NovelToon NovelToon
Mentari

Mentari

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Dosen / Tamat
Popularitas:11.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: IPAK MUNTHE

"Mentari, istri bocah ku......aku sangat mencintaimu. Taukah kau seberapa besar cinta ku pada mu?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Memangnya seberapa besar pacar ku ini mencinta aku?" (Mentari)


"Tidak besar, kecil sekali!" (Arka Anggara Wijaya)


"Ngapain nanyak kalau gitu!" (Mentari)


"Mentari?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Em!" (Mentari)


"Cinta ku pada tak seluas samudera dan tidak sedalam lautan biru, tapi aku lebih mencintai mu dari pada diri ku sendiri, dan aku cemburu walau yang memandang mu seorang wanita. Aku ingin mengurung mu dalam sangkar cintaku. Agar tidak ada yang dapat menyentuh mu, kau Mentari ku dan hanya boleh menyinari ku saja. Biarlah aku menjadi budak cinta mu," (Arkana Anggara Wijaya)

"Pacar ish.....Tari gemuszzzz, oppa sarangheo," (Mentari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

"Mentari bawa semua lembar jawaban ini ke ruangan saya," titah Arka dengan jelas.

Mentari sedang tidak ingin berdebat, dengan malas dan bibir mengerucut Mentari melaksanakan perintah Arka, dengan tubuh mungilnya Mentari mulai mengikuti langkah kaki Arka dari belakang. Hingga akhirnya Arka masuk ke dalam ruangannya begitu juga dengan mentari yang berjalan masuk di belakang Arka, tanpa basa-basi Mentari langsung menghempaskan kertas di tangannya ke atas meja.

Brak.

Setelah ia selesai meletakkan kertas-kertas itu Mentari langsung berbalik dan berniat pergi, namun saat ia akan membuka pintu terdengar suara Arka yang malah menghentikan langkah kakinya.

"Siapa yang menyuruh mu pergi?!" tanya Arka dengan suara berat dan tertahan.

Dengan malas dan jenuh Mentari berbalik lalu menatap Arka, "Ada apa lagi Kak?" wajah Mentari terlihat lesu saat berhadapan dengan Arka.

Namun Arka malah tidak menjawab ia mengambil selembar kertas jawaban milik Mentari, kemudian ia mengangkat tangan dan meminta Mentari mendekat padanya yang tengah duduk di kursi.

"Huuuufff....."dengan langkah yang lunglai Mentari mendekat.

Arka menatap mentari yang kini berdiri di sisi meja, ia dapat melihat mentari yang kesal kepadanya, "jawaban mu ini tidak ada yang beres!"

"Terus......,"

"Kalau kau tidak lulus berarti kau masih akan duduk di bangku SMA 1 tahun lagi bersama dengan adik kelas mu!" kata Arka memperjelas maksud nya.

"Aamit-amit......" Mentari lagi-lagi memutar bola matanya dengan jenuh.

"Mulai malam ini kau harus belajar agar otak mu pintar, bukan hanya pintar membangkang saja ingat itu!"

"Kak tadi pagi Tari nggak sarapan dan sekarang Tari lapar banget, Tari ke kantin dulu ya Kak biar Tari punya tenaga buat dengerin omongan kakak....." kata Mentari sambil mengelus perutnya yang sedari tadi berbunyi karena lapar.

Arka mengangguk dan Mentari menganggap itu adalah jawaban Arka yang mengijinkannya keluar, dengan langkah yang cepat Mentari keluar namun lagi-lagi ia berhenti melangkah di pintu dan berbalik menatap Arka, "Kak, uang jajan Tari abis,"kata Mentari sambil cengengesan.

Arka diam sambil menatap Mentari dengan datar sedetik kemudian ia mengambil dompetnya.

Melihat Arka membuka dompet Mentari langsung berlari mendekati Arka yang bersiap menerima uang jajan.

"Ambil!" Arka mengulurkan tangan memberikan uang lima ribuan kepada Mentari.

Mata Mentari melebar seketika, "Kakak punya otak Nggak sih, uang segini dapat apa?!" kesal Mentari namun ia tetap memegang uang tersebut, dengan tangan yang menggerak-gerakan nya di depan wajah Arka.

"Lalu mau mu berapa?" Arka berniat menggoda Mentari, hanya saja cara Arka lebih terlihat seperti sedang kesal pada Mentari.

"Tari ambil sendiri aja!" Mentari mencoba merebut dompet Arka dan mengambil sendiri sesuai keinginannya, namun gerakan Mentari cepat terbaca oleh Arka dan dengan gerakan cepat pula Arka menjauhkan dompet nya.

