Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.
Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.
Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.
Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Bab 23
Rara mengerjapkan matanya. Ia berusaha membuka matanya walaupun masih terasa berat. Seolah kantuknya masih membebani kedoa kelopak matanya.
Kejadian semalam membuat Rara harus pulang lebih larut malam dari biasanya. Jam 1 dini hari tepatnya ia selalu sudah sampai rumah, tapi malam tadi ia pulang rumah lebih dari biasanya.
Rara harus menghindar dari orang suruhan Rudi. Ia tidak mau ada hubungan lagi dengannya. Ia pikir setelah mengembalikan semuanya yang telah diberikan pria itu saperti uang atau fasilitas, hubungannya dengan Rudi resmi berakhir. Tapi kenyataanya, malam tadi pria berengsek itu masih mencarinya dengan mengutus 2 pria berbadan tegap.
Alisha, teman yang paling dekat dengan Rara, harus ikut terseret masalahnya dengan Rudi. Temannya itu menerima ancaman dari Rudi untuk tutup mulut dan tidak ikut melindunginya. Akhirnya mereka berdua terpaksa bersembunyi sebelum masuk ke kelab malam, untuk menghindar dari kejaran orang suruhan Rudi.
Rara dan Alisha cukup lama tertahan diluar. Hingga akhirnya mereka bisa masuk setelah jam setengah 11 malam lebih. Hal ini membuat mereka harus rela pulang cukup malam untuk menemani tamu mereka menikmati keglamoran Velvet & Gold. Mereka tidak ingin membuat kecewa tamunya, karena mereka tidak mau kehilangan kontrak temunya.
Rara meregangkan badannya. Lalu bangkit, terduduk di atas kasur. Matanya masih terlihat sayu. Perlahan ia turun dari kasur. Kemudian membuka tirai dan jendela balkon, membiarkan udara segar pagi dan sinar matahari masuk ke kamarnya.
Rara menghidupkan layar ponselnya diatas nakas. Ia ingin memastikan jam berapa sekarang dan apakah ada pesan masuk. Ternyata sudah jam 9.30 pagi. Setelah ia tidak melihat ada notifikasi pesan masuk, ia lalu beranjak ke kamar mandi.
Rara berjalan ke bawah sambil membawa perlengkapan mandinya dan pakaian ganti. Ia lalu masuk ke dalam kamar mandi. Air dingin yang terpancur dari shower membuat tubuh terasa segar sekali. Sekitar 45 menit ia menghabiskan waktunya untuk membersihkan diri. Setelah selesai, ia keluar sudah mengenakan pakaian ganti.
Ting...tong...
Bel berbunyi. Rara segera berjalan ke pintu sambil membiarkan rambut tergulung dengan handuk dikepalanya. Ternyata ada petugas laundry yang selalu datang setiap 3 hari sekali untuk mengambil pakaian kotor.
Rara membuka pintu lebih lebar, ia membiarkan petugas laundry itu masuk.
"Pagi, Mbak Rara. Mau ambil cucian kotor seperti biasa?" sapa petugas itu dengan sopan.
"Pagi, Mas. Iya, sebentar ya, saya ambil dulu di dalam," balas Rara ramah sambil tersenyum tipis.
Rara bergegas menuju kamarnya untuk mengambil pakaian kotor yang sudah ia kumpulkan di sudut ruangan. Tak butuh waktu lama, Rara kembali ke depan dan menyerahkan pakaian tersebut kepada petugas laundry.
Setelah petugas itu pergi, Rara menutup pintu kembali. Ia berjalan menuju dapur. Tergorokannya terasa kering, ia ingin legakan dengan minum segelas air. Sambil minum, ia melirik ke tempat sampah di dapur dan didepan kamar mandi.
"gue lupa, buang sampah. Kalau kakak tahu pasti dia pikir gue males dirumah," gumam Rara. Sampah itu belum dibuang semenjak kakaknya liburan.
