NovelToon NovelToon
Pesona Guru KB

Pesona Guru KB

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Chicklit / Tamat
Popularitas:120.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Widiawati

Bu Rena adalah guru kelompok bermain (KB) Mentari, sosoknya yang ceria dan supel menjadikannya disukai banyak anak dan teman sejawatnya,

Berkisah tentang segala aktivitas kegiatan mengajarnya, kisah percintaannya, kegiatan dengan masyarakat sekitar dan kesabaran dia dalam menangani banyak anak yang berbeda karakter.

Hingga berakhir dengan kehilangan suami tercintanya yang menjadikan dia kuat harus dalam memulai hari barunya.

Akankah dia bertahan dengan keadaan yang ada? Menikmati kesendirian dan segala kesibukannya? Atau membuka lembaran baru dengan menerima seseorang yang mampu dijadikan sebagai Ayah pengganti untuk anak semata wayangnya Khayrullah Hizam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Widiawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rena yang menjadi legenda

Rena menjalankan sepeda motor milik bu Genti dengan pelan, sesekali membunyikan klakson saat berjumpa dengan beberapa orang yang dia kenal. Melebarkan senyum di bibirnya, Terkadang juga di sertai dengan anggukan kepala tanda menghormati kepada yang lebih tua.

Cuaca siang ini memang benar-benar terasa panas menyengat. Saat melewati jalan bulak yang dinamakan glinggang oleh warga setempat, angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya. Bu Genti asyik menikmati pemandangan di kanan kirinya. Jalan yang sebelah kirinya berbatasan langsung dengan sungai Serayu serta kanan jalannya adalah hamparan sawah, yang saat ini di tumbuhi pohon padi yang sudah mulai menguning, tanda siap untuk dipanen.

"Mbakso dulu apa beli masker dulu Re" bu Genti membuka obrolan.

" Beli masker dulu aja deh bu, biar nanti mbaksonya sekalian pulang, searah juga kan jadi gak bolak-balik nyebrang." Rena memberikan usulan.

"Yaudah begitu aja" Bu Genti menuruti usulan Rena.

Jalanan siang ini agak lenggang. Memang bukan jam-jam sibuk. Jadi jalanan tidak terlalu ramai. Lain lagi jika pagi sekitar pukul 6.30-8.00 pagi, untuk sekedar menyeberang pun susahnya minta ampun!.

Setelah menempuh waktu tak lebih dari 10 menit, sampailah mereka di Apotik dekat pasar P. Bu Genti memasuki apotek dahulu, kemudian disusul oleh Rena di belakangnya.

"Bu gulu Lena" Seorang anak perempuan berlari ke arahnya dengan teriakan dan senyum merekah yang tersungging di bibir mungil sang anak.

"Eh.. ha.. haiii" Rena menjawab dengan bingung dan gugup tentu saja!. Sambil memandangi si anak membalas senyumnya.

Kaya pernah lihat tapi siapa ya

"cama syapah ke cinina? bu Lena sakit? " Anak perempuan itu memegang tangan Rena dengan erat.

"Hah.. eh.. tidak, bu Rena sehat, bu Rena sedang... "

" Adek di cariin ternyata di sini" Seorang perempuan cantik mendekati mereka.

"Bunda ini bu Lena, bu gulu balu Dame yang dulu pelnah Dame clitaain sama oom Chol" Anak perempuan itu mengalihkan pandangannya dari Rena.

Sementara Rena sendiri hanya berdiri sambil tersenyum, dan menganggukan kepalanya kepada perempuan yang baru diketahuinya itu adalah ibu dari sang anak.

Belum sempat berbicara, bu Genti datang menghampiri, " Loh ini seperti janjian bisa barengan datangnya, halo mba Damai yang cantik apa kabar? Mbak Ratna sehat? " Bu Genti

"Eh bu Genti, MashaAllah lama sekali tak bertemu, iya Alhamdulilah sehat. Maaf ya sudah beberapa bulan Damai tidak berangkat, sibuk ngurusin kakak saya yang di Jogja, ini baru satu minggu di rumah. Padahal baru berapa kali berangkat tapi kok sudah paham sama ibu gurunya" Yang bernama Ratna tertawa sambil mengusap kepala Damai.

"Dame 3 kali belangkat diantel om Chol" Damai menunjukkan 3 jarinya kepada mereka bertiga.

"Iya iya, sejak om Soleh berangkat sekarang jadi tidak pernah sekolah lagi ya? " Bu Genti bersuara.

Ternyata Mbaknya Sholeh

"Iya nih bu, Tapi inshaAllah besok sudah mulai bisa berangkat kok, semua urusan sudah selesai" Ratna tersenyum ke arah mereka.

"Sayang sekali, untuk 2 minggu ke depan sekolah diliburkan dulu mbak Ratna, perintah dari dinas". Bu Genti menjelaskan.

