NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Suami

Menanti Cinta Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:25.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Linda manik

Seorang istri yang dijadikan hanya sebagai pemuas nafsu oleh suaminya. Dia adalah Sinta seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta. Kesulitan ekonomi membuat dia menjadi istri simpanan
dosennya.

Hingga Sinta hamil, suaminya menolak kehamilan Sinta dan menceraikannya di saat Sinta hamil muda.

Sinta tetap mempertahankan kehamilannya. Dengan perut membuncit, Sinta harus bekerja dan kuliah. Beruntung, Sinta mempunyai sahabat yang mendukungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkat atau Musibah

Andre masih tertidur sementara hari sudah hampir gelap, dengan menepuk pipi Andre pelan Sinta membangunkan Andre.

"Mas bangun!. Sudah sore," kata Sinta sambil menyentuh bahu Andre. Andre menggeliat kemudian merentangkan kedua tangannya.

"Jam berapa?" tanya Andre dengan dengan mata tertutup.

"Jam 5 mas."

Andre langsung duduk dan beranjak dari tempat tidurnya. Andre masuk ke kamar mandi dan hanya membasuh wajahnya.

"Kenapa tidak mandi mas?. Hanya cuci muka seperti itu kurang segar."

"Nanti istriku curiga Sinta." Sinta memalingkan wajah, Sinta kembali merasa sedih dan sesak. Andre yang begitu memikirkan perasaan istrinya yang lain sementara Sinta, berkali kali hatinya tergores menahan sakit.

"Aku pamit ya. Jaga dirimu baik baik!" kata Andre sambil menatap wajah Sinta sebentar kemudian berlalu dari kamar.

"Mas, tunggu sebentar."

Sinta berjalan melewati Andre yang masih di depan pintu. Sinta ke dapur dan nampak membawa plastik kresek yang masih bersih. Andre sedikit bingung tetapi tetap berjalan ke luar rumah.

" Mas, duduk bentar dulu!." Sinta memegang kedua tangan Andre dan memaksanya untuk duduk. Sinta berjalan kearah pohon mangga, memetik buah yang masak dan dimasukkan ke plastik kresek. Bermacam buah sudah terkumpul dan Sinta menyerahkan ke Andre.

"Mas, bawalah untuk istrimu. Buah segar bagus untuk ibu hamil."

Andre tertegun sambil melihat kantong plastik yang sudah berpindah di tangannya. Dia tidak menyangka Sinta sebaik itu dan perhatian kepada istrinya. Tanpa mengucapkan terima kasih Andre masuk ke dalam mobil dan berlalu dari halaman rumah Sinta.

****

Vina dan Sinta kini sedang di sebuah kafe. Kafe itu sangat bagus. Hiasan dan bunga bunga sansivera yang ditata sedemikian rupa menambah ademnya suasana kafe. Sesuai janji Vina kini mereka akan bertemu dengan temannya Vina. Vina dan Sinta duduk dekat aquarium besar yang diletakkan di tengah ruangan kafe. Ikan ikan hias yang berkejaran di dalamnya membuat orang betah untuk berlama-lama. Sementara yang ditunggu belum datang Sinta memesan jus jeruk.

Vina sangat antusias bercerita tentang Ronal. Wanita yang sedang kasmaran itu tak henti henti tersenyum ketika menyebut nama kekasihnya. Seseorang yang mereka tunggu hampir mendekat ke meja mereka. Setelah cipika cipiki Vina memperkenalkan Sinta ke temannya.

"Agnes, apa kabar?. Sudah lama tidak bertemu. Kenalin teman aku yang paling baik. Sinta. Sin, kenalin Agnes temanku SMA alias teman bolos," kata Vina memperkenalkan dua sahabatnya itu. Sinta dan Agnes saling berjabat tangan dan saling senyum kemudian mereka bertiga duduk kembali.

"Jadi kalian satu kampus?" tanya Agnes

"Iya," jawab Sinta dan Vina bersamaan. Agnes melirik Sinta sekilas. Agnes paham bahwa Sinta lah teman Vina yang lagi butuh pekerjaan.

