Perjalanan seorang pendekar muda yang mendapatkan titah dari gurunya untuk menyatukan nusantara, khusunya tatar Pasundan. Tapi siapa sangka, perjalanan untuk mewujudkan cita-cita gurunya tersebut tidaklah mudah.
Pendekar muda yang bernama Cakra Buana harus melewati berbagai macam rintangan, mulai dari hadirnya bangsa dedemit dan juga para tokoh hitam dunia persilatan.
Perjalannya dihiasi berbagai macam kejadian. Baik itu kejadian kecil maupun besar. Kebahagiaan dan kesedihan menjadi teman setianya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harimau Mengguncang Semesta
Kini keduanya sudah berhadapan satu saka lain. Meskipun tahu bahwa musuh yang akan dia hadapi tidak bisa dianggap remeh, tapi Pendekar Maung Kulon itu tidak gentar walau seujung kuku. Jiwa kependekarannya berkobar-kobar.
Langlang Cakra Buana menyerang lebih dahulu, tak main-main, pemuda itu langsung menyerang Braja Suta dengan sangat ganas. Mirip seperti harimau yang terluka. Gerakannya sangat cepat dan tentunya kuat.
Tapi di sisi lain, musuh yang dia hadapi yang tak lain adalah Braja Suta pun sama demikian. Dia dengan gagah menangkis semua serangan yang diberikan oleh Langlang Cakra Buana. Gerakannya ssma cepat dan tangkas.
Dua pendekar yang terpaut usia sangat jauh sedang bertarung sengit. Gerakan keduanya sungguh luar biasa. Kilatan-kilatan dari keduanya nampak terang dibawah gelapnya malam.
Kini giliran Braja Suta yang mendapat jatah untuk memberikan serangan. Maha guru Padepokan Goa Neraka iru terus melancarkan serangan yang pastinya sangat berbahaya, apalagi serangan itu adalah serangan Ilmu Langkah Iblis.
Gerakan kakinya terus berkelebat kesana kemari. Dia mengayunkan kakinya sedemikian kuatnya. Di sisi lain Langlang Cakra Buana pun hanya bisa menghindar untuk saat ini. Pukulan, tendangan dan tangkisan terus terlihat secara bergantian.
Karena terus dipojokkan, akhirnya Langlang Cakra Buana hampir saja terkena serangan Braua Suta. Secepat kilat maha guru Padepokan Goa Neraka itu berniat untuk menendang ketika menyadari ada celah di Langlanh Cakra Buana.
"Wushh …"
Sebuah tendangan yang teramat kuat hendak menyambar Langlang Cakra Buana dari sebelah kanannya. Untung pemuda serba putih itu buru-buru kembali fokus sehingga dia bisa menghindari serangan yang sangat berbahaya tersebut.
"Uttss …"
Langlang Cakra Buana menarik kepalanya sedikit ke belakang. Sehingga tendangan Ilmu Langkah Iblis Braja Suta hanya lewat dua buku jari dari depan wajahnya.
Tak mau kalah, Langlang Cakra Buana pun menyerang kembali dengan ganasnya. Gerakan sangat lincah kesana kemari, loncat sana loncat sini. Kadang dia melompat melewati kepala Braja Suta.
Tapi sayang, ketika Langlang Cakra Buana melakukan hal tersebut, orang tua itu sudah mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Langlang Cakra Buana sehingga ia berusaha untuk menghindari serangan pemuda serba putih tersebut.
Langlang Cakra Buana mulai terpejam berusaha konsentrasi. Dia mengambil kuda-kuda dengan posisi tubuh tegak. Agaknya kuda-kuda yang dia lakukan begitu sederhana, tapi terlihat sangat kokoh bagaikan batu karang.
Pemuda itu menaruh kedua tangannya di samping pinggang dengan membentuk cakar. Hanya beberapa saat, tiba-tiba angin berhembus kencang ke arahnya. Langlang Cakra Buana kini sudah membuka mata sedikit demi sedikit.
Setelah selesai, tiba-tiba saja bola matanya sudah berwarna kuning. Tatapannya menjadi begitu lebih tajam. Kuku-kuku pun berubah menjadi tajam layaknya sang harimau.
