Menceritakan seorang CEO cantik yang bernama Raihana Fika Cantika dia selalu dituntut dia seorang wanita mandiri sejak dia masih SMP kedua orang tua sudah meninggal menjadikannya wanita cuek dan ketus kepada siapapun
Tapi pertemuan dengan seorang pelajar SMA ini membuat selalu darah tinggi karena ulah yang dia buat
Dia bernama Arka Bryan Dhekson
Gimana kelanjutannya langsung aja kita simak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan pergi!
Hana pun sampai kesekolah Arka tapi gerbang sekolah masih tertutup rapat
Hana pun keluar dari mobil untuk menanyai satpam
"Pak satpam!"Panggil Hana
"Iyah ada apa?"Ucap Satpam
"Bapak kenal sama namanya Arka?"Ucap Hana
Satpam tersenyum
"Siapa yang tidak kenal dengan dia,si biang onar namun ber prestasi"Ucap Satpam
Hana tersenyum mendengar Arka anak murid yang berprestasi
"Kenapa yah cari dia?tadi saya dengar dia dicari oleh guru lewat suara pengumuman katanya dia bolos"Ucap Satpam
"Jadi dia gak ada disekolah pak?"Ucap Hana
"Iyah kayanya gitu soalnya dari tadi masih dicariin"Ucap Satpam
"Oh gitu makasih yah pak infonya"Ucap Hana dan dia pun pergi
"Kamu kemana Arka?aku mau jelasin semuanya biar gak salah paham"Ucap Hana
Arka memasuki sebuah bengkel yang biasa dia kunjungi disana banyak teman-temannya tapi mereka kebanyakan preman dan bengkel itu milik Arka pribadi
"Bang!"Panggil Arka
"Lu kenapa bos kok badan banyak luka?"Ucap Bang Weo
"Gak papa bang biasalah tadi bawa motor kekecengan jadi jatuh"Ucap Arka dengan santainya
"Lu gak sekolah?lu bolos?"Ucap Weo
"Iya bang hari ini pelajarannya udah hapal gw"Ucap Arka
"Lu itu udah kaya menurut gw pendidikan juga gak bakal berpengaruh buat lu mana lu pintar lagi"Ucap Bang Weo
"Ya gitu lah bang"Ucap Weo
"Lu lebih baik ganti baju gih terus obatin tuh luka kalau mamah lu tau bisa ngamuk dia"Ucap Bang Weo
"Iyah bang"Ucap Arka
Arka masuk dan mengganti bajunya karena disitu juga banyak baju Arka dia juga mengambil obat luka untuk mengobati luka
"Oh ya bang gimana kabar istri Abang sama anak Abang sehat?"Tanya Arka sambil mengobati lukanya
"Sehatlah!Ya sejak gw kerja sama lu kehidupan gw lebih membaik"Ucap Bang Weo
"Mana yang lain bang?"Tanya Arka
"Oh mereka lagi beli stok yang kosong di bengkel bos"Ucap Bang Weo
"Oh gitu,Abang udah makan?biar gw beliin?"Ucap Arka
"Belum sih!tapi jangan lu yang beli biar gw aja lu obatin aja luka lu"Ucap Bang Weo
"Maaf bang ngeropotin"Ucap Arka
"Ah lu gak kok bos utang Budi gw lebih besar dari ini"Ucap Bang Weo
Bang Weo pun pergi untuk membeli makanan untuknya dan juga Arka
Ponsel Arka berdering dan yang menelpon adalah Hana dia pun langsung mereject telpon dari Hana dan mematikan ponselnya
"Arka kamu dimana sih?kok telpon aku di matiin"Ucap Hana yang terus khawatir
"Arka aku gak mau kamu pergi"Ucap Hana
"Kamu dimana?"Ucap Hana
Disisi Willy
Sekarang sudah jam pulang
"Arka kemana ya kok dia gak balik-balik lagi sampai sekarang"Ucap Gio
"Apa dia pulang kali?"Ucap Bagus
"Gak mungkin!Arka itu kalau dia punya masalah gak mungkin pulang kecuali ke bengkel bang Weo"Ucap Willy
"Oh iya lu bener!kita kesitu aja sekarang"Ucap Hero
