Reyhan, Hasby Nugraha, Dera, Nanda dan Baron. Mereka bersahabat sejak kecil, tumbuh bersama, menikah dan berstatus duda bersamaan.
Siapa sangka, di balik keceriaan dan kekonyolan mereka. Tersimpan misteri masa lalu yang rumit.
Siapa menduga, salah satu diantara mereka putra salah satu jutawan. Siapa yang mengira, salah satu diantara mereka putra seorang mafia yang di takuti dan telah membunuh salah satu ibu sahabat kelima duda tersebut.
Akankah persahabatan mereka tetap abadi hingga maut memisahkan? atau misteri masa lalu akan terkuak dan memecah belah persahabatan mereka?
Kunci dari jawaban itu semua terletak pada orang tua masing masing.
Bagaimana kisah selanjutnya yang akan mewarnai perjalanan mereka? asmara, wanita, dan pertengkaran diantara mereka akan menjadi batu sandungan persahabat kelima duda tersebut.
Semua tokoh terinspirasi dari member grup chat. Yuk ikuti kisahnya, jangan lupa vote, like dan komen ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekacauan 1
Sementara itu, Dion tengah mempersiapkan pesta tunangan putrinya, Rini dan Khai. Putra pengusaha tekstil yang di kenal angkuh dan arogan.
Rini yang mati matian menolak perjodohan itu namun tidak di gubris ayahnya. Akhirnya Rini meminta tolong Baron, dan Baron meminta tolong kawan kawannya untuk menggagalkan hari pertunangan itu.
Di bawah pohon beringin mereka menyusun rencana dengan matang. Nanda selaku ketua geng mereka memberikan tugas masing masing.
Keesokan harinya, pesta pertunangan telah di gelar di gedung yang sudah di persiapkan oleh Khai, calon tunangan Rini. Khai meminta semua tamu undangan menggunakan kostum topeng. Meski di awal Dion menolak karena terkesan kekanak kanakan. Namun akhirnya Dion mengalah.
Di halaman gedung, mobil mewah berjajar rapi. Satu persatu tamu undangan berdatangan. Nanda, Reyhan dan ketiga kawannya sudah bersiap dan berada di posisi masing masing untuk melancarkan aksinya.
Begitu pula dengan Risfa dan kawan kawannya sudah bersiap ke posisinya untuk ikut andil dalam misi kerusuhan di pesta.
"Oke kita buat rencana...kakak urus yang di depan aku urus yang di belakang, bagaimanapun caranya tunangan ini harus batal, kasian Rini harus bertunangan sama laki laki yang gak dia cintai," ucap Nur berbisik kepada tyas.
Tyas terus saja memandang kesana kemari melihat keadaan di dalam pesta pertunangan Rini dan Khai..
"Nur, go jalan kan misi kita.. Aku ke arah sana dan kamu ke arah sana." Pinta nya pada Nur.
"Siap bos!" sahut Nur, lalu ia berjalan ke arah kerumunan wanita yang berada di dekat Rini berdiri.
Sementara Risfa yang bertugas merias Baron supaya terlihat sama persis dengan Khai, belum selesai. Risfa memutar tubuhnya sambil manggut-manggut memperhatikan penampilan Baron.
"Tinggi badan sama, gaya rambut juga sama, body juga sama, bedanya dimana ya?"
"Aha! Aku tahu. Abang duduk anteng disini, nggak usah muter sana muter sini. Biar aku dandanin kamu mirip sama itu cowok, oke!"
"Yess! Berhasil. Sekarang tinggal pakai topengnya." Risfa memandang puas hasil kerjanya. "Buruan kesono, samperin itu Rini. Cepetan!" Risfa mendorong Baron untuk mendekat ke arah Rini.
Di lain ruangan, Patma tengah memperhatikan makanan mewah yang tersaji di atas meja. Air liurnya hampir saja jatuh ke atas makanan andai saja ia tidak memakai topeng.
"Mantap ni acara. Gue demen kalau banyak makanan begini nih. Ini topeng berguna juga, bisa bebas gue nyomotan makanan tanpa malu di kenalin orang." Gumam Patma ngiler melihat bermacam-macam makanan. Tangannya terulur, namun detik berikutnya ia menghentikan aksinya menarik kembali tangannya lalu menoleh ke arah ruangan lain. Menajamkan pendengarannya.