Terpaksa Rara harus membuang sampah. Ia letakkan gelas yang dipegang, lalu merapikan plastik sampah dan membawanya keluar rumah. Ia taruh kantong sampah dekat dengan tong sampah yang ada di depan pagar, membiarkan petugas sampah mengambilnya. Setelah itu ia kembali masuk.
Saat Rara sampai teras, ia menyempatkan menyapu lantai menggunakan sapu ijuk yang diam disana. Ternyata debunya lumayan banyak.
"kotor banget. Kapan ya kakak terakhir nyapu ?gumam Rara sambil menyapu.
Tatapan Rara tiba-tiba teralihkan dengan pot bunga mawar yang dekat dengan teras. Tumbuhan itu tampak layu.
"gawat bunganya layu. Gue lupa siram tanaman," gumam Rara sambil memegang bunga mawar yang tertunduk lesu.
Menyadari dengan keadaan rumah yang mulai tak terurus, membuatnya terpaksa untuk bersih-bersih. Ia juga menyadari, kalau ia tinggal numpang dirumah ini sementara waktu sampai menemukan apartemen yang harga sewanya lebih murah. Apalagi nanti sore kakaknya dan kakak iparnya akan pulang dari liburan, jangan sampai mereka melihat keadaan rumah yang kotor.
Rara menghela napas, lalu melepas handuk dikepala yang menutupi rambutnya. Ia lalu berjalan masuk kedalam dan menuju kamarnya. Ia letakkan handuk ke pagar balkon lalu menggelung rambut panjangnya. Ia bersiap untuk bersih-bersih rumah.
Mulai pagi ini, Rara sangat sibuk dengan aktivitasnya beres-beres. Ia menyapu membersihkan ruang tamu lebih dulu, lalu dapur dan kamarnya. Semantara ia tak mau masuk ke kamar kakaknya, walaupun hanya ingin menyapu lantai. Ia tak ingin hal-hal yang terjadi sebelumnya kembali terulang.
Tidak lupa Rara mengepel semua lantainya. Perlahan dalam rumah mulai terlihat bersih dari kedaan sebelumnya. Setelah itu ia beralih ke halaman depan dan belakang.
Sebelum lanjut, Rara istirahat dulu. Ia beberapa menit sebelumnya sudah pesan makanan dan minuman online untuk makan siang. Pagi hari tadi, ia lupa untuk sarapan dan sudah semakin siang perutnya sangat keroncongan.
Rara segera menerima pesanannya saat sudah sampai. Bergegas ia menuju meja makan dan siap menyantapnya. Walaupun setelah makan siang masih terasa lelah karena ia diapartemen tidak terbiasa membersihan rumah sebesar ini, mau tidak mau, ia harus selesaikan. Agar saat Nadia dan kakak iparnya pulang, semua sudah kelihatan bersih dan dirinya tidak dianggap sebagai orang yang malas.
Hari semakin sore. Matahari perlahan turun. Sinar jingganya terpancar ke langit. Rara mendesah lega sambil duduk di ruang tamu. Akhirnya semua pekerjaan selesai. Dalam rumah sudah bersih, halaman depan dan belakang sudah rapi, serta tanaman juga sudah disiram.
Rara berjalan masuk kedalam rumah dengan lelah. Ia menuju kamarnya lalu merebahkan tubuhnya disana.
"tenyata capek juga ya, harus ngurus rumah sebesar ini," gumam Rara sambil menatap langit kamar.
Setelah cukup lama Rara merehatkan tubuhnya dikasur dan hari sudah mulai gelap, ia bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya kembali. Setelah selesai dan sudah berganti pakaian, ia kembali ke kamar. Seperti biasa ia akan mempercantik wajahnya dengan riasan yang ringan.
Tidak lama kemudian, sekitar pukul 6 lebih 15 sore, terdengar suara deru mobil masuk ke halaman rumah. Ternyata Nadia dan kakak iparnya sudah sampai, setelah menghabiskan liburan selama 2 hari.