Novel kali ini,menceritakan tentang gadis tomboy yang mencintai lelaki separuh perempuan.Lelaki yang membuatnya jatuh cinta karna tingah kemayunya.
"Omte... kalo kita habis ini ketemu lagi,Fixs kita Jodoh..Aku bakal lamar Omte ya,gak boleh nolak"ucap gadis itu dengan menatap netra coklat yang tengah memoles dirinya.
Lelaki separuh perempuan itu tampak tersipu "iisshhh,lucu banget sih kamu say.. andai aja aku masih doyan ciwiw udah aku embat kamu say"sahutnya mendayu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngedate Ala Cecek
Tak sekencang saat berangkat tadi,sekarabg Raina jalan dengan kecepatan sedang karna teeguran dari sang kekasih.
Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk ke Mall,ajakan Cecek untuk nonton Raina iyakan.Meskipun Raina sudah bilang jika dia bau keringat tapi Cecek tak peduli bagi Cecek gadisnya tetap wanhi,Cecek malah menyemprotkan parfurm nya pada sang kekasih agar orang yang berselisihan tak mencium bau keringat Raina.
Sekarang Raina berada ditoilet untuk membersihkan wajahnya dari debu-debu yang menempel,untung dia selalu bawa facial wash di tasnya saat ngetrack.
Tanpa menggunakan bedak,ia hanya membasuh wajah dan menggunakan facemist ini pun pemberian dari Amel yang sering ngomel padanya karna tak pernah merawat wajah.
"Sudah yank?"tanya Cecek yang menunggu tak jauh dari toilet.
"Udah kok,yuk…"sahut Raina lalu menyatukan jari-jemari mereka dan berjalan ke lantai 4 untuk menuju bioskop.
Sampainya di lantai empat,Cecek harus menelan kekecewaan karna genre romantis yang ingin ia tonton dengan sang kekasih tak tayang hari ini.
"Kita nonton di apartement aku aja ya yank.."
"Emang kenapa?"tanya Raina yang masih belum tau apa-apa,Raina hanya sibuk melihat menu untuk ia bawa masuk ke bioskop.
"Gak ada yang seru filmnya"ucap Cecek.
"Seru-seruin aja sih yank… gak usah ditonton,numpang ngadem aja didalem juga asik"sahut Raina,karna dia juga ingin memakan popcorn dan bergandengan tangan didalam bioskop seperti adegan yang dulu pernah ia tonton di film.
"Gak bisa gitu yank… kita ke apartemen aja ya nontonnya"rayu Cecek kembali.
"Oke… tapi aku mau itu"sahut Raina menunjuk popcorn dan beberpa cup soda yang ada dihadapan mereka.
Cecek tersenyum lalu mengangguk "Iya,aku beliin.. kamu tunggu sini ya"ucap Cecek meelus puncak kepala gadisnya.Dan Raina pun mengangguk semangat.
🌸
🌸
🌸
Sesampainya di Apartemen bukan hanya popcorn dan soda yang mereka tenteng,tapi masih banyak lagi.Corndog,Burger,kebab,cimol,cireng dan beberapa cake yang mereka beli di Mall.
Alhasil Cecek yang menjadi pacar siaga membawakan dengan ikhlas jajanan milik sang kekasih.
"Sayang,minumnya kamu cuma mau ini… gak ada yang lain"teriak Cecek yang berada di dapur.Raina pun menghampiri lalu memeluk Cecek dari samping.
"Udah dibilang,nunggu aku aja nyiapinnya.. getol banget nyiapin sendiri" sahut Raina dengan menengadahkan kepalanya menatap sang kekasih.
"Kamu kan capek.. Udah duduk yang manis disana nunggu aku"ucap Cecek lalu memutar tubuh Raina dan mendorong sedikit agar kekasih nya itu kembali ke ruang nonton mereka.
Dan beberapa saat Raina menunggu,akhirnya Cecek membawa semua cemilan yang mereka beli tadi disambutnya dengan tepuk tangan bak anak kecil yang dibelikan mainan baru oleh ibunya.
"Kita nonton apa yank?"tanya Raina.
"Film On Your Wedding Day"
"Genre apa yank"
"Film genre komedi romantis.. yang nyeritain obsesinya pada cinta pertama..." sahut Cecek
"Stop… stop… kamu jangan spoiler,ntar aku males nontonnya"ucap Raina memotong ucapan Cecek,membuat Cecek tersenyum gemas.
