Nadia adalah gadis pintar, penurut dan ceria, tetapi sejak mama nya meninggal dunia, ketika nadia ditinggal papanya sebentar kejadian demi kejadian membuat nadia frustasi dan membuat kesalahan besar. sehingga ia harus menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam pengantin
Nadia terbangun jam 1 pagi. nadia memandangi suami nya yang tertidur lelap.
alif, kau terlihat tampan. pantas saja banyak wanita yang mendambahkanmu. kau juga pintar. entah aku yang beruntung memilikimu atau bagaimana. banyak wanita iri kepada ku karena sudah menikah denganmu. aku saja tak menyadari itu. aku akan berusaha untuk mencintai mu. sungguh aku tidak tau apapun tentang mu sebelum nya. aku hanya percaya kepada papaku. semua teman-teman ku membicarakan pernikahan kita. bahkan di sosial media nama kita menjadi tranding topik. dan kamu juga sangat baik kepada ku.
nadia lalu melihat jam sudah hampir setengah 2 pagi.
nadia "mas, bangun" nadia membangunkan alif
alif "apa sudah waktu shubuh dek?" alif membuka mata nya sedikit
waa.. bahkan bangun tidurpun kamu tetap tampan heheheh batin nadia.
nadia "maaf mas belum, apakah kamu mau mengimamiku sholat tahajud"
alif "baiklah, kamu bersiap saja"
merekapun sholat tahajjud bersama. setelah selesai alif berdoa dalam bahasa arab. nadia hanya mengaminin saja. lalu alif berbalik dan nadia mencium tangan alif. lalu alif berdoa dan mengusapkan ke ubun-ubun nadia dan mencium keningnya.
jantung nadia berdegup kencang dan badan nya bergetar. nadia lalu membereskan sajadah dan meletakkan kembali ke tempat nya. alif menunggu duduk di tepi ranjang.
alif "adek"
nadia "i..iya mas" nadia sengaja memperlambat aktifitasnya. karena takut bercampur canggung
alif "sini cepat duduk sama mas, mas mau ngomong sesuatu" alif menarik tangan nadia. sekarang nadia sudah duduk disamping alif dan menundukkan wajah nya
alif "dek, mas mau cerita sesuatu boleh?"
nadia "iya mas cerita saja"
alif "saat mas mau berangkat ke kairo, umi memberi tahu mas bahwa setelah pulang dari kairo mas akan di nikahkan dengan putri sahabat nya. mas pun dikasih satu foto adik. umi juga berpesan, agar mas slalu menjaga diri mas. karena permintaan umi tersebut, mas slalu menjaga diri dengan teman perempuan, mas tidak mau jika jatuh cinta kepada perempuan lain. mas setiap malam memandangi foto adek. dan slalu berdoa agar calon istri mas dalam lindungan Allah"
nadia pun hanya diam membisu sambil menundukkan pandangannya. alif memegang tangan nadia "dek, kuasa Allah mempertemukan kita dengan mudah. saat mas baru saja kembali dari kairo. sejak mas melihat adek untuk pertama kalinya. mas sangat menyukai adek. dan maafkan mas ya.. waktu itu menolak salam dari adek"
jantung nadia berdegup sangat kencang bibirnya pun gemetar "i.. iya mas, adek gak mempermasalahkan hal tersebut"
alif "saat adek suka dengan suara mas, dan papa meminta untuk mengirimkan setiap harihari. mas sangat senang, mas bersemangat sekali. hingga saat adek dan mas jalan-jalan kemarin. maafkan mas sekali lagi karena mas banyak diam nya. bukan karena tidak suka. tapi, mas menjaga diri mas. mas takut tidak bisa mengontrol syahwat mas"
nadia "i..ya mas gak papa kok"
alif "adek, mas baru terasa saat kita dipingit tidak bolek ketemu. mas merasa ada yang kurang dalam hidup mas. mas rindu kepada adek" alif mengangkat dahu nadia dan nadia pun takut "mas mau mengungkapkan kepada adek, bahwa mas mencintai dan menyayangi adek. mas ingin slalu bersama adek. mas janji akan menjaga adek"
nadia kaget, dia tak menyangka akan secepat alif ini mengakui semua perasaan nya. nadia tetap diam karena kaget.
alif "sayang, apa boleh mas mencium adek?" tangan alif sudah berada di pipi nadia.
nadia pun hanya mengangguk lalu memejamkan matanya, karena alif semakin mendekatinya. alifpun mencium bibir kecil nadia dengan lembut.
alif "boleh ya dek"
nadia hanya menjawab nya dengan menganggukan kepala nya. ia hanya bisa pasrah atas perlakuan suami nya, nadia juga takut karena belum siap sepenuhnya.
kenapa alif begitu sangat ganas, aku menjadi takut. padahal dia sosok laki-laki yang lembut. apa karena dia slama ini slalu menahan nya atau karena emang umurnya yang sudah dewasa.
malam pun menjadi panjang...
alif " maaf sayang" sambil mengecup bibir nadia setelah menyelesaikan urusan nya.
nadia mengangguk dan membalikan badan nya membelakangi alif. alifpun langsung memluk erat nadia dari belakang dan mereka tidur lelap karena capek.
ko lama up nya...🙃🙃