Warning alert 21+
Di sini juga banyak kata-kata kasar,,,
Perjodohan berujung luka dapatkah Ega yang sudah berhasil bercerai dengan suaminya menemukan kisah cintanya.
Sebagai pemanis aku tambahkan cerita Chris dan Taka yang ingin mendapatkan cinta sesungguhnya.
Chris mencintai Ega yang ia kira menjalin hubungan dengan Galih.
Taka mencintai Kania yang ia kira bertunangan dengan Poldi.
Bagaimana kisah mereka.
Simak ya 💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViRuz04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar Pertama Calon Kedua 24
"Kau percaya?" dua kata dengan ekspresi penuh debaran keras. Menatap lebih intens ke dalam manik bening si gadis.
Ia baru merajut mimpi bersama seorang yang ia cintai. Hampir sirna meredup sebelum sinar bahagia menyapa. Ibarat hujan menyapa tanpa ada pelangi, kurang indah. Hanya menyisakan ruang dalam hati yang kosong telah isi dengan satu nama gadis manis.
Setiap orang pasti benci satu kata menunggu. Ia pun sama, nyata nya hal itu juga sudah berulang kali ia lakukan demi gadis dalam dekapan nya.
Rasa lelah menunggu tidak lagi terasa, saat si gadis membuka hati untuk menyambut kehadiran nya. Tapi satu kesalahan akan mengubur semua rasa yang pernah tumbuh. Tidak akan, itu tidak akan terjadi.
Semoga.
Dua desert box dengan beda varian rasa: Toblerone Cheesecake ; dan Chocolate Gateau. Terdampar naas terlupakan, di atas nakas depan sofa. Sudah lebih dari setengah jam yang lalu sampai di habitat Ega.
Pasangan itu bersandar pada sofa panjang mereka saling mendekap. Chris bercerita kejadian tiga bulan lalu.
Ega menarik napas setelah lama diam hanya menyimak. Kedua sudut bibir terangkat sempurna, membentuk kurva indah mengikis jarak—ragu.
"Terima kasih." Ucap Chris lega.
Ega bersandar nyaman pada bahu Chris dengan jemari bertaut. Ia mendongak, pertama yang dilihat pahatan sempurna sang kekasih. Memberi intonasi keras pada jantung. Pantas banyak yang memuja walau dia tipe pria br*ngs*k sekali pun.
Ega berdeham. "Bagaimana dengan Wildan?"
Tangan Chris melingkar di belakang tubuh Ega. Mendorong kepala kekasih lebih dekat mencium pelipis penuh sayang.
"Aku belum cerita, tapi kurasa Taka akan menjelaskan." Kepala Ega mengangguk.
"Aku sampai lupa," menepuk jidat. "Kau mau minum apa?" menjauhkan kepala dari bahu Chris.
Menatap bingung pada kekasih pujaan yang tidak kunjung bersuara. Ega terpaku sekaligus kaku saat Chris mengusap bibir nya. Benak waras nya tetap waspada. Diperingati inner cantiknya mereka hanya berdua.
Chris diam. Tatapan nya jatuh pada bibir kecil Ega, mengusapnya lembut beralih pada pipi berakhir di tengkuk. Memajukan wajah memberi pagut panjang. Menyapu lembut, berhenti saat pasokan udara mereka sudah mulai menipis.
Iris pekat pria itu masih tidak beralih dari bibir basah juga bengkak, "Bukan alkohol tapi sangat memabukkan, ah, aku bisa gila." Mendesah samar, mengusap wajah frustrasi. Bersandar Chris memijat dahi, dengan segala gerutu resah.
Ega mengulum senyum. "Aku yakin, kau bisa." Meninggalkan Chris beranjak ke pantry.
Membuka lemari pendingin. Ambil dua minuman soda botol dingin yang selalu ia sediakan di kulkas. Meraih dua sendok teh. Ia kembali ke ruang tengah.
Menaruh minuman botol di atas nakas. Tangan nya mulai membuka paper bag, keluarkan dua desert box yang Chris belikan. "Kau mau yang mana?"
Gerakan tangan Chris memutar tutup botol berhenti, melirik ke arah tangan Ega. "Chocolate Gateau,"
"Ok."
Menyendok sedikit Ega menyodorkan pada Chris, "Enak?" tanya Ega antusias selagi pria itu mengunyah.
Kepala itu terangguk. "Lumayan, lebih enak salad buah." Ega berdecak masam. "Karena kau tidak begitu suka cokelat."
