NovelToon NovelToon
Misi Bertahan Hidup: Jangan Jadi Gadis Miskin!

Misi Bertahan Hidup: Jangan Jadi Gadis Miskin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagaimana rasanya menjadi seorang CEO sukses di era modern, lalu dalam sekejap mata terbangun di dalam gubuk bobrok era dinasti kuno?
Itulah nasib sial yang menimpa Lin Wan. Jiwanya merasuki tubuh seorang gadis berusia delapan belas tahun yang hampir mati kelaparan, hidup bersama ibu yang sakit-sakitan, adik kecil yang menangis kelaparan, serta paman serakah yang berniat menjual mereka demi utang judi.
Bagi Lin Wan, menyerah bukanlah kamusnya. Berbekal otak bisnis modern, kecerdasan taktis, dan tekad baja, ia bersumpah untuk mengubah nasib.
Berhasilkah Lin Wan menjadi wanita yang bisa berubah kaya, atau justru takdir membawanya pada takdir yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: PRA-TRANSMIGRASI

Sementara itu di dunia yang berbeda...

Pukul dua dini hari. Di lantai empat puluh dua gedung GreenTerra Agro-Corporation yang menjulang megah di pusat distrik keuangan metropolis, lampu ruangan kerja utama masih menyala terang.

Dari balik dinding kaca anti peluru berlapis ganda, hamparan lampu kota membentang bagaikan galaksi bintang yang tertidur di bawah kaki langit malam.

Di tengah kesunyian itu, seorang wanita muda berdiri tegak menghadap papan presentasi digital berukuran besar. Mengenakan setelan jas tailored fit berwarna charcoal yang dipadu dengan kemeja sutra putih berkerah tegas.

Penampilannya memancarkan aura otoritas yang mutlak. Rambut panjangnya dicepol rapi tanpa sehelai pun yang berantakan, simbol dari presisi, kontrol, dan disiplin yang tinggi.

Namanya Lin Wanru. Di usianya yang baru menginjak dua puluh delapan tahun, ia telah memegang tampuk kepemimpinan sebagai CEO termuda sekaligus pemegang saham pengendali di perusahaan agroteknologi terkemuka di Asia.

"Turunkan proyeksi biaya distribusi logistik untuk wilayah sub tropis sebesar empat persen, lalu alokasikan sisa anggarannya ke divisi riset rekayasa benih tahan kekeringan," suara Wanru terdengar tenang, datar, namun tajam bagaikan bilah pedang.

Di seberang layar konferensi video, sekelompok direktur senior dan kepala divisi dari berbagai belahan dunia mengangguk patuh. Tidak ada satupun yang berani membantah argumennya.

Di dunia modern, Wanru dikenal bukan hanya karena kecantikannya yang dingin, melainkan karena otak strategisnya yang mampu membaca arah pasar pangan global sebelum orang lain bahkan menyadari adanya krisis.

Bagi media massa, Lin Wanru adalah fenomena bisnis. Namun, bagi para peneliti di laboratorium dan petani mitra di lapangan, ia adalah sosok yang jauh lebih luar biasa, seorang ahli agrikultur multitalenta.

Tidak seperti CEO kebanyakan yang hanya tahu cara duduk di kursi empuk dan membaca laporan keuangan, Wanru menguasai bidangnya dari akar hingga pucuk daun.

Ia memegang dua gelar master sekaligus dari universitas bergengsi dunia: Manajemen Bisnis Internasional dan Bioteknologi Pertanian.

Pernah suatu ketika, saat terjadi kegagalan panen massal akibat serangan hama jenis baru di wilayah lumbung pangan utama, para insinyur pertanian senior sempat menyerah.

Dalam waktu kurang dari empat puluh delapan jam, Wanru turun langsung ke lapangan menggunakan sepatu bot karet, mengenakan topi jerami sederhana, dan berdiri di bawah terik matahari bersama para petani.

Ia menguji sampel tanah secara mandiri, meracik formula pestisida organik berbasis bioteknologi di laboratorium lapangan, dan memimpin langsung pemulihan lahan.

Hasilnya? Panen terselamatkan, kerugian perusahaan berbalik menjadi surplus, dan kepercayaan petani lokal terhadap kepemimpinannya mencapai titik tertinggi.

"Pertanian bukan sekadar menanam benih di atas tanah, Tuan Chen," ucap Wanru suatu sore kepada wakil direkturnya di fasilitas rumah kaca canggih perusahaan.

Tangannya dengan telaten memegang mikroskop digital, mengamati struktur sel tanaman hibrida. "Pertanian adalah tentang ketahanan hidup suatu bangsa. Jika kau menguasai rantai pasokan pangan, kau memegang kendali atas peradaban."

Namun...