Proyektor pun mulai memutar film yang dimaksut oleh Cecek.Semenit,dua menit,tiga menit mereka menikmati setiap adegan yang ditayangkan.Mulut Raina tak pernah berhenti mengunyah cemilan yang ada,sesekali ia menyuapkan cemilan itu ke mulut Cecek.
"Ggggrrrrrr…..gggggrrrrrrr….."suara dengkuran terdengar sampai telinga Cecek,membuat Cecek yang terlalu fokus dengan film terpaksa menoleh.
Dan yang ia dapati kekasihnya tengah terlelap dengan mendengkur dan menyandarkan badannya pada Sofa.Tangan Raina pun masih memegang Corndog yang tinggal separo.
Cecek menatap kekasihnya dengan tersenyum lalu menggelengkan kepala.
"Segitu capeknya kamu yank,sampai ketiduran"gumam Cecek menyingkirkan helaian rambut yang mengganggu mata Raina yang tengah terpejam.
Perlahan ia meambil corndog yang berada digenggaman kekasihnya,tapi apa...Raina semakin menggenggam erat corndognya itu membuat Cecek terkekeh.Mata masih terpejam tapi tangan gercep banget🤣.
"Udah saatnya aku berubah buat kamu.. Aku yakin kamu yang terbaik,aku akan perjuangin kamu,bantu aku untuk berubah sayang"gumam Cecek lalu ia memundurkan badannya ke sofa dan perlahan menjadikan bahunya menjadi sandaran untuk kekasihnya yang masih terpejam.
"Makasih udah buat hariku semakin indah"ucapnya lirih lalu mencium puncak kepala Raina yang tengah terlelap.Tangan nya ia selipkan dijari-jemari lentik nan putih milik kekasihnya lalu ia kembali menikmati film komedi romantis yang tengah tayang.
Bruk
Bukan Raina namanya jika tak membuat ulah,Cecek yang tengah fokus dengan film dibuat terkejut karna ulah kekasihnya yang menjadikan wajah imutnya sasaran corndog ditangannya.Apa sebenarnya yang dimimpikan kekasihnya ini sampai memukulkan corndog dimukanya.Tapi sang tersangka pemukulan malah asik meneruskan tidurnya.
(Author nepuk jidat sama si eneng satu ini mah🤦)
Sudah tak berbentuk lagi wajah imutnya karna lumuran mayones dan saos diwajahnya.
Inilah ngedate romantis Ala Cecek yang gagal karna kekasihnya malah sibuk tidur dibanding melakukan hal-hal romantis bersama.Yang penting bisa bersama itu sudah cukup untuk Cecek.
🌸
🌸
🌸
Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi,alarm di ponsel memekakkan telinga membuat empunya tubuh langsung bangun dari tidurnya.
Senyum bahagia pun terukir dari bibir tebal nan seksi miliknya.Cecek bahagia karna pagi ini akan memakeup kekasihnya untuk acara kelulusan.
Dengan cepat Cecek mandi dan bersiap dengan semua alat tempur yang akan ia gunakan dan dengan cepat Cecek keluar dari apartemennya.
Cecek memacu mobilnya dengan kecepatan sedang setelah semua yang disiapkan selesai.Sampailah ia didepan gerbang rumah megah milik sang kekasih.
Padahal ini bukan yang pertama ia kesini,tapi kenapa kali ini ia nervous sekali.Bahkan beberapa kali Cecek menghembuskan nafas kasar.
Ia memencet klakson dan satpam rumah pun membukakan gerbang agar mobil Cecek bisa masuk.
"Mas,cari siapa?"
"Saya Cecek,MUA yang akan mendadani nona Raina"
"Oh.. sebentar ya mas,saya telfon nyonya"ucap pak Slamet lalu menelfon emak dari pos satpam. "Mari mas saya antar,kata nyonya mas disuruh masuk"lanjutnya.
"Kyyaaa"teriak Cecek tertahan karna saat pak Slamet membuka pintu terdapat emak yang masih menggunakan mukena warna putih menyambut dari dalam,membuat Cecek terkejut.
"Eh,sudah datang.. Mari masuk,langsung ke Kamar Raina aja ya kak.."ucap emak mempersilahkan "kak Cecek,nanti dandanin saya juga ya.. bikin make up saya paling cetar diantara ibu-ibu wali murit yang lain..Bulu mata anti virus,anti badai harus ada lho ya"lanjut emak berbicara.Cecek hanya mengangguk dan tersenyum.