Si tampan tersenyum ternyata Ega sudah paham kesukaan nya. Melihat sekeliling ruang tamu, tanpa sengaja iris nya berhenti sejenak pada jam dinding.
"Masih jam sembilan, bisa aku pulang satu jam lagi?"
Ega menatap kekasih nya dengan alis terangkat. "Kenapa bertanya?" memotong desert dalam wadah kotak itu lagi dan memasukan ke mulut.
Chris angkat bahu. "Takut—kau tidak nyaman. Bisa saja kau berpikir aku akan memakan mu." Mengedip sebelah mata.
Ega meringis pelan, "Kalau kau mau, dari awal sudah lakukan itu." Tunjuk nya dengan sendok.
Satu sudut bibir Chris terangkat, mencium pipi kekasih nya. "Kau benar, kalau sekarang bagaimana?"
Ega tersedak desert nya. Menoleh cepat, menatap horor si tampan. Wajah nya sangat panas sekarang. Mendapati si tampan memasang seringai jahil, dengan alis naik-turun.
Chris tertawa kencang mengacak surai panjang Ega. Gemas. "Jangan pasang wajah seperti itu." Berbisik rendah, menjilat bibir sendiri memberi sorot mata bergairah dan menggoda.
Ega kesulitan bernapas sekarang. Melihat sorot mata nan menggoda si tampan. Memasang wajah kesal si gadis mencubit keras paha Chris, ia tertawa puas saat pria itu kesakitan. Berakhir dengan tawa bersama.
Chris meraih remote menyalakan televisi di sisi sofa. Menarik gadis itu untuk kembali bersandar pada bahu. Menikmati acara Netflix berdua. Tangan Chris tidak henti mengelus pipi ataupun menciumi pelipis si gadis.
Semoga bahagia ini tidak berakhir
🌟🌟🌟
Tiga hari berlalu Mika masih saja kesal. Acara makan malam dengan anak-anak nya rusak berantakan. Emosi nya ia alihkan untuk merawat taman bunga indah di halaman belakang. Tangan wanita paruh baya masih menyiram bunga-bunga cantik kesayangan.
Hembusan karbondioksida lolos bersama rasa lelah dan kecewa. Tidak sangka Jessy perempuan itu sangat licik. Menggunakan keponakan kesayangan sebagai alat untuk berdekatan dengan Chris.
Satu detik kemudian senyum manis merekah. Seperti tanaman yang ia pelihara semua bermekaran. Tangan nya menyentuh bunga anggrek ungu yang sudah mekar, ia rawat bunga itu kurang lebih tiga bulan ini.
"Cantiknya." Netra nya bergulir pada bunga mawar kuning yang juga mekar sempurna. Menyentuh pipi wajah suram berganti binar.
"Kalian cantik, cantik, cantik, dan oh, semua nya cantik." Tunjuk satu per satu dari bermacam bunga yang dia rawat.
Ia mencium bunga mawar kuning, wangi madu dari bunga itu tercium. Menarik napas dalam ia melepaskan sarung tangan lalu memutar badan. Meninggalkan taman.
Mika mengusap peluh di dahi. Duduk pada bangku taman meminum cairan cokelat pekat, dan tersenyum.
"Aku harus banyak tersenyum, gara-gara kemarin kulit wajah ku jadi kusam." Menepuk pipi nya kecil.
Netra nya berkeliling melihat sekeliling sekali lagi. Meninggalkan halaman belakang dan masuk ke dapur ia mencuci tangan.
"Nyonya, apa anda tidak lapar?" mbok Wati muncul dari belakang membawa cangkir teh Mika dari halaman belakang.
Mika tersenyum, membuka kulkas ambil dua buah pir. "Aku tidak lapar, mbok." Mencuci buah di tangan.
"Tapi anda belum makan, tadi pagi saya hanya cuci satu piring milik tuan."
Mika terkekeh lalu menggeleng. Meraih pisau dan piring kecil sebagai wadah. "Nanti saja, aku belum lapar. Oh iya, hari ini masak ayam semur ya mbok," mengupas pir hati-hati dan membelahnya menjadi beberapa bagian kecil.
"Siap nyonya,"
Pir sudah terpotong kecil di piring cantik, melirik arah tempat sendok. Ambil garpu kecil di sana. "Kalau ada sesuatu aku di ruang tengah ya mbok," di balas anggukan si mbok.
Melangkah ke ruang santai. Bersandar nyaman di sofa cream dengan memangku piring buah yang di bawa. Meraih remote televisi 40" itu menyala.
