NovelToon NovelToon
AKU Bukan Lagi PUTRI

AKU Bukan Lagi PUTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:533.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: pipik sukirno

Kisah seorang gadis yang demi menyelamatkan orang lain harus rela kehilangan ingatannya termasuk identitas dirinya namun justru membuatnya mendapatkan identitas baru yang kemudian merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipik sukirno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 24

Malam hari dipadang bunga nan indah dihiasi kunang-kunang yang beterbangan disekitaran, serta taburan bintang yang berkilauan diatas langitnya. Angin berhembus dengan sejuk.

Dua anak manusia berbaring santai diatasnya menatap langit yang berkiluan bagaikan taburan berlian yang berkelip memamerkan keindahannya.

"Hei..." Panggil Gadis pada Pria yang berbaring disampingnya. "Sudah berapa lama kita disini ?" Tanyanya kemudian.

"Ntahlah." Jawab Pria acuh.

"Ntahlah ntahlah. Slalu saja menjawab seperti itu." Sahut Gadis ngambek. "Aku rindu rumah." Kata Gadis lagi sambil mengangkat kedua tangannya kearah langit.

"Oke, ayo pulang." Jawab Pria yang segera bangun.

"Bukan pondok kita." Sangkal Gadis murung.

"Lalu ?"

"Rumah sebelum aku sampai disini." Jawab Gadis dengan pandangan yang penuh kerinduan.

Pria itu tak langsung menjawab kata-kata Gadis, namun dia hanya menatap wajah Gadis yang terlihat penuh kerinduan.

"Apa ? Mengapa menatapku seperti itu ?" Tanya Gadis heran.

"Pulanglah." Kata Pria kemudian.

"Apa ?"

"Ya, pulang."

"Hahaha, kau yang sudah bertahun-tahun disini saja tidak tau jalan pulang, lalu bagaimana aku bisa pulang ?" Kata Gadis tersenyum meremehkan.

"Saya sangat senang bahwa kau datang ketempat ini walaupun saya pun tidak tau bagaimana itu bisa terjadi. Awalnya saya ragu untuk membawamu. Saya merasa kau akan menjadi masalah, menjadi beban dan mungkin saja bisa mencelakaiku." Kata Pria sambil menatap bintng diatas kepla mereka.

"Hei ! Aku tidak mungkin begitu !" Bantah Gadis tidak terima.

"Saya tau, maka dari itu saya menolongmu saat dihutan dan membiarkanmu mengikutiku. Sebelumnya saya hanya sendiri ditempat aneh yang sangat luas ini. Ini seperti dunia lain. Lalu saat saya bertemu denganmu, mungkin bukan hal yang buruk jika memiliki seorang teman." Lanjutnua sembari menatap wajah Gadis. Kemudian dia memalingkan lagi wajahnya.

"Selama ini, ditempat antah berantah ini saya hanya seorang diri. Tak peduli sejauh dan selama apapun saja pergi, saya tidak pernah bertemu dengan manusia lain. Selain kamu tentunya." Katanya lagi.

"Semua tempat ?!" Tanya Gadis terkejut.

"Ya. Disana.. Hutan lebat tempat kita pertama kali bertemu. Disini padang bunga, disana tanahnya sangat gersang. Sangat sulit mencari sumber air. Dan disana bisa kamu lihat sendiri, area pegununga." Jelasnya sambil menunjukkan tempat-tempat yang dimaksudkanya itu.

"Eh, lalu yang disana itu tempat apa ?" Tanya Gadis heran karena tempat itu tidak ditunjuk oleh Pria.

"Disana ya ? Tempat yang sangat berbahaya." Jawabnya.

"Terlihat tidak seperti itu. Menurutku hutan lebat lah tempat yang sangat berbahaya dengan cuaca yang tidak menentu itu." Sanggah Gadis tidak percaya.

"Kamu salah. Dihutan hanya terlihat lebih gelap dan tidak bisa diprediksi kapan akan turun hujan disana. Tapi ditempat itu (yang ditujuk Gadis), jauh lebih berbahaya." Jawabnya.

"Lalu, bahaya seperti apa yang ada disana ?" TanyabGadis makin penasaran.