"Seaktif ini emaknya,pantes anaknya gitu juga..Ya Allah calon mertua gue ini"batin Cecek "mertua"batinnya lagi lalu memukul pwlan kepalanya yang berfikir ngawur.
"Kak Cecek sakit kepala,kok dipukul-pukul kepalanya..??"tanya emak.
"Gapapa tante… he. He.."
"MasyaAllah… udah laki lagi suaranya,nah kan ganteng lho kalo keluar suara lakinya...Macho kak"sahut emak yang terkesima mendengar suara cowok Cecek yang ternyata ngebass.
Empunya tubuh malah tersenyum kikuk sendiri meladeni wanita paruh baya yang aktif tak ubahnya sang putri.
Tok
Tok
Tok
"Rain… adek..Ini MUA nya udah dateng dek"ucap emak mengetuk pintu sang putri.Tak dada jawaban.
"Bukannya tadi udah bangun… "gumam emak,mencoba membuka pintu tapi ternyata dikunci dari dalam.
"Pasti ngebo lagi ni bocah…"sungut emak kali ini.
Brak
Brak
Brak
Tiga kali emak mengetuk dengan kencang,Cecek sampai mengulum bibirnya.Semenakutkan ini calon mertuanya bila ngamuk pikir Cecek.
"Dek… buka gak??? Emak dobrak ini..RAINA!!!!!"Teriak emak menekan nama Raina biasanya itu menjadi senjata jitu agar Raina bangun.
Tetap tak dibuka
Terpaksa emak mencari kunci serep untuk membuka pintu kamar sang putri.
"Oooo emang dasar kebo… habis sholat bukannya ngaji kek,ini malah balek ngebo lagi"ucap emak lagi dengan tangan yang sudah berkacak pinggang melihat sang putri tidur kembali diatas sajadah dengan mukena yang belum terlepas.
Cecek pun melihat jika gadisnya tengah tidur meringkuk bak bayi,ia tersenyum melihatnya.
"Dek… motormu digondol maling"teriak emak tepat disebelah telinga Raina.
"Brengs*k….siapa berani ngambil motorku"sahut Raina yang terperanjat dan langsung berdiri.Belum sadar jika itu suara sang ibu Ratu.
"Apa tadi kamu ngatain emak brengs*k… Anak kaga ada akhlak"ucap emak marah lalu menjewer sebelah telinga Raina.
"Aw. Aw...aw...sakit emak,bukan emak tapi maling"
"Nggak ada maling disini"
Mata Raina lalu melotot melihat pria yang tengah berdiri diambang pintu dengan tersenyum menatapnya.
"Emak,ada cowok Rain mak malu elaahh…."gerutu Rain yang masih dijewer emak dengan kekuatan turbo.
"Cowok apaan… emang ada yang mau sama kamu,kerjaannya tidur mulu..Kak Cecek juga gak bakal doyan sama kamu yang jorok ini"sahut Emak.
"Tapi kenyataannya saya doyan plus jatuh cinta sama anak emak"batin Cecek menimpali.
"Maafin Raina ya kak Cecek,dia emang kalo tidur susah bangunnya.Emak aja sampe pusing banget"
"Gapapa mak"sahut Cecek.
Raina beberapa kali mengerjapkan matanya,ini benarkah suara kekasihnya atau dubbing.Perasaan suaranya kemarin-kemarin masih kemayu pikir Raina menatap bingung lelaki yang tengah mengulas senyum terus dihadapannya.
Emak menyuruh Cecek dan Raina untuk sarapan lebih dulu sebelum mendandani Raina,meski beberapa kali Cecek menolak tapi tak membuat emak menyerah dan akhirnya Cecek menurut untuk sarapan dengan sang kekasih.
🌸
🌸
🌸
"Sayang lepas… aku susah make up in nya kalo kamu gini terus"ucap Cecek sekuat tenaga melepas belitan tangan sang kekasih dari lengannya.
"Aku suka suara om sekarang.. laki banget"sahut Raina tanpa melepas belitannya.
"Iya.. iya… makasih...Kamu udah bilang berkali-kali dari tadi"ucap Cecek.Ia mulai metouch up wajah Raina menggunakan foundation.
Raina malah terkekeh "Om jangan tebel-tebel make up nya,aku gak mau kayak ondel-ondel"
"Tenang aja,aku bakal bikin kamu kayak princess"
"Gak...gak.. Princess juga menor kali om,yang biasa aja deh make upnya"
Kalo klien wanita yang sering ia dandani ingin make up nya bak princess,beda sekali dengan kekasihnya jni yang ingin make up sederhana.Gadis yang unik.
