NovelToon NovelToon
MISTLETOE

MISTLETOE

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:197.7k
Nilai: 5
Nama Author: Xiie Lu

"Aku lihat kamu mirip seseorang."

"Mirip siapa?"

"Mirip menantu idaman Papaku."

---

Diego dan Alita, mereka terlihat seperti remaja biasa. Ke sekolah dan belajar seperti siswa pada umumnya.

Perfect partner yang usil dan jahil, tidak sesederhana yang terlihat. Layaknya tumbuhan hijau pemangsa, keduanya menunggu dan memangsa, dan akan menyerang balik jika ada yang mengganggu.

Siang dan malam adalah waktu yang berbeda, begitu pula dengan identitas Mistletoe, Shaun dan Lele.

Status : Tamat.

Lagu rekomendasi :

Johnny Orldano - What if - ft Mackenzie Ziegler

Johnny Orlando - Everybody Wants You

Johnny Orlando - Last Summer

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xiie Lu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Shaun & Lele 23

Happy reading!

.

***

Kaki panjang itu berpangku indah, duduk di atas batu sebagai ganti sofa, bergoyang seolah ada musik yang sangat indah. Manik cokelatnya menatap tajam pada seseorang yang berlutut tidak berdaya di bawahnya.

"Kau tidak pantas memukul orang lain lagi, Michael. Ingat dirimu, kau seorang pembunuh yang berada dalam kendaliku." Diego memandang remeh lelaki dewasa yang dulu dia temukan menghabisi teman seperjuangannya di jalanan.

Michael menggeleng, telapak tangannya saling menyatu, memohon pada pemuda yang tampak sangat menyeramkan di tempatnya. Senyum di bibir Diego bahkan terlihat sangat horor, lebih seram dari iblis paling menyeramkan di muka bumi.

"Ampuni saya, Signore ...," ucapnya memohon. Bahkan air matanya menetes dengan deras, bersamaan dengan kekehan mengejek dari Diego.

"Aku sudah mengatakannya padamu. Kesempatan terbaik itu adalah yang pertama, dan kau sudah menyia-nyiakannya. Aku hanya meminta satu peniismu," tukas Diego dengan senyum yang sangat manis.

Orang yang tidak mengenalnya akan berpikir kalau pemuda itu orang yang ramah senyum dan tidak berbahaya sama sekali. Nyatanya tidak sesederhana itu. Bibir yang manis itu adalah racun juga mata yang menghanyutkan itu adalah pedang bermata dua.

"Mohon ... saya mohon ...." Lelaki itu masih memohon.

Diego kembali tertawa kemudian bangkit dari duduknya, memutari tempat Michael bersimpuh. Satu benda kecil digenggamnya, dan saat diacungkan, sontak Michael histeris.

"Saya mohon, Signore ...!!!"

Bukan hal sulit lagi bagi Diego, membunuh menjadi hobi sejak kecil. Bermain pistol bahkan sudah dikuasai sejak umur tiga tahun.

"Sebelum aku menghabisimu, hatiku tidak akan lega. Kau pasti akan berusaha membunuh Lucas Owhadi untuk menghapus jejak kejahatanmu. Sayang sekali, rekanmu mafia Rusia itu tidak akan bisa menemukanmu dan membantumu kalau kau mati di sini."

Seringai di bibirnya makin lebar seiring dengan pisau kecil itu menembus kepala Michael. Lelaki itu histeris, tapi tidak ada yang akan membantu.

Jembatan terbengkalai tanpa keramaian, tempat yang strategis untuk membuang mayat orang. Seringai itu berubah menjadi tawa tatkala kepala Michael terus meneteskan darah, dan lelaki itu meregang nyawa di bawah kaki Diego.

"Meski Cosa Nostra tidak seluas penyebaran anak buah Rusia, kenyataannya kekuatanku tidak bisa kau tandingi."

Bibirnya kembali menyeringai, kemudian memerintahkan seseorang yang berdiri di belakang untuk membereskan mayat lelaki itu. "Jangan buat orang lain kesusahan untuk mencari keberadaannya, Valent."

"Saya paham, Signore," ucap pria itu lalu mengangkat tubuh lelaki yang baru beberapa detik tadi memohon di bawah kaki sang tuan.