"Disana juga pegunungan, namun pegunungan salju. semakin kau jauh suhunya akan semakin dingin. Dan tempat yang benar-benar tidak boleh didatangi. Saat kau kesana, kau akan kehilangan jalan pulang dan kemungkinan besar kau tidak akan bisa keluar dari sana." Jelasnya.

"Tapi kau berhasil keluar." Potong Gadis.

"Itu sebuah keberuntungan. Saat saya kesana, lambat lain kesadaran saya seperti meninggalkan tubuh saya. Tubuh rasanya sangat lemas dan sakit. Seperti ada energi yang menolak kedatangan kita. Saat itu saya tidak peduli dan tetap pergi. Alhasil saya hampir kehilngan kesadaran. Saat itu sebisa saya, saya melukai tangan saja dengan ranting kayu disana. Saat itulah kesadaran saya kembali. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi pergi kesana." Ujarnya pilu.

Pria seperti tengah memngigat kembali rasa sakit yang saat itu ia rasakan. Perasaan itu terlihat jelas diwajahnya membuat Gadis tidak berani bertanya lebih lanjut.

***

Diwaktu yang sama, Seorang pria yang tak lain adalah Lin Fengyin berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan bunga ditangannya. Senyumnya mengembang seperti bunga mawar yang dibawanya hari ini. Bagi sebaguan orang, malam adalah saatnya untuk beristirahat, namun baginya, saat seperti ini adalah saatnya.

Dibukanya sebuah buku yang kemudian dibacanya kata perkatanya diiringi alunan musik klasik yang terputar lirih diponselnya.

Suara musik yang berpadu serasi dengan suara Lin yang membacakan isi buku itu diikuti oleh sang jam dinding dengan detikannya. Peralatan medispun tak mau kalah untuk ikut menyumbangkan suara-suaranya. Mulai dari alat pengukur detak jantung sampai tetesan sairan infus yang kemudian ditambah demgan suara kertas yang dibalik.

Ditutupnya buku yang sedari tadi dibacanya, kemudian ia juga mematikan alunan musik klasik yang terputar diponselnya. Jika hal ini terjadi itu berarti sudah tiba saatnya untuk meninggalkan ruangan itu.

***

Ditempat lain dimana Gadis dan Pria masih asik menikmati bintang-bintang dilangit.

"Sayup-sayup saya seperti mendengar suara musik yang sangat tenang dan nyaman didengar. Apa kau mendengarnya juga ?" Tanya Gadis tiba-tiba.

"Tidak." Jawab Pria dengan cepat.

"Apakah hanya aku saja yang mendengarnya, atau hanya ilusi dan khayalanku saja ?" Gumam Gadis.

"Sepertinya memang sudah saatnya kau kembali." Ujar Pria kemudian.

"Benar. Hari sudah sangat larut. Ayo kembali kepondok." Kata Gadis yang kemudian bangun dan berdiri.

"Tunggu." Tahan Pria dengan memegangi tangan Gadis.

"Ada apa?" Tanya Gadis.

"Saya sangat berterima kasih padamu sudah mau menemani saya selama ini. Saking lamanya saya hidup sendiri saya sampai lupa seperti apa rasanya tinggal bersama orang lain. Jadi saya juga ingin minta maaf kalau saja selama ini saya tidak memperlakukanmu dengan cukup baik." Ujarnya tiba-tiba.

"Apa sih tiba-tiba. Seperti akan berpisah saja." Jawab Gadis acuh.

"Benar. Kau bilang kau sangat ingin pulang." Kata Pria sambil menatap wajah Gadis.

"Iya, tapi sekarang sudah larut, mau pergi juga seharusnya menunggu besok pagi." Jawab Gadis merasa aneh dan memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan mata Pria.

"Setelah kau pergi nanti mungkin kau akan melupakan semua yang ada disini. Termasuk saya, padang bunga ini, pondok kita.." Ujarnya lagi.

"Tidak mungkin ! Saya tidak akan mungkin melupakanmu dan tempat yang sangat menakjubkan ini." Seru Gadis tidak percaya.

"Terima kasih ya.. Sekarang pulanglah." Kata Pria sambil tersenyum

Namun senyum itu bukanlah senyum karena senang ataupun bahagia. Lebih seperti senyum terakhir yang dipaksakan dari seseorang yang akan melepaskan barang miliknya.