"Baiklah.. kamu serahin semua ke aku"sahut Cecek yang mulai melakukan pekerjaannya dan kali ini Raina mulai menurut karna ia malas berdebat.
"I love you"ucap Raina saat Cecek membubuhkan blush on warna peach di pipinya.
Cecek hanya tersenyum..
"I love you"
"I love you"ucapnya lagi saat Cecek membuat highligth dihidung Raina.Kembali Cecek tersenyum,ia bahkan tak bisa lagi untuk tak merona karna ucapan cinta berkali-kali dari kekasihnya.
"Iya sayang… cinta kamu juga,stop ya.. Aku gak bisa fokus lho"
"Katanya profesional.. harus tahan godaan dong"goda Raina. "I love you"lanjutnya.
"Yank… diem,aku mau pakein kamu lipstick.Diem ya"ucap Cecek mulai meaplikasikan lipstick berwarna peach.
Done
Semua sudah selesai,tinggal dia membuat kepangan membentuk sanggul kecil dengan beberapa helai dibuat terurai untuk hairstyle kekasihnya.
"So beautiful my dear"puji Cecek melihat hasil make up nya dengan summer peachy pink look.
Wajah Raina terlihat fresh dan tetap terlihat natural make up warna peach benar-benar menyatu diwajah Raina.Apalagi dipadukan dengan kebaya kutubaru warna baby pink yang Raina membuat gadisnya semakin menawan.
"Thanks sweetheart"sahut Raina dengan rona diwajahnya.Ternyata sebahagia ini puji oleh orang terkasih. Mereka berdua sama-sama benghadap pada cermin dan memantulkan senyum penuh cinta dari bibir dan mata kedua sejoli itu.
🌸
🌸
🌸
Kerjaan Cecek kali ini cukup ringan,ketiga wanita beda umur itu sudah sangat cantik sekarang.Bahkan emak berkali-kali memuji gadisnya yang tampak sangat anggun.
"Boleh saya ambil foto untuk feed di instagram"ucap Cecek dan dengan senang hati Emak serta mbak Ines yang hamil muda itu mengangguk.
Mbak Ines tak banyak bicara kali ini,ia benar-benar terkejut mendengar suara lelaki yang dulu lemah gemulai sekarang ngebass sangat macho.
"Dek ganti dong sepatunya.. masa' pake sepatu gitu" ucap emak melihat Raina memakai sneakers warna baby blue.
"Gak,susah jalan.. gak bisa lari..biar aja sih pake ini aja"sahut Raina.
"Terserah deh… yaudah cepet kasian tuh kak Cecek udah nunggu"
Tak tau saja emak,tadi Cecek juga sudah memperingatkan Raina jika gadis itu seharusnya memakai high heels atau tidak flatshoes tapi Raina terus menolak karna tak cocok dengan fashion dia katanya.
Beberapa kali Cecek memfoto dengan gaya Raina yang semakin nyeleneh saja membuat beberapa kali emak memukul bahu gadis itu agar bersungguh-sungguh saat difoto.Tapi biarpun sampai mulut berbusa juga takkan mempan untuk seorang Raina.
Dan pada akhirnya Raina berangkat ke ballroom hotel dengan wajah tertekuk.Gimana tak kesal,ia harus naik mobil dengan orang tuanya dan yang membuatnya semakin kesal sang kekasih tak bisa ikut acara wisudanya karna ada job yang akan ia kerjakan.
Menjengkelkan.
...💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜...
...Para sahabat Raina dan Kak Cecek,terus dukung kisah cinta jumpalitan mereka ya.... Tinggalin jejak kalian,kasih komen,love,like and vote kalian untuk mereka. Komen kalian berarti banget buat aku 🥰🥰...
...Dukung terus otor amatir ini ya sahabat....
...😍🤗Salam sayang dari Rain and Kak Cecek🤗😍...
Kamu berhasil memasak dengan baik
Rain mengisi sendok
bukan meletusnya
Mengapa selalu, setelah tanda baca, tidak spasi dulu. Jadi tulisan nya kumpul begitu 🙏🙏
Atau beku mungkin.
Atau....... hidungnya, matanya, bibir nya..... kuping nya, ada yang hilang ga 🤔🤔
Ini tidak boleh terjadi
Sembuh lah kau Yuan
enak tahu ga
Nyosor kayax bebek 🦆🦆🦆
mengayun-ayunkan