NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: jasmine murni

Season 1.

Siti,gadis desa yang baru pindah ke kota tanpa sengaja bertemu dengan pria dingin beranak satu tanpa ikatan pernikahan yang bernama Reynand. Sang putri yang sangat menyukai Siti menginginkan papa nya menikahi Siti. Hanya demi sang putri,pria itu akhirnya menikahi Siti. Akan kah Siti bisa mendapatkan cinta dari pria dingin itu yang ternyata masih sangat mencintai ibu dari sang putri? Ini adalah lanjutan kisah cinta Rey dari novel sebelumnya,Cyndia Clara.

Season 2

Menceritakan kisah cinta dari adiknya Siti yang bernama Seno. Kisah cintanya yang rumit hingga harus menjalani pernikahan singkat lalu menikah untuk kedua kalinya dengan gadis yang tidak dia cintai. Hingga dia berusaha untuk bisa mencintai istri keduanya. Ada juga kisah cinta dari anaknya Rey yang bernama Cinta.

Selamat membaca,semoga suka. Jangan lupa dukungannya untuk author berupa like,komen,gift maupun vote.

Terimkasih.

Salam author 💖Jasmine💖

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jasmine murni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

"Sudah?" Tanya Rey saat melihat Siti yang sedang berdiri di sampingnya. Siti hanya mengangguk. "Ayo,saya bantu!"

Siti segera melaksanakan ibadahnya dengan khusuk. Rey memperhatikan saja saat istrinya itu berdoa cukup lama. Setelah selesai Siti bangkit dan berjalan ke kasur. "Kamu tidak sholat?" Tanyanya.

"Mas! Panggil mas!" Titah Rey sambil menatap Siti. Dia lalu ke kamar mandi. Sedangkan Siti langsung berbaring di kasur.

Setelah selesai beribadah,Rey menyusul Siti duduk di pinggir kasur. "Besok kita pulang. Apa kamu kuat di perjalanan?"

"Insya Allah saya kuat."

"Kamu masih demam,hmm?" Tanya Rey sambil menyentuh dahi Siti." Sudah agak turun. Ayo saya kompres lagi!" Siti hanya menurut saja. Rey mulai menempelkan handuk yang sudah di beri air hangat ke dahi Siti.

***

Pagi-pagi sekali selesai sholat subuh,mereka berangkat ke bandara. Karena jarak dari villa ke bandara lumayan jauh. Siti sendirian di kursi belakang sambil setengah tiduran karena kondisinya belum benar-benar sehat.

Setelah memakan waktu lebih satu jam,pesawat mereka pun tiba. Mobil jemputan telah menunggu. Setelah memasukkan semua koper di bagasi,mobil pun segera meninggalkan bandara.

Di pintu rumah,mama Rey sudah menunggu mereka. Rey membukakan pintu untuk Siti dan menggandengnya masuk ke dalam rumah.

Mama langsung memeluk Rey dan Siti bergantian. "Siti masih sakit kok pucat?" Tanya mama setelah mereka duduk di ruang keluarga. "Tadi mama sentuh kulitnya masih sedikit panas."

"Iya ma. Tadi saya sudah memanggil dokter Rudi untuk datang." Jawab Rey.

"Ya sudah kalian istirahat saja. Mama juga mau tiduran." Ucap mama.

Rey pun membawa Siti ke kamar. " Kamu tidur saja,saya mau keluar dulu!" Titah Rey. Siti hanya mengangguk lemah. Perjalanan yang lumayan jauh membuatnya makin kelelahan.

Tak butuh waktu lama,dokter keluarga Rey tiba. Rey langsung menyuruhnya masuk ke kamar menemui Siti yang sudah tertidur.

"Sepertinya dia baru saja tidur,belum lama saya tinggal." Ucap Rey.

"Tidak apa-apa saya cek tekanan darahnya dulu." Ucap dokter Rudi.

Dokter Rudi duduk di pinggir kasur. Baru saja dia menyentuh tangan Siti,tiba-tiba Siti bergerak dan langsung menggenggam tangannya tapi matanya tetap terpejam. "Saya sangat mencintaimu! Kenapa kamu masih tidak bisa mencintai saya,Hiks!" Dokter Rudi kaget dan langsung melepaskan genggaman tangan Siti. Rey pun tak kalah kaget demi mendengar kata-kata istrinya. "Reeyy. . .!" Tangan Siti menggapai-gapai mencari tangan yang tadi dia genggam.