"Meluncur lama juga kita gak kesitu"Ucap Gio
Mereka pun pergi ke bengkel Weo dan benar saja Arka disana
"Woy!"Teriak Willy
"Kalian!"Ucap Arka
"Lu bolos sekolah cuma mau nemuin bang Weo gila sih lu"Ucap Bagus
"Badan lu Napa Ar kok banyak luka gitu?lu balapan?bukannya lu udah gak pensiun"Ucap Hero
"Oh gw tadi jatuh waktu menuju kesini biasalah emak-emak ngambil jalan"Ucap Arka
"Emang merasahkan sih emak-emak sekarang jalan kaya punya dia aja,makanya gw gak mau ajarin mamah gw bawa motor dan mobil sendiri nanti dia jadi pengusaha segalanya"Ucap Gio
"Iya mana udah dirumah jadi pengusaha sekarang dijalan aduh gila semua kita"Ucap Hero dan mereka semua tertawa
"Ngapain kalian kesini mana gak ganti baju lagi"Ucap Arka
"Ya nyamperin lu lah Ar"Ucap Willy
"Maaf ya bang jadi rusuh deh gara-gara kita"Ucap Bagus
"Gak papa kok Gus malah Abang seneng jadi gak terlalu sepi banget"Ucap Abang Weo
"Lu tadi dicariin sama kepala sekolah katanya mau dimasukin lomba cerdas cermat"Ucap Gio
"Iyah lu dikelompokin sama Bila dan Setyawan"Ucap Hero
"Setyawan?maksud lu Wibu sekolah?"Ucap Arka
"Iyah siapa suruh lu bolos kan lu gak bisa nolak"Ucap Willy
"Gw gak bakalan bisa ikut kalau gini malah gw bakal bikin malu sekolah aja"Ucap Arka
"Arka lu itu emang biang onar tapi kepala sekolah percaya kalau lu itu murid yang bisa diandalkan"Ucap Willy
"Gw gak bisa apalagi harus dikelompokkan sama Bila"Ucap Arka
"Gw besok bakal ngomong sama kepala sekolah"Ucap Arka
Dan ingin pergi tapi Willy menghalanginya
"Arka kalau punya masalah ngomong jangan kaya gini,lu kaya pengecut!"Ucap Willy
Arka menatap tajam Willy dan mengepalkan tangannya
"Ya gw emang pengecut dan karena gw pengecut gw gak dihargai sama istri gw sendiri"Ucap Arka
"Maksud lu apa Arka?"Ucap Willy
"Udahlah gak usah dibahas gw lagi malas banget"Ucap Arka
"Gw sahabat lu!gw gak mau lu kaya orang bodoh gini Arka,dan bahkan pengecut,lu lari dari masalah yang mungkin lu yang bikin sendiri"Ucap Willy yang tersulut emosi
Gio dan bagus datang mereka takut kalau Willy dan Arka akan berkelahi
"Ya gw yang emang bikin masalah ini!gw nikah sama wanita yang lebih tua dari gw dan dia punya calon suami dan gw dipaksa nikah sama dia oleh mamah karena kesalah pahaman"Ucap Arka
"Dan hari ini gw tau kalau gw itu emang suami dia yang sah tapi gw bukan pemilik hatinya"Ucap Arka
"Dan kalian semua lebih baik pergi jangan sok peduli sama gw karena gak akan paham masalah gw sekarang"Ucap Arka
Willy benar-benar geram dan langsung memukul wajah Arka dan menarik baju Arka
"Gw sahabat lu dan kami semua sahabat lu sejak kecil dan lu bilang kami gak usah perduliin lu hah?"Ucap Wiily
"Ya emang masalah yang lu alamin sekarang emang rumit tapi setidaknya lu jangan buat kami seakan-akan orang asing dalam hidup lu"Ucap Willy
"Wil udah"Ucap Hero
"Gak gw cuma mau ngasih tau sama dia kalau kita ini bukan cuma sahabat tapi keluarga tapi dia bilang kita gak usah perduliin dia!lu ngelawak Arka?"Ucap Willy
Abang Weo datang dan memisahkan mereka
"Kalau kesini cuma mau berantem lebih pergi saja!"Ucap Ucap bang Weo
Arka pun pergi begitu saja meninggalkan bengkel itu