"Ahahahahah......Kalau Tari dapat dompet Kala, Tari kuras isinya," Mentari sudah membayangkan jika ia akan menang, dan mendapatkan dompet Arka.

"Kau!" Arka kesal pada Mentari yang tidak sopan, hingga ia semakin berusaha menjauhkan dompetnya dan terjadilah Arka yang duduk di kursi berusaha menjauhkan dompetnya dari Mentari. Sementara Mentari berdiri sambil berusaha merebut dompet Arka, hingga tanpa di duga posisi Mentari begitu dekat dengan Arka.

"Kak, Arka Tari udah laper banget!"

"Permisi pak..." seorang siswi tiba-tiba masuk matanya melihat Mentari dan Arka dalam posisi yang sangat dekat, mata Mita melebar seketika.

Mentari dan Arka langsung melihat kearah pintu, Mentari juga baru sadar posisinya dan Arka yang begitu dekat dengan tangan kiri yang memegang pundak Arka dan yang kanan berusaha menggapai dompet tersebut. Sementara tangan kanan Arka memegang pinggang Mentari dan tangan kiri nya terangkat ke atas agar menjauhkan dompetnya dari Mentari.

"Tari lu ngapain?!" tanya Mita dengan mulut yang melebar, dan bertanya-tanya tentang apa yang Arka dan Mentari sedang lakukan.

Mentari mengurungkan niatnya untuk mengambil dompet Arka, dan ia cepat-cepat menjauhi Arka.

"Tari jangan bilang lu sedang ngegodain Pak Arka!" tebak Mita.

Mentari langsung bergidik ngeri saat mendengar tebakan Mita yang terdengar aneh, "Amit.....amit jabang bayi ya...." jawab Mentari dengan ketus.

"Kenapa kau masuk tanpa seizin ku?!" Arka tidak suka ada yang masuk ke ruangannya tanpa ada ijin darinya, dan Arka pun tidak menyukai orang yang ikut campur dalam urusannya.

"Maaf Pak, saya," Mita menunjukan sebuah kotak bekal di tangannya, "Ini masakan saya Pak, cobain ya."

"Keluar!" kata Arka dengan begitu jelas.

"Tapi Pak......" Mita masih penasaran dan ia pun ingin sekali lebih dekat dengan gurunya tersebut, namun sayang sepertinya Arka sama sekali tidak merespon sedikit pun.

"Keluar!"

Dengan langkah yang berat dan pandangan yang tajam pada Mentari Mita melangkah keluar, otaknya masih penasaran kenapa Mentari dan Arka terlihat begitu dekat.

Sementara kini tinggallah Mentari dan Arka di ruangan tersebut, Arka kini mulai menatap Mentari begitu juga sebaliknya.

"Dasar pelit! Ini gara-gara Kakak," Mentari geram dan kesal pada Arka andai saja Arka memberikannya uang jajan tanpa mempersulit dirinya Mita pasti tidak akan memergoki mereka seperti tadi, dan sudah di pastikan sebentar lagi satu sekolah pasti akan segera tahu karena mulut Mita yang memang sangat pedas.

Arka bangun dari duduknya mendekati Mentari, "Ini karena kau!" Arka mengetuk kepala Mentari dengan tangan.

"Auuu......" Mentari meringis sambil menggosok kepalanya, kemudian ia membalas dengan mencubit lengan Arka, "Dasar gila!" kata Mentari.

"Keluar dari sini!" titah Arka sambil menatap Mentari dengan tajam.

"Dari tadi juga mau keluar!" jawab Mentari yang tidak mau mengalah.

"Cepat!"

"Uang jajannya mana?" Mentari menadahkan tangannya pada Arka.

Arka mengeluarkan uang seratus ribu dan memberikannya pada Mentari.

Mentari tersenyum dan menerima dengan senang hati, "Makasih bos, dari tadi kek."

"Itu jajan sebulan!"

"What's.....nggak sekalian buat jajan setahun?!"

"Setahun lebih baik," kata Arka dengan santai kemudian ia kembali duduk ke kursinya.

"Dasar pelit!"

"Keluar!"

"Dasar aneh!" Mentari menghentakkan kakinya, lalu berjalan ke arah pintu.

Arka hanya memandang Mentari dari kejauhan perlahan pintu tertutup bersamaan dengan Mentari yang sudah keluar, Arka malah tersenyum mengingat kelakuan ABG yang sangat kocak itu. Entah mengapa otak Arka malah berpikir aneh saat mencium wangi tubuh Mentari, ada naluri yang menariknya ingin lebih jauh lagi. Dan Arka juga merasa Mentari terlalu polos hingga Arka bingung dan bertanya-tanya apakah Mentari berperilaku seperti itu pada semua teman lelaki nya.

