Luna Anatasya Gerraldy seorang mahasiswa semester akhir harus berusaha keras untuk mengikuti pendaftaran magang di sebuah perusahaan terbesar, di negeri ini.
Kisah cintanya dimulai saat bertemu dengan Reza Aditya Winajaya seorang CEO yang berstatus Single Daddy yang ternyata adik dari Dosen killernya. Segalanya berubah saat seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun memanggilnya 'Mommy' dan malah mengikat Luna dengan Reza semakin erat hingga keduanya saling jatuh cinta.
Bagaimana kisah keduanya saat tahu masalalu mereka seperti benang merah, yang dimana semua terasa mimpi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NOVIA IP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Permintaan Maaf
♥♥♥
Setelah kepulangan Gerraldy ayah dari Luna dia kembali ke hotel, karena kata dokter ayahnya sudah sembuh total dan memberikan vitamin dan obat khusus untuk ayahnya.
Reza yang senang tiasa selalu ada untuk keluarganya, dan merasa sangat kagum akan perhatiannya sebagai sosok pria yang tangguh dimata Luna.
Reza membantu kepulangan ayahnya dan meninggalkan kerjaan demi bisa membantu Luna.
"Mas, sekarang ayah sudah sehat kok. Kamu kembali saja kekantor. Bukannya hari ini ada meeting soal tender kamu?" Luna mengingatkan agar kekasihnya jangan terlalu fokus dengan ayahnya dan meninggalkan tugasnya sebagai seorang Atasan.
"Oke bawel" Reza mencubit bibir Luna pelan.
"Ih sakit tahu" keluh Luna, dan memukul lengan Reza cukup pelan sebagai balasan.
"Aku juga sakit kamu pukulin" Reza membalikan ucapan Luna sebelumnya.
Kehadiran Gerraldy diantara mereka kembali bersikap biasa, dan menoleh pada sosok pria jangkung didepan sedang menatap penuh arti.
"Ayah, kenapa bangun bukannya istirahat". Luna menghampiri ayahnya keluar dari kamar dan masuk keruang tamu menemuinya.
"Ayah pegal kalau terus tiduran melulu, ayah harus meregangkan badan biar bisa bergerak leluasa, benar nggak Reza?" sahutnya menoleh pada kekasih anaknya dan meminta persetujuan dari ucapannya.
"Iya, aku setuju Om" pungkas Reza.
"Dengar itu Luna, pacar kamu saja setuju". Sahut Gerraldy pada Luna yang masih mengkhawatirkannya.
"Oke, terserah" Luna kesal.
"Lusa ayah pulang?" ucap pria setengah baya itu beritahu.
"Tapi―"
"Ayah sudah sehat Luna, dokter bilang ayah cuma cukup minum obat dan vitamin untuk mengembalikan stamina ayah". Jelasnya pada putrinya yang sangat ia sanyangi.
"Aku nggak mau pisah sama ayah" Renggek Luna seperti anak kecil dan tidak peduli kalau Reza berpikir bahwa dirinya manja mungkin seperti Biboy.
Sebenarnya Gerraldy pun tidak mau pergi atau pun meninggalkan anaknya paling berharga yang hidup sendiri dinegara ini. Tapi ia harus kembali karena perusahaanya membutuhkan dirinya begitu pun Deelena masih kecil selalu menanyakan keberadaan ayahnya.
Memang egois tapi ini semua adalah pilihan. Dan Gerraldy pun sudah percaya dengan Reza akan bisa menjaga dan melindunginya.
"Ayah tahu kamu khawatir dan tidak mau berpisah lagi, tapi ayah harus kembali ke Jerman bagaimanapun juga. Memang kamu mau tinggal sama ayah disana, dan tinggalin semuanya yang disini termasuk Reza dan Biboy?" tegas Gerraldy membuat Luna bimbang dengan pilihan yang sangat berat.
"Aku―"
Reza memandang kekasihnya ingin tahu jawaban apa yang akan dia berikan.
"Ayah percaya kamu, kamu adalah wanita tangguh. Dan ayah juga yakin Reza akan jadi orang yang senang tiasa melindungi kamu seperti ayah melindungi kamu. Ayah juga percayakan kamu sama Reza". ucapnya Gerraldy dan menyatukan kedua tangan Luna dan Reza dihadapanya dan menatap penuh kepercayaan.
