Lucifer adalah Arcangel legendaris yang begitu Kuat, yang pernah mengakhiri Perang Antara Iblis dan Malaikat, dengan membunuh Raja Iblis.
Dia yang di katakan yang paling Kuat diantara pada Angel, dia yang di katakan paling indah, dan paling di cinta....
Pemimpin dari Para Arcangel
Sang Bintang Fajar, Pemilik Pedang Twilight Star
Suatu peristiwa membuat dirinya diasinkan dari Heaven, di buang ke Underworld tempat para musuh-musuhnya berasal.
Dia yang terjatuh lalu menjadi sosok Fallen Angel legendaris di Underworld...
Ribuan Tahun berlalu, hingga sosok itu dilupakan...
Lucifer yang bosan berada di Underworld akhirnya ke dunia manusia, di kota bernama Advance City yang misterius.
Dia bertemu dengan sosok gadis misterius yang menyembunyikan identitasnya...
Seorang Angel Muda, Seraphina...
"Apakah mencintaimu adalah sebuah dosa karena Aku Adalah Angel dan kamu adalah Devil?"
"Tidak ada yang salah dari cinta kita. Cintaku padamu bukanlah sesuatu yang salah,"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za L Lucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25: Masalah Itsuki
Siang itu, ketika beberapa orang menawarkan sendok untuk Seraphina, gadis itu menjadi binggung sendiri.
Dia tidak mengerti dengan jalan pikiran orang-orang ini.
Akhirnya untuk menghindari situasi yang canggung, dia menatap kearah satu-satunya laki-laki yang tidak menawarkan sendoknya, lalu Seraphina mengabil sendok yang terlihat tidak dipakai yang masih tergeletak di meja itu, didepan Itsuki.
"Ah, aku rasa itu sendok cadangan," kata Seraphina langsung membagikan sendok itu duduan sebelum Itsuki mengambil sendok itu.
Tatapan Seraphina bertemu dengan tatapan kesal Itsuki, namun dia tidak terlalu banyak bicara, hanya menatap ringan, lalu kembali makan dengan sumpitnya.
Itsuki tidak bisa berhenti berpikir bawah gadis bernama Seraphina itu benar-benar aneh.
Dirinya penasaran, apa yang Kakaknya suka dari gadis ini?
Tidak, Kakaknya mungkin tidak memiliki perasaan pada gadis ini, ini hanya sebatas rasa ingin tahu dari Kakaknya Touma.
Sejak mereka di dunia Iblis, Kakaknya Touma memang selalu tertarik dan mencoba berbagai macam hal milik manusia.
Mungkin kali ini, dia hanya penasaran dengan manusia, itulah kenapa Kakaknya Touma dekat dengan Seraphina.
Disini, dia tidak terlalu mempermasalahkannya, dan makan siang itu akhirnya berjalan dengan tenang.
####
Setelah makan siang mengerikan untuk Seraphina terlewati, dia akhirnya bisa bebas karena setelah jam makan siang ini, dia tidak akan bersama dengan mereka.
Ini adalah, Kelas Sejarah.
Touma terlalu malas mengikuti kelas ini di siang hari karena dia pasti akan tertidur saling membosankannya ini, jadi dia biasanya mengambil kelas Pagi untuk Sejarah.
Ciel jelas dia bilang siang ini harus mengambil kelas Matematika, bersama dengan Eric yang kebetulan mengabil kelas yang sama.
Dan siswi pindahan itu, dirinya tidak banyak bertanya, sepertinya dia mengambil kelas Seni bersama Touma?
Dan yang jelas, tidak mungkin bertemu dengan Kakak tingkat dikelas!!
Namun ketika gadis itu merasa lega, dikejutkan dengan keberadaan seseorang yang dikenalnya di Kelas Sejarah.
Ini adalah Itsuki.
Terutama karena dirinya telat memasuki kelas itu, hanya tempat untuk di samping Itsuki yang kosong, jadi tanpa basa-basi, Seraphina duduk disana.
Lagipula, menurutnya, Itsuki bukan orang yang terlalu memperhatikan hal-hal kecil dan cenderung cuek dengan situasi dikelas, jadi Seraphina duduk disana dengan santai.
Dan benar saja, Itsuki hanya menatap Seraphina sekilas, lalu kembali menatap buku yang dibacanya itu.
Melihat ini membuat Seraphina melihat pemandangan yang familiar.