Tidak peduli malam atau siang, di mata pemilik manik cokelat madu itu sama saja. Kekuasaannya di Amerika belum sekuat kekuasaan mafia Rusia, tapi kelicikan dan kemampuannya menyembunyikan diri menjadikan namanya sebagai top one buronan yang paling dicari polisi dan agen FBI.

Catatan kejahatannya sangat banyak, hanya saja pemerintah tidak menemukan bukti yang akurat untuk menangkap dan menjadikan penjara sebagai rumahnya seumur hidup atau pun tempat terakhirnya melihat matahari.

Melenggang pergi dari tempat yang sunyi itu, Diego masuk ke mobil dan berlalu dengan kecepatan tinggi dari sana. Banyak mata yang bersembunyi di balik kegelapan, menunggu waktu yang tepat untuk menangkap buruan.

Diego tersenyum tipis. Dua masalah selesai sekaligus pada hari ini.

"Kamu salah hari ini, Valent."

"Maaf, Signore. Saya tidak tahu kalau pemuda dan gadis itu teman."

Pemuda itu menggeleng. "Bukan itu maksudku. Kamu tidak memeriksanya dengan teliti. Mereka tidak pacaran," ucapnya sambil tersenyum lebar.

Rasa bahagia menyelimuti dadanya hari ini. Entah karena telah menghabisi Michael yang ingin melenyapkan bukti kejahatan yang akan menyakiti orang tidak bersalah atau bahagia karena mendapat kabar Summer dan Alita tidak pacaran.

"Maaf, Signore. Saya tidak melakukannya dengan baik," lirih Valent penuh penyesalan.

"Ya, maaf diterima. Lain kali kamu harus lebih teliti lagi," ucapnya sambil menyandarkan kepala di dada kursi. "Bagaimana dengan orang-orang yang menekan Lucas? Mereka tidak menyakiti Summer, bukan?"

Valent terkekeh pelan. Ternyata tuannya masih peduli pada sang teman meski pagi tadi memberikan pemuda itu pukulan keras. "Hanya Anda yang menyakiti Summer, Signore," sindir Valent.

Diego berdecak. "Itu karena kamu tidak benar mencari informasi. Aku tidak akan memukulnya kalau kamu memberi kabar yang benar," ucapnya membela diri.

Kemarahan menguasainya sesaat dan tidak bisa menahan diri untuk tidak melampiaskan amarah itu.

"Bagaimana kalau mereka benar-benar pacaran, Signore?"

"Besok baru aku pikirkan, hari ini cukup sampai di sini dulu," tukasnya sambil memejamkan mata.

***

"Kamu bukan teman yang baik, Alita." Summer menggerutu dari samping gadis itu. Menepuk pundak Alita dengan keras.

Pemilik manik hijau itu masih saja tersenyum lebar. Tidak peduli seberapa ricuh keadaan sekitar, Alita tetap fokus pada hatinya yang sangat bahagia, mungkin sudah seluas samudera Hindia atau bahkan seluas bumi yang penuh dengan aneka makhluk hidup.

"Dasar tidak punya perasaan simpati," umpat Summer lagi membuat Alita sedikit menengok ke arahnya. "Apa?"

"Aku sakit tapi kamu malah senyum-senyum, apa ini namanya teman?"

Alita mengedikkan bahu acuh. "Kamu bukan temanku," tukasnya ketus. Lalu melepaskan rangkulan Summer di pundaknya. "Jangan sentuh-sentuh, kamu sakit nanti kumannya menempel di bajuku."

Summer melongo tidak percaya. "Kamu?!"

Alita menyeringai. "Kenapa? Habis manis sepah dibuang. Kamu sudah tahu artinya ini 'kan?" tanyanya seraya mengedipkan mata, mengejek Summer yang tidak bisa mengatupkan mulutnya. "Tapi jangan cemas, rasa sayangku padamu masih ada, hanya saja tidak sebesar nilai tangen 90º."

Pemuda itu mencebikkan bibir, lalu menunjuk pada mobil yang tampak menunggu di depan sana. "Bahkan sebesar nilai sinus 0º saja aku sudah bahagia kok," imbuhnya sambil melambaikan tangan pada gadis yang setengah berlari ke arah mobil jemputan. "Seberapa besar?" Alita berteriak dan dijawab gelengan oleh Summer. "Cari tahu sendiri."

