Novel ini berkisah tentang pertemuan seorang pemuda tampan dengan gadis kecil yang masih duduk di bangku menengah atas mereka di pertemukan di waktu yang tidak tepat dan dipertemukan kembali dikenyataan dimana takdir selalu mempertemukan mereka..
" Rinjani Cantika Gunawan" gadis cantik yang tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda tampan disebuah club malam saat dirinya menghadiri pesta ulang tahun temannya..
" Revan Geraldy " pemuda tampan bak malaikat tak bersayap kehidupannya kacau setelah ketemu dengan gadis cantik yang menjadi muridnya..
gimana ceritanya pantengin terus yah ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my Kyung Soo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Hari ini hari dimana Rinjani akan melangsungkan operasi pertamanya dan mudah-mudahan untuk yang terakhir kalinya juga kecemasan bukan hanya di rasakan oleh Rinjani tapi juga di rasakan oleh ayah dan omnya..
begitupun semua sahabatnya mereka menyempatkan waktu mereka untuk sekedar menemani Rinjani dan memberi semangat buat dirinya seperti Renata yang sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit..
" dek mau kemana rapih amat " tanya Revan heran
" mau ke rumah sakit " ucap Renata
" oh emang hari ini operasinya " tanya Revan
" iya, kakak mau ikut sekalian " tanya Renata
" gak nanti ajh kalo udah selesai operasinya " ucap Revan
" kenapa gak sekarang ajh " ucap Renata
" bawel banget kamu tuh sana berangkat " ucap Revan
" dih orang tua marah-marah mulu lebih tua tau rasa " ucap Renata
" adik durhaka " ucap Revan
" tumben pulang " tanya Renata
" ada kerjaan sama papah " ucap Revan yang ditanggapi anggukan oleh Renata
" ya udah berangkat ya " ucap Renata
" iya hati-hati " ucap Revan yang ditanggapi acungan jempol oleh Renata
setelah kepergian Renata, Revan pun bergegas pergi menuju ruang kerja ayahnya..
sampai di sana Revan pun mengetuk pintu ruangan tersebut..
" pah ini aku " ucap Revan
" masuk Van " ucap papah Revan
Revan pun masuk ke dalam ternyata ayahnya lagi sibuk dengan pekerjaannya Revan pun duduk di sofa di ruangan itu..
" gimana tugas yang papah kasih sukses " tanya papah Revan
" belom " ucap Revan santai
" kenapa bukannya kamu sudah lama disana kenapa belum berhasil juga jangan mikirin perempuan itu terus Revan dia udah menikah kamu harus fokus sama tujuan kamu saat papah suruh kamu ngajar disana " ucap papah Revan emosi
" pah hati gak bisa di paksain pah gimana juga Revan belum sepenuhnya menerima keputusan papah " ucap Revan
" coba lah untuk mengerti ini semua buat kebaikan kamu " ucap papah Revan
" kebaikan aku yang ada untuk kebaikan bisnis papah aku gak mau urusan pribadi aku di campur adukan sama pekerjaan apalagi ini bisnis " ucap Revan
" tapi projek ini keuntungannya besar Revan kita bersaing dengan beberapa perusahaan lain termasuk dengan Pratama group " ucap papah Revan
" tapi gak gini caranya kalo aku tau dari awal tujuan papah masukin aku kesana gara-gara bisnis dan projek ini aku mending pilih menjadi pelayan di kafenya Rio " ucap Revan
" dari awal keputusan semua ada di tangan kamu kenapa sekarang kamu nyalahin papah " ucap papah Revan
" pah jadi orang jangan egois seperti ini, ini salah satu alesan aku gak pernah betah di rumah, karena papah terlalu mengekang " ucap Revan sambil berlalu meninggalkan papahnya walaupun papahnya berteriak memanggil namanya tapi Revan mencoba menulikannya..
" dasar anak itu keras kepala sekali " ucap papah Revan
sedangkan di tempat lain Renata, Vanya, dan Maul sudah sampai di rumah sakit dan mereka langsung pergi ke ruangan operasi disana sudah ada Daddy dan om nya Rinjani..
" om apa Rinjani sudah masuk " tanya Renata
" udah sekitar lima belas menit yang lalu, kenapa kalian baru datang " tanya Rey
" maaf om kami terjebak macet " ucap Renata
" tidak apa-apa terima kasih sudah mau datang " ucap Rey
" sama-sama om " ucap Renata
mereka pun cemas-cemas khawatir dalam diam mereka berdoa dalam hati semoga operasinya lancar dan ini adalah operasi pertama dan terakhir buat Rinjani..
