NovelToon NovelToon
Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:279
Nilai: 5
Nama Author: Nyimas zaharah

Ini kisah seorang wanita introvert serta brokenhome, dalam segala hal tidak ada yang berjalan lancar baginya. Seorang wanita yang workaholic, soal percintaan jangan tanyakan. Sudah dapat dipastikan hancur juga sama seperti keluarga nya, Ia hanya dapat bertahan hidup untuk dirinya sendiri dengan cara menonton drama Korea kesukaannya, belanja di toko online, membeli makanan dan lain-lain.

Mei 1999 seorang wanita bernama Mahika Avisa Zalana, sejak lulus sekolah ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Jangan tanyakan alasannya, sudah dipastikan karna ia ingin bekerja dan tidak mau merepotkan keluarganya. Kalau ditanya kenapa tidak kuliah padahal keluarganya mampu bahkan sangat mampu untuk membiayai pendidikannya. Hanya saja ia terlanjur "Malas" yang berkaitan dengan keluarga nya lagi. Bukan berarti dia membenci keluarganya tapi ia ingin hidup tenang tanpa mengingat harus membayar hutang (tidak cuma-cuma) pendidikan yang ia pinjam pada keluarga nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyimas zaharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

05. Mini Market

...بسم الله الرحمن الرحيم...

.......

.......

...Jika bertemu kembali dengannya untuk ke tiga kalinya, saya akan menjadikan nya sebagai istri saya. Apapun yang terjadi, dia harus menjadi istri saya...

.......

.......

.......

...Mahija Biantara Al-Ghifari...

..._________________...

"Dan..  Saya bulan depan mau resign, jadi bapak sudah bisa mencari pengganti saya mulai sekarang" Mahika yang berbicara pada Dana di ruangan nya.

Hanya ada diam sejenak diantara mereka,  Dana tidak menyangka Mahika akan berhenti bekerja mendadak, apakah karna para karyawan yang membuat nya tidak nyaman atau ada hal lain yang ia tidak ketahui dari Mahika.

"Ada apa??  Apakah ada yang membuatmu tidak nyaman Mahika?  Katakan? " Dana yang sangat penasaran alasannya berhenti.

"Tidak, saya hanya ingin berhenti bekerja saja. Saya ingin beristirahat dirumah sejenak, saya ingin memulihkan kembali kesehatan saya. "

"Apakah kamu sakit Mahika? " khawatir Dana semakin menjadi setelah mendengar temannya ini ingin memulihkan kesehatannya.

Mahika hanya menggelengkan kepalanya sembari memberi surat resmi pengunduran diri nya,  mungkin ini pilihan Mahika saat ini.  Ia ingin berada di rumah sejenak. Tanpa melakukan apapun,  tabungan juga cukup untuk beberapa bulan ke depan ia akan aman selama tidak bekerja.

"Mahika..  Apakah kamu akan pergi jauh?? " tanya Dana mendadak setelah keheningan diantara mereka.

"Sepertinya aku akan pindah rumah,  maaf aku memberitahukan secara mendadak. " Tunduk Mahika.

"Baiklah jika itu mau kamu, tapi Mahika kamu tidak bisa berhenti tepat bulan depan, kamu harus mengajari calon pengganti kamu dengan baik sama seperti kamu.  Apakah kamu bersedia? "

"Tapi-"

"Untuk pesangon,  gaji dan intensif kamu selama bekerja akan aman..  Dan ada uang tambahan lagi jika kamu bekerja sedikit lama"

"B-baiklah,  lagi pula hanya mengajari pengganti ku saja.  Baiklah terimakasih pak, saya pamit bekerja kembali"

"Ya baiklah"

Mahika menutup pintu ruangan Dana setelah Ia keluar dari ruangan,  kembali bekerja seperti biasa hingga bulan depan.

***

Pukul 21.10 Mahika sedang berada di depan mini market,  membeli beberapa keperluan di rumahnya dan beberapa cemilan yang akan diisi di toples yang sudah kosong.

Mahika memilah-milah cemilan yang akan di belinya,  dengan keranjang yang sudah hampir penuh di sampingnya ia sangat fokus memilih cemilannya.

"Yang itu tidak enak, pilih saja yang disebelahnya  dek" ucap seorang pria yang datang dari arah belakang Mahika yang juga ikut melirik di rak cemilan.

"Ah-terimakasih" jawab Mahika.

Di lorong itu mereka saling beradu punggung, tidak saling tatap,  saling membelakangi dan memilih cemilan mereka.

Mahika berjalan menuju kasir, segera membayar belanjaannya dan berlalu pergi. Namun tidak pada pria yang saat ini sedang menatapnya pergi dari dalam mini market.  Mahija Biantara, pria yang tidak sengaja kembali bertemu dengan Mahika dan masih belum mengetahui siapa nama  seorang wanita itu sebenarnya.