"Sial," Arka bergumam sambil menggelengkan kepalanya, otaknya tanpaknya memang sedang tidak bisa di aja untuk berkompromi saat ini.

1
Tamirah
Semua Suami tuh sama, kalau disuruh puasa mesti moodnya gak karu karuan.....mana tahan...🤭🤭🤭
Tamirah
Salut sama anda Thor yg bisa membuat teka teki silang dan sulit ditebak,itu yg membikin readers penasaran, dengan siapa Rembulan menikah' masak bukan dengan Radit wong dia yg jebol gawang Ulan.
Tamirah
Niat hati inginkan menyerahkan Suaminya pd kakak nya,tapi Tari mulai jatuh cinta sama Suaminya.Mulai terasa betapa tersayat hatinya kalau suami pergi dgn kakak nya , walau tiap harinya mereka selalu bersama ke kantor tapi hari itu Tari merasa terluka.Tari kamu terlalu polos dan dimanfaatkan oleh kakakmu biar tidak hamil.
Tamirah
Tiba saatnya kehidupan Rembulan dikuak,apa kabarnya Radit ,belummm ada benang merah diantara mereka.
Tamirah
Tari ini terlalu polos bangettt gampang dikadali maklum Suami terlalu matang untuk istri bocil nya.
Paling tidak sekarang suami yg kayak es beku sdh mencair.
Tamirah
Arga bucin para.Sekedar penasaran saja., Gimana kabarnya Rembulan sama Radit kok belummm disenggol.
Tadinya cerita awal dimulai dari Arka dan Rembulan lalu masuklah sosok Mentari, dikupas Thor tentang mereka.
Tamirah
Kalau sdh tahu nikmat nya hubungan intim yg halal wes gak kenal waktu 10 ronde masih kurang. Untung itu organ ciptaan Allah kalau buatan manusia ya sdh sdh rusak .Nikmat mana yang engkau dusta kan.
Tamirah
Kalau aku ya Happy Ending.Diacak kayak apa pun Semua readers minta nya diakhiri dgn kebahagian.Biasanya dimulai dgn istri hamil melahirkan itulah puncak kebahagiaan keluarga kecilnya lalu END.
Tamirah
Dah mulai jatuh cinta,witing tresno jalaran seko kulino, lanjut Thor..
Tamirah
Kalau Arka dan Ulan sering bersama tentu bahaya, Karena ada setan diantara mereka.Namanya laki laki lama lama tergoda wesss angelllll.
Tamirah
Duh memang Tari gak ada rasa sama Suami, justru dia mau menyerahkan Suaminya pada Ulan.Justru yg ketar ketir ibunya. . cerita nya kayak benang mbulet yg sulit diluruskan.
Tamirah
Thor Novel anda tidak terlalu vulgar.Kalau novel gak ada romantis romantisnya cerita jadi hambar ,kayak sayur kurang garam . Cerita novel ini bagus membuat readers penasaran , semua pembaca berharap happy ending Thor.
Tamirah
Berburuk sangka aja kalau Tari sdh hamidun, bercocok tanam aja belummm dilakoni, emang teman teman nya pada resek .
Tamirah
Taktik licik sdh disiapkan untuk kembali pada Arka. Tari yg terlalu polos gak menyadari entah apa yg akan dilakukan kakaknya.
Tamirah
Kapan Suami gigit kamu Tari, masak gk merasa kalau disentuh ama suami , tidur nya kayak kerbau sampai gak berasa.
Tamirah
Emang cocok lagunya chryse.Tiada kata paling indah.....Kisah kasih disekolah ......,!
Tamirah
Memang seru ceritanya , anak remaja yg masih polos.Pria matang kok dilawan......wes angelllll .
Tamirah
Kenapa Rembulan akan nagih rasa sayang Tari lebih besar dgn rasa benci Tari.Suatu saat kata itu akan jadi senjata Ulan untuk merebut Arka.
Tamirah
Rembulan coba bunuh diri karena dia lihat Arka ciuman sama Tari di balkon.Dia shock sdh gak ada harapan untuk kembali pada Arka.
Tamirah
Aku dulu nikah masih sekolah kelas,3 SMA 2 bulan lagi mau ujian . Biasa paksaan orng tua gk bisa di ganggu gugat. Aku buat kesepakatan gak ada malam pertama sebelum lulus ujian. Tapi pernikahan kami berakhir bahagia hingga sekarang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!