Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.
Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.
Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cocok Dengan Mas Bima
Mobil Fortuner yang dikendarai Bima memasuki halaman parkir rumah berlantai dua di sebuah komplek perumahan elit. Rumah itu adalah rumah almarhum papanya yang saat ini masih menjadi tempat tinggal Arini, Bayu dan istri, serta adik perempuannya, Larasati.
Dia terhitung jarang berkunjung ke rumah itu, terutama sejak ia kuliah. Bima lebih memilih tinggal bersama kakek neneknya di Yogya semasa kuliah dulu. Namun, jarang datang ke rumah papanya, bukan berarti dia mengabaikan keberadaan Larasati, adik dari pernikahan papanya dengan Arini.
Bima rutin berkomunikasi dengan sang adik. Terkadang dia juga menyuruh adik perempuannya itu untuk menginap di apartemennya itu jika ingin banyak mengobrol dan juga ikut membiayai kuliah Larasati.
Bima turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya di depan teras rumah. Tampak sepi dari luar, Bima pun melangkah menuju arah pintu rumah.
"Assalamualaikum ..." Bima membuka pintu, karena pintu tak terkunci.
"Waalaikumsalam ..." Suara Bi Siti terdengar dari dalam meskipun orangnya belum muncul di ruangan tamu. "Eh, Mas Bima?" Tak lama sosok Bi Siti terlihat. Dia tak menduga akan kedatangan Bima, karena Bima jarang memberitahu jika akan datang ke rumah itu.
"Pada ke mana, Bi? Kok, sepi?" tanya Bima pada ART yang sudah dua puluh lima tahun bekerja di rumah orang tuanya.
"Ibu sedang arisan dari siang belum pulang, Mas. Kalau Mas Bayu sama Mbak Ria sedang ke Bandung. Kalau Mbak Laras, tadi pulang kuliah pergi lagi sama temannya, ada temannya yang ngadain pesta ultah katanya, Mas." Bi Siti menjelaskan satu persatu ke mana penghuni rumah itu saat ini berada.
"Oh begitu ... Oh ya, Bibi masak apa? Kebetulan saya lapar sekali." Bima melangkah ke arah dapur. Sebenarnya dia tak serius merasa lapar, itu hanya alasannya saja agar dia bisa berbincang dan mencari informasi tentang Citra dari Bi Siti, karena dulu Citra tinggal di rumah itu saat masih menikah dengan Bayu. Sedikit banyak Bi Siti pasti tahu soal penyebab perpisahan Citra dengan Bayu.
"Mas Bima lapar? Tapi, Bibi nggak masak, Mas. Ibu bilang nggak usah masak, soalnya pada makan di luar." Bi Siti berlari mengikuti Bima yang lebih dulu berjalan ke arah dapur.
"Kalau begitu tolong buatkan saya nasi goreng saja, Bi!" ujar Bima yang sudah sampai di dapur lalu menarik kursi makan dan mendudukinya.
"Baik, Mas. Bibi buatkan dulu, ya." Bi Siti segera mengerjakan tugas yang diperintahkan kepadanya.
"Bayu dan istrinya sedang ke mana tadi?" Bima mulai bertanya sebelum ia mencari tahu soal perceraian Bayu dan Citra.
"Ke Bandung, Mas," jawab Bi Siti.
"Memang Bayu nggak kerja, Bi?" tanya Bima kembali.
"Sedang cuti, Mas. Sedang honeymoon lagi di Bandung, biar Mbak Ria cepat punya momongan." Bi Siti menuturkan alasan Bayu berlibur ke Bandung seperti yang ia dengar dari majikannya.
Bayu tak mendapatkan buah hati dari pernikahannya selama dua tahun dengan Citra. Sementara bersama Ria, sudah satu tahun usia pernikahan mereka, Ria juga belum menampakkan tanda-tanda kehamilan.
"Tadi siang saya ketemu mantan istri Bayu. Ternyata dia bekerja di perusahaan yang bekerja sama dengan kantor saya." Bima merasa ini saat yang tepat membicarakan tentang Citra.
"Mbak Citra?" Bi Siti yang sedang mengiris sayuran menoleh pada Bima ketika pria itu bercerita soal Citra.
"Iya." Bima menganggukkan kepala.
"Mas Bima ketemu Mbak Citra? Gimana kabar Mbak Citra, Mas? Bibi kangen masak bareng sama Mbak Citra." Bi Siti tampak excited mendengar Bima bertemu Citra. Selama tinggal di rumah Itu, Citra memang dekat dengan dirinya dan sering membantunya memasak ketika libur bekerja.