"Jika bertemu kembali dengannya untuk ke tiga kalinya, saya akan menjadikan nya sebagai istri saya. Apapun yang terjadi, dia harus menjadi istri saya " gumam Mahija yang kembali memilih cemilan nya.

Mahika sampai di rumah,  seperti biasa ia hanya hidup sendirian di rumah ini.  Tidak pernah ada orang lain selain dirinya yang hidup dirumah ini, terkadang bosan tapi ia menyukai situasi yang seperti ini.

Mahika merapihkan belanjaannya ke dalam kulkas dan mengisi cemilan ke dalam toples yang sudah kosong,  menghidupkan televisi dan menghidupkan penyaring udara.  Memanaskan air, memutar musik sembari ia membersihkan diri.

Alunan lirik dari sebuah lagu yang diputar Mahika, bersenandung di dalam rumah dengan volume yang hanya terdengar oleh Mahika tanpa mengganggu para tetangga.

🎶🎶

Kau yang singgah tapi tak sungguh..

Ku kira, kau rumah..

Nyatanya, kau cuma aku sewa..

Dari tubuh seorang perempuan..

Yang, meminta mu untuk pulang..

Kau, bukan rumah..

Kau, bukan rumah..

Kau bukan rumah.. 🎶🎶

Setelah membersihkan dirinya, Mahika menikmati makan malamnya dengan tenang dengan menonton acara televisi yang sedang tayang. Usai makan malam, Mahika bersiap untuk tidur dan kembali bekerja esok pagi.

***

Mahija hanya tersenyum di depan baraknya,  duduk bersandar pada tembok barak biru khas dari asrama prajurit TNI AU.  Menikmati cemilan yang dibelinya tadi di mini market depan, anggota yang berlalu lalang memasuki barak prajurit hanya melihat komandan mereka tersenyum sendiri, ntah apa yang merasuki komandan mereka.

"Lihat, komandan Mahija senyum-senyum sendiri, apa komandan punya pacar?? " tanya Yusuf anggota dari peleton Mahija.

"Komandan banyak juga cemilannya ya " Jaka yang fokus pada cemilan yang sedang di pegang Mahija.

"Komandan katanya sedang tidak enak badan, tapi kenapa bisa senyum-senyum malam ini?  Apakah karna efek obat?? " cetus Hansen yang ikut nimbrung,  mengintip komandan mereka melalui jendela barak prajurit. 

Mereka berdempetan di kisi-kisi jendela barak, memperhatikan komandan mereka yang sangat berbeda malam ini.

"Dari pada kalian dempetan disini, mending kalian pergi ke lapangan sana.  Apel malam sudah mau di mulai.  " Fian yang tiba-tiba muncul dihadapan anggota dari peleton abangnya, Mahija, melalui jalan di depan barak.

"SIAP SALAH" langsung disambut sikap sempurna para anggota nya dan langsung berlari menuju lapangan.

Fian menghampiri abang nya yang masih duduk menikmati cemilan yang sisa setengah lagi di tangannya,  melirik wajah abangnya yang berubah drastis dari pagi tadi.

"Apa? " Mahija yang bingung pada Fian yang hanya diam berdiri di hadapannya.

"Apel bang"

"Oke"

Mahija bangkit dari posisi duduknya dan bersiap masuk ke dalam barak,  Fian semakin penasaran apa yang terjadi pada abangnya dalam hitungan jam.

"Bang.. "

"Kenapa?? "

"Bagi cemilanmu, jangan makan sendirian" Fian yang mengambil cemilan yang masih berada di tangan Mahija dan segera berlari menjauh dari Mahija, sebelum sendal maut menghantam dirinya.

(TARGET TERKUNCI)

PELUNCURAN RUDAL MENUJU TARGET DALAM HITUNGAN MUNDUR

3.... 2.... 1....

"FIAN! "

PLETAAKK!!

"Tepat sasaran" gumam Mahija,  membersihkan tangannya seolah melakukan pekerjaan yang luar biasa.  Mahija tersenyum penuh kemenangan setelah melempar sendal ke pada Fian.

"ADUUUHHH" jerit Fian yang baru saja terkena lemparan sandal dari Mahija, Fian menatap kesal pada pria yang tak lain abangnya sendiri tersenyum bahagia melihat penderitanya saat ini.

"MAKANYA KALAU MAU CEMILAN ITU MINTA YANG SOPAN YA BOYY!! JANGAN LANGSUNG KABUR SEENAKNYA" Mahija yang berteriak di depan barak,  melihat Fian yang terjatuh akibat sendal yang dilempar nya.

Fian hanya menyipitkan matanya menatap punggung abangnya yang masuk ke dalam barak,  ia akan membalas dendamnya ini pada Mahija suatu saat nanti.

"Lihat saja nanti di rumah, siapa yang akan menang.  Awas ya bang!! " Peringat Fian dan kembali berjalan menuju lapangan dengan tangan yang masih saja mengelus punggungnya yang sakit terkena lemparan sandal Mahija.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!