NovelToon NovelToon
Si Bodoh Desa Ternyata Tabib Dewa

Si Bodoh Desa Ternyata Tabib Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bima selalu dianggap sebagai pemuda idiot desa yang hanya bisa tersenyum saat dihina dan dilempari batu oleh warga, padahal di balik kepolosannya ia adalah pewaris tunggal ilmu pengobatan tingkat dewa dari seorang pertapa sakti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Habisi bocah sombong itu! Cincang tubuhnya sampai tidak tersisa!" raung Bos Besar Serigala Malam dengan urat leher yang menonjol keluar.

​Mendengar perintah mutlak tersebut, puluhan pembunuh bayaran bayaran yang sedari tadi mengepung Bima langsung berteriak beringas. Mereka menerjang serentak dari segala penjuru, mengayunkan golok, parang, dan rantai besi bersiap merobek tubuh pemuda itu.

​Bima tidak bergeming sedikit pun dari posisinya.

​Ia memejamkan mata sejenak. Aliran energi murni yang selama ini ia kumpulkan lewat meditasi berputar kencang di pusat perutnya, menyebar bagaikan air bah ke setiap titik meridian di tubuhnya.

​Wush!

​Aura tenaga dalam yang sangat pekat meledak dari tubuh Bima, menciptakan gelombang kejut kasat mata yang membuat genangan air hujan di lantai gudang terhempas ke udara.

​Bima membuka matanya. Jari-jemarinya bergetar pelan, dan puluhan jarum perak telah terselip di sela-sela jarinya.

​"Tarian Hujan Perak," gumam Bima dingin.

​Kedua tangan Bima bergerak menyilang dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh mata telanjang. Jarum-jarum perak itu melesat membelah udara seperti peluru tajam yang memiliki mata.

​Jleb! Jleb! Jleb! Jleb!

​Rentetan suara jarum yang menembus daging dan menotok jalan darah terdengar beruntun.

​Teriakan beringas para pembunuh itu mendadak berubah menjadi lolongan kesakitan. Satu per satu dari mereka berjatuhan ke lantai kayu gudang. Ada yang lumpuh kakinya, ada yang mati rasa seluruh lengannya, dan ada yang langsung pingsan dengan mata terbelalak karena titik saraf pusatnya tertutup paksa.

​Dalam waktu kurang dari dua menit, lebih dari tiga puluh pembunuh elit Serigala Malam tergeletak tak berdaya di lantai, mengerang dan menggeliat bagaikan cacing yang kepanasan.

​Bos Besar Serigala Malam memucat. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras dari pelipisnya. Reputasi organisasinya yang dibangun dengan darah selama belasan tahun dihancurkan oleh satu orang pemuda dalam hitungan detik.

​"T-tenaga dalam tingkat tinggi... K-kau bukan manusia biasa!" teriak sang Bos dengan suara bergetar.

​Namun, kepanikan itu segera tergantikan oleh insting membunuh yang liar. Bos Besar menggenggam erat katananya dengan kedua tangan. Ia memusatkan seluruh sisa tenaga kotornya ke bilah pedang tersebut hingga memancarkan kilau merah yang haus darah.

​"Mati kauuuu!"

​Pria bertubuh besar itu melompat tinggi membelah udara, mengayunkan katananya lurus ke arah ubun-ubun Bima dengan kekuatan yang mampu membelah batu karang.

​Bima mendongak perlahan. Alih-alih menghindar, ia mengangkat tangan kanannya ke atas. Dua jarinya telunjuk dan jari tengah menjepit dengan gerakan yang sangat santai namun presisi.

​Trang!

​Suara benturan logam yang sangat keras menggema.

​Mata Bos Besar seakan ingin melompat keluar dari rongganya. Ayunan pedang mematikannya, yang ia yakini bisa menebas baja sekalipun, berhenti total di udara. Bilah katana itu terjepit sempurna di antara dua jari Bima, seolah tertahan oleh tebing gunung yang tak tergoyahkan.

​"Pukulanmu lambat, dan niat membunuhmu terlalu murahan," ucap Bima sedingin es.

​Bima mengalirkan hawa murni dari ujung jarinya.

​Krak!

​Bilah katana peninggalan Jepang itu hancur berkeping-keping layaknya kaca rapuh.

​Sebelum Bos Besar sempat bereaksi, telapak tangan kiri Bima melesat maju dan menghantam tepat di ulu hati pria itu.

​Bugh!

​"Ukh!" Bos Besar Serigala Malam memuntahkan darah segar dari mulutnya. Tubuh besarnya terlempar ke belakang, menabrak tumpukan peti kemas kayu hingga hancur berantakan.

​Ia mencoba merangkak bangun, namun Bima sudah berdiri di hadapannya. Pemuda itu menendang bahu sang Bos hingga ia kembali jatuh terlentang, lalu menancapkan tiga buah jarum perak yang sangat panjang ke tiga titik meridian utama di dada pria itu.

​"Arrrghhh! Apa yang kau lakukan padaku?!" jerit Bos Besar dengan suara serak. Tubuhnya terasa seperti direbus di dalam lahar panas, dan tenaga fisiknya terkuras habis.

​"Aku baru saja menghancurkan akar meridianmu," jawab Bima tanpa belas kasihan. "Kau tidak akan pernah bisa menggunakan ilmu bela dirimu lagi seumur hidup, dan setiap kali kau berniat melakukan kejahatan, rasa sakit seperti ribuan jarum akan menusuk jantungmu."

​Bima menarik nafas panjang, meredakan aura tenaga dalamnya yang membara. Ia melirik sekilas ke arah para pembunuh bayaran yang masih merintih di lantai, lalu melangkah santai menuju pintu keluar gudang yang telah hancur.

​"Polisi dan pengawal keluarga Herman akan segera tiba di sini untuk membersihkan sisa-sisa kalian," ucap Bima tanpa menoleh ke belakang. "Ingat hari ini sebagai hari di mana Serigala Malam resmi mati."

​Bima melangkah keluar dari gudang. Hujan deras mulai mereda, menyisakan gerimis tipis dan udara dingin yang menyegarkan.

​Ia mengangkat tangan kirinya, menatap lekat-lekat gelang benang merah berbatu giok kecil yang melingkar di pergelangan tangannya. Senyum tipis yang tulus akhirnya mengembang di wajah pemuda berhati dingin tersebut.

​"Tugas selesai. Sudah waktunya pulang untuk sarapan bersamanya."

1
@𝐊𝐫𝐮𝐥𝐜𝐢𝐟𝐞𝐫 𝖋𝖙 𝙆𝙂
aku pertama ni dapat apa 😁
kiyoe: selamat anda mendapatkan ucapan dari author kak hehe
total 1 replies
@𝐊𝐫𝐮𝐥𝐜𝐢𝐟𝐞𝐫 𝖋𝖙 𝙆𝙂
lanjut gak nih
@𝐊𝐫𝐮𝐥𝐜𝐢𝐟𝐞𝐫 𝖋𝖙 𝙆𝙂: 😁👍👍aman
total 2 replies
Asmara Kacau
di tunggu bab selanjut nya thor
kiyoe: baik kak mohon di tunggu yaa buat bab selanjutnya yang lebih menarik 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!