Pada awalnya nyawa Brigitta bagai diujung tanduk. Namun pertolongan datang dari Tuhan, lewat tangan seorang pria yang kaya raya. Brigitta dapat diselamatkan, meskipun hidup dengan satu ginjal.
Kemudian Brigitta merasa jatuh cinta pada dua pria yang selalu menjaganya, yaitu Rico Sang penolong dan Leo, asistennya.
Kedua pria itu pun sangat mencintai Brigitta.
Dan karena suatu kesalahan dan emosi Rico, membuat Brigitta menikah dengan Leo.
Dengan berbagai konflik asmara dari kedua pria itu, akankah Brigitta kembali kepada Rico?
Mari bersama kita simak cerita ini.
Semoga cerita ini berkenan di hati pembaca.
Ini hanya cerita fiksi, kesamaan nama orang, nama tempat dan lokasi yang ada didalam cerita ini hanya kebetulan saja.
SELAMAT MEMBACA
(SAYANG SELALU - KRIS)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KRISTINA ANGGRAINI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH TIGA
Tiga hari Brigitta dirawat di rumah sakit, selama tiga hari pula Leo berkantor di hypermart H, yang sedang melakukan pembenahan, hypermart itu pun ditutup tiga hari. Selain dibersihkan, di tata ulang juga stock opname. Semua dibawah pengawasan Leo.
Sedangkan Rico tidak pernah beranjak dari sisi Brigitta. Rico tidak mau kalau Brigitta sampai disakiti lagi.
"Besok Brigitta sudah boleh pulang dari rumah sakit, kami akan pulang ke Jakarta, supaya Brigitta bisa istirahat, sedangkan aku akan mempersiapkan pernikahan kami." kata Rico pada Leo. Leo tidak menjawab, dia hanya mendengarkan Rico sambil menatap hpnya, namun sebenarnya dia sedang menahan rasa sakit dihatinya.
"Apa aku mesti melepas Brigitta? Berat sekali rasanya. Ta, apa aku benar-benar akan kehilangan kamu sayang?" tanya Leo dalam hati.
"Leo." Rico menatap Leo.
Leo keluar dari lamunannya.
"Ya Pak?" Leo tergagap.
"Kamu kenapa, Leo? Aku bicara dari tadi, kamu tidak mendengarkan. Kenapa?" tanya Rico memperhatikan reaksi Leo.
"Aku sedang memikirkan hypermart Pak."
"Pemeriksaan keuangannya sudah selesai, besok pagi kan stock opname, selesai itu langsung buka toko aja. Untuk supervisor, nanti sambil jalan aja. " kata Rico.
"Untuk managernya, saya pikirkan nanti." kata Rico lagi.
"Sudah bangun Sayang?" Rico yang duduk di sofa, segera menghampiri Brigitta, mengecup kepala nya kemudian membelainya.
"Kenapa Sayang, mau minum?" tanya Rico. Brigitta menganggukkan kepalanya.
Rico mengambilkan air minum Brigitta di atas nakas di samping tempat tidur nya.
"Papi, besok pagi kita jadi pulang ke Jakarta, kan?" tanya Brigitta sambil mengembalikan gelasnya pada Rico.
"Iya Sayang. Besok kalau sampai Jakarta, kamu istirahat, dan Papi akan urus pernikahan kita. Secepatnya kita menikah ya Sayang. Papi gak mau hubungan kita terganggu lagi. " Brigitta menganggukkan kepala nya, menyetujui kata-kata Rico.
"Kamu ingin makan sesuatu, Sayang?" tanya Rico.
"Enggak, Papi. "
"Kalau begitu tidurlah, supaya besok kamu lebih segar. " Rico membetulkan selimut Brigitta, dan mengecup keningnya.
"Papi juga tidur ya. " Brigitta menangkup wajah Rico.
"Iya Sayang. " Rico mengecup bibir Brigitta. Lama mereka berciuman.
"I love you. " bisik Rico sambil memeluk Brigitta dengan erat.
"I love you too, Papi. " Brigitta pun membalas pelukan Rico.
"Sekarang tidur ya. " beberapa saat kemudian.
Lalu Rico duduk di sofa panjang.
"Besok pagi keluar rumah sakit kira-kira jam berapa, Pak?" tanya Leo.
"Tadi sore, dokter bilang tunggu botol infus terakhir habis, baru boleh pulang." kata Rico.
"Itu infusnya tinggal setengah. Kira-kira jam delapan pagi sudah bisa pulang." Rico melihat ke arah botol infus.
"Jadwal penerbangan ke Jakarta nya jam berapa, Leo?" tanya Rico.
"Jam dua siang, Pak. " Leo mengeluarkan dua lembar tiket pesawat dari dalam tasnya.
"Kalau begitu sempat balik ke hotel untuk packing dan cek out. " kata Rico.
"Iya, Pak. " kata Leo.
"Sekarang saya balik ke hotel ya Pak." kata Leo yang tampak lelah sambil memasukkan hpnya ke dalam kantong jaket nya.
"Oke Leo, istirahatlah. Kondisimu terlihat lelah sekali. " Rico memperhatikan wajah Leo.