"Heran gue, ada aja masalah. Masa gue harus balik sih, ini nasib makanan gimana." Patma dilema antara makanan atau pergi dari pesta.
"Bodo amat lah, mending ini makanan gue bawa balik aja." Gumamnya lagi sambil memasukkan beberapa makanan ke dalam tasnya, sampai isi tasnya tidak muat lagi.
"Hahaha, makanan ini cukup buat gue ngemil selama tiga hari," ucap Patma membayangkan dirinya duduk santai di depan tv sambil ngemil. Lalu ia tertawa cekikikan dan tidak memperdulikan beberapa pelayan memperhatikannya. Setelah itu ia balik badan hendak bergabung dengan yang lain. Namun tanpa ia duga, Wina sudah berdiri dan memperhatikannya.
"Lu. Kagak salah lu," telunjuk Patma memutari wajah Wina sambil tertawa. "Lu tau tempat dong, itu rollan di pakenya di mana. Masa iya ke pesta pake rollan kepala. Ni emak-emak emang kagak tau fasion. Hahaha." Timpalnya lagi dan tawanya semakin pecah.
Wina hanya diam tanpa reaksi apa apa, namun terlihat jelas oleh Patma di balik topengnya kedua mata Wina menatap tajam wajah Patma penuh selidik memperhatikan isi tas Patma. Tangan Wina terulur menarik tas milik Patma.
"Lu mau ngapain narik-narik tas gue?!" Protes Patma pada Wina.
"Lu ya, isi otak lu cuma makanan. Lu kagak liat? lu di awasi mereka?" tunjuk Wina ke arah beberapa pelayan. "Ayo balikin tuh isi tas lu!" Wina menarik tas milik Patma.
"Apaan, tas gue kagak ada apa-apanya. Wah lu cari ribut sama gue. Berhenti kagak jangan narik-narik tas gue. Tas mahal ini ngalahin harga rollan lu." Setelah berhasil melepaskan tangan Wina, Patma langsung berlari keluar dari acara tersebut daripada harus mendapat ejekan dari Wina saat mengetahui isi di dalam tasnya.
Patma yang berlari keluar tidak memperhatikan langkah kakinya, tersandung kakinya sendiri dan tersungkur ke depan. Patma yang mencoba menahan tubuhnya supaya tidak jatuh. Menarik kerah baju salah satu tamu undangan. Hingga akhirnya keduanya jatuh dan menabrak tamu undangan lain.
"Aaahhh!!" pekik salah satu wanita undangan.
"Woi bangun, sakit kaki ku!!" bentak salah satu pria yang tertimpa tubuh tiga wanita sekaligus.
Patma yang merasa kekacauan itu di akibatkan olehnya. Mundur ke belakang dan menyonggol kiri dan kanan hingga berkali kali minta maaf.
"Kan gue bilang kagak sengaja tadi. Masa harus rusuh acara orang sih. Oke gue minta maaf, maaf ye bu, gue kagak sengaja." Ucap Patma sambil melangkah mundur menjauhi ibu-ibu tersebut. Namun ia tidak memperhatikan langkah hingga menyenggol beberapa orang dan membuat Patma membuang napasnya secara kasar.
"Maaf ye, bu, pak, abah, enyak, babeh. Kagak sengaja, asli kagak sengaja. Maaf-maaf maaafff banget." Ucap Patma melipat kedua tangannya.
"Dasar norak!!" tunjuk seorang wanita menunjuk ke arah Patma lalu melemparkan sandalnya, beruntung Patma berhasil menghindar.
"Kan gue bilang kagak sengaja tadi. Masa harus rusuh di acara orang sih. Oke gue minta maaf, maaf ye bu, gue kagak sengaja." Ucap Patma sambil melangkah mundur menjauhi ibu-ibu tersebut. Namun ia tidak memperhatikan langkah hingga menyenggol beberapa orang dan membuat Patma membuang napasnya secara kasar. Ia merasa hari ini benar-benar apes baginya.
baru baja udah srek Ama bahasenye
top markotop dah
B...
Msh muda bgt dah men'Duda'??
Ikutan nimbrung ma Mas mas Duda
🙏🤺🏃🥰