NovelToon NovelToon
RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: REZ Zha

" Katakan sekali lagi, apa yang kau ucapkan tadi?!" Dirga menatap dengan sorot mata menghunus ke arah wanita di hadapannya.

" A-aku ingin kita putus, a-aku merasa tertekan selama menjadi pacarmu, jadi aku mohon, aku ingin hubungan kita berakhir sampai di sini saja," suara Kirania terdengar lirih.

" Baik ... baiklah, jika itu yang kau mau, mulai saat ini kita putus, aku tidak akan mengganggu. Dan aku menganggap kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya!" tandas Dirga meninggalkan Kirania dengan langkah lebar.

Sejak saat itu Kirania memang tak pernah melihat sosok pria yang sudah membuatnya jatuh hati.

Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan dalam situasi yang rumit.

Akan kah cinta lama mereka bersemi atau mereka sama-sama mempertahankan gengsi mereka masing-masing demi menghindari rasa sakit hati.


ig : rez_zha29

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Lain

Motor yang dikendarai Yoga tiba-tiba saja berjalan tidak stabil dan agak oleng membuat tangan kanan Kirania mencengkram pundak Yoga dengan kencang, sedangkan tangan kirinya memegang behel jok motor.

" Mbak, sepertinya bocor lagi bannya. Sekitar seratus meter dari sini ada tambal ban, Mbak mau tunggu atau mau order Ojol lain saja? Yang ke saya, biar nggak usah bayar," ujar Yoga memberikan tawaran, karena tugas dia mengantar penumpang terhambat karena masalah ban motor.

" Lama nggak tambal bannya?"

" Sekitar sepuluh, lima belas menitan."

Kirania berpikir sejenak. " Saya tunggu tambal ban selesai saja, deh, Mas." Kirania mengambil keputusan menunggu Yoga menambal ban, karena ia pikir, jika ganti driver pun dia tetap akan disuruh menunggu.

" Oke, Mbak agak kencang pegangannya, ya! Soalnya saya paksakan motor tetap jalan, pasti akan terasa nggak enak jalannya."

" Iya."

Tak berapa lama mereka pun sampai di tempat tambal ban di bahu jalan.

" Pak, minta ganti ban dalam yang baru saja, deh. Takut bocor lagi, nggak enak sedang bawa penumpang." Yoga berbicara pada tukang tambal ban, setelah mempersilahkan Kirania duduk menunggu.

" Wah, maaf, Mas. Sedang kehabisan stok," jawab Tukang tambal ban.

" Oh, ya sudah, tolong ditambal saja, Pak. Minta tolong dicek lebih teliti yang bocornya, Pak. Barusan saya tambal padahal, tapi bocor lagi."

" Baik, Mas."

" Mbak mau minum apa?" Yoga menghampiri warung sebelah tambal ban dan menawarkan minuman pada Kirania.

" Nggak usah, Mas." Kirania menolak.

Yoga kemudian mengambil dua botol air mineral, kemudian memberikan salah satunya kepada Kirania.

" Saya pikir Mbak ini pacarnya Bang Dirga." Yoga mendudukkan tubuhnya di kursi kayu disamping Kirania.

" Bukan." jawab Kirania singkat, rasanya malas sekali membahas masalah itu.

" Kuliah ambil jurusan apa, Mbak?" tanya Yoga lagi.

" Ekonomi & Bisnis."

" Satu angkatan sama Bang Dirga?"

Kirania menggelengkan kepala. " Aku semester enam."

" Oh ..." Yoga menganggukkan kepalanya. " Saya panggil nama saja, boleh?"

" Silahkan." Kirania mempersilahkan.

" Kamu asli Jakarta ini?"

" Bukan."

" Asli mana?"

" Cirebon."

" Cirebon? Aku pernah hiking ke Ciremai waktu SMA."

" Itu di Kuningan, Majalengka. Kalau aku di Cirebon kotanya."

" Oh iya, aku lupa, seingatku kalau Ciremai itu di Cirebon." Yoga terkekeh.

" Aku pernah juga singgah sholat Jumat di masjid yang adzannya dikumandangkan oleh tujuh muazin itu, yang dekat wilayah Keraton kalau nggak salah,"

" Oh, itu Masjid Agung Sang Cipta Rasa, dekat Keraton Kasepuhan."

