Season 1
Kiara Anggun Taylor, seorang wanita cantik yang mempunyai trauma karena waktu kecil dia harus menyaksikan semua anggota keluarganya dibantai oleh sekelompok mafia kejam.
Hingga akhirnya, tidak sengaja Kiara bertemu dengan Frans Wild Blood seorang ketua Mafia paling kejam dan juga psyco yang tidak lain merupakan anak dari orang yang sudah membunuh keluarga Kiara.
Disisi lain, muncullah seorang pria tampan yang merupakan intel dari kepolisian, saat ini dia sedang mengemban tugas mengusut tragedi pembantai satu keluarga 20 tahun lalu yang ternyata adalah keluarga Kiara.
Season 2
Gerrald Alexander Crush, seorang ketua mafia paling kejam dan ditakuti diseluruh dunia merasa jatuh cinta kepada wanita cantik nan menggemaskan yang ditemuinya di pesawat yang tidak lain adalah Gladis Taylor Prayoga puteri dari Kiara dan Al.
Bisakah Gerrald mendapatkan hati Gladis?sedangkan orangtua Gladis sangat membenci segala hal yang berhubungan dengan mafia dan berusaha memberantas para mafia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sembuh
🔪
🔪
🔪
🔪
🔪
Sesampainya di Rumah Sakit,Kiara langsung berlari,Kiara ingin cepat-cepat bertemu dengan Mamahnya dan memeluk Mamahnya dengan erat.
Kiara langsung masuk kedalam ruangan rawat Mamahnya,disana Mamahnya sedang diperiksa oleh Dokter.
"Mamah..." ucap Kiara lirih.
"Kiara..anakku."
Mamah Tiara merentangkan kedua tangannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca,Kiara pun sama air matanya sudah mengalir deras dipipinya yang mulus,dengan setengah berlari Kiara langsung memeluk Mamahnya.
Tidak ada yang berbicara sepatah katapun Kiara dan Mamahnya hanya bisa menangis melepas rindu yang selama ini mereka rasakan,bahkan Dokter dan Suster pun ikut meneteskan air mata melihat anak dan Ibu itu.
20 tahun bukan waktu yang sebentar untuk Kiara merasakan hidup tanpa sosok Ibu dismpingnya.Kiara melepaskan pelukannya,Mamah Tiara mengusap air mata anaknya itu dengan kedua tangannya.
"Maafkan Mamah Sayang," seru Mamah Kiara.
"Tidak Mah,Mamah tidak perlu minta maaf karena ini bukan kesalahan Mamah," Kiara menggelengkan kepalanya.
Dokter dan Suster pun,pergi meninggalkan anak dan Ibu yang sedang melepaskan rindu itu.
Kiara dan Mamahnya sama-sama sedang duduk diatas ranjang dengan posisi sama-sama menyandarkan tubuhnya,mereka saling bercerita satu sama lain.
"Apa kamu baik-baik saja Sayang?" tanya Mamah Tiara.
"Kiara baik-baik aja Mah."
"Mamah harus banyak berterima kasih kepada Alex karena selama ini dia sudah mau mengurus dan menjaga kamu," seru Mamah Tiara dengan mengelus kepala Kiara.
"Iya Mah,Om Alex baik banget sama Kiara cuman Kiaranya saja yang masih belum bisa menerima kehadiharan orang asing dikehidupan Kiara."
"Kemarin Mamah sempat ngobrol sama Alex,katanya kamu sudah punya pacar ya?siapa?kenalkan dong sama Mamah," seru Mamah Tiara.
Kiara terkejut dan langsung menatap wajah Mamahnya itu.
"Enggak Mah,Kiara ga punya pacar Kiara ga mau menyakiti dan membuat orang-orang yang Kiara sayangi terluka gara-gara Kiara."
"Ya Alloh Nak,kamu itu berhak bahagia dan setelah Mamah keluar dari Rumah Sakit ini,kita buat rencana untuk menjebloskan si Pram dan Kim ke Penjara," ucap Mamah Tiara dengan mengeraskan rahangnya.
***
1 minggu kemudian...
Mamah Tiara dinyatakan sudah sembuh total,dan mau ga mau Kiara harus meminta pertolongan kepada Al dan teman-temannya untuk membawa Mamahnya pulang sementara Kiara mengalihkan perhatian Frans supaya tidak mengetahui akan kepulangan Mamahnya Kiara.
Selama satu minggu ini,Kiara sama sekali tidak saling sapa dengan Al,Kiara benar-benar menjauhi Al dan itu membuat Al semakin giat lagi berlatih kemampuannya beladiri,karena buat Al sudah cukup dua kali dia kalah oleh Frans dan sudah cukup dua kali dia gagal menyelamatkan Kiara.
Kali ini Al bertekad akan berlatih dengan keras supaya Al bisa melindungi wanita yang sangat dia cintai itu.
Begitu pun dengan Kiara,ada perasaan rindu yang menggelayut di hati Kiara karena selama satu minggu ini Kiara benar-benar menjauhi dan menghindar dari Al.
Saat ini Al dan ketiga sahabatnya sedang berada dirumah Kiara,karena Mamah Tiara memaksa mereka untuk makan malam bersama dulu.Mamah Tiara dengan cekatan langsung memasak untuk para pria tampan yang sudi menolongnya.
Kiara sampai rumah pukul 19.00 malam,karena Frans memaksa Kiara untuk makan malam bersama walaupun Kiara sudah menolaknya bukan Frans namanya kalau tidak bisa memaksa Kiara untuk mengikuti semua keinginannya.
Kiara pulang dengan menggunakan taxi online,karena Kiara tidak mau sampai Frans tahu kalau Mamahnya sudah berada dirumah.Sesampainya dirumah,Kiara mendapati kalau rumahnya terlihat rame bahkan Sisi pun ada dirumahnya Kiara.
"Sayang,kenapa kamu baru pulang?kata Sisi kamu sudah pulang dari tadi?" seru Mamah Tiara sembari menghampiri anak kesayangannya itu.
"Maaf Mah,tadi Kiara ada perlu sebentar."
Kiara pun menoleh dan bersamaan dengan Al yang saat itu ingin menoleh juga kearah Kiara,sejenak mereka berdua saling tatap satu sama lain,terlihat dari mata mereka berdua tersirat rasa kerinduan yang sangat besar.
"Sayang,kita makan bareng yuk soalnya Mamah sudah masak banyak tuh," seru Mamah Tiara.
"Tapi Mah---"
Belum juga sempat Kiara melanjutkan ucapannya,Mamah Tiara sudah menarik tangan Kiara dan membawa Kiara duduk bergabung dengan yang lainnya.
Kiara duduk didepan Al,seketika suasana jadi canggung membuat semuanya terdiam.
"Ayo dong semuanya,dicicipi masakan Tante," seru Mamah Tiara.
"Ah siap Tante,kalau masalah makan serahkan sama Boby," Boby dengan tidak tahu malunya langsung mengambil makanan.
"Woi,ga tahu malu banget kamu," seru Riki yang memukul tangan Boby yang sedang mengambil makanannya.
"Apaan sih,kamu ga dengar tadi Tante Tiara menyuruh kita makan lagipula makanan sebanyak ini bukan untuk dilihatin tapi untuk dinikmati,iya kan Tante?" sahut Boby.
"Ah kelamaan kalian banyak omong,aku sudah lapar dari tadi," celetuk Arya yang langsung mengambil makanan menyerobot Bobu dan Riki.
Semuanya pun tertawa melihat kelakuan ketiga sahabat Al itu,kecuali Kiara yang masih diam dan tampak menundukan kepalanya.Akhirnya semuapun mengambil nasi dan lauk pauk yang tersaji diatas meja makan itu.
"Sayang kamu mau makan apa?biar Mamah yang ambilkan ya," seru Mamah Tiara.
Kiara tak bergeming masih dalam posisinya tidak berbicara sama sekali,sedangkan yang lainnya sudah sangat lahap menyantap masakan Mamah Tiara.
"Wah Tante masakan Tante memang paling the best,enak banget Tante," seru Arya.
"Kalau enak,tambah lagi makan yang banyak," sahut Mamah Tiara.
"Tenang Tante kalau ada Boby disini,makanan ini tidak akan tersisa."
"Sayang,Mamah suapin ya!"
Perlahan Mamah Tiara pun menyuapi Kiara dan Kiara berhasil meneteskan air matanya sembari menatap lekat kearah wajah Mamahnya itu.
"Lho kok kamu malah nangis Sayang?" ucap Mamah Tiara dan menghapus air mata Kiara.
Tapi Sayang air matanya tidak bisa berhenti mengalir,bagaimana tidak menangis Kiara hidup tanpa seorang Ibu selama 20 tahun lamanya dan saat itu mau tidak mau takdir memaksa Kiara untuk menjadi anak yang kuat dan mandiri.
Sementara semua orang saat ini sedang melihat kearah Ibu dan anak itu,ada perasaan senang,sedih,dan terharu melihat pemandangan itu.
Sembari terus mengunyah makanannya,air mata Kiara terus saja mengalir.
"Mamah.."
"Iya Sayang."
"Mamah.." Kiara kembali memanggil Mamahnya dengan bibir yang bergerar.