Alita menggeleng pasrah. Kenapa semua pria di sampingnya selalu memakai istilah matematika yang tidak bisa dia ketahui. Semua tentang Trigonometri yang sangat tidak Alita kuasai. "Otakku tidak paham," gumamnya sambil membuka mobil.

"Apanya yang tidak paham?"

"Eh?" Alita menggeleng. "Tidak ada," ucapnya sambil tersenyum lebar.

Diego berdecak kemudian melajukan kereta besi itu membelah jalanan siang.

"Sha-unnnnn ...."

Panggilan manja itu membuat Diego sedikit menengok, lalu terkekeh hambar mendapati Alita sedang menyangga wajahnya di tangan yang bertumpu di atas dashboard. Gadis itu tersenyum lebar ke arahnya. "Kenapa?" tanyanya ketus.

"Setengah hari rasanya seperti seribu abad karena tidak bisa melihat senyummu, aku rindu."

"Apaan sih?" Diego tidak tahan ingin tergelak, ekspresi Alita sungguh meluluhlantakan aliran darahnya. "Jelek banget," cibirnya menahan diri.

"Jangan marah-marah dong, nanti cepat tua. Maaf ya, aku benci melihat kamu menua jika tidak bersamaku," imbuh gadis itu membuat wajah Diego memanas. Ingin sekali tangannya mengacak-acak wajah cantik yang tersenyum manis padanya.

"Sialan, kesurupan tiap hari."

Alita mengerucut. "Aku tidak pernah kesurupan kok. Kamu mau tahu kenapa aku tidak pernah mengalaminya?"

Diego menggeleng. "Kalau bukan kesurupan, apa itu namanya? Tiap hari bicara tidak jelas," ucapnya dengan nada sedikit kesal. "Kalau mau kasih tahu ya kasih tahu saja, tidak usah mutar-mutar gitu," tambahnya lagi.

Alita tersenyum, lalu jarinya membentuk sebuah hati, mendekatkannya pada wajah Diego. "Karena pikiran aku tidak pernah kosong. Selalu ada kamu," tuturnya yang mendapat pukulan ringan di kening. "Sakit, Sha-un," rengeknya manja.

"Benar-benar sudah gila," gumam Diego.

.

---

Jan lupa klik jempol sama komen next ya😊😘.

***

1
Ahmad Dinis
a@ btw tadi malam tidur
Ahmad Dinis
yang penting bisa bahagia
Ahmad Dinis: event
lombok sbr sm sy
total 1 replies
Jelita S
bagus banget,,
Triani
lega....,, akhirnya metong tuh aki2...!!!
Veny Tria Kusumanita
kak...novel will n lea kok.g dilanjutin?
def.: Lanjut say, cuma lg hiatus aja sorry🙏
total 1 replies
{♠️𐔣α𝒇 ιᷜͷͥαᷟༀ♠️}🐍
selalu sukses dengan hasil karyanya ya thor
{♠️𐔣α𝒇 ιᷜͷͥαᷟༀ♠️}🐍
semangat
Sisca Wilujeng
mks kak karyanya... ttp semangat & sukses selalu...👍👍😊😊
Sisca Wilujeng
mampir kak...
fe La'grimas
maaf summer (musim panas 🤭🤣) kamu memang tampan tapi diego lebih menarik (lebih segalanya 😍🤣)
Partiah Yake
crazy coupleee
Dewi Djordan
mks
Dewi Djordan
terlalu bodoh lele..masa anak silver mafia bodohnya kebangetan dan tidak punya keahlian apapun..
sizih_hm
Diego nyamar kayanya
Erny Area
😶
Adin
good novel
Noejan
Mampir kakk❤❤
Niena Saleh
aku telat bacanya 🤭 aku pikir lanjutannya di the devil of athlete...aku nungguin ajah dengan pedenyaa....ga taunya pas sadar udah kelar ajah 🤭👻👻👻👻
Niena Saleh
aku ga penasaran...aku lebih suka cerita yg sesuai dengan isu kepala othornya...daripada cerita yg mengikuti pembacanya...akan mudah ditebak dan tidak menyenangkan lagi untuk dibaca....just let the stories flow...🌷🌷
Niena Saleh
ahaaayyyy....madu terus yg diolesin dimulutnya alita 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!