Gerraldy terseyum "Kalian berdua saling mencintaikan? Kalian juga harus saling percaya dan jujur satu sama lain, kalian mengerti?" katanya memberi nasehat paling berarti untuk keduanya.
Keduanya hanya mengangguk mengerti dan saling berpelukan.
"Teletubies, berpelukan" canda Barrack kedatanganya tiba-tiba dan ikut menimbrung dengan ketiganya.
Merekapun tertawa bersama, karena hanya sebuah ucapan lucu dari Barrack ketiga yang tadinya serius dan mungkin akan saling tangis menagisi satu sama lain telah membuyarkan semuanya acara kesedihan mereka dengan kedatangan bule tampan ini.
"Hei, bule kayak mau tahu teletubies, hah? tanya Reza.
"Tentu saja, tahu disana juga ada acara itu" sahut Barrack dengan logatnya acak-acakkan.
"Aku kira hanya ada disini" Reza mengacak-acak rambut Barrack gemas.
"Sana kamu berangkat kekantor nanti meeting telat gara-gara kamu disini mulu". sesal Luna melihat Reza masih belum beranjak keluar dari hotel.
"Aduh bawelnya minta ampun! Aku ini kan―"
"Aku tahu kamu ini Boss dan pemilik perusahaan SJC yang baik dan tidak sombong". sahut Luna cepat membuat Reza sedikit terkejut.
"Calon istriku pinter, banggakan sama Calon suaminya kan?". goda Reza.
Sementara Ayahnya kembali kekamar dan Barrack sedang fokus menonton acara televisi, danbl berjalan mengarah pintu kamar hotel untuk mengantar kepergian Reza. Dan sekarang berada diambang pintu.
"Alay banget sih".
"Iya, kan?" kata Reza melanjutkan kembali ucapannya.
"Iya, aku bangga", Cerutu Luna meletakkan tanganya dileher Reza, dan mereka bercumbu pelan dan menikamati setiap bibir keduanya.
Maklum saat bibir Reza sakit karena pukulan Aldo dia harus menahan hasratnya untuk tidak mencium Luna kekasihnya.
Reza pun melepaskan ciumannya dari bibir manis Luna, dan merapihkan pakaiannya karena dia tidak ingin bila karyawanya tahu kalau Bossnya ini habis bermesraan dengan kekasihnya.
"Aku berangkat ya, nanti kita lanjutun lagi" Goda Reza megedipkan matanya kearah Luna.
"Dasar mesum". seru Luna merona.
kepergian Reza kekantor membuat Luna menjadi serasa sepi, karena selama ini kekasihnya selalu ada disisinya. Tapi ia mengerti karena Reza adalah Atasan diperusahaan yang harus dia prioritaskan.
•••
Dikantor
Reza berdiri ditepi jendela dengan menatap setiap bangunan disampinya dan sekitarnya, sesaat dirinya akan berjalan kembali pada kursinya, Seorang pria memasuki ruangan Reza dengan sikap sopannya dan berdiri tepat didepannya.
"Maaf Pak menganggu. Ayah anda datang, beliau ingin bertemu". ucap Soni beritahu.
"Suruh dia masuk".
Soni melangkah membuka pintu ruangan dan membiarkan pria itu masuk.
Sosok pria bertubuh besar, tinggi dan dengan rambut yang sudah beruban melangkah mendekati Reza dan mengikuti kearah Reza berada yaitu duduk disofa yang pernah mereka tempati dulu.
Mungkin berbeda, sekarang posisi mereka terbalik.
Memang seharusnya Galang bisa saja masuk tanpa izin tapi dirinya tahu sekarang anaknya adalah pemimpin perusahaan ini, dan ingin menghormati anaknya yang sudah mau memimpin SJC sampai saat ini.
Mungkin memang dirinya salah saat dulu menyuruh meninggalkan semua demi kepentingan dirinya, dan itu karma untuknya sekarang ia dibenci oleh anaknya sendiri.
Saat itu Galang sangat tersiksa dan menyesali semuanya bila ia boleh memilih, Galang ingin kembali ke masa lalu dan memperbaiki semuanya.
"Bagaimana kabar kamu?" ucapan pertama yang dia tanyakan.
