bagaimana jika kita bertemu kembali dengan sosok laki-laki yang pernah kamu kagumi di masa lampau??
ya itu yang terjadi pada Salma, guru bahasa Inggris di salah satu SMP di kota A. dia tidak sengaja bertemu dengan seorang anak kecil di taman yang menghantarkan dia bertemu kembali dengan laki-laki yang telah menolongnya.
mungkinkah dia akan jatuh hati dengan laki-laki tersebut setelah ia pernah mengalami kegagalan di masa lalunya yang membuat ia trauma hingga saat ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Promise
Salma POV
"Aku tidak tahu apa yang aku rasakan, setelah lama aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. Hingga dia muncul kembali meluluh lantahkan hati ini kembali setelah kesakitan yang pernah ku alami. Dulu, aku putus asa setelah pertemuan kedua kalinya dengannya menjadi pertemuan terakhir saat itu yang tak dapat ku gapai. Mungkin awalnya hanya rasa kekaguman saja, tapi entah mengapa setelah berkali-kali aku menunggu nya, berharap dia akan ada di satu bus kembali dengan diriku. Menanyakan siapa namanya, dimana rumahnya. Hingga membuat aku uring-uringan tak menentu. Haha..... masih ingat Tania lah yang menjadi pelampiasan ku. Itu pertama aku jatuh cinta, dan ternyata hanya sebuah kesemuan belaka.
Dan saat awal bertemu kembali, entah mengapa perasaan ini muncul kembali. perasaan tak menentu. Tapi aku takut tuk menggapai nya. Apa dia juga akan menerima ku??? Mengganggap diriku ada ?????. Aku takut terluka. Entahlah biarkan takdir yang berjalan.
Salma tersadar dari lamunannnya dengan melihat derasnya hujan lewat jendela kamarnya ketika mendengar handphone nya berdering.
"Kok nomor baru, nomor siapa ya ???? Salma mengerutkan dahinya karena tidak mengenal nomor yang menghubunginya.
"Angkat.....tidak....angkat......tidak," Salma merasa ragu. "Angkat saja dech mungkin penting."Guman Salma tanpa melihat walpaper orang yang menelpon nya.
"Assalamualaikum,...." Salma mengangkat telp nya dengan mengucapkan salam.
"Waalaikum salam, Salma ini saya Irsyad. Apa kamu sibuk ?" Ucap Irsyad.
"Maaf mas, saya tidak tahu kalau mas yang telp. Ti.....dak mas saya tidak sibuk. Ada yang bisa saya bantu ."Jawab Salma dengan sedikit terbata. Untung mereka tidak bertemu langsung dan hanya bertelpon saja. Jika Irsyad melihat wajah Salma saat ini, Salma pasti malu karena rasa gugupnya.
"Alhamdulillah,maaf kalau mengganggu waktunya. Ini Aira mau bicara sama kamu."
"Oh ya mas silahkan, Aira nya mana ys mas ?"
"Kalau saya rubah video nggak keberatan kah ?"
"Silahkan..."
Tak beberapa lama, telponan dari Irsyad berubah menjadi video.Salma pun bisa melihat secara langsung wajah Aira dan ayahnya. Meskipun sedikit gugup, Salma masih bisa mengendalikan nya. Untung dia masih memakai hijabnya. Hijab spandek yang nyaman ketika di pakai di rumah.
"Acalamualaikum onty," Ucap Aira dengan semangat.
"Waalaikum salam sayang, Aira sedang apa ini ". Tanya Salma dengan suara lembut.
"Aila habis maem blownies onty, enak dech". Jawab Aira dengan suara cedelnya. Sedangkan Irsyad masih setia menemani putrinya di belakang.
"Uduh.....uduh.... enaknya, onty nggak di bagi ni......"
"Onty ke lumah Aila aja, nanti Aila kacih blownies enak bikinannya oma." Bujuk Aira dengan semangatnya.
"Kan di sini hujan deras sayang, tu coba lihat." ( Salma mengarahkan handphone nya keluar jendela).
"Macih hujan ya onty, di sini udah nggak hujan."
"Iya sayang, sini masih hujan ." Ucap Salma dengan nada sedih yang di buatnya.
Tanpa Salma sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan interaksi Salma dan Aira. Irsyad dari tadi memperhatikan interaksi mereka. Dalam hatinya, ia sangat bahagia melihat anaknya yang menyayangi nya dengan tulus.
"Onty cantik, becok cianh kita jalan-jalan yuk. Aila mau jalan-jalan cama onty dan ayah." Ajak Aira dengan bersemangat.
"Yah, besok onty nggak bisa sayang. Onty besok kerja sampai sore. " Jawab Salma dengan nada menyesal. Biasanya Salma hari Sabtu hanya bekerja sampai jam 12 saja, tapi karena besok ada kegiatan sekolah kemungkinan akan sampai sore hari.