"Agnes seperti yang ku wa kemarin. Temanku Sinta butuh kerjaan. Tolong donk Agnes, bantu Sinta!"

"Yang punya usaha bukan aku Vin, tapi Mbak ku. Ya sudah cepat habisin jus kalian!. Kita ke kantor mbak ku sekarang," kata Agnes. Sekali teguk kedua gelas berisi jus jeruk itu sudah ludes.

"Ayo!. Sudah habis," kata Vina. Mereka bertiga berjalan beriringan ke arah belakang kafe. Para pelayan banyak yang menyapa Agnes. Ternyata di belakang kafe ada beberapa pohon besar yang dihubungkan satu sama lain dan dibuat seperti rumah pohon. Sinta dan Vina merasa takjub melihat pemandangan, sepertinya lebih enak bersantai di belakang kafe. Agnes menuntun Sinta Vina masuk ke sebuah ruangan setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Selamat siang, mbak Bella," sapa Agnes melihat mbaknya fokus ke laptop.

"Selamat siang sayang. Duduk! duduk!" jawab Bella menyuruh mereka bertiga di sofa.

"Mbak, kenalin Ini Sinta. Dia yang cari kerja itu mbak. Sin, kenalin mbak Bella." Sinta menyalami Bella. Setelah beberapa menit kemudian mereka terlihat serius hanya Bella dan Sinta yang berbicara. Sedangkan Vina dan Agnes fokus ke ponsel masing masing.

"Jadi begini saja Sinta, hari libur ini kamu masuk kerja full tapi kalau sudah masuk kuliah kamu kerjanya mulai jam dua sampai jam 10 malam."

"Iya Bu, saya mau," jawab Sinta sangat senang. Memang seperti itu yang dia mau. Sinta jadi berandai andai. Andaikan dari dulu dia bertanya Vina tentang pekerjaan. Pasti Sinta tidak terjebak dengan pernikahan siri dengan Andre.

"Tidak usah panggil ibu, samakan aja dengan Agnes dan Vina. Panggil mbak aja ya," pinta Bella. Sinta tersenyum dan mengangguk.

"Jadi mulai kapan saya kerja mbak?"

"Kalau kamu mau mulai sekarang saja, sekalian perkenalan dengan karyawan lain," kata Bella.

"Makasih mbak, aku mau."

"Sepertinya kami berdua tidak dibutuhkan lagi di sini, yuk Vina kita ke mall!" ajak Agnes dan berdiri.

"Agnes, Vina terima kasih," kata Sinta.

"Iya, santai aja," jawab Agnes, Vina hanya mengangguk. Kemudian Agnes dan Vina keluar dari kafe setelah berpamitan dari Bella.

Sepeninggal Agnes dan Vina, Sinta berkenalan dengan para karyawan yang lain. Sambutan mereka sangat baik membuat Sinta merasa nyaman.

Sinta bekerja di bagian dapur, sebenarnya Bella menawari Sinta sebagai pelayan tapi karena belum berpengalaman Sinta lebih memilih bekerja di bagian dapur. Sinta tidak menyadari bahwa dia sudah berkenalan dan bahkan bekerja di keluarga suaminya.

Hari hari dilalui Sinta dengan bekerja dengan rajin. Pekerjaan yang diberikan kepadanya bisa diselesaikan dengan hasil yang memuaskan. Bella dan para karyawan senang melihat Sinta.

Waktu berjalan terus dan tidak terasa Sinta sudah sebulan bekerja di kafe nya Bella. Dengan mengendarai motor matic memudahkan Sinta untuk pergi dan pulang bekerja.

Sebulan bekerja, sebulan juga Andre tidak pernah datang ke rumah Sinta. Sinta sebenarnya sangat kangen, tetapi karena bekerja rasa kangen itu bisa dikesampingkan.

Namanya bekerja pasti lelah. Begitu juga dengan Sinta. Pengunjung yang ramai setiap hari membuat para karyawan selalu sibuk dan lembur tidak terkecuali dengan Sinta.

Sinta terkadang merasa kelelahan dan kepala yang pusing tapi hanya sebentar tapi berulang. Beberapa hari ini sakit kepala itu rutin dirasakan oleh Sinta. Tapi Sinta mengabaikan nya. Sinta sangat yakin jika sakit kepala itu akibat kelelahan dan masuk angin.