" Nah, iya itu. Sebelumnya aku pernah dengar cerita teman aku yang pernah cerita tentang 'Adzan pitu' ternyata memang benar adzannya dikumandangkan oleh tujuh orang sekaligus, ya? Sangat unik."

" Iya, memang ada sejarahnya itu, jaman walisongo dulu."

" Kamu di sini ngekost?"

" Aku ikut Pakde aku yang tinggal di Jakarta ini."

" Kapan-kapan kalau kamu ada di Cirebon dan aku mampir ke kota itu, boleh dong, kamu jadi guide nya jalan-jalan keliling kota Cirebon." Yoga terkekeh hingga Kirania ikut mengembangkan sedikit senyumnya.

" Boleh saja, jika ada waktu." Kirania menyahuti.

" Boleh tukeran nomer ponsel juga, dong. Ya siapa tahu sewaktu-waktu kamu butuh ojek, bisa hubungi aku." Yoga tersenyum lebar. " Tapi kalau kamu keberatan, nggak usah kasih, nggak apa-apa."

Kirania terdiam sesaat sambil berpikir, dia ingin menolak, tapi ada benarnya juga, siapa tahu suatu saat dia membutuhkan bantuan Yoga.

" Kamu kasih nomer ponsel kamu saja, jadi nanti kalau aku sewaktu-waktu butuh bantuan bisa aku hubungi."

" Mana ponselmu? Biar aku masukan nomer ponselku."

Kirania menyerahkan ponselnya pada Yoga, dan Yoga pun lalu mengetikkan nomernya di menu panggilan, kemudian dia memanggil nomernya sendiri, agar nomer Kirania masuk ke ponselnya. Setelah itu di save nomer ponselnya di HP Kirania.

" Aku save nama Prayoga." Yoga menyodorkan kembali ponsel Kirania.

Dan sepanjang waktu menambal ban, banyak perbincangan yang terjadi antara Yoga dan Kirania tentang kuliah, dan banyak hal lainnya. Bagi Kirania sendiri, perbincangan dengan Yoga ini adalah pertama kalinya dia bisa banyak berbicara dengan seorang pria, karena biasanya dia sangat susah untuk bisa akrab dengan lawan jenis.

***

Setengah jam kemudian, Yoga sudah sampai di pekarangan rumah Pakde Danang.

" Hati-hati turunnya." Yoga memberikan tongkat kepada Kirania.

" Makasih, ya." ucap Kirania.

" Kamu sudah pulang, Ran." Bude Arum tiba-tiba keluar dari dalam rumah.

" Assalamualaikum, Bu." Yoga turun dari motornya, menyapa Bude Arum yang mendekat kemudian menyalami tangan Bude Arum dengan mencium punggung tangannya.

Bude Arum sempat tertegun beberapa saat mendapati sikap sopan yang ditunjukkan Yoga kepadanya.

" Kalau begitu, aku permisi dulu, Ran. Permisi, Bu." Yoga membungkukkan sedikit tubuhnya saat pamit ke Bude Arum.

" Lho, Kok buru-buru?" tanya Bude Arum heran.

" Dia sedang kerja, Bude." Kirania yang menjawab pertanyaan Budenya.

Yoga tersenyum hingga memperlihatkan lesung pipinya. " Saya pamit dulu, Bu. Assalamualaikum ..."

" Waalaikumsalam." Kirania dan Bude Arum menyahuti bersamaan, sebelum akhirnya motor yang dikendarai Yoga menghilang dari pandangan.

" Siapa dia, Ran? Teman kuliah juga?"

" Bukan, Bude. Dia itu orang yang tolong aku pas kejadian malam Minggu kemarin." Kirania menjelaskan.

" Yang tolong kamu? Kok kalian bisa pulang bareng?" selidik Bude Arum.

" Dia itu mahasiswa merangkap driver ojek online juga, Bude. Dan ternyata tadi aku order ojol, ternyata dapat drivernya dia."

" Oh gitu, kelihatannya anaknya baik, Ran. Sudah baik, ganteng lagi. Kayanya Bude lebih setuju kamu sama dia daripada sama Nak Dirga, Ran." Bude Arum terkekeh, sedang Kirania langsung membulatkan bola matanya.

" Bude apaan, sih?" Kirania mengerucutkan bibirnya.