Tiba-tiba angin berhembus dengan kencangnya. Spontan Gadis menggenggam erat tangan Pria karena takun akan terbawa angin yang semakin lama semakin kencang dan membentuk pusaran angin.

Diluar dugaan, Pria malah berusaha meleoaskan genggaman tangan Gadis dari tangannya. Dan tentu saja tubuh Gadis mulai terangkat karena terbawa angin. Gadis berusaha keras menggenggam tangan Pria namun lagi-lagi Pria melepaskan tangannya.

"Tolong... Tolong aku..!!" Teriak Gadis ketakutan.

"Kalau kita berjodoh kita pasti akan bertemu lagi!" Seru Pria masih dengan senyum yang sama.

"Aku bahkan belum tau siapa namamu!" Teriak Gadis yang mulai menjauh dari Pria. "Siapa namamu agar bisa kuingat dan kucari!!" Teriaknya lagi sambil berusaha meraih batang-batang bunga untuk menahan tubuhnya.

Angin membawanya semakin menjauhi Pria yang tampak sedang meneriakkan sesuatu. Tapi angin bersuara lebih kencang dari suaranya, membuat Gadis tidak bisa mendengar apa yang diucapkan Pria padanya.

Dalam seketika pusaran angin itu sudah membawanya jauh dari taman bunga dan Pria yang entah masih disana atau tidak. Setelah beberapa saat berputar-putar didalam pusaran angin itu tubuh Gadis serasa terlempar keluar dari pusaran angin itu. Gadis yang semula tidak berani membuka matanya, dengan segera dia membuka matanya seperti baru saja terbangun dari mimpi buruk yang panjang.

"Hah.. Hah.. Hah.. "

Nafasnya terasa berat dan sesak. Tubuhnya pun sangat sulit untuk digerakkan serasa ditempeli benda-benda aneh yang asing. Belum lagi saat pertama kali dia membuka matanya, dia merasa berada disebuah tempat yang sangat aneh dan asing. Sangat terang dan bau sesuatu yang aneh.

Dengan sekuat mungkin ia berusaha menggerakkan tubuhnya yang sangat kaku itu. Dia pin berusa untuk berteriak minta tolong namun suaranya seperti enggan keluar dari rongga mulutnya. Dia hanya bisa mengeluarkan suara kecil.

"Emm emm eegghhh!!"

Tentu hanya rintihan kecil yang bisa dibuatnya. Namun bagi Lin yang sangat menantikan itu sangat bisa mendengarnya meski ia sudah berada dibalik pintu. Dengan cepat Lin membuka pintu dan masuk kembali kedalam kamar itu.

Hayo... Sudah berhenti belum deg-degannya ?? Lanjut diepisode depan ya ? Jangan sampai ketinggalan, okee 😘

1
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Wkwkwk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Gkgkgk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Hahaha 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
hiro😼
Bikin aku kesel deh ama si lin tuh huh greget aku bacanya pengen gw getok kepalanya huh
hiro😼
Kapan ya nunggu episode shasha cuekin fengying?
hiro😼
Lin fengying ini bagaimana sih? Bilang aja dia malaikat kecil tapi haishhhhh dhlh bikin kesel
hiro😼
Aku semua aja soalnya kaya masuk akal
hiro😼
D dan E
hiro😼
Pasti kaget dan ga nyangka sih thor
hiro😼
Manisss sekaliii andai saja aku bisa seperti mereka😭
hiro😼
Aaminnn thor
hiro😼
Iseng sekali dia, aku aja hampir tidak bisa menahan ketawa🤣
hiro😼
Kok sama😭
hiro😼
Aku dikit dikit paham tapi yah kalau ga paham aku skip aja, semangat thor
hiro😼
Kapan sih sadarnya☹️😭
hiro😼
Ini apalagi, jubaidah?
Erina Munir
waduuh thoor...jangan gitu dòong...masa mentang2 amnesia trud makannya apa aja boleh...itukan haram...
Erina Munir
akuuuuuh....😊
Arlyn
mampir kka, ceritanya sangat menarik😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!