Berawal dari sebuah kemalangan yang menimpa anak kecil berumur tujuh tahun yang harus hidup sendiri setelah kehilangan kedua orang tuanya.
Ketika sebuah keberuntungan membuatnya datang ke panti asuhan dan melanjutkan pendidikan.
Ketika Arjuna yang dari umur tujuh tahun sudah menerima kepedihan dan bukan Kasih sayang berlimpah membuatnya menjadi sosok yang dingin dan disegani terutama para wanita.
Semuanya dimulai dari masa remaja Arjuna hingga menginjak masa dewasa. Dan sosok lain yang membuatnya berubah dari Arjuna biasa menjadi Arjuna yang memiliki segalanya.
Hingga perjalannya terus berlanjut dengan pertemuan tak terduga dan tragedi dalam setiap langkahnya menunjukan jati dirinya di depan publik.
Arjuna harus melewati beberapa hal untuk membuktikan dirinya pantas atau tidaknya sebagai seorang pewaris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencananya
Juna yang berusaha masuk ruang keamanan saat kosong mengumpulkan beberapa copyan vidio dan itu semua tersimpan dalam flashdisk.
Juna meminta izin omanya untuk pergi ke tempat lain bersama Noe.
Jika Arya bertanya sesuatu. Juna juga meminta Omanya berbohong dengan memberikan Juna dan Noe libur seharian dan akan kembali besok.
Juna langsung bergegas pergi bersama Noe dengan bus dan sampai mereka di sebuah ruko paling sempit ujung gang kumuh dengan dua tingkat.
Masuk lewat roling yang Noe buka gemboknya.
Lalu masuk dan menutupnya kembali.
Seseorang sedang memperhatikan sekitar dan kebingungan dengan apa yang ia ikuti kenapa hilang.
"Yakin kita gak di ikutin lagi ?" Noe membuka tirai besar warna merah didepannya.
"Yakin gue kita lari lebih cepet dan gue pesen ama oma buat kasih kita waktu libur," ucap Juna seketika itu Noe melepas gelangnya yang sebenarnya bukan gelang melainkan flasdisk milik Leo dan ruko itu adalah tempat Leo menghabiskan waktu dengan komputer-komputernya.
Noe membuka kata sandi komputer yang Leo beritahukan dan seketika Juna melihat semua layar monitor menyala.
Total ada lima monitor besar menyala satunya adalah dispenser kopi.
Noe menoleh pada Juna saat dispenser berbunyi tanda siap membuat kopi.
"Apa boleh buat, kalo udah di kasih di minum lah, Lumayan." Juna mengambil cangkir dan menuang sedikit Kopi ke dalam cangkirnya.
Noe mengedikkan bahu.
Noe juga melakukan hal yang sama.
Kembali duduk tenang dan mereka mulai memeriksa satu persatu keseluruhan vidio juga beberapa alat penyadap yang Noe temukan.
Memilah beberapa File memerlukan waktu yang banyak.
Lebih dari ratusan file dan harus di buka satu persatu.
"Gue masih curiga sama rumah itu kenapa juga Salah satu orang di sana nekat masang ini semua, Katanya setia dan kerja lama selama beberapa tahun." Noe meneruput kopinya.
"Gue juga gak ngerti sama orang ini jalan pikirannya buntu atau emang obsesi sama uang segitu besarnya." Juna menimpali sambil mata dan jarinya bergerak memeriksq dan memilih File yang sekiranya aneh.
"Orang yang dateng kerumahnya Opa Marcello adalah Om Kaivan anak dari Opa Enzo." Noe bicara seakan itu membuat Juna bisa fokus padahal malah membuat jari-jari Juna berhenti sebentar.
"Apa lagi yang kau tahu." Juna tak teralihkan dan sambil bicara sambil mengutak atuk semua rekaman Cctv.
"Ah.. Dan keluarga Ayahmu itu termasuk orang yang ada di antar krang besar yang namanya tak boleh asal sebut. Tapi, Opa Marcello mengatakam jika nanti ada dokter cantik dengan wajah awet muda itu salah satu keluarga Opa dan juga sepupu Om Kaivan dan Om Kaivan bukan manusia biasa. Om Kaivan punya semacem kekuatan yang buat dia bisa ngerubah bola matanya dan buat orang gak berkutik, dan ya... Dia punya koneksi besar di Indonesia bagian pejabat sampai dunia bawah yang ada di negara ini, bahkan di tempat asalnya negara ini nama Om Kaivan, keramat!"