"Iya, tadi kami berbincang karena perusahaannya menawarkan produk ke kantor saya, Bi. Dia bekerja sebagai staff marketingnya," papar Bima.
"Mbak Citra sudah menikah lagi, Mas?" Bi Siti pun penasaran dengan status Citra, Citra seorang wanita cantik dan juga baik hati, sehingga dia menduga akan mudah mendapatkan pengganti Bayu.
"Sepertinya belum." Meskipun dia sudah mendapat jawaban dari Citra tentang status wanita itu saat ini, tapi Bima tidak secara terang-terang mengatakannya pada Bi Siti.
"Sayang banget Mas Bayu sama Mbak Citra bercerai." Bi Siti sendiri lebih cocok dengan Citra dibandingkan dengan Ria. Tapi, dia hanya ART di rumah itu dan tak punya wewenang dalam menentukan pilihan Bayu.
Bima mengangkat alisnya mendengar komentar Bi Siti. Seperti umpan yang dengan cepat ia tangkap. "Memangnya kenapa, Bi?" tanyanya kemudian, menunggu Bi Siti bercerita tanpa ia lebih dulu mengoreknya.
"Eh, maaf, Mas." Menyadari dia kelepasan bicara, Bi Siti langsung meminta maaf, khawatir dianggap lancang ikut mengatur urusan keluarga majikannya. Bi Siti pun berhenti berkomentar.
"Memangnya kenapa, Bi? Apa ada yang tidak saya ketahui?" Padahal selama Bima memang tidak ingin tahu urusan rumah tangga adik tirinya dulu. Hanya karena ingin mencari informasi seputar Citra, sekarang dia seolah perduli.
"Maaf, Mas. Bibi nggak enak ngomongnya." Bi Siti takut untuk bercerita.
"Cerita saja. Bi. Nggak apa-apa ..." Bima mendesak Bi Siti untuk bercerita padanya. "Saya akan jaga rahasia," ucapnya meyakinkan.
"Memangnya apa yang menyebabkan Bayu dan Citra bercerai?" Bima lebih leluasa bertanya sekarang.
"Setahu Bibi sih, karena Mbak Citra bekerja dan belum juga hamil, Mas. Ibu menuding karena kesibukan Mbak Citra yang jadi penyebabnya padahal sudah dua tahun menikah." Bi Siti menjelaskan apa yang ia ketahui saat rumah tangga Citra dan Bayu mengalami prahara.
"Saya fokus cari uang dulu untuk membiayai ibu dan kuliah adik saya."
Seketika Bima teringat alasan Citra ketika dia tanya apakah sudah menikah lagi.
"Dia bekerja karena tulang punggung keluarga. Seharusnya Bayu bisa menanggung biaya hidup keluarga Citra jika dia menginginkan Citra berhenti bekerja." Jika dia menjadi Bayu, sikap itulah yang akan dia ambil jika melarang Citra bekerja.
"Mas Bayu nurut apa kata ibu, Mas," sahut Bi Siti yang juga kecewa dengan sikap Arini yang terlalu dominan mengatur rumah tangga anaknya.
Bima mengambil botol air mineral yang tersedia di meja makan dan membuka seal-nya.
"Nggak punya prinsip! Dia itu pria dewasa, semestinya bisa menghandle sendiri keputusannya." Bima menyayangkan sikap Bayu yang terlalu lembek terhadap Arini, padahal dalam berumah tangga seharusnya Bayu punya prinsip sendiri.
"Bibi kasihan melihat Mbak Citra selalu dimarahi ibu ..." Dianggap mandul, Citra memang selalu disalahkan karena tidak juga mengandung benih dari Bayu, padahal usia dua tahun pernikahan sudah seharusnya mempunyai keturunan. "Sayang banget Mbak Citra menikahnya sama Mas Bayu, coba kalau sama Mas Bima, kayaknya lebih cocok dan ibu pasti nggak berani ikut campur."
"Uhuuukk ... uhuuukk ..." Bima yang sedang meneguk air minum seketika tersedak saat Bi Siti mengharapkan dirinya berjodoh dengan Citra dibandingkan Bayu.
♥️♥️♥️
Bersambung ...
woooooy kamu itu udah mantaaan yaah
mantan buang pada tempatnya
tempat nya tong sampah
semoga bima sama citra tdk terpengaruh...
sepicik itu pikiran Arini terhadap Citra?
Ayo Bima lindungi Citra dari niat jahat Arini
kamu emang the best