" Oh ya, benar tadi saya sempat melihat berita di TV, katanya sekolah diliburkan mulai besok ya dan mulai di adakannya Pembatasan Sosialisasi Berskala Besar (PSBB) akibat virus korona yang sudah mulai menyebar, apa betul seperti itu bu Genti?".

"Betul mbak, makanya ini saya sengaja datang ke sini untuk membeli ini" Bu Genti menunjukan kantong plastik yang berisi 2 pack masker yang ternyata telah dibelinya sambil tersenyum.

"Wahh tanggap darurat ya bu Genti" Ratna tersenyum sambil memandang Rena. "Ini bu Rena yang legendaris itu ya? " Tersenyum kearah Rena.

"Hahahha" tawa bu Genti pecah seketika. "Iya legendaris dijamannya dan di jaman ini" Menambahkan dengan senyum menggodanya.

Sementara Rena hanya memalingkan wajahnya dengan muka yang sudah merah merona.

"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya, ibu guru semua. Kapan-kapan main ke tempat Damai ya, oya kalau ada informasi mengenai sekolah tolong saya kabari ya bu." Ratna menggandeng Damai dan berpamitan dengan bu Genti dan Rena.

"Sampai jumpa bu Genti dan bu Lena, dadaaaa" Si kecil Damai melambaikan tangannya tanda perpisahan.

"Iya InshaAllah kapan-kapan main ke tempat Damai yaa, sampai jumpa mba Damai. Hati-hati yaa" Bu Genti membalas lambaian tangan Damai. Tak berbeda jauh, Rena juga melambaikan tangannya sembari tersenyum.

Dan akhirnya mereka berempat berpisah di depan apotik.

"Sudah bu? tinggal kemana lagi? " Setelah Damai dan ibunya pergi Rena menanyakan tujuan selanjutnya kepada bu Genti.

"Ambil uang ke ATM, tadi Bagus bilang suruh ngecek uang. Kamu gak lagi buru-buru kan Re?" tanya Bu Genti.

"Mboten bu (Tidak bu), santi saja. " Rena tersenyum sambil menaiki sepeda motor, kemudian disusul bu Genti membonceng di belakangnya.

Sampai di ATM BTI, hanya ada beberapa orang yang mengantri. Hingga tak membutuhkan waktu lama giliran bu Genti memasuki bilik ATM.

Setelah selesai dengan urusan di ATM, Rena kembali melajukan motornya arah pulang. Mampir ke abang bakso favorit mereka berdua. Untuk menuntaskan rasa lapar dan dahaga yang sudah sedari tadi menghampiri.

Rena membelokan motor ke sebuah warung bakso yang lumayan ramai di siang menjelang sore hari ini. Setelah memarkirkan motor, Rena mengikuti langkah bu Genti memasuki warung bakso.

"Kalih nggih pak (dua ya pak), komplit. Minumnya Jeruk anget 2" bu Genti memesan bakso baru kemudian mencari tempat duduk.

Warung bakso soponyono, salah satu bakso favorit bu Genti. Kuah yang segar menjadi alasan bu Genti berlangganan di sini.

"Tau gak tadi Ratna siapa Re? " Bu Genti duduk di sebuah kursi kayu panjang yang bisa di duduki olih 3 sampai 4 orang itu. " Dia mbaknya Sholeh Re, cinta pertamamu." Bu Genti tersenyum renyah.

"Saya baru pernah lihat dan baru tahu juga bu" Rena menjawab saat penjual bakso mengantarkan bakso dan minuman jeruk hangat pesanan mereka. "Maturnuwun" Lanjut Rena, sebelum penjual beranjak pergi.

"Lah dulu gak dikenalin si Re? " Bu Genti mengaduk-aduk baksonya yang sudah dicampur dengan kecap saos dan sambal itu.

"Dulu kan hanya cinta monyet, gak serius juga bu, ya gak dikenalin ke keluarganya lah. Lagian siapa juga yang mau besanan sama bapak aku, mereka kan orang nomer satu waktu itu. Sholeh juga gak pernah cerita tentang keluarganya, aku ya juga gak mau tau tentang keluarganya. " Rena menjawab sebelum menyantap bakso besarnya.

"Berarti dulu memang betul-betul cinta monyet ya Re? gak ada niatan buat serius? " Bu Genti kembali bertanya.

"Ya enggak lah bu, kalau serius gak mungkin ngelepas aku sama Bapaknya Hitam dan punya Hizam."

" Belum jodoh berarti Re"

"Iya bu, jodohku pak Banu, sampun lah (sudahlah) jangan bahas dia terus, nanti telinganya berdengung, panas di rasa ni (omongin) sama kita. " Rena menyeruput air jeruknya.

"Hahah koe kui sok ngarang (kamu itu suka mengarang). " Bu Genti tersenyum kemudian menikmati lagi bakso yang ada di depannya.