Di balik kesuksesan yang menyilaukan mata, kehidupan pribadi Lin Wanru adalah sebuah benteng yang sunyi.

Pukul tiga pagi, setelah seluruh dokumen kontrak ditandatangani dan proyek-proyek internasional disetujui, Wanru kembali ke penthouse pribadinya yang minimalis namun mewah.

Tidak ada suara tawa, tidak ada kehangatan keluarga. Orang tuanya telah meninggal dalam kecelakaan saat ia masih remaja, meninggalkan dirinya seorang diri untuk merintis jalan hidup dengan ambisi yang membara.

Ia terbiasa hidup mandiri, berpikir rasional, dan tidak pernah percaya pada kebetulan atau takdir. Baginya, segala sesuatu di dunia ini dapat dikalkulasi, diatur, dan dimenangkan melalui strategi yang matang.

Dini hari itu, sebelum ia memejamkan mata di atas ranjang king size nya yang empuk, ia sempat menatap sebuah buku catatan tua di atas meja kerjanya, sebuah jurnal botani kuno peninggalan kakeknya yang berisi catatan tentang tanaman obat tradisional era dinasti Tiongkok kuno.

"Sistem agrikultur kuno sebenarnya memiliki ketahanan ekologis yang luar biasa jika diintegrasikan dengan logika modern..." gumamnya pelan, jarinya menelusuri ilustrasi tinta hitam di halaman buku tersebut, sebelum akhirnya kelelahan mengambil alih dan ia terlelap dalam tidur yang lelap.

Keesokan harinya, jadwal Wanru sangat padat. Ia harus memimpin inspeksi mendadak ke fasilitas gudang logistik utama di pelabuhan selatan, dilanjutkan dengan rapat tertutup bersama para investor asing.

Di dalam mobil sedan mewah berteknologi otonom yang melaju mulus di jalan tol layang kota, Wanru tetap sibuk membaca laporan keuangan melalui tablet transparannya. Tiba-tiba, hujan badai turun dengan sangat lebat, disertai angin kencang yang membuat jarak pandang menjadi hampir nol.

Screeech— Boom!

Sebuah truk kargo besar di jalur berlawanan kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan, dan menghantam sisi kendaraan yang ditumpangi Wanru dengan kecepatan tinggi.

Waktu seolah berjalan lambat di mata Wanru. Ia melihat hantaman kaca yang pecah berkeping-keping, kilatan cahaya lampu kendaraan yang menyilaukan, serta benturan keras yang menghantam tubuhnya seketika. Tidak ada rasa takut di wajahnya, melainkan nampak kilatan kekecewaan yang mendalam.

"Belum... Proyek perluasan pasar agrikultur Asia belum sepenuhnya selesai..." batinnya tajam, saat kesadarannya perlahan ditarik ke dalam jurang kegelapan yang pekat.

Dan dalam satu kedipan mata, deru mesin mobil modern, kilau lampu gedung pencakar langit, dan kecanggihan teknologi dunia abad ke-21 lenyap tanpa sisa.

Yang tersisa hanyalah aroma lembab jerami busuk, suara tetesan air hujan di atas atap kayu yang bocor, serta napas sesak seorang gadis miskin bernama Lin Wanru di sudut terpencil Dinasti Liang.

Bersambung...

1
Osie
laki modelan dehai nih kudu dibasmi sampai g bernapas lagi..benar benar sampah yg kudu ditanam
Iyus Iyus
baguuuss
Iyus Iyus
mampus tu
Osie
keluarga lin warung kudu jd konglomerat ..no cinta cintaan ya thor kudu sukses n kaya raya dulu..cinta cintaan no kesekian ratus dah
Aurora: Lin Wanru mungkin ya, bukan Lin warung, typo 😅
siap... tapi jika othor berkata lain jidonya bisa segera hadir 😃🤗
total 1 replies
Osie
aura ceo jaman modern emang gak kaleng kaleng..kena mental dah duo penjaga rumah lelang
The Dream26: Novel 'RUMAH' telah hadir, karya spektakuler dan seru untuk di nikmati, penasaran?, mampir ya kak
total 1 replies
Osie
eh sdh dipenghujung cerita ternyata..msh ada lanjutannyakah? ceritanya bagus banget
Aurora: cerita masih berlanjut kak... nantikan episode selanjutnya ya... 🤗
total 1 replies
Dewi Habibah
lanjut 😍
Aurora: siap kakak...🤗
total 1 replies
Dewi Habibah
Bagus sekali ceritanya
Aurora: terima kasih... nantikan terus update episode selanjutnya ya...🤗
total 1 replies
Siskasuryaningsih
Baru baca thor tetap semangat yo,,, 💪💪💪
Aurora: siap kakak...🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!