Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby¹
Serafina Blaire, itu namanya. seorang gadis cantik yang baik hati dan tinggal disebuah rumah sederhana milik ayah dan ibunya. dia hidup berempat dengan paman dan bibinya, serta keponakan nya yang bernama, Charlotte.
Charlotte membenci Serafina karena selalu lebih unggul dalam segi apapun. hingga ia selalu memperlakukan nya dengan buruk.
Serafina bekerja sebagai Room Attendant disebuah Hotel ternama di negara Amerika. namun, setiap dirinya mendapatkan gajian bulanan, pasti bibi dan pamannya akan merampasnya dan hanya memberikannya sedikit dari hasil ia bekerja keras.
Sementara Charlotte, dia masih berkuliah dan tidak pernah mau membantu mencari uang. Kesehariannya hanya makan dan tidur sepulang dari kuliah. Apalagi jika Serafina memiliki barang baru, pasti dia akan merebutnya.
Serafina tidak pernah mengeluh tentang perlakuan buruk keluarganya, karena gadis itu selalu berpikir bahwa dia membutuhkan sebuah keluarga untuk dia pulang. Meskipun paman dan bibinya selalu memperlakukan nya dengan jahat, namun merekalah yang menjaga Serafina sejak kecil bahkan sempat membiayai Serafina sekolah sampai lulus smp, meski pada akhirnya saat SMA dia membiayai kebutuhan sekolahnya sendiri. Sebagai balas budi, Serafina rela jika uang hasil kerja kerasnya dirampas oleh paman dan bibinya.
Serafina bahkan selalu membelikan hadiah - hadiah kecil untuk paman dan bibinya, meski terkadang mereka malah mencaci maki dirinya. Bahkan tidak segan segan membuang hadiah pemberian Serafina jika hadiah itu tidak berguna dan tidak bernilai mahal.
Suatu hari, Serafina sedang menyirami tanaman belakang rumah, Serafina gadis yang suka berkebun. Dia menanam banyak sayuran sehingga semakin hemat untuk pengeluaran uang. "Heh anak kampung, pinjam sepatu Lo" Charlotte berdiri didekat pintu belakang dan bersedekap dada.
"Tapi jangan sampai rusak ya, aku baru saja beli kemarin" Serafina sebenarnya tidak rela meminjamkan barangnya pada Charlotte, karena setiap selesai dipinjam, barang itu pasti selalu rusak tidak pernah kembali dalam keadaan bagus.
"lebay Lo, kalau ga ikhlas ya ga usah pinjemin!" ucap Charlotte mulai meninggikan suaranya. "bukan begitu, hanya saja setiap barang yang kau pinjam pasti selalu rusak" jawab Serafina sembari menyirami tanamannya.
"ohh, berani ya Lo sekarang!" Charlotte mendekat dan menarik rambut panjang Serafina. "Charlotte, kamu apa apaan sih!" Serafina mendorong kasar tubuh Charlotte hingga terjatuh di genangan air.
"Gila Lo ya!! baju gue jadi basah kan" teriak Charlotte menatap Serafina dengan marah. Bibi Maria datang dengan kesal dan menuju mereka berdua. "ada apa sih ini ribut ribut"
"lihat ma, karena Serafