NovelToon NovelToon
The Character!! Kembali Menjadi Figuran

The Character!! Kembali Menjadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Menjadi NPC
Popularitas:163
Nilai: 5
Nama Author: dopamine girl's

Revano, seorang penulis, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Vian-tokoh yang ia ciptakan sendiri.
Sialnya, tubuh itu rapuh, keluarganya berantakan, dan hidupnya jauh berbeda dengan apa yang ia tulis.

Revano mencoba memperbaiki semuanya. Namun semakin lama ia hidup sebagai Vian, semakin banyak rahasia yang terkuak.
Hingga perlahan, satu kebenaran menghantamnya:

Vian bukan sekadar karakter.
Dan mungkin... ia bahkan tidak benar-benar memasuki raga Vian.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dopamine girl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Leo berjalan duluan sambil melambai-lambaikan tangannya seperti pemandu wisata amatir. Vian mengikuti di belakang, langkahnya ragu tapi ada sedikit senyum yang tak berhasil ia sembunyikan.

“Eh, tapi kita mau kemana?” tanya Vian pelan.

Leo menoleh sambil berjalan mundur. “Ke tempat paling penting buat adaptasi. Tempat di mana lo bisa belajar ngomong, nyimak, dan... ya, survive.”

Vian mengerutkan kening. “Tempat apa itu?”

Leo mengangkat dua jari membentuk tanda dramatis. “—Warung Kopi Pak Naryo.”

Vian hampir tersandung. “Hah? Dimana itu, kok aku baru tau?"

"Ada deh, Lo ikutin aja gue ya"

Vian memutar mata kecil-kecil. “Kayaknya ini ide buruk.” pelan nya

“ayolah , jangan gitu!” Leo merangkulnya lagi dan menyeretnya ringan. “Misi adaptasi no. 2 dimulai!”

Warung itu terdapat di salah satu gang terpencil. begitu mereka sampai di depan warung kopi kecil itu, aroma kopi tubruk bercampur asap gorengan langsung menyengat. Di dalam, terdapat beberapa siswa SMA sedang tertawa keras, memainkan kartu,dan juga memakan beberapa gorengan. Dan ada juga  ribut soal game yang mereka mainkan.

Begitu Leo dan Vian masuk, suasana tidak langsung hening… tapi ada beberapa pasang mata yang melirik cepat. Sebelum melanjutkan kembali aktivitas mereka.

Vian meneguk kasar saliva , memandang beberapa murid yang terlihat liar dan juga nakal.

Ia mengeratkan pegangan tangan nya ke baju Leo. Saat di landa gugup sekaligus takut. Dengan tampang mereka yang jelas tidak bersahabat.

"Leo , kenapa kita di sini?" Tanya nya pelan . Leo tak menjawab. Dia malah semakin erat membawa Vian untuk masuk lebih dalam. Leo mengangkat sebelah tangan nya dan berseru pada seseorang pemuda jangkung  dengan penampilan yang mencolok dan gaya rambut nya yang aneh . Vian mengenalnya

"Bang zo!!"seru nya akrab . Dia menghampiri dengan Vian di sampingnya . Duduk dengan tenang bersama dengan kerumunan kakak kelas nya. " Wehh , adik laknat gue kenapa di sini Lo ?" Tanya nya . Dia mengacak kasar rambut Leo dan merangkul nya dengan akrab " biasalah" ucapnya tenang.

Leo memakan goreng di depannya ,dan memberikan satu kepada Vian "Lo.... Bukan nya adiknya Revano ya?" Ucap salah satu pemuda yang menatap Vian lekat. Vian tersenyum menanggapinya. Dia tau para pemuda ini. Mereka yang ada di alun-alun kota waktu itu.

Black crocodile, yang diketuai oleh kailan Wilson. Sang antagonis .Dan sekarang ia berada di sarang yang penuh dengan orang-orang yang menyeramkan.

"Iya kok Lo tau bang? Lo pernah ketemu sama ni anak ya" tanya Leo pada pemuda itu.mikhael. salah satu pemuda yang paling tenang dan dewasa di tempat itu. Dia tak lagi berbicara. Melanjutkan kembali aktivitas bacanya.

Leo yang melihat itu menggeleng kecil, melihat tingkah laku Mikhael.

"Ouh iya ya Lo kan si anak stunting!?"seru pemuda itu tiba-tiba. Leo yang berada di samping zolten. Menyikut nya dengan keras. Membuat memekik kesakitan."bang Lo kalau ngomong harus di pikir dulu. Jangan asbun!!" Ucapnya kesal

Ia melirik ke arah Vian , tersenyum kecil "misi di mulai , lakukan seperti yang tadi gue bilang oke "ucapnya. Dan mendapatkan tatapan penuh tanya dari semua anggota di sana. Kecuali mereka berdua. Vian mengangguk pelan. Gerakan kecil, tapi cukup buat Leo tahu bahwa dia siap… atau setidaknya berpura-pura siap.

Misi yang Leo maksud sederhana: mengamati sebelum bereaksi.

Leo sering bilang itu ke Vian—kalau dia mau bertahan di lingkungan baru, dia harus peka. Dengarkan nada orang lain, lihat gerakan mereka, perhatikan mana yang candaan dan mana yang manipulasi tipis. Karena nggak semua orang datang dengan niat baik; sebagian cuma pintar menyamarkan niatnya. Dan sekarang Vian sedang mempraktikkan ucapan Leo. Diam mengamati sekitar.

Salah satu pemuda yang asik menaikan rank nya menyimak. Tangan dan matanya memang sibuk tetapi telinga nya terus mendengar percakapan kecil itu " kenapa Lo bawa anak itu kesini, Lo pasti tau abangnya itu musuh Genk kita" ucapnya tiba-tiba. Matanya menatap sebentar ke arah Leo dengan tajam . Sebelum kembali ke layar game nya.

" Yahh itu kan abangnya , bukan dia" entengnya. Vian masih mengamati. Mereka di sini memang terlihat menyeramkan. Namun mereka memperlakukan Vian biasa. Seperti layaknya adik kelas.

"Kita gak ada yang tau kan " lanjut Liam. Mikhael yg tak jauh dari Vian . Memberikan minuman untuk dia minum . Dan beberapa gorengan untuk dia makan.

Leo memutar bola matanya malas. Memakan goreng dengan kesal. Dia melirik ke arah zolten. yang sedang meminum minuman nya "btw bang kai mana?"tanya nya. Zolten terdiam sejenak . melirik ke arah Vian "mending Lo segera pergi dehh , biasanya kalau si kai telat pasti ada hubungan nya dengan si qilla. Jika si kai tau adik musuhnya di sini . Bisa habis Lo" ucapnya tenang. Menyadari itu Leo mengangguk kecil. Membawa Vian keluar dari warung kopi itu.

Di perjalanan, Vian masih bingung dengan qilla , dia merasa sedikit familiar dengan nama itu " siapa qilla" Leo tak menghentikan langkahnya . Ia  berjalan dengan tenang menuntun Vian keluar "adik tirinya bang kai, hubungan mereka gak terlalu baik "ucapnya tenang . Vian mengangguk mengerti . Sekarang dia tau siapa qilla sebenarnya.

Sedangkan di kelas 9 IPA A  , ashilla sedang bersama dengan semua teman perempuan nya. Duduk melingkari satu meja yang sama. Dengan ashilla yang menjadi pusat nya.

" Ass , apa tidak apa-apa kita mengabaikan keberadaan Vian"ucapnya ragu. Raya menatap ashilla penuh tanya. Dengan sedikit keraguan. Milan di sampingnya juga sama. Dia merasakan sesuatu yang salah setiap melihat ke arah Vian " iya , bukan nya kita terlalu berlebihan ya?" Saut nya.

Sedangkan Sarah. Tak bereaksi apapun. Sama seperti gadis yang lain .

Ashilla terdiam cukup lama , sebelum tersenyum kecil kepada mereka semua "mungkin aku terlalu kekanakan ya ,aku minta maaf karena aku kalian berdua terlihat tidak nyaman" ucapnya lembut.

"Bukan gitu, kami cuma merasa bahwa apa yang kita lakukan itu salah as" ucap raya . Milan mengangguk kecil"iya , menurutku walaupun kamu punya hubungan buruk dengan Vian . Tak seharusnya kamu ...."ucapan Milan terhenti. Saat melihat ass tertunduk lesu. Bukan senyuman biasanya. Ataupun tawa kecil. Untuk pertama kalinya ia tertunduk tak berdaya dengan bahu yang sedikit bergetar " ass jangan nangis , kami gak bermaksud gitu"ucap Milan tiba-tiba. Ia memeluk erat ass . Dan raya melakukan hal yang serupa.

" Aku tau aku benar-benar egois. Tapi aku selalu benci melihat nya selalu tersenyum di atas penderitaan ku" lirihnya dapat di dengar mereka semua. Mereka yang di sana tukar pandangan. Sebelum menenangkan as dengan beberapa kalimat lembut.

" Iyah maafin kami " ucap raya.

"Gak papa, aku memang gadis egois ,dan aku tak mau apa yang aku punya sekarang di rebut oleh dia" dia menatap mereka semua satu persatu. Sebelum tersenyum lembut ke arah mereka " jadi  aku harap kalian semua selalu berada di pihak ku ya" ucapnya.

Mereka mengangguk kecil , begitu pula Milan dan Sarah yang ada di dekat nya.

"Ya ,kita akan selalu di pihak mu. Jadi jangan khawatir”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!