"Ya ampun, mereka menghalalkan segala cara hanya demi ketenaran, sampah lempar sampah. Miris, ck, ck, ck."
Mika menggelengkan kepala nanar. Merasa miris sekaligus iba dengan para korban.
Bel mansion berbunyi, tidak lama asisten rumah tangga datang membawa paket.
"Nyonya, ini ada paket untuk anda."
Dahi wanita itu menekuk dalam. Merasa tidak memesan sesuatu beberapa hari ini. Meraih paket dengan raut bingung tidak lupa ia berterima kasih.
Menyingkirkan piring, menaruh nya di meja depan sofa. Tangan Mika mulai membuka paket. Iris nya bergetar, menutup mulut tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Apa-apaan ini." Tanpa sadar ia berteriak.
Berdiri dengan emosi memuncak. Segera pergi meminta penjelasan dari paket yang ia dapat.
🌟🌟🌟
"Data pasokan barang dan stok stabil. Bagian pemasaran sudah memberikan label data yang sudah di kirim lewat e-mail. Pihak Distributor meminta pasokan barang baru, konsumen menyambut baik merek lokal yang kita luncurkan." Jelas Ega pada Chris.
Chris mengangguk mengalihkan pandangan pada laptop. Mengecek laporan invoice dua bulan yang lalu. Telunjuk panjang Chris menekan Surel yang baru saja masuk. Membaca grafik label berwarna-warni pada Microsoft exel. Menghantar satu senyum puas di wajah pria itu.
Tampan.
Ega selalu suka kekasihnya yang mode serius, dengan kacamata bening nongkrong di hidung. Kesan maskulin, karisma, dan sangat elegan membuat jantung nya selalu berdebar kencang saat menatap.
Ega merapatkan bibir. Menggigit kecil di sana serta meremas rok pensil biru tua. Benar-benar tampan sekali lagi memuja.
Apa dia beruntung?.
Manik hitam Chris bergulir, melirik dari ekor mata dan tersenyum. "Aku tahu, aku tampan." Penuh percaya diri, mendekatkan wajah nya tepat di depan Ega.
Ega tersentak, iris nya bergerak gelisah. Berdeham, guncangan jantung nya kelewat aktif. Ya, ampun ia sulit bernapas sekarang.
Cup.
Ega mengerjap, Chris mencium pipi nya tiba-tiba. "Jangan memancing ku. Aku sudah cukup sabar untuk menahan—itu."
Seringai pria itu cukup membuat tubuh Ega merinding serta kaku bersamaan.
"Kita lanjutkan." Ega gugup.
Chris kembali menggoda. "Dalam arti apa?"
Ega merengut, bibir itu mengerucut lucu. "Tentu kerja, kau pikir—"
Suara Ega terputus. Chris memagut sebentar. Melepaskan dan mencium pelipis kekasihnya.
"I love you," ucapnya lamat.
Senyum manis Ega muncul, "Me too."
Merapikan berkas menjadi satu tumpuk. Mereka menoleh saat pintu terbuka cukup keras.
Mika masuk dengan wajah merah dan garang. Ekspresi yang di tunjukan sangat merapi, meluap dan siap menyembur.
Chris menekuk alis tajam. Mendapat aura membunuh dari sang ibu. "Ada apa bu?"
Dengan cepat ia melempar amplop cokelat ke meja sang anak. "Kau lihat saja sendiri,"
Chris melangkah keluar meja. Meraih amplop cokelat dengan tenang lalu membukanya.
Seketika Ega menutup mulut dengan iris mata melebar sempurna. Ia menggeleng kepala, kaki nya lemas seakan tidak mampu berpijak. Pada jantung Chris yang berdetak keras.
B*d*bah.
🌹🌷🌹🌷
.
.
.
.
Tbc
CEWEK CULUN BERUBAH MENJADI CEWEK CANTIK.
MOHON DUKUNGANNYA YA, DENGAN CARA VOTE, LIKE DAN BERI TANGGAPAN YANG MENARIK YA.
SALAM DARI ANGGOTA VIE_GV
THANKS
tapi sudah sangat lengkap dan menyakitkan
tapi sungguh rumit hati ini
dan kemudian.......keadaan yang berubah
cibiran, kata-kata syirik di sekitar, begitulah manusia
andai benar Criss suka kepada Ega, apa nya yang salah 🤔🤔
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
sebelum tidur😴 jangan lupa nganu dulu,
alias baca "NGANU" chat story.
nganu banget sih, asli🤰🏻
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