"Sepertinya istrimu mengigau,Rey!" Ucap dokter Rudi.

Rey duduk mendekati Siti yang kembali tertidur saat tidak lagi menemukan tangan yang sempat dia genggam. Dia menyentuh lagi dahi istrinya itu. " Demamnya makin tinggi dok!" Rey terlihat cemas.

Dokter Rudi segera menempelkan termometer di dahi Siti. "40.9°c. Tinggi sekali." Dokter lalu memeriksa tekanan darahnya. "90/60. Rendah Rey!" Kita bawa saja ke Rumah Sakit!"

"Baiklah!" Rey segera menggendong Siti dan membawanya ke mobil.

"Kenapa istri kamu,Rey?" Tanya mama yang melihat Rey begitu tergesa-gesa membawa Siti.

"Demamnya makin tinggi,ma. Rey ke Rumah Sakit dulu!" Rey pamit.

Sampai di Rumah Sakit,Siti segera di bawa ke IGD. Dokter Rudi ikut membantunnya.

"Bagaimana istri saya?" Tanya Rey dengan wajah cemas.

"Kondisinya belum stabil. Dia masih tidur. Tadi sudah di ambil darah. Kalau di perlukan kita akan lakukan Ct Scan." Terang dokter Rudi.

"Hhh. ..!" Rey menghela nafas sambil mengusap rambutnya sendiri. "Kenapa bisa seperti ini padahal sebelumnya tidak apa-apa." Gumamnya.

"Sebelumnya apa yang dia lakukan?" Tanya dokter Rudi.

"Kita renang. Di danau di pulau L!" Terang Rey lirih.

"Kalian kesana dalam rangka apa?" Dokter Rudi mengerutkan dahinya.

"Mama meminta kita berbulan madu agar bisa segera memberinya cucu."

"Danau itu kan jauh dari villa dan sangat dingin sekali. Mungkin istrimu tidak tahan dengan suhunya."

Rey hanya diam. Dia hanya bisa menyesal. Istrinya itu jarang sekali membantah apa yang dia katakan.

Setelah lebih satu jam,Siti terbangun. Dia membuka matanya perlahan lalu memanggil-manggil nama suaminya. "Rey. . .! Reey."

Rey segera mendekatinya ke brangkar." Ya,kamu sudah bangun? Apa yang kamu rasakan?" Tanya Rey dengan nada khawatir.

"Saya di mana ini?"

"Kamu di Rumah Sakit! Kamu demam tinggi tadi. Apa yang kamu rasakan,hmm?" Sambil mengusap kepala Siti.

"Hmm,Rumah Sakit? Kepala saya pusing sekali!" Jawab Siti lirih sambil memegang kepalanya.

"Iya,sabar ya. Dokter sudah ambil darah kamu untuk di tes!" Terang Rey. " Kamu haus? Lapar,hmm?"

"Haus." Siti berusaha untuk mengambil air minum tapi di cegah Rey.

"Biar saya yang ambilkan minum." Rey membuka botol air mineral lalu memberikan pada Siti sambil membantu Siti untuk duduk.

"Terimakasih!" Ucapnya setelah meminum beberapa teguk.

"Dikit sekali! Kamu mau makan apa?"

"Hmm,saya tidak lapar." jawabnya lemah.

Tak berapa lama dokter Rudi mendekati Rey. "Hasil lab sudah keluar!" Bisiknya.

Rey langsung menoleh."Bagaimana?"

"Ikut saya sebentar!" Titah dokter Rudi yang di berikan anggukan oleh Rey.

"Saya tinggal sebentar ya!" Pamit Rey pada Siti. Siti mengangguk sambil tersenyum.

"Istri kamu terkena typus,Rey! Sebaiknya dia di rawat saja!"

"Baiklah,apapun yang terbaik lakukan saja dokter!"

"Baiklah. Tunggu sebentar!" Dokter Rudi berlalu meninggalkan Rey. Rey pun kembali menemui istrinya.