"Ya Alloh Nak,kamu kenapa Sayang?" Mamah Tiara langsung memeluk puteri kesayangannya itu.
Kiara langsung menangis sejadi-jadinya dipelukan Mamahnya,sungguh Kiara merasa sangat bahagia,Kiara merasa mimpi ada Mamahnya dirumah bahkan saat ini bisa merasakan disuapi Mamahnya.
Alex yang duduk disamping Kiara langsung mengelus punggung Kiara dengan Sayangnya,Sisi bahkan sudah ikut menangis sedangkan Al hanya bisa tersenyum melihat Kiara akhirnya bisa bersama lagi dengan Mamahnya.
"Mamah jangan tinggalkan Kiara lagi."
"Iya Sayang,Mamah tidak akan meninggalkan kamu,Mamah janji."
Mamah Tiara pun melepaskan pelukannya...
"Sudah jangan menangis,sekarang kamu makan lagi ya biar Mamah suapi kamu."
Kiara pun mengangguk dengan antusiasnya,Mamah Tiara dengan telaten menyuapi Kiara sampai tidak terasa Kiara menghabiskan makan satu piring.
"Wah akhirnya kamu makan banyak juga Ra,biasanya makan kamu cuman sedikit," sahut Alex.
Setelah makan malam bersama,para lelaki sedang ngobrol diruangan keluarga sementara Sisi dan Kiara membantu Mamah Tiara membersihkan bekas makan mereka semua.
"Si,kok bisa kamu ada disini?" tanya Kiara disela-sela mencuci piringnya.
"Tadi aku diundang sama Tatnte untuk datang kesini," sahut Sisi.
Disaat mereka bertiga sedang berbincang-bincang sembari mencuci piring yang kotor,tiba-tiba Al datang kedapur.Al dengan cepat menyimpan telunjuknya dibibirnya pertanda kalau Sisi dan Mamah Tiara jangan berisik.
Kemudian Sisi dan Mamah Tiara perlahan meninggalkan mereka berdua,Kiara tidak menyadarinya dia sibuk mencuci piring dan gelas yang kotor.
"Si,nanti kirimin file-file yang tadi ya malam ini aku mau kerja," ucap Kiara yang masih sibuk dengan cuciannya.
Perlahan Al mendekat kearah Kiara dan melingkarkan tangannya keperut Kiara,Kiara langsung tersentak badannya terasa kaku,jantungnya berdetak dengan kencangnya.Kiara ingin berontak dan melepaskan tangan Al tapi Al makin mengeratkan pelukannya.
"Diam biarkan aku seperti ini lima menit saja,aku sangat sangat merindukanmu," bisik Al tepat ditelinga Kiara membuat Kiara merinding dan menegang.
"Aku tidak peduli kamu menjauhiku,aku tidak peduli kamu marah sama aku dan ga mau lihat aku lagi,tapi please jangan diamkan aku seperti ini aku tidak bisa aku tidak sanggup,aku tahu ini semua pasti gara-gara Frans kan?dia sudah mengancam kamu kan?" seru Al.
Kiara mulai luluh dan diam,kemudian Al membalikan tubuh Kiara supaya mereka saling berhadapan,Kiara masih menundukan kepalanya dia tidak sanggup harus menatap mata Al karena sudah pasti Kiara akan kalah.
Al menarik dagu Kiara dengan jari telunjuknya supaya Al bisa menatap mata indah Kiara.Mata Kiara sudah berkaca-kaca sungguh dia juga sangat merindukan sosok pria yang saat ini berada dihadapannya ini.
"Tatap mata aku Kiara,coba kamu katakan kalau kamu tidak mencintaiku," ucap Al lembut.
Bukannya menjawab Kiara malah meneteskan air matanya...
"Maaf...maaf..ma----" ucapan Kiara terpotong karena Al membungkam bibir Kiara dengan bibirnya.
Awalnya Kiara kaget dan hendak memundurkan kepalanya tapi Al menekan tengkuk Kiara sehingga akhirnya Kiara hanya bisa diam dan Al pun melakukannya dengan lembut.
Perlahan Al melepaskan pungutannya dan menempelkan keningnya dengan kening Kiara,Kiara masih terlihat memejamkan matanya dengan nafas yang terengah-engah.
"I love you Kiara,aku sangat mencintaimu," ucap Al lirih.
"A--aku juga sangat mencintaimu Al."
Akhirnya Kiara pun mengungkapkan perasaannya juga kepada Al,ada perasaan lega yang menjalar dihati Kiara.Al pun memeluk Kiara dengan sangat erat,begitupun dengan Kiara yang membalas pelukan Al.
Al begitu sangat bahagia sampai-sampai Al menciumi pucuk kepala Kiara berulang kali.
"Terima kasih Sayang."