Juna menoleh.
"Di kira dukun, aneh lo!"
Noe berdecak.
"Yee.. Gue kasih tahu yang sebenarnya.. Itu kenyataannya."
"Satu lagi nanti bakalan dateng oengacara laki-laki kalo tiba-tiba dia datengin kita itu namanya... ehm sapa gue lupa pokoknya dia orang itu sepupuan juga etah lah.. keluarga kandung kali, nanti tunggu aja, masalahnya Opa cuman bilang gitu doang ke gue kalo masalah Om Kaivan gue tahu banyak itu dari Bang Leo," ucap Noe.
Juna terdiam.
***
Arya berada di dekat Alika seharian tak menemukan Noe atau Arjuna. Bahkan Aryapun tak tahu nama mereka karena Alika sendiri yang menyimpan berkas mereka.
Peraturannya jika sesuatu yang Alika dapat, Katakan, dan miliki dengan hak miliknya dengan keputusannya sendiri adalah hal yang sangat pribadi keciali, Alika memberikan Arya wewenang.
Jika tidak maka tidak.
Arya memikirkan semua hal yang terjadi semenjak kedatangan Juna dan noe dengan keras sampai kepalanya pusing dan perasaan terus merasa gelisah.
Alika menatap kedepan pintu masuk ruangannya yang ada di kantornya dengan wajah yanh sedikit tenang bahkan ada sedikit senyum di balik wajah agak keriputnya.
"Akhirnya aku akan memulai rencana ini," ucap Alika pelan dan menghela nafas kembali melanjutkan pekerjaannya.
Saat di ruko tempat Noe dan Juna bekerja saat itu Juna terfokus pada satu rekaman cctv dan saat itu pas dengan Noe memutar alat penyadap suara.
"Kok kek ini kejadian satu waktu Jun." Noe menyadari tingkah aneh Juna dan melakukan hal fokus yang sama pada suara dan vidio didepannya.
"Kita harus membuat wanita itu menyingkir dari tempatnya."
"Yaa.. Kau benar.. Seharusnya sejak awal aku membunuhnya."
"Haha.. Tidak.. Tidak secepat itu, kau buru-buru aku khawatir dengan mereka yang ada di belakang wanita itu," ucap seseorang didelam mobil Arya.
"Tak semuanya bisa kita mengerti."
"Kau tahu kenapa dia sering ke California hanya liburan?"
"Tidak tahu."
"Dan itu adalah titik rahasianya tak mungkin dia wanita tua itu bisa melakukan banyak hal sesuai keinginannya dan satu lagi aku bisa memastikan dengar perkiraan kalo dia memiliki keluarga dan memilih pewaris dan kau tahu dia bukanlah wanita yang tak punya keluarga."
Terjeda Vidio dan rekaman suara itu.
Juna dan Noe saling menatap.
Semua ini terjadi di halaman ruamh Alika setelah seorang tamu keluar dari sana bersama Arya dan ya.. Mereka bicara di mobil dengan jendela terbuka kemungkinan Arya lupa jika alat penyadapnya ada didekatnya bisa jadi ia lupa hal itu dan bicara seperti ini tanpa takut ada yang memeriksanya.
Arya juga mengira pasti tak akan ada yang tahu kalo ia melakukan semua rencana buruk. Padahal waktu bisa saja mengubah rencana yang mulus yang rapi, yang sudah Arya susun menjadi berantakan.
"Kita harus cepet dan kita juga harus buat rencana tambahan selain rencana Oma." Noe menatap Juna dan Anggukan yang Juna berikan.
bingung deh ..
Gio di bab sebelumnya d critakan mati krn membantu pamannya mc dr tembak menembak.. ga bisa di tolong lagi krn banyak peluru di punggungnya…dan Arjuna meneeima flashdisk dr Gio lewat Brahma. disaat berbarengan di rumah sakit.
dan ep sebelum itu, ibunya gio udah mati juga atas suruhan Romano di apartemen Gio, dan di buat seolah2 itu adalah perbuatan Arjuna.
eeeee bab sebelum ini , Gio dan ibunya di selamatin Arjuna? setelah Arjuna menerima foto2 mrk bersamaan dg kotak berisi bangkai tikus..
thor..
apa Gio , ibunya dan bapaknya (Arya) hidup kembali??
eeee… bingung yg baca thor
😏😕😏