Seseorang yang terlihat membaca sebuah buku dengan serius, ini mengigatkannya saat jadi pertama sekolah, dan bertemu dengan Touma di Kelas.
Saat itu pemuda itu juga sedang membaca sebuah buku dan terlihat serius, dari sini, Seraphina akhirnya merasakan kalau mereka berdua memiliki Aura yang sama, ya mereka adalah Saudara.
Itsuki tentu merasa terganggu dengan tatapan Seraphina kearahnya,
"Apa apa?"
"Tidak-tidak, aku hanya merasa kamu sedikit mirip dengan Kakakmu,"
Mendengar itu Itsuki menjadi tertarik, sejujurnya dirinya tidak pernah merasa kalau dirinya ini mirip dengan Kakaknya.
Bahkan di Dunia Iblis, semua orang selalu mengagap mereka berbeda, walaupun mereka sama-sama Putra dari Raja Iblis, belum lagi, mereka berdua memiliki tingkat Kekuatan yang berbeda.
Dirinya dengar, Kakaknya memiliki Ibu yang berbeda dengannya, anak yang terlahir di luar Kerajaan lalu dibawa oleh Ayahnya pulang suatu hari.
Namun anak dari luar ini terlihat sangat berbakat.
Berbeda dengan dirinya, yang tidak begitu hebat sejak kecil.
Dirinya selalu merasa iri pada Kakaknya juga merasa kagum padanya, dan Kakaknya memang selalu merawat dan perhatian padanya sejak kecil, Kakaknya adalah panutannya, dan dirinya tumbuh dengan semua perlindungan Kakaknya padanya.
Namun memang ada saatnya dirinya ingin seperti Kakaknya, namun semua orang mengagap kalau dirinya adalah Pangeran yang tidak berbakat karena dirinya cukup lemah, berbeda dengan Kakaknya Touma, semua orang benar-benar selalu mengagap mereka seolah bukan Saudara karena jarak mereka bergitu besar.
Mereka bahkan tidak memiliki kemiripan sama sekali.
"Apa yang membuat mu berpikir begitu?" Tanya Itsuki penasaran.
"Bagaimana aku harus mengatakannya? Apakah ini sikap menyendirimu? Seolah kamu adalah sesuatu yang tidak tersentuh, dan tengelam dalam duniamu sendiri, sama seperti Touma ketika dia menjadi serius, kadang-kadang dia akan terlihat seperti penyendiri yang misterius yang tidak akan membiarkan orang lain masuk kedalam dunianya,"
"Aku juga merasa Kakak adalah orang seperti itu. Aku sendiri tidak begitu banyak tahu soal, Kakak. Dia akan bertingkah akrab dan tersenyum namun selalu menyembunyikan hatinya,"
"Kalian tidak dekat?"
"Tidak sedekat itu, mungkin lebih seperti, Kakak tahu segalanya tentang ku, namun aku tidak tahu apa-apa tentang dia, bagaimana dia hidup sebelumnya, sebelum kami bertemu,"
"Kamu tidak bertanya?"
"Aku merasa aku tidak memiliki hak untuk bertanya,"
"Namun kamu adalah adiknya. Tentu saja kamu bisa bertanya padanya lebih jauh, dia pasti akan menjawabnya dengan jujur kalau kamu bertanya, mungkin dia akan mulai bercerita padamu."
"Menurut mu begitu?"
"Ya, aku bisa melihat kalau Touma benar-benar tulus dan menyayangimu, dia pasti memang sangat menyayangi mu."
"Ah, ya mungkin aku akan bertanya padanya nanti. Aku juga ingin tahu lebih banyak soal dia," kata Itsuki sambil menatap kearah langit.
"Aku juga ingin tahu lebih banyak soal Touma," kata Seraphina disana.
Mendengar perkataan Seraphina, tatapan Itsuki kembali menghadap kearah gadis itu,
"Kamu menyukainya?"
Seraphina yang tiba-tiba ditanya itu langsung gugup, binggung dengan pertanyaan mendadak.
"Aku... Aku tentu saja menyukainya, sebagai teman, dia adalah teman yang baik," kayanya dengan gugup.
"Tidak lebih?"
"Kamu! Kamu apa-apaan! Kenapa kamu jadi suka kepo dan banyak bertanya seperti Touma? Dasar menyebalkan,"
Itsuki tertawa mendengar perkataan gadis itu, benar-benar gadis aneh seperti yang Kakaknya bilang.
####
Bersambung
mampir yuk ke novelku
Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
salam dari audiobook istri simpanan Presdir