"Onty nggak bica ya." Ucap Aira dengan nada kecewa.
"Aira sayang, nanti perginya sama ayah saja ya. Onty kan masih sibuk." Irsyad pun ikut berbicara untuk membujuk Aira.
"Tapi Aila mo pelgi cama ayah cama onty yah, ..." Ucap Aira dengan mata-mata berkaca.
"Aila mo kayak teman-teman pelgi cama ayah bundanya." Tambah Aira dengan cemberut.
Deg... Irsyad dan Salma saling berpandangan. Mereka tidak menyangka dengan apa yang terakhir dikatakan Aira.
"ehmmmm.... gini saja sayang, gimana kalau kita perginya hari Minggunya. Onty hari Minggu jan libur."Tawar Salma untuk membuat Aira senang.
"Benelan onty, onty nggak bohong kan ?" Tanya Aira.
"Iya sayang, nggak bohong kok".
"Janji onty...." Ucap Aira dengan menunjukkan jari kelingkingnya di depan layar handphone.
"Janji sayang." Jawab Salma dengan menunjukkan jari kelingkingnya di layar handphone nya juga dengan wajah tersenyum."
"Makacih onty, Aila cayang....... ma onty." Aira pun tampak sangat bahagia.
"Sayang, boleh ayah bicara sama onty dulu." Tawar Irsyad kepada putrinya.
"Ok ayah." Jawab Aira dengan memberikan handphone nya kepada ayahnya.
"Maaf ya, Aira mengganggu waktu kamu Ma. " Ucap Irsyad dengan nada tidak enak kepada Salma.
"Tidak apa-apa kok mas, hari minggu saja juga libur. Dan biasanya juga di rumah saja." Jawab Salma.
"Nanti malah ganggu waktu libur kamu. Misal memang kamu nggak bisa, nanti bur saya kasih pengertian kepada Aira.
"Insyaallah saya tidak ada kegiatan kok mas " Jawab Salma dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Ya udah terimakasih kasih ya Salma sudah mau jalan-jalan bersama Aira."
"Sama-sama mas, saya juga senang kok bisa jalan-jalan.sama Aira lagi."
"Sayang....., Ayo kesini dulu pamit sama onty." Ajak Irsyad kepada Aira yang sedang asyik bermain boneka barbie nya di sebelah Irsyad.
Aira berjalan menuju ayahnya dan mengambil handphone ne yang masih terhubung dengan Salma.
"Onty makacih ya udah mo di ajak jalan-jalan Aila. Aila cayang bangetttt cama onty." Ucap Aira dengan gemasnya.
"Sama-sama sayang, onty juga sayang buanget sama Aira, Onty tutup dulu ya telpnya . Sampai jumpa besok hari Minggu sayang. Assalamualaikum Aira cantik." Pamit Salma.
"Waalaikum calam onty, dadada. ....muachh...." Jawab Aira dengan melambaikan tangannya di layar handphone.
"dadada....." Salma pun membalasnya dan mematikan handphone nya.
Irsyad POV
"Ketika melihat wajah sedih putriku ketika Salma tidak bisa pergi bersama, membuat hatiku sangat teriris. Apalagi kata-kata putriku yang terakhir, ingin pergi bersama seperti teman-temannya di sekolah. Yang selalu bercerita jika liburan selalu menghabiskan waktu bersama dengan keluarga nya. Membuat hatiku menangis. Aku sadar belum bisa membuat putriku bahagia. Apalagi dengan pekerjaanku yang mengharuskan berjauhan dengan putri kecilku. Membuat diriku gagal sebagai seorang ayah. Dulu aku beranggapan jika putriku sangat bahagia karena di asuh oleh orang tuaku beserta adik-adikku. Mereka sangat menyayangi putriku. Tapi semakin besar, ternyata putri ku juga membutuhkan kasih sayang seorang bunda. Apa yang harus aku lakukan ??? Apa Salma, wanita yang dekat dengan putriku benar-benar tulus menyayangi putriku ?? Apa diriku bisa membuka hatiku kembali untuk mencintai wanita lain. Entah lah..... Jika Aisyah masih hidup, pasti saat ini kami sangat bahagia. Perempuan yang telah menemaniku sejak diriku SMA dan sabar menanti ku di saat diriku pendidikan untuk meraih cita-citaku. Inilah Takdir Allah. Allah lebih sayang kepada istriku.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum Reader semuanya, Tetap bersemangat untuk menjalankan ibadah puasa kan???? Maaf jika dari kemarin hanya bisa update 1 episode. Semoga besok bisa update 2 episode. terimakasih atas dukungannya. Mohon like dan vote nya ya. Biar Author lebih be semangat lagi dalam menulis......
mudah2an bima berjodoh sama syakila membayar rasa penasaran pembaca thor🤣🤣🤣
baga
bahagiamu cuma ama bima😍😍