanpa semua akses dan kemewahan yang seharusnya dengan mudah dimilikinya.
Ponsel Keysa kembali berbunyi, sebuah pesan kembali masuk. Keysa melengo ke layar yang berjarak 50 cm dari tempatnya duduk. Dilihatnya nomor yang sama kembali mengirim pesan. Dengan enggan, Keysa meraih ponsel dan membaca isi pesannya.
[Apa kamu tidak merindukan kakekmu yang sudah sakit-sakitan ini, Key? Sampai-sampai setelah pergi, kamu tidak menghubungi kakek sama sekali]
"Apa kakek sakit?" Ada rasa khawatir saat membaca pesan terakhir sang kakek. Ia pun lantas menghubungi kembali nomor itu.
Sepertinya Kakek Surya memang sedang menunggu Keysa menghubunginya. Terbukti, baru saja panggilan Keysa tersambung, Kakek Surya sudah menerima panggilannya.
"Ha—"
"Dasar anak nakal! Akhirnya, kamu menghubungi kakek juga. Apa kamu tahu kakekmu ini sangat merindukanmu. Kamu anggap kakek ini siapa, hah? Apa kamu sudah lupa kalau kamu masih punya kakek? Berani sekali kamu pergi diam-diam dari rumah. Lebih parahnya lagi, kamu sama sekali tidak menghubungi kakek."
Panggilan baru tersambung, dan Keysa yang hendak menyapa sang kakek langsung disuguhkan omelan panjang kali lebar dari orang di seberang sana. Bahkan, Keysa sampai menjauhkan ponsel dari telinganya karena suara sang kakek begitu nyaring dan membuat telinganya terasa gatal.
"Keysa, apa kamu mendengarkan kakek?" teriak Kakek Surya saat Keysa sama sekali tidak menyahut.
"Iya, Kek. Aku mendengarnya. Jangan teriak-teriak mulu, nanti darah tingginya kumat." Keysa yang tadi khawatir, merasa menyesal menghubungi sang kakek kalau ujung-ujungnya diomeli.
"Dasar anak nakal! Jadi kamu menyumpahi kakek sakit?"
"Bukan begitu, Kek," elak Keysa.
"Bukan begitu apanya? Apa maksudmu pergi dari rumah dan meninggalkan perjodohan begitu saja? Kakek tidak mau tahu, sekarang kamu pulang. Atau orang kakek akan menjemput paksa dirimu dari sana."
Pertengkaran kecil pun kembali terjadi antara kakek dan cucu itu melalui media ponsel. Mereka masih keukeuh dengan pendiriannya masing-masing. Kakek tidak mau dibantah dan Keysa pun tidak mau mengalah.
"Apa yang harus kakek lakukan supaya kamu bisa pulang? Kakek tidak bisa jauh-jauh darimu terlalu lama." Akhirnya Kakek Surya melunak, bagaimana pun Keysa adalah cucu kesayangannya yang tidak pernah jauh dari pandangannya.
"Tidak ada," jawab Keysa, singkat. Meski di dalam hati terdalamnya Keysa juga sangat merindukan sang kakek, tetapi mengingat perjodohan yang disetujui sepihak oleh kakeknya membuat Keysa menahan diri.
"Kita batalkan perjodohan itu, asalkan kamu pulang. Bagaimana?" usul Kakek lagi.
Keysa terdiam mendengar ucapan Kakek Surya. Apa benar sang kakek akan membatalkan perjodohan itu jika ia bersedia untuk pulang? Isi kepalanya bekerja keras memikirkan ucapan lelaki tua yang sudah membesarkannya. Akan tetapi, Keysa sangat mengenali sang kakek. Kakek Surya tidak akan menyerah begitu saja dalam segala sesuatu yang menjadi tujuannya. Bisa jadi, pembatalan perjodohan hanyalah sebuah trik agar Keysa pulang dan setelahnya pernikahan akan tetap berlangsung.
"Meskipun Kakek membatalkan perjodohannya, aku tetap tidak bisa pulang, Kek." Keysa pun memutuskan untuk tetap di kota B daripada harus terjebak dalam pernikahan yang tidak diinginkan.
"Kamu ini—" Suara Kakek Surya mulai meninggi lagi mendengar penolakan sang cucu.
"Jangan marah dulu, Kek!" Keysa memotong sang kakek yang sepertinya sudah siap melancarkan omelan panjang kali lebar lagi. "Sebenarnya aku di sini bukan hanya untuk lari dari perjodohan. Tapi, aku juga ingin mewujudkan keinginan Papa sebelum meninggal," jelas Keysa. Ia mencari alasan yang mungkin bisa membuat kakeknya luluh.
"Maksudmu?"
"Sebelum Papa meninggal, Papa pernah memintaku untuk melanjutkan kuliah di sini. Menurutnya universitas di sini adalah universitas terbaik dan ia akan sangat bangga kalau aku bisa menjadi lulusan terbaik di sini." Keysa memberi alasan sekolah di sana karena keinginan ayahnya. "Mungkin inilah waktu yang tepat Keysa mewujudkan keinginan papa, Kek," lanjut Keysa dengan suara yang sengaja dibuat semelow mungkin agar Kakek Surya tersentuh.
Kakek Surya terdiam saat mendengar Keysa menyebut-nyebut ayahnya. Ayah Keysa adalah anak laki-laki satu-satunya di keluarga Kakek Surya dan merupakan anak yang paling disayang dan dibanggakannya, tetapi sayang ayah Keysa harus meninggal di usia yang terbilang muda.
"Apa kamu tidak sedang berbohong?"
"Tidak Kek. Kalau tidak percaya tanya saja pada mama," jawab Keysa seraya menggeleng, meskipun sebenarnya Kakek Surya tidak akan tahu karena tidak melihatnya.
Akhirnya, Kakek Surya setuju untuk Keysa melanjutkan kuliah di sana. Namun, dengan satu syarat, Keysa tidak boleh menunjukkan wajah dan identitas aslinya kepada publik. Keysa pun dengan cepat menyetujui permintaan sang kakek. Di dalam hati, Keysa memutuskan tidak akan menerima ajakan Ezra. Biarlah lelaki itu hanya mengenal Keysa si culun, sedangkan Faya si cantik biarkan tetap menjadi selebgram misterius yang menjadi idola Ezra tanpa harus bertemu kembali.
"Seseorang yang mencintaimu dengan tulus, tidak akan memandang dirimu dari cantik, jelek, miskin dan kayanya dirimu. Jika ada seseorang yang mencintaimu saat kamu miskin dan jelek, maka dia adalah cinta sejatimu." Sebelum mengakhiri panggilannya, Kakek Surya memberi sedikit nasehat kepada Keysa.
ko Thor biar si Keysa mcm prmpuan murahn
msa si Thor suka sngat prgi clube