" Duh Bude lupa kenalan, siapa nama pemuda itu?"

" Prayoga."

" Nah, itu ... Bude lebih setuju kamu sama Payoga, Nggak gengsian, mau kerja sambilan jadi tukang ojek biarpun dia mahasiswa. Anaknya sederhana, nggak neko-neko, cocok sama sifat kamu yang sederhana nggak banyak bertingkah. Kalau Pakde kamu lihat, pasti setuju sama apa yang dibilang Bude ini." Bude Arum terus menggoda keponakannya.

" Apaan, sih, Bude. Main jodoh-jodohin orang seenaknya saja." Kirania mencebik.

" Lho, siapa yang jodoh-jodohin? Orang cuma bilang kamu cocok sama dia, tapi bukan berarti mau menjodohkan kalian, kan?" Bude Arum menyangkal membuat wajah Kirania memerah. Untuk kesekian kalinya dia terjebak salah mengartikan ucapan orang lain.

Bude Arum yang melihat wajah Kirania merona lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Kirania kemudian berbisik. "Atau jangan-jangan kamu sendiri yang mengharap dijodohkan sama dia, ya? Bude lihat sikap kamu ke Prayoga sama Nak Dirga beda banget. Jangan-jangan sikap kamu yang jutek sama Nak Dirga itu karena sebenarnya kamu sudah suka sama pria lain, Prayoga itu." Bude Arum kembali menggoda.

" Bude, iihh ... sudah, ah. Aku masuk dulu." Kirania pun buru-buru melangkah masuk ke dalam kamarnya, menghindari serbuan-serbuan ledekan yang dilancarkan Bude Arum kepadanya.

Bude Arum yang mendapati Kirania salah tingkah hanya terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

*

*

*

Tenang ya mak-emak, di sini ceritanya kan Yoga masih single, Tata juga belum lahir🤭🤭 Jadi gpp lah ya dia modus-modus dikit😂😂

Yang kepo Yoga itu siapa, tengoklah novel ini 👇

Bersambung ...

Happy Reading😘

1
fitri anwar
Karya mu bagus kak, di baca ulang ulang tapi tidak ada bosannya, sukses selalu dalam berkaya kakak.❤️💪💪💪
fitri anwar
till janah ya Abang dirga sama kirabia..😍
fitri anwar
si Karina cantik banget😍 cocok sama pak Ricky, dewasa.. gilang sama naura aja Author🤣🤣
fitri anwar
Wanita idaman, cantik manis sederhana, plus pluss banyak. jgan buat kecewa yah kak dirga, kami para readers siap membela kirania🤣🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
akhirnya Rindu pun Bertuan😍.. semoga cepat hadir Dirga junior dan Kirania junior, aamiin...😍😘😘
fitri anwar
alhamdulillah sah, samawa yah sampai maut memisahkan.😭😭😭 senag bacanya.. ehhmmm otw unboxing😍🔥🔥🔥
fitri anwar
😍😍😍😍 no comen
fitri anwar
😭😭😭🔥🔥🔥💋💋💋💋🤣🤣🤣🤣🤣 kiss time
fitri anwar
pliss nyata ini🥺😭😭😭 jangan mimpi ahhhh😭😭😭😭
fitri anwar
😭😭😭 demi Allah aku nangis bacax, sambil dengar lagunya afgan ya Allah... 😭😭😭😭
fitri anwar
🥺🥺😭😭😭 pliss jangan pergi, ego mu terllu tinggi Kirania, dsini bukan kamu saja dan Dirga saja yang sakit, kami yg baca juga sakit..🥺😭😭😭😭
fitri anwar
no comen🤣🤣🤣🤣🤣
fitri anwar
sama Edo aja yah Nadia.. cocok😍🔥🔥
fitri anwar
Neng taya🔥🤣🤣🤣
fitri anwar
Maklumlah sama² rindu🥺🥺😘😘😘
fitri anwar
🥺🥺 bilang aku juga cinta kamu dirga, aku rindu kamu gitu dong kirania.😭😭😭😭
fitri anwar
pliss Nadia tolong pergi plissss🤣
fitri anwar
emang enak, iya paling enak🤣🤣🤣🤣
fitri anwar
aduh horor🥺😭😭😭
fitri anwar
mantap bang Dirga🔥😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!