NovelToon NovelToon
TEMPTATION

TEMPTATION

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:179.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Little Peony

Evander Aldebaran, seorang anak konglomerat kaya raya yang memiliki berbagai macam perusahaan dengan beraneka jenis bisnis.

Evander dipercaya mengemban tugas istimewa sebagai Wakil Presiden Direktur dari Aludra Entertaiment yang merupakan perusahaan agency artis.

Namun sayangnya dimasa kepemimpinan Evander justru Aludra mengalami kemunduran dan membuat Ayah Evander meragukan kapabilitas putra tunggalnya itu.

Bahkan banyak anggota direksi yang mengajukan mosi pemecatan bagi Evander yang tidak kompeten itu.

Hingga pada akhirnya Evander dipertemukan dengan seseorang yang mampu membangkitkan keterpurukannya dimasa - masa suram itu.

Sampai pada akhirnya Evander bangkit dan dapat menguasai segalanya, namun harus dengan bayaran yang setimpal.

Bagaimana kisahnya? Dan siapakah orang yang melepaskan Evander dari keterpurukan?

Akan kah Evander mampu melawan segala godaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MATERAI DARAH AGNETHA

Setelah Deandra pergi Evander beranjak  dari kursi yang ia tempati kemudian mendekati Agnetha yang masih tertunduk diam dikursi yang tidak jauh dengan nya. Tangan lembut Evander meraih tangan Angetha yang ada dipangkuannya.

“ Ayo ikut aku. “ Ajak Evander seraya menarik tangan Angetha pelan.

Gadis itu menuruti saja apa yang dikata kan oleh Evander calon suaminya, ia mengikuti Evander keluar dari ruang kerjanya. Kini Evander mengajaknya masuk kedalam sebuah ruangan yang berada tepat disamping kamar pria itu.

Perlahan Evander membuka gagang pintu, kemudian ia menekan saklar yang berada tidak jauh dari pintu. Kamar itu menjadi sangat terang dan cahaya nya sedikit menyakitkan mata Agnetha, ditambah lagi ruangan tersebut didominasi dengan cat merah yang begitu mencolok.

Evander mengunci pintu ruangan tersebut membuat Agnetha sedikit gentar, terlebih saat ia melihat ada ranjang besar disana. Agnetha takut kalau Evander melakukan sesuatu padanya malam itu, ia belum siap. Jantung Agnetha berdebar dengan sangat cepat, ia benar – benar belum siap jika Evander mengajaknya tidur bersamanya hari itu.

“ Duduklah. “ Evander menunjuk sofa hitam disana.

Lelaki itu kemudian mendekati meja marmer ditengah – tengah ruangan, kemudian seperti biasa ia membakar bunga lotus kering dengan tungku pembakarannya. Setelah asap putih tampak mengepul, Evander menuju ke arah ranjang berwarna merah dan tampak meletakkan liontin pemberian Astaroth pada selembar kain putih polos yang kemudian diisi dengan serpihan kaca tajam dan tiga buah kelopak bungan mawah merah, tanpa sepengetahuan Agnetha.

“ Aroma apa ini? “ Tanya Agnetha pelan saat menghirup aroma wangi seperti dupa. Sesaat mata Agnetha tertuju pada tungku pembakaran yang mengepulkan asap putih diatas meja marmer ditengah ruangan.

“ Bunga lotus, aku menjadikannya pengharum ruangan. “ Bohong Evander sambil menuju minibarnya. Lelaki bermata tajam itu tampak menuangkan sebuah anggur kedalam gelasnya, kemudian berjalan mendekati Agnetha diatas sofa.

“ Ini ruangan apa Evander? Kenapa serba merah? “ Agnetha mengedarkan pandangannya menyapu seisi ruangan saat Evander duduk tepat disampingnya.

“ Ini? Ruanganku untuk mencari inspirasi, ruanganku untuk menikmati anggur, juga ruanganku untuk menciptakan Evander kecil didalam rahim mu “ Ucap Evander dengan sangat gamblang.

Agnetha menelan salivanya, kembali rasa takut menggerogoti jantungnya ia benar – benar merasa akan dihabisi oleh Evander malam ini juga. Berkali – kali Agnetha berusaha mengatur nafasnya, bahkan ia terlihat menghembuskan nafas melalui mulut.