Reza acuh tak menatap, "Baik" singkatnya.
"Apa kamu akan terus seperti ini, bersikap seolah ayah ini bukan ayah kamu? Mau sampai kapan Reza. Ayah benar-benar minta maaf atas apa yang sudah ayah perbuat sama kamu. Ayah―" ucapanya terhenti oleh putranya.
"Percuma semuanya sudah jadi bubur, masa lalu nggak bisa kembali dan Lisa juga nggak akan hidup lagi". Reza menatap tajam pria itu.
"Harus berapa kali lagi, kamu bisa maafkan ayah. Apa ayah harus berlutut dihadapan kamu biar kamu mau maafkan ayah, nak?". Galang bangun dan menghampiri Reza dengan niatnya.
Sontak Reza terbelalak saat ayanya menghampiri dan akan bersujud dikakinya, tadi Reza langsung bangkit dan menahan badan pria itu agar tidak melakukan hal aneh.
Bisa-bisanya dia berpikir seperti itu tentang dirinya. Reza tidak ingin menjadi anak durhaka menyuruh pria itu bersujud dikakinya, yang seharusnya dia yang harus melakukan itu.
Sangat salah memang bila Reza masih belum bisa memaafkan ayahnya, tapi laun demi laun dia sudah bisa memaafkannya sedikit demi sedikit melupakan kesalahannya.
Karena ayahnya pun sudah mau menerima dan menyayangi Biboy anak Lisa dengan baik.
"Apa yang ayah lakukan? Reza nggak mau ayah bersujud seperti ini". proyesnya merasa bersalah.
"Ayah nggak apa-apa, asal kamu mau maafkan ayah kamu ini yang banyak dosa dan membuat semua anak ayah menderita ". Sesalnya begitu mendalam.
Flash Back
Sebuah makam baru dengan bunga dan sebuah foto terpajang dilantara kuburan yang masih merah dan basah.
Seorang pria menagisi batu nisan itu dengan air mata yang mengalir deras dipipinya.
Seorang berjalan menghampirinya dan sosok pria yang dia kenal siapa lagi kalau bukan Galang Braham Winajaya pria keras dan egois datang kepemakaman kekasihnya.
"Mau apa anda kemari?" tanya Reza masih larut dalam kesedihan.
"Reza, ayah―"
"PUAS! Lisa sudah tidak ada dan keinginan anda tercapai Bapak Galang. Dan memisahkan kami selama-lamanya".
"Reza dengarkan ayah, Maa―"
"Saya benar-benar menbenci anda Bapak Galang"
Reza meninggalkan pria itu sendiri, dan tak ingin melihat keberadaanya.
"Maafkan ayah Reza, maafkan saya juga Lisa" terisak dibatu nisa wanita yang sudah ia hancurkan karena ambisinya.
Seorang wanita tak lama menghampiri Galang yang terisak menagis menyesalkan dirinya.
"Sabar, Mas. Reza butuh waktu mungkin nanti dia akan maafkan kamu. Karena aku tahu Reza sayang sama kamu meskipun dia benci sama kamu".
"Terima kasih, Yunita. Kamu istri yang selalu ada buat aku dan mengerti keadaan saya. Meskipun aku sering menyakiti kamu yang dan anak-anak".
Galang terus menyesali perbuatannya, dan setiap bualn dia selalu datang untuk meminta maaf pada anaknya sampai berapa kalipun dia akan terus melakukanya.
Karena dengan Reza memaafkannya dia bisa hidup tenang dan tudak tersiksa seperti ini.
Flash Back End
"Reza, ayah benar-benar bukan ayah yang baik buat kalian bertiga, ayah hanya penghalang untuk anak-anak saja" Galang meringis dan sementara Reza masih senang tiasa menahan pundak pria dihadapannya dengan raut muka khawatir.
Reza hanya diam dan mendengarkan semua pikiran ayahnya yang selama ini belum dia luapkan semua.
"Ayah tidak akan menghalangi Anak-anak ayah mau berhubungan dengan siapapun, ayah membebaskan semua pilihan ditangan kalian bukan ayah". Galang begitu tersiksaa saat anak-anak membeci dirinya.