Tiba-tiba,Sisi yang hendak mengambil air minum seketika menutup matanya dengan tangannya.
"Astaga,mataku yang suci sudah ternoda," teriak Sisi.
Al bukannya melepaskan pelukannya malah semakin erat memeluk Kiara dan seakan memanas-manasi Sisi walaupun Kiara sudah meronta minta dilepaskan.
"Ih Al lepasin malu tahu," rengek Kiara.
"Diam Sayang,biarin Sisi iri melihat kemesraan kita berdua," sahut Al.
"Kalian jahat,jiwa jombloku meronta-ronta nih," seru Sisi dengan wajah yang cemberut,membuat Al dan Kiara seketika tertawa bersama.
"Udah ah lepasin,aku mau mandi dulu gerah," ucap Kiara.
"Kenapa harus mandi,,ga mandi juga kamu tetap wangi kok," seru Al.
"Alah dasar gombal,malas ah lihat ABG labil kaya kalian."
Sisi pun memilih kembali berkumpul dengan yang lainnya.
"Udah sana kamu kedepan,aku mau mandi dulu," seru Kiara.
"Jangan lama nanti aku kangen."
"Dasar."
Kiara pun langsung naik kekamarnya untuk bersih-bersih dulu karena tadi pas pulang kerja Kiara langsung makan.Sementara Al kembali bergabung dengan yang lainnya.
"Kamu kemana aja Al,lama banget didapur hayo habis ngapain kamu sama Kiara?" goda Boby.
"Apaan sih Bob."
Sementara Alex dan Mamah Tiara pun tersenyum,Alex tidak sengaja menoleh kearah Mamah Tiara dan Mamah Tiara pun menoleh setelah sesaat saling pandang akhirnya mereka membuang pandangan mereka masing-masing dan mereka menjadi salah tingkah juga.
Tidak lama kemudian,disaat mereka sedang asyik mengobrol Kiara pun turun dari kamarnya sudah seger dan terlihat lebih fresh lagi.
"Sini duduk disini," seru Al dengan menepuk tempat kosong disebelahnya.
Kiara pun menurut dan duduk disamping Al.
"Lagi ngomongin apa?" tanya Kiara.
"Lagi ngomongin rencana untuk mengalahkan Pram dan yang lainnya," celetuk Mamah Tiara.
"Caranya?" tanya Kiara.
"Nah justru itu Ra,kita sedang mencari cara yang tepat untuk menghancurkan mereka semua," sahut Riki.
Terlihat hening seketika,mereka semua tampak berpikir.
"Nah aku punya ide," seru Boby dan membuat semuanya kaget.
"Apa?" tanya semuanya serempak.
Semuanya terlihat menatap kearah Boby dengan antusias sudah merasa tidak sabar menunggu ide dari Boby.
"Nungguin ya!!" seru Boby dengan cengiran khasnya.
"Udah cepetan jangan banyak basa-basi," sahut Riki tidak sabaran.
"Ok..ok..sabar-sabar,sebenarnya jawabannya ada sama Kiara."
"Aku?kok bisa?" tanya Kiara sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Frans itu sangat mencintai Kiara dan dia sangat menginginkan Kiara jadi kita harus jebak Frans supaya dia bucin sama Kiara," seru Boby.
"Jadi maksud kamu,Kiara harus deketin Frans gitu?" tanya Alex.
"Ga harus deketin Frans Om,soalnya Frans sendiri yang sudah nempel sama Kiara kaya perangko,jadi Kiara mulai sekarang kamu harus baik-baikin Frans buat hati Frans luluh sama Kamu dan buat dia melakukan apa yang kamu mau," jelas Boby.
"Ga ada jalan lain ya selain itu?" tanya Al mulai cemburu.
"Ga ada cuma itu jalan satu-satunya,dan untuk Kiara seperti biasa kamu harus melakukan apa yang diinginkan Frans dengan menjauhi kita semua,kamu pura-pura tidak kenal saja sama kita kalau ketemu diluaran supaya Frans percaya nanti setelah Frans mulai percaya sama kamu baru kita lancarkan serangan kita karena itu akan lebih mudah," jelas Boby.
"Apa itu akan berhasil?Frans adalah orang yang tidak gampang buat dibodohi?" seru Kiara.
"Mudah-mudahan saja rencananya berhasil Sayang," sahut Mamah Tiara.
Semuanya hanya bisa manggut-manggut mendengar penjelasan dari Boby.
🔪
🔪
🔪
🔪
🔪
Hallo semuanya,maaf ya baru up lagi semoga kalian masih setia menunggu kelanjutannya dan jangan lupa sehabis membaca selalu tinggalkan jejak🙏🙏😘😘
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU💕💕💕