Seperti hari ini, sebenarnya Sinta merasakan mual dan pusing tadi pagi tapi karena baru menerima gaji dan pusingnya juga sudah hilang, Sinta tetap bekerja.

"Sinta, kamu kenapa?, kamu sakit ya, kog pucat?" tanya Sarah rekan kerja Sinta.

"Iya nih Sarah, aku mual sudah dari tadi pagi," jawab Sinta sambil meletakkan pisau yang di pegang.

"Perlu kerokan itu, tiap malam naik motor tanpa jaket apa ga masuk angin," kata Sarah lagi karena sering melihat Sinta tidak pakai jaket pulang kerja. Sinta merasakan perutnya semakin bergejolak, Sinta ke kamar mandi dan memuntahkan apa yang dimakannya tadi pagi. Perutnya agak lega tapi kepalanya semakin pusing. Berpegangan ke dinding Sinta keluar dari kamar mandi dan duduk di kursi panjang yang ada di ruangan itu.

"Kamu kenapa Sinta, sakit?" tanya Bella yang baru masuk ke dapur. Bella sengaja masuk ke dapur bermaksud ingin mengecek stok bahan baku. Melihat Sinta yang pucat dan berbaring di kursi panjang membuatnya kasihan. Sinta yang kurang bertenaga untuk menjawab hanya mengangguk.

"Ayo, aku bawa kamu berobat ke klinik sebelah kafe. Penyakit tidak boleh dianggap sepele. Sarah, tolong kamu handel pekerjaan Sinta ya!. Bella memapah Bella dan keluar dari pintu samping kafe.

Sesampai di klinik, seorang dokter umum langsung memeriksa Sinta.

"Sakit apa saya dok?" tanya Sinta setelah dia selesai diperiksa dokter. Dokter sudah duduk di kursinya.

"Selamat ya!. Sebentar lagi kamu akan jadi ibu."

"Maksud dokter?. Kali ini Bella yang bertanya untuk memastikankan pendengarannya tadi.

"Ibu ini sedang mengandung."

Deg

Sinta melemas dan terkejut. Sinta menunduk. Bella hanya memandangi Sinta penuh tanda tanya sedangkan dokter yang tidak tahu apa apa menuliskan resep di secarik kertas.

"Usia kandungannya masih sangat muda, kalau masih ragu kamu boleh tes urine dengan Test pack atau langsung ke dokter kandungan," kata dokter dan menyerahkan kertas resep ke Sinta.

1
TongTji Tea
dia juga bukan jejaka..mau nya dapet perawaaan ajaaa
.huuuuu dasar pellet lele
fiyol jelek
bagus
fiyol jelek
suka
Mice Maizarni
Luar biasa
Sativa Kyu
👍👍
Rubiyanti
Luar biasa
Rosmiati 52
saya udh ngulang nya beberapa x walau sedih tp tdk membosankan
Daryanti
kok bisa y udah nikah lupa ma pasangan
Cis Siu
karma
Ros Sitorus
ketololan hakiki. yang salah andre mau macam mana tingkah cindy tapi sebagainiatrinya kecewa berat. di.sukung pula oleh mertua
Ros Sitorus
andi 🤣🤣🤣🤣🤣😂
anggita minarsih
Buruk
Alika Setiawan
mantap Sinta.. lanjutkan 🫰
Alika Setiawan
sukurin loh andre 😂😂😂
Alika Setiawan
ih geuleuh kitu kalakuan si Andre 🤮🤮
Indah
lucu sekali dan sangat bermotivasi bagi remaja yg berpasangan
Indah
😂😂 jalan cepat
Mesra Turnip
waww, Tini luar biasa,,, perbendaharaan otak dan katanya selalu full, jadi gmeess. mantap Thor ! kamu emang paling top !
Mesra Turnip
sangat, sangat suka dengan karakter Andi setiap membalas Cindy. sehat dan bahagia terus ya Thor !
Mesra Turnip
kyaaa dosen apaan tuh, knp berubah jadi pejantan ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!