Siti masih terbaring di brangkar IGD dengan infus di tangan. "Kamu harus di rawat di Rumah Sakit." Ucap Rey.

"Ke kenapa?"

"Kamu demam typus,jadi harus di rawat beberapa hari. Saya sudah pesankan kamar VVIP untuk kamu." Terang Rey. Siti menatapnya tak percaya. Wajahnya muram.

"Hhmm,bisakah kamarnya yang biasa saja? Yang satu kamar bisa untuk dua,tiga pasien."Pintanya kemudian setelah sedikit tenang.

"Loh,kenapa? Tidak nyaman kalau banyak orang! Kamu bisa terganggu!" Tolak Rey.

"Tapi daripada saya sendirian,tidak masalah banyak orang."

"Apa?" Rey tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Kamu pikir kamu akan sendirian di sini,hmm?"

Siti diam saja. Dia berpikir suaminya tidak akan menungguinya di Rumah Sakit. Ingin meminta tapi dia malu.

"Saya tinggal sebentar ya!" Pamit Rey.

Siti hanya memandang punggung suaminya dengan tatapan sendu. Kenapa sampai harus di rawat? Paling tidak suka sama Rumah Sakit. Ucapnya dalam hati.

Tak berapa lama Rey datang lagi dengan membawa kursi roda. "Kamar kamu di lantai empat,jadi kita ke sana pakai kursi roda saja ya!" Ucap Rey. "Yuk saya bantu!"

Siti mau tidak mau menurut saja. Dia naik ke kursi roda lalu di dorong Rey keluar ruang IGD menuju lift ke lantai empat.

Mereka pun tiba di kamar VVIP sesuai pesanan Rey. Siti kaget saat masuk. Ini kamar rawat inap apa hotel? Lebih bagus dari hotel yang pernah Siti lihat malah. Sangat luas dengan dua tempat tidur,sofa dan sangat lengkap fasilitasnya.

"Ayo saya bantu kamu tidur di sini!" Titah Rey sambil memapah Siti naik ke kasur.

"Saya sendirian di sini?" Tanya Siti dengan wajah tidak suka.

"Iya. Enak sendirian jadi kamu nyaman dan bisa istirahat tanpa gangguan." Jawab Rey.

"Sepi." Ucap Siti lirih. Dia masih berpikir suaminya tidak akan menemaninya.

"Iya. Anggap saja kamar sendiri ya!" Ucap Rey sambil membuka gorden agar cahaya matahati bisa masuk.

"Hmm,saya tinggal sebentar ya mau ketemu dokter lagi." Pamit Rey. Siti hanya memandang punggung suaminya tanpa menjawab.

Next

150421/09.00

1
chaniagoo??
ceritanya agak gak nyambung gituu yaa but,aku suka kok
Borahe 🍉🧡
First reading
Farida Deka
bagus ceritanya saya senang sekali 👍🏻👍🏻👍🏻
Farida Deka
bagus ceritanya saya senang sekali
Farida Deka
saya suka banget ceritanya bagus 👍🏻👍🏻👍🏻
Suriani Rasid
ih pen ku tabokk jua siti ini lah,ngeyelll bgt
ibu aisah
kasian mba sitinya kena musibah terus thor
Syifa Azzahra
otw kak
Syifa Azzahra
ga rela q ko sdh tmt ja 🥰🥰
Syifa Azzahra
waduh...ngeri bingitzzz 😂😂
Janah Selaluinginsetia
Kecewa
Jen❤️: slh satu pembaca NT yg sadis. cm bisa menjatuhkan karya orang. dia belum tentu bisa nulis. ga suka ya ga usah di baca x
total 2 replies
Eni Nuraini
izin mewex thor...😂
Eni Nuraini
wow
Eni Nuraini
karena byk yg gak setuju pernikahan ini...
jadi MP y nanggung ya thor?
yg kasian siapa???
far~Hidayu❤️😘🇵🇸
aku mahu mampir nih
@Kristin
mampir Thor 🖐️
Fiona Carolin Thomas
keren
Ina Bungsu
pasti itu mantan istri rey. heheh
Eko Nursalim
ini empat jempol yg mana aja thor... ya kali ngobrol biasa pke angkat angkat kaki
Anonymous
visualnya mana thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!