"Iya Pak, seperti saya kurang fit. Sampai ketemu besok pagi, Pak." Leo berdiri dari duduknya dan keluar dari ruang rawat Brigitta.
"Ya Leo. Sampai besok pagi. " kata Rico melambaikan tangannya.
****
"Sudah siap?" tanya Leo yang baru datang.
"Sudah." jawab Rico menoleh pada Brigitta yang sedang duduk di tempat tidur nya.
"Administrasi nya sudah selesai, Leo?" tanya Rico.
"Sudah." jawab Leo.
"Sebentar saya ambilkan kursi roda." Leo keluar dari ruangan, tak lama kemudian masuk kembali dengan mendorong kursi roda.
"Ayo kita pulang, Sayang. " kata Rico yang merangkul Brigitta pindah ke kursi roda.
Lalu Leo mulai mendorong kursi roda itu keluar dari ruang perawatan, menuju ke mobil.
Setibanya di hotel, Rico dan Brigitta segera packing barang masing-masing.
"Sudah siap, Sayang?" tanya Rico diambang pintu kamar Brigitta.
"Sudah Pi. " jawab Brigitta.
"Kita check out sekarang?" Rico memeluk Brigitta, menangkup wajahnya dan mencium keningnya.
"Lelah Sayang? Wajahmu masih pucat." Rico menatap wajah Brigitta yang masih ada di dalam tangkupan tangannya.
"Aku baik-baik saja, Pi. " jawab Brigitta. Rico menciumi wajah Brigitta.
"Sudah siap?" tanya Leo di ambang pintu.
"Ya." jawab Rico sambil merangkul Brigitta. Leo segera masuk dan mengambil koper Brigitta, dibawanya bersama koper Rico.
"Pak Leo tidak bawa kopernya? Apa tidak ikut pulang ke Jakarta?" tanya Brigitta saat menunggu lift.
"Sementara saya di sini dulu, Bu. Masih harus mengurus hypermart. " jawab Leo tersenyum pada Brigitta. Brigitta menoleh pada Rico.
"Iya Sayang, kita pulang berdua ke Jakarta." kata Rico.
Semua terdiam saat di lift, beberapa kali Brigitta menoleh ke arah Leo, namun Leo seperti menghindar dari tatapan Brigitta.
"Saya urus check out nya dulu. " kata Leo yang langsung menuju meja resepsionis.
Tak lama kemudian Leo menghampiri Rico dan Brigitta.
"Aku ke toilet dulu. " Rico bergegas menuju toilet.
"Kamu yakin dengan keputusan mu?" Leo mendekat pada Brigitta. Brigitta menganggukkan kepala nya dan tersenyum.
"Aku tidak akan mempengaruhi keputusanmu." kata Leo.
"Aku ingin kamu bahagia. Kalau pernikahan ini akan membuatmu bahagia, aku pun ikut bahagia. Tapi kalau dia menyakitimu, aku yang akan membawamu pergi jauh dari dia." Leo meraih tangan Brigitta dan menggenggamnya.
"Cintaku tetap untukmu, Ta. Aku akan selalu menjagamu. Bahagialah bersamanya, Sayang." Leo mengecup pipi Brigitta, lalu tersenyum.
"Maafkan aku, Leo. " kata Brigitta, kemudian menarik tangannya. Terlihat mata Leo berkaca-kaca, namun Leo menatap hpnya, menyembunyikan rasa perih di hatinya.
Melihat dari jauh Rico sudah kembali, Leo segera kembali ke meja resepsionis.
"Sudah selesai?" tanya Rico melihat Leo sudah menghampiri nya.
"Ya, sudah. " mereka pun naik ke mobil dan menuju Bandara.
****
"Setelah semua urusan pernikahannya siap, aku akan mengabarimu. Kamu harus datang ya Leo. " kata Rico antusias, saat menunggu di keberangkatan nya.
"Kamu mau kan jadi saksi pernikahan kami?" tanya Rico sambil merangkul Brigitta.
"Ya Pak. " jawab Leo, menahan perasaannya yang semakin kacau.
"Masih dua setengah jam. Kita makan siang dulu. " kata Rico. Lalu mereka menuju restoran.
Selesai makan mereka kembali ke ruang tunggu.
Tak lama mereka pun dipanggil menuju pesawat.
Leo melambaikan tangan pada Rico dan Brigitta, saat mereka melangkah pergi.
Tak terasa air mata Leo mengalir deras, menangisi kepergian kekasih hatinya.
****
Terima kasih ya Sobat yang sedang asyik membaca novel ini...
Ikuti terus ceritanya ya.
Terima kasih juga untuk Sobat yang sudah memberikan LIKE, RATE, VOTE dan KOMENTAR.
Untuk yang belum, jangan lupa LIKE, RATE dan VOTE ya, agar aku bisa meneruskan ceritaku ini.
TERIMA KASIH
(Sayang selalu - KRIS)
aku hadir dan mampir nih...
salam dari BERTEMU DAN JATUH CINTA
mampir yaa
mari kita saling mendukung...
Salam dari
Bumi Untuk Raina
kasian Rico sudah banyak berkorban
Lekas sembuh dan kembali beraktifitas seperti biasa. amiiin
semakin bagus ceritanya 👍 🥰
salam dari ROSE 💜