"Aku―sebenarnya sudah mulai memaafkan ayah tapi masih sedikit―karena memang Reza juga salah sudah membuat ayah selama ini menderita dengan ucapan Reza dulu" katanya sedikit gengsi dan mulai bisa menatap pria itu penuh.
"Tidak apa-apa ayah tidak memaksa kamu maafkan ayah, tapi terima kasih karena kamu mau pelan-pelan memaafkan ayah kamu ini, teriman kasih".
"Iya" balasnya singkat karena tidak tahu harus melakukan apa-apa dan merasa canggung.
Reza mulai memeluk ayahnya sekian lama, dan medekap kencang tubuh pria yang sudah terlihat lembek tidak seperti dulu kekar dan berotot.
Untuk pertama kalinya untuk mereka berpelukan dan pelukan pun terlepas kembali dan mulai mengobrolkan sesuatu agar kecanggungan diantara mereka bisa hilang.
"Ayah boleh bertanya?" tanya Galang menoleh pada Reza sedang meniup Coffee dihadapanya.
"Boleh"
"Maaf, waktu liburan kemarin ayah penasaran karena Biboy terus ingin bertemu Mommy nya, siapa wanita itu? Kamu tahu sendiri Abdul nggak akan cerita sama ayah. Mungkin dia masih berpikir ayah akan ikut campur sama hubungan kamu?".
"Dia itu pacar Reza sekarang, memangnya ayah nggak tahu siapa dia?" ucap Reza membidik heran.
"Mana ayah tahu, ayah kan sudah bilang ayah tidak akan ikut campur dengan hubungan kamu sama wanita manapun, ayah juga nggak suruh orang buat nguntit kamu. Ayah sudah berubah".
Ayah masih belum tahu hubungan aku sama Luna, berarti ayah Luna nggak memberitahu apapun sama ayah. Batin Reza.
Ia merasa sangat bangga dengan sikap Om Gerraldy yang tegas dan bijak, mungkin dia berpikir agar Reza lah yang harus mengenalkan Luna sendiri pada ayahnya itu.
"Aku akan kenalin dia sama ayah dan juga orangtuanya besok. Apa ayah tidak keberatan? Karena ayah pacar Reza akan kembali ke Jerman, dan aku mau kalau ayah mengenal dulu orang tua dari pacar aku ini".
"Ayah tidak keberatan, ayah akan menjadi orangtua yang baik untuk kamu dan calon istri kamu nanti".
"Terima kasih, yah"
"Ayah benar-benar penasaran sama wanita yang kamu cintai itu, soalnya Abdul dan Abel bilang dia sosok wanita luar biasa bisa mengubah kamu yang dingin jadi sosok Reza baru, begitu juga dengan Biboy yang terus menanyakan wanita itu dengan sebutan Mommy".
"Aku yakin ayah pasti suka sama dia".
"Ayah juga berharap begitu".
Mungkin ayah akan terkejut bila sudah bertemu dengan Luna apalagi dengan ayahnya Gerraldy yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
Reza sengaja membuat ayah bingung dan penasaran, dia ingin membuat kejutan untuk ayahnya.
Entah dia suka atau tidak, tapi aku yakin seyakinnya kaalu ayahnya akan menerima baik Luna sebagai calon mantu dan istrinya.
Reza dan Galang tak habis-habisnya mengobrol karena memang sudah lama dirinya tidak mengobrol seperti ini, tersenyum dan tertawa bersama.
Memaafkan seseorang itu ternyata lebih sulit dari pada meminta maaf karena memaafkan itu harus ada dalam hati dan ikhlas.
Setelah cukup lama mengobrol dengan anaknya Galang memutuskan untuk kembali pulang dan memberikan kabar baik bahwa dirinya sudah berbaikan dengan Reza anaknya.
Setelah peninggalan Ayahnya pulang, Reza menelpon Luna memberitahu rencana makan malam untuk pertemuan keluarganya besok. Dan disambut baik oleh Gerraldy dan Luna.
Semuanya selesai, dan semoga acara besok bisa berjakan lancar sesuai harapan. Gumamnya sedang menyandarkan tubuhnya dikursi.
♥♥♥
dikoreksi lagi ya thor
menagis => menangis
berjakan => berjalan
calon suami => calon istri
Reza => bi
sedikir => sedikit