novel ini menceritakan tentang seseorang CEO tampan yang mabuk , dan memasuki kamar di salah satu hotelnya dan ternyata kamar tersebut sudah di isi oleh karyawannya sendiri .
dimalam itu membuat gadis tersebut harus kehilangan apa yang selalu dijaganya dan akan diberikan kepada suaminya kelak , namun Nasik sudah jadi bubur
hingga empat tahun mereka dipertemukan kembali tapi CEO tersebut tidak mengenali wanita yang perna di perkosanya hingga melahirkan anak kembarnya,, tetapi wanita tersebut pura pura tidak mengenali pria yang mengambil kesuciannya tersebut
sampai akhirnya kedua anaknya bertemu dengan CEO di taman permainan
apakah yang akan terjadi
mungkin kh mereka bisa bersatu kembali atau malah sebaliknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thalib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan orang tua nurul
kini Nurul membawa pergi kembar tersebut menuju rumah utama , tanpa dia ketahui bahwa ada seseorang orang sudah ada dirumah tanpa sepengetahuan Nurul
kini Nurul dan kembar tersebut sudah didepan pintu rumah dan membukanya
Nurul melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu bersama kembar yang kebingungan
" ini rumah aunty " ucap Nurul tersebut
" wah umah aunty edek ,Aya Bulung om ejek
( wah rumah aunty gedek , kaya burung om ojek) ucap Alfa kegirangan
" iya Angi , om ojek auu entut akak ( iya wangi ,om ojek baju kentut kakak) saut Alfi
Nurul yang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh sang kembar jaya tersenyum
" ayo sekarang waktunya kita mainnn " ucap Nurul bersemangat mengambil mainan yang mampir dibelinya tadi sebelum ke rumah
" yeyy ainn ( yeyy main ) teriak Alfi senang
tiba tiba dari arah belakang datang seseorang yang membuat Nurul terkejut
" anak siapa tu Nurul ?? tanya wanita tersebut yang juga ikut duduk disamping Nurul "
" mami , papi kapan datang " ucap Nurul berdiri memeluk papinya
" baru saja " jawab maminya sambil mengambil Alfa dan menggendong nya
" hei nama kamu siapa "? tanay mami Nurul
" Alfa " jawab ketus Alfa
" dan yang satunya lagi siapa "
" Alfi ante " jawab ramah Alfi
" mereka anak siapa Rul ,kenapa kamu membawanya kemari ?? tanya papinya
" mereka anak teman Nurul ,bundanya lagi kerja jadi saya memintanya untuk membawanya bermain sama Nurul
" loh memangnya ayahnya kemana ,gak kerja " tanya lagi papinya yang membuat Nurul meneteskan air matanya.
" mereka gak punya ayah ,ibunya diperkosa " bisik Nurul kepada papinya yang masih diiringi air matanya
" astaghfirullah, kenapa diluar sana ,semakin banyak laki laki yang tidak bertanggung jawab dan lebih mementingkan hawa nafsunya saja " ucap papinya yang membuat Nurul kembali menangis sejadi jadinya
" aunty keapa kok angic milip akak ( aunty kenapa kok nagis mirip kakak ") ucap Alfi
" akak gak elna angic ,adek yang celing nangic kalna kalah cama akak " ( kakak gak pernah nangis ,adek yang sering nangis karena kalah sama kakak ) ucap Alfa yang tidak mau kalah membuat mami Nurul memeluknya kedua anak tersebut
" kenapa perasaan ini sangat nyaman dipelukan kedua anak ini " gumam maminya Nurul
" bibi bawah anak anak ke taman dan temani mereka jangan sampai hilang " ucap Nurul
" loh kok dibawa sih Rul ,mami masih mau peluk mereka ,rasanya sangat nyaman ketika mami memeluk mereka ,entah kehangatan apa yang dimiliki oleh mereka berdua
" bawakan semua mainannya bi , cepat " ucap Nurul dan dengan segera beberapa pembantu itu membawa Alfa dan Alfi ketaman rumah "
"kenapa kamu menangis ,dan menyuruh mereka bermain di luar padahal mami mau ikut bermain sama mereka "ucap maminya kesal
" ok ,Nurul kaya gini karena ada alasan " ucap Nurul berusaha tegar menghapus air matanya
" oke ,kenapa kamu menangis saat papi mengucapkan kata kata yang sebenarnya bahwa diluar sana banyak laki laki yang tidak bertanggung jawab.
" apakah papi tau ,laki-laki yang memperkosanya adalah.....) ucapan Nurul terputus karena tidak sanggup mengucapkannya
sontak maminya yang mendengar kata hasil pemerkosaan sangat kaget
" apa benar kalau ibunya korban pemerkosaan?? tanya maminya denagn nada serius dan diangguki oleh Nurul
" dasar , laki-laki itu seharuydiberi pelajaran yang setimpal " ucap maminya yang lagi dan lagi membuat Nurul tambah meneteskan air matanya"
" loh ,Rul kok kamu yang menangis kencang ?? tanya maminya bingung "
"mereka cucu mami sama papi hiks...hiks" ucap Nurul lirih tapi belum kedengaran dengan jelas di telinga orang tuanya
" kamu ngomong apa Rul ,coba kalau ngomong yang jelas " ucap maminya kesal