"Oya, nanti saya kirimin nomornya mba Ratna, terus dimasukkan ke grup wali murid ya".

" Siap Bu KepSek (Kepala Sekolah) " Rena menjawab di barengi tawa mereka berdua

********************

Bu Genti hobby banget mbakso, mbok ya kita-kita diajak ngoten loh😄..

Hallo gaiiiss, adakah yang Rindu dengan abang Sholeh?? 😁😁😁

Kira-kira doi dimana ya?

Dengan siapa?

Bagaimana hatinya, eh kabarnya?

Maukah bila kita tengok bang Sholeh?

😀😀😀😀😀

Terimakasih atas like nya yaaa..

apalah aku tanpa like dan komentar dari panjenengan semua. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih bagi yang sudah memberikan Vote, terimakasih banyak. Saya tunggu vote-vote selanjutnya..

Selamat membaca 🤗

1
Evi Ambon
ya Allah cerita sebagus gini .......
seharusnya cerita2 gini nih yg banyak peminatnya bukan hanya tentang CEO aja
aku suka menceritakan kehidupan dan kesederhanaan hidup ,natural ceritanya
makasih y thor
sehat selalu
semangat dan semoga selalu sukses
Aku mikirnya KB itu singakatan dari Keluarga Berencana,ternyata Kelompok Bermain🤭✌
Wiwit Widiawati: Terima kasih, sudah berkenan singgah di cerita pesona guru KB🤗 selamat membaca, Kak.
Semoga tulisan saya bermanfaat 🤗
total 1 replies
fa_zhra
next
fa_zhra
salam dr pembaca sejati
fa_zhra
semangat kak
fa_zhra
assalamualaikum,,,saya dari purwokerto.salam kenal author.saran nih,kenapa pake inisial ga langsung sebutin aja purwokerto biar sekalian promosi kota kita tercinta.🙏
Istinah Syang Keluarga
alhamdulillah.
Istinah Syang Keluarga
aku 😢😭😭😭 baca ungkapan sholeh pada Banu
Istinah Syang Keluarga
baru bisa baca lagi. zifakianara yg lucu, dan menggemaskan.
Sagitarian
salken bu Rena bu Genti
😍😘🤗
Wiwit Widiawati: salam kenal kak Jen❤️🤗🥰
total 1 replies
sryn387
berasa lagi baca kisah nyata
ehhh,,,atau jangan2 emang kisah nyata yaaa
jempol banyak2 dech pokoknya
Wiwit Widiawati: Terimakasih kak Pelangi🤗
Bersedia membaca pesona guru KB 😘
50% halu 50% riil.
kalau bonchapnya riil ya
hahahahah
Big love untuk panjenengan😘🤗🤗
total 1 replies
sryn387
owhhh,,,,pantesan hizam sering dititipin di uyutnya,ternyata uti sambung to
Wiwit Widiawati: iya hizam gak punya nenek dari ibu nya🤧🤧
total 1 replies
Eny Imam
👍👍👍👍💝💝💝💝
Yayuk Bunda Idza
bonchapnya kerenn..
Wiwit Widiawati: Terimakasih kak yayuk🤗🤗
sehat-sehat yaa
total 1 replies
Indah Miftakul J
Mb wiwit belum bisa move on mantai kmren y sampe mendoannya juga ikut nongol wkwkkwkwk
Wiwit Widiawati: Itu juga pantainya asli looohh😅😅
sayang caffenya pencahayaannya saat d foto f bagus, apa yang ambil foto ya g pinter ya😅😅😅
total 2 replies
Yayuk Bunda Idza
rasanya tak ingin berakhur, serasa mbaca kisah sendiri, meski agak beda " alhamdulillah suami masih sama., semoga bwrjodoh higga hingga jannah-Nya dan menua bersama"
pinginnya ada bonchap 😁😁😁😁😁😁

terima kasih thor....sukses selalu...
Wiwit Widiawati: aamiin, doa terbaik mbak yayuk Dan keluarga😘 salam untuk suami Dan anak-anak yaa🤗🤗
total 1 replies
Eny Imam
makasih thor
Wiwit Widiawati: Terimakasih sudah membersamai Pesona Guru KB hingga akhir🤗🤗
total 2 replies
fans songong tapi sholihah
yaah udah tamat aja bunda,,
kapan malam pertamanya udah hamil aja😅😅😅nunggin part MP nyaa,,malah udah end,,makasiih tor
Yayuk Bunda Idza
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭.banjir thor
Yayuk Bunda Idza
ya Allah....mungkin kematian itu biasa, tapi dampak dari virus ini yang sangat sangat menyesakkan dada 😥😥😥😥😥😥😥😥😥
Wiwit Widiawati: iya😩😩
di sekitarku banyak yang kena 🤧🤧🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!