Angin masih berhembus kencang. Bahkan kerikil ataupun dahan pohon yang sudah tua terlihat beterbangan tidak tentu arah.
Betapa kagetnya Eyang Tajimalela melihat apa yang dilakukan oleh pemuda tersebut. Bahkan Braja Suta pun sama kagetnya. Mereka tentu tahu apa yang dilakukan oleh Langlang Cakra Buana. Keduanya terdiam dengan rasa tak percaya.
"Harimau Mengguncang Semesta? Tidak mungkin, bagaimana bisa pemuda itu dapat mempelajari ilmu silat Maung Mega Mendung?" Braja Suta terkejut bukan main.
Maha guru itu sangat yakin bahwa jurus yang akan dikeluarkan oleh pemuda serba putih itu adalah jurus silat Harimau Mengguncang Semesta, dimana jurus itu merupakan tingkatan terakhir dari Kitab Maung Mega Mendung.
'Siapa dia sebenarnya?' batin Braja Suta dipenuhi rasa penasaran saat ini.
Kini penampilan Langlang Cakra Buana seperti manusia harimau. Dimana kondisi mata, taring, dan kukunya sama persis seperti harimau. Dia baru pertama kali menggunakan jurus terakhir dari Kitab Maung Mega Mendung.
Sebelumnya sejak turun ke dunia persilatan belum pernah mencobanya karena belum menemukan waktu yang tepat. Tapi kali ini, dia ingin mencoba dan mengetahui hasil kerja kerasnya selama ini.
Tanpa menunggu lama, murid Eyang Resi Patok Pati itu langsung melesat menyerang Braha Suta. Tapi gerakannya sudah sangat jauh berbeda, bahkan kecepatannya pun naik beberapa kali lipat.
Langlang Cakra Buana menyerang dengan kedua lengan yang kini mirip cakar harimau dengan ganasnya, dua buah jurus tingkat tinggi beradu kembali. Suasana menjadi lebih mencekam daripada sebelumnya.
Pemuda itu mengincar bagian jantung dan ulu hati Braja Suta. Dia hendak memberikan sebuah cakaran dari samping dan mengincar wajah, tapi Braja Suta mundur satu tombak ke belakang. Akibatnya cakaran Langlang Cakra Buana mengenai ruang hampa.
Tapi buru-buru dia kembali menyerang memberikan serangan cakar yang lebih hebat lagi. Kali ini kedua tangannya digunakan untuk menyerang sekaligus, dua buah lengan yang menjadi cakar mulai menyerang menyilang dan silih berganti.
Kilatan sinar kuning terlihat ketika pemuda itu menyerang dengan ganasnya. Di sisi lain, Braja Suta pun terus berusaha untuk menahan serangan yang datang secara terus-menerus tanpa henti itu.
Bahkan mereka beradu pukulan dan tendangan. Bunyi keras seperti tulang beradu terdengar. Ternyata Braja Suta menahan serangan cakar Langlang Cakra Buana yang mengarah ke perutnya dengan satu kaki.
Memang, Ilmu Langkah Iblis mempunyai kekuatan sempurna pada bagian kaki, sehingga dia lebih banyak menggunakan kaki daripada tangan ketika mengeluarkan Ilmu Langkah Iblis.
Karena terus beradu siapa yang lebih kuat, akhirnya mereka berdua terpental sampai dua tombak ke belakang. Tidak berhenti sampai disitu, Langlang Cakra Buana kembali menyerang Braja Suta dengan serangan yang mirip saat harimau akan memangsa buruannya.
Tapi buru-buru maha guru Padepokan Goa Neraka itu menghindar, sehingga serangan Langlang Cakra Buana mengenai udara hampa. Ah tidak, tidak, lebih tepatnya serangan cakar itu mengenai sebuah pohon besar sehingga kulit pohon itu nampak terkelupas hanya dengan dua cakaran Langlang Cakra Buana.
entah author ingin membentuk karakter MC seperti apa..
kecuali yg dilawan levelnya jauh dibawah.. 😁