NovelToon NovelToon
Cintamu Bukan Untukku

Cintamu Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Sudah 5 tahun sejak pernikahanku dengan Raymond. Di depan keluarga dan teman, kami adalah pasangan yang harmonis. Tapi ketika di dalam rumah kecilku, aku merasa hampa. Ini terasa seperti aku bermain sandiwara selama 5 tahun lebih. Aku pun tidak tahu apa yang salah dengan diriku sendiri kenapa aku masih memaksa diriku untuk bersamanya. Tapi satu hal yang pasti, suamiku mencintai statusnya sebagai suami bukan mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Llyn kini tengah berjalan menuju beberapa toko. Ia ingat profesor Romi sangat menyukai camilan khas kota B, karena itu ia secara khusus memilih penerbangan ke kota B terlebih dahulu untuk membelikan oleh-oleh.

"ambil ini sama ini, buat Matt kasih ini saja. Lalu sisanya buat stok di apartemen," gumamnya sendiri sambil melihat belanjaan di keranjangnya.

Setelah berbelanja, ia menunggu penerbangan selanjutnya untuk pergi ke kota A. Sesampainya di sana, Matt ternyata sudah menunggu di luar. Pria itu langsung menghampirinya begitu melihat dirinya keluar dari bandara. Dengan sigap, ia mengambil alih barang bawaannya dan langsung dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

"mau istirahat dulu atau langsung ketemu Profesor?"

"aku mau ke apartemen dulu, besok baru mengunjungi Profesor Romi."

"baiklah, let's go."

Llyn memasukkan lokasi apartemennya ke dalam map di mobil Matt. Sepanjang perjalanan ia tertidur pulas karena kelelahan. Matt pun tidak berani mengganggunya, bahkan saat sudah sampai di tempat parkir gedung apartemennya, ia tidak membangunkan Llyn.

Sekitar setengah jam kemudian, Llyn terbangun lalu melihat posisi mobil sudah berada di basement.

"sudah sampai?"

"iya."

"dari tadi? kenapa tidak membangunkan aku?"

"kamu tertidur pulas, aku jadi tidak tega. Lagipula tidak lama kok, baru sampai. Ayo turun."

Matt membawakan koper dan barang bawaan lainnya sampai ke depan pintu apartemen Llyn.

"mau masuk?" tawar Llyn setelah ia membuka pintu apartemennya.

"tidak perlu, kamu istirahat saja. Besok kita bertemu lagi, sampai jumpa."

Llyn mengangguk lalu melambaikan tangannya pada Matt sebelum masuk ke dalam tak lupa ucapan terimakasih terlontar sebelum ia masuk.

Setelah Llyn masuk, Matt turun ke bawah melalui lift. Wajahnya terlihat ragu untuk melakukan sesuatu. Tapi sepersekian detik kemudian, matanya terlihat yakin untuk melakukannya. Ia menekan lagi lantai lima lalu berjalan dengan cepat menuju apartemen Llyn. Menekan bel beberapa kali dengan jantung berdebar dan gugup menyelimuti tubuhnya.

"ya, siapa?" suaranya terdengar dari dalam apartemen, lalu tidak lama kemudian pintu terbuka.

"Matt? ada apa?"

"aku ingin memastikan sesuatu."

"apa itu?"

"kamu sudah resmi bercerai dengan Ray?"

Llyn memasang raut kebingungan, karena urusan pribadinya sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Matt.

"kalau tidak mau menjawab tidak apa-apa, sepertinya aku sudah melewati batas ya. Aku minta maaf."

Llyn tersenyum kecil lalu menggeleng pelan. "tidak masalah, itu buka sebuah aib yang perlu ditutupi. Aku dan Ray sudah resmi bercerai, akta cerai juga sudah terbit."

Matt tersenyum lebar lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "emm, bagaimana kalau nanti kita makan malam bersama?" pintanya dengan nada penuh harap.

Selama mengenal Matt, tidak ada prasangka tertentu dari Llyn untuknya. Segala aspek tentang pria itu standar selayaknya manusia biasa. Tidak ada yang spesial, itu artinya tidak ada hal negatif juga tentangnya.

Mungkin saja karena sebelumnya Llyn tidak terlalu memperhatikan interaksinya dengan Matt, jadi ia tidak pernah menaruh prasangka apapun terhadapnya.

"eh kalau tidak mau tidak apa-apa, jangan dipaksakan."

"aku bahkan belum jawab loh."

"jadi...?"

"boleh, nanti jemput jam tujuh. Kita cari makan di sekitar sini saja ya."

"serius?"

"nggak mau nih? yaudah nggak jadi," Llyn mencoba menggoda Matt dan hasilnya adalah wajah pria itu berubah panik dan itu terlihat lucu.

"tidak tidak mau, eh maksudnya mau. Harus jadi, nanti aku jemput jam tujuh."

Matt kembali menggaruk tengkuknya lalu melambaikan tangan dan pergi. Gugupnya begitu kentara, bahkan Llyn bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya ia bisa sedikit menebak ada ketertarikan di mata Matt. Tapi Llyn belum memiliki pandangan ke arah hubungan kekasih, tapi bukan berarti ia menutup pintu sepenuhnya. Ia ingin kali ini lebih mengalir seperti air tanpa melibatkan perasaan menggebu-gebu yang ternyata hanya perasaan semu.

1
Fatmah Ajahra
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒂𝒎𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒖𝒔𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒗𝒆 𝒐𝒏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!