Tetapi Evander terlihat begitu santai menyandarkan kepalanya pada punggung sofa sambil menggoyang – goyangkan gelas anggurnya dengan pelan. Lelaki itu kemudian menyesap minumannya sedikit demi sedikit, kemudian menyodorkan gelasnya pada Agnetha.

“ Harum bukan? “ Tanya Evander saat hidung Agnetha sudah berada sangat dekat dengan gelas wine nya, Agnetha hanya mengangguk. Perempuan itu sedang menutupi rasa gugupnya juga rasa takut yang datang bersamaan.

Evander menaruh kembali gelas nya keatas meja kaca kemudian ia melepaskan jas nya yang seharian membukus tubuh sexynya itu. Ia meraih lagi gelas anggurnya kemudian menyodorkan pada Agentha.

“ Apakah kamu mau mencobanya sayang? “ Evander berbisik tepat ditelinga Agnetha, suaranya terdengar sangat lembut dan menggoda, hembusan hangat nafas Evander yang menyapu telinga dan lehernya membuat gadis itu merinding.

“  Bukan kah aku tidak boleh minum ini? “ Suara Agnetha terdengar bergetar.

“ Rasakan dari bibirku. “ Lagi – lagi Evander berbisik ditelinganya, membuat Agnetha menelan ludahnya setengah mati.

Evander kembali mengecap anggur yang ada ditangannya, ia tidak menelan seluruhnya anggur yang masuk kedalam mulutnya. Lelaki itu menaruh gelasnya kembali keatas meja lalu menyentuh bibir lembut Agnetha dengan bibirnya yang masih basah dengan wine.

“  Hentikan aku mohon. “ Teriak Agnetha didalam hati, ia  tidak berani bersuara.

Sisa anggur yang belum Evander telan tampak mengucur lolos melewati mulut Agnetha, membuat pria itu menciumi pipi, dagu dan leher Agentha yang basah oleh anggur. Nafas Agentha semakin sulit diatur, terlebih saat bibir Evander menempel pada lehernya dan mengecupnya perlahan untuk mengecap sisa – sisa anggur disana.

Sesudah beres dengan leher Agnetha pria itu kembali menyusuri bibir mungil Agnetha dengan bibirnya. Ia memagut bibir bawah dan bibir atas calon isterinya itu selembut mungkin, ia sedang berusaha membuat Agnetha nyaman dan menikmati tindakannya.

Evander kemudian menarik tubuh Agnetha kedalam pelukannya, menghujani perempuan itu dengan ciuman yang semakin dalam dan menggelora karena hasrat nya yang kian membara malam itu.

Lelaki itu kembali menjejali mulut Agnetha dengan lidahnya yang lincah menyusuri bagian dalam mulut Agnetha, hingga pada akhirnya perempuan itu ikut menggerakkan lidahnya dan sesekali memagut bibir tipis Evander.

Pria tampan itu kemudian mengangkat tubuh Agentha tanpa melepaskan ciumannya dan membaringkan perempuan itu pada ranjang merah disana. Agnetha tepat berada dibawah tubuh jangkung Evander, keduanya masih berpagut dalam ciuman dalam yang semakin memanas.

Agnetha tampak menikmati ciumannya malam itu, gadis itu benar – benar sudah pasrah dan mengikuti apa saja yang akan dilakukan Evander padanya. Tangan Evander yang semula memegang puncak kepala Agnetha terlihat berjalan menyusui lengan perempuan itu kemudian menggenggam telapak tangan Agnetha dengan erat.

Sambil terus menciumi Agnetha sebelah tangan Evander tampak meraih bungkusan kain putih berisi serpihan kaca dan kelopak mawar yang ada diatas nakas tempat ia menyimpan liontin nya tadi. Setelah berhasil meraihnya laki – laki itu membuka sebelah telapak tangan Agnetha yang menggenggam seprei.

Pria itu kemudian meletakkan bungkusan kain yang baru saja ia ambil pada telapak tangan Agentha dan bersama – sama ia menggenggam benda itu. Evander melepaskan ciumannya membiarkan Agnetha mengambil nafasnya, sementara lelaki itu memindahkan bibirnya menciumi setiap lekuk leher Agnetha.

“ Ah, “ sesekali terdengar erangan lembut dari bibir Agnetha.

Bersamaan dengan ciuman lembut Evander pada leher dan telinga Agnetha, pria itu meremas dengan kuat sebelah tangan Agnetha yang sedang menggenggam bungkusan kain putih itu.

