NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#PENEROR

Begitu keluar dari restoran itu, Bianca segera mencari angkot yang lewat dan pergi dari tempat itu menuju ke rumahnya. Sesampainya di sana, ia melihat Ella sudah menunggu di depan rumahnya. Bianca pun segera membuka pintu pagar dan mengajak Ella masuk ke dalam rumahnya.

Bianca tampak sangat tergesa-gesa. Ia tidak sabar ingin segera mendengar hasil pencarian Ella seharian ini.

"Bagaimana, El? Apakah Lo berhasil mendapatkan ponsel itu?" tanya Bianca dengan penuh rasa penasaran.

"Maaf banget, Bi. Gue sama sekali tidak mendapatkan apa-apa. Gue udah mencari hampir semua tempat yang gue tahu, tapi hasilnya nihil. Ponsel itu benar-benar tidak ada di mana-mana," jawab Ella dengan nada menyesal seraya merapatkan kedua tangannya, seolah sedang memohon maaf kepada Bianca.

Mendengar penuturan Ella, tubuh Bianca seketika lemas. Ia langsung menjatuhkan dirinya ke sofa seolah-olah seluruh tenaganya habis seketika. Ella tampak bingung melihat reaksi Bianca. Ia merasa aneh, kenapa Bianca terlihat begitu murung dan gelisah hanya karena sebuah benda elektronik.

"Lo kenapa sih, Bi? Kok reaksi Lo gitu amat ?" tanya Ella semakin penasaran.

Bianca pun menghela napas panjang lalu menjawab, "Lo engak tahu, El. Hari ini Dinda berubah seratus delapan puluh derajat dari biasanya. Sikapnya sangat aneh dan menakutkan, apalagi kejadian tadi di kampus."

Bianca pun menceritakan secara rinci semua kejadian yang dialaminya dan Dinda di kampus hari itu kepada Ella. Mulai dari sikap Dinda yang diam seribu bahasa, ketakutannya yang berlebihan, hingga saat ia lari terbirit-birit dari dalam kamar mandi.

"Hah? Sampai segitunya reaksinya? Padahal menurut gue sih, kalau pun hilang kan dia bisa beli yang baru, bahkan yang lebih bagus pun pasti dia mampu. Kan dia anak orang kaya, masa sih sampai segitunya meratapinya?" ucap Ella dengan nada heran.

Bianca kembali menjelaskan, bahwa ini bukan soal harga atau jenis ponselnya, melainkan soal kenangan dan hal-hal berharga yang tersimpan di dalamnya, seperti yang pernah dikatakan Dinda padanya. Semakin mendengar penjelasan itu, rasa penasaran Ella semakin menjadi-jadi. Ia mulai bertanya-tanya dalam hati, apa sebenarnya isi ponsel Dinda hingga membuat gadis itu ketakutan setengah mati seperti itu.

Dalam benaknya, Ella bergumam, "Ini semakin lama semakin aneh saja. Rasanya gue ingin mencoba mencari tahu kebenarannya. Sepertinya kasus ini butuh orang yang berpikir licik dan teliti seperti gue. Wah, otak licik gue ini ternyata bisa berguna juga untuk hal yang baik ya," batinnya sambil tersenyum miring penuh ide.

Melihat Ella yang tampak melamun jauh, Bianca menegurnya, "Apa yang sedang Lo pikirkan, El? Kalau Lo punya ide atau menduga sesuatu, katakan saja. gue akan bantu sebisa mungkin."

Ella hanya menghela napas panjang, lalu menggelengkan kepalanya pelan.

Tak lama kemudian, ponsel Bianca berdering menandakan ada pesan masuk. Ternyata pesan itu dikirim oleh Dinda. Isinya berbunyi: "Bi, kan Lo lagi butuh pekerjaan ya? Kebetulan gue dapat informasi lowongan pekerjaan nih. Nanti gue kirimkan alamatnya ke Lo . Semoga cocok ya."

Bianca segera memperlihatkan isi pesan itu kepada Ella. Ia pun berniat untuk pergi ke alamat yang akan dikirimkan Dinda nanti. Sebelum berangkat, Bianca menyuruh Ella untuk menginap lagi di rumahnya, karena ia tidak tahu kapan akan pulang nanti. Bianca pun bersiap untuk berangkat dan berpamitan kepada Ella. Namun, tiba-tiba Ella mencoba menghalangi niat Bianca untuk pergi.

Meskipun dilarang dan dihalangi oleh Ella, Bianca tetap bersikeras ingin pergi. Baginya, kesempatan mendapatkan pekerjaan itu sangat berharga dan ia sangat membutuhkannya. Terjadilah perdebatan kecil di antara mereka berdua di ruang tamu itu.

Sementara itu di tempat lain, Dinda tampak gelisah luar biasa setelah mengirim pesan itu kepada Bianca. Ia terus berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya dengan wajah pucat dan penuh ketakutan. Pikirannya kembali teringat pada kejadian sebelum ia mengirim pesan itu.

(Kilas Balik Dinda)

Sesampainya di rumahnya tadi siang, Dinda langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu rapat-rapat. Tiba-tiba, ponselnya berdering keras. Ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Dengan tangan gemetar, Dinda mengangkat panggilan itu.

"Dengarkan saya baik-baik, Dinda. Ikuti semua perintah saya tanpa bantahan. Bawa temanmu yang bernama Bianca ke alamat yang akan saya kirimkan sebentar lagi. Jika kamu berani menolak atau tidak menurut, jangan salahkan saya jika seluruh rahasiamu akan saya sebarkan ke seluruh media sosial dan diketahui oleh semua orang," ucap suara di seberang telepon dengan nada dingin dan mengancam.

Karena ketakutan yang luar biasa, Dinda spontan melempar ponselnya ke kasur. Ia bertanya-tanya dalam hati, apa sebenarnya yang orang itu inginkan darinya? Dan kenapa nama Bianca juga terseret ke dalam masalah rumit ini? Namun, rasa takutnya jauh lebih besar daripada rasa ingin tahunya. Akhirnya, karena terus diteror dan diancam, Dinda pun menuruti perintah orang itu dan mengirim pesan kepada Bianca.

(Kilas Balik Berakhir)

Dinda terus berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Ia merasa sangat cemas dan takut terjadi sesuatu yang buruk pada Bianca. Hatinya merasa tidak tenang dan sangat bersalah karena telah terpaksa mengikuti perintah si peneror jahat itu. Semakin lama, rasa penyesalan di hatinya semakin besar. Dinda pun memutuskan untuk segera berlari keluar rumah menuju kediaman Bianca, berharap ia masih sempat mencegah Bianca berangkat ke alamat mengerikan itu.

Apakah Bianca jadi berangkat ke alamat yang dikirimkan Dinda? Atau apakah Dinda berhasil mencegahnya tepat pada waktunya?

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!