" ko gue mules ya " gumam Vanya
" lu kenapa " tanya Maul
" gak tau nih perut gue ngedadak sakit " ucap Vanya
" lu tadi makan apa " bisik Renata
" gak makan apa-apa cuma sarapan biasa doang gue ke toilet bentar ya " ucap Vanya
" mau gue temenin " tanya Renata
" gak usah gue bisa sendiri lu disini ajh " ucap Vanya yang ditanggapi anggukan oleh Renata
Vanya pun bergegas ke toilet Rey dan Richie yang melihat itu hanya bisa saling menatap satu sama lain ada-ada ajh kelakuan temen anaknya itu..
" mau kemana Vanya " tanya Rey
" mau ke toilet om ngedadak perutnya sakit " ucap Maul
" loh kenapa gak ditemenin nanti kalo ada apa-apa gimana " ucap Rey
" aman kok om mungkin hanya sembelit doang " ucap Renata
Rey hanya menggelengkan kepalanya karena heran sama jawaban yang di berikan Renata beda dengan Richie dia langsung berjalan tanpa mengucapkan satu kata pun membuat Renata dan Maul cengo melihatnya sedangkan Rey hanya tersenyum melihat kelakuan adik laki-laki nya..
Richie pun bergegas menuju toilet bukan toilet laki-laki tapi toilet perempuan dia berdiri di dinding luar toilet sambil mengangkat satu kakinya dan ditekan ke dinding sedangkan kedua tangannya dia masuk kan ke dalam saku celana keren sih tapi kok nyender di dinding toilet..
Vanya yang sedari tadi diam di sana hanya bisa menghela nafas panjang dia bingung mau gimana mau memanggil Renata takut di omelin tapi kalo gak masa dia harus diem terus di toilet kan orang-orang juga butuh..
Vanya pun mencoba memanggil Renata tapi sial sinyal di dalam toilet sangat buruk terpaksa Vanya keluar dulu mencari sinyal tapi saat dirinya keluar Vanya sangat terkejut melihat adanya Richie di sana..
" astaga kaget gue " ucap Vanya sambil memegang dadanya..
" lama sekali kamu di dalam " ucap Richie datar
" ngapain sih kak di sini toilet cowok kan di sebelah " ucap Vanya
" suka-suka aku lah mau diem dimana juga kamu belum jawab pertanyaan aku barusan " ucap Richie
" oh itu ada kendala barusan " ucap Vanya
" apa " ucap Richie
" anu.. emm.. bentar aku mau telepon Rere dulu " ucap Vanya
" kan ada aku ngapain manggil yang lain, kamu butuh sesuatu " tanya Richie
" iya dan ini bisa dilakuin sama perempuan kalo laki-laki yang lakuin pasti malu " ucap Vanya
" lakuin apa biar aku ajh " ucap Richie
" yakin nanti kakak malu saat belinya " ucap Vanya
" emang apaan di bawah ada mini market biar aku beli disana " ucap Richie
Vanya pun membisikan di talinga Richie sontak barang yang di perlukan Vanya membuat wajah Richie me merah Vanya mencoba sekuat tenaga menahan tawanya melihat perubahan wajah Richie..
" belum apa-apa udah malu sih kak udah lah mending aku telepon Rere ajh aku gak mau liat kakak malu ntar " ucap Vanya
" gak usah mending aku ajh wajah aku bisa di tutupin sama masker " ucap Richie
" yakin " tanya Vanya
" iya " ucap Richie singkat
" ya udah makasih ya tapi jangan lama-lama takut nambah banyak " ucap Vanya
" kenapa datengnya dadakan sih " tanya Richie
" lah mana aku tau ini kan bukan kemauan aku kakak ikhlas gak sih bantuin aku kalo gak aku manggil Maul ajh " ucap Vanya
" gak usah libatin orang lain apalagi laki-laki lain mending kamu tunggu disini " ucap Richie
Richie pun berjalan meninggalkan Vanya yang masih setia melihat punggung lebar Richie..
" itu om-om kenapa baik banget " gumam Vanya
thanks jangan lupa like and komen jangan lupa juga tambahin ke favorite 😇😇
Happy reading guys 😇😇