“ Ah! “ Kali ini bukan desahan tetapi teriakan Agnetha yang cukup lantang sebab pecahan kaca dari dalam bungkusan kain tersebut melukai tangan Evander dan Agnetha secara bersamaan.

Pria itu menarik wajahnya dari leher Agnetha, wajah gadis yang semula dipenuhi dengan hasrat mendalam berubah menjadi pias karena menahan sakit. Evander melepaskan genggaman tangannya yang berdarah seraya menarik bungkusan kain putih yang kini berubah warna menjadi merah karena darah segar miliknya bercampur dengan darah segar Agnetha. Lelaki itu segera memasukkan bungkusan berdarah itu kedalam saku celananya kemudian menarik tubuh nya dari atas tubuh Agnetha.

“ Maafkan aku Agnetha, aku tidak sadar. “ Bohong Evander sambil sekelebat meraih tisu yang ada diatas meja saat ia melihat darah masih mengucur dari telapak tangan Agnetha.

“ Minta Pak Lim memanggil pelayan, sebentar lagi kita kerumah sakit. “ Ucap Evander kemudian membuka pintu ruangannya dengan kasar memanggil kepala pelayan rumah tangganya itu agar menolong Agnetha yang baru saja ia lukai.

“ Bersihkan luka Agnetha diruang bawah, sebentar lagi aku turun. Jangan lupa siapkan mobil “ Ucap Evander pada Pak Lim yang baru saja berlarian menghampirinya, lelaki itu  kembali masuk dalam ruangan bercat merah itu lagi, sementara dengan bercucuran air mata Agnetha berjalan mengikuti Pak Lim.

“ Bagus anakku, gadis itu sudah memberikan jiwa nya padaku. Jika dia tidak mempersembahkan kesuciannya juga tidak dapat melahirkan anak laki – laki bagimu dia harus menanggungnya dengan nyawanya. Dia sudah dipersembahkan untukku. “ Suara Astaroth terdengar berbisik ditelinga Evander sesaat lelaki itu menutup pintu ruangannya.

“ Aku akan membuat dia melakukan segalanya untuk kupersembahkan padamu Astaroth, agar aku bisa segera memiliki dunia ini “ Mata Evander tampak berapi – api dipenuhi dengan ambisi, pria itu kemudian menarik liontin dari dalam bungkusan lalu memasukkan kain berlumuran darah itu kedalam pembakaran dupa.

“ Bagus anak ku, kau tak pernah mengecewakanku. Dunia ini akan segera menjadi milik mu. “ Sambung Astaroth hingga pada akhirnya ia menghilang dari pandangan Evander. Lelaki itu kemudian memakai kembali liontin yang sudah dimateraikan bersama – sama dengan darah Agnetha.

1
Ucy (ig. ucynovel)
baru mampir di sini kak

keren 👍
dyve
agnetha*
dyve
pingsan*
R_armylove ❤❤❤❤
lanjut.... masih penasaran 🤭🥰
Sis Fauzi
Evander ge er tuh
Sis Fauzi
banyak aturan untuk hal yg baik, ya tdk masalah Agnetha 😀
Sis Fauzi
semangat Agnetha
Sis Fauzi
Agnetha sdh jadi isteri Evander, kok masih dibilang gadis tersebut Thor?
A_young
Takdir cinta CEO hadir thor
A_young
takdir cinta CEO hadir
A_young
takdir cinta CEO hadir thor


suka banget sama ceritanya thor ❤️
Sis Fauzi
jangan menyesali pernikahan mu Agnetha 🔥
Sis Fauzi
super protektif Evander, tapi gayanya sok abai sama Agnetha 🔥
Sis Fauzi
udah nyesek, eh gak jadi 😂🔥
Sis Fauzi
cemburu tuh Evander 😂
Sis Fauzi
Evan jangan nakutin ya🔥
Sis Fauzi
mantap Agnetha
Imas Aisha Raya
iih ngeri, thor keidean dari mana py cerita seperti ini, kaya kembali ke jaman film Suzana hihihi
Imas Aisha Raya
ini emang pesugihan ada siluman ular minta wadal( korban), bahaya ini ke syirikan auzubillah
Imas Aisha Raya
visual Jason lebih pas buat jadi Evander thor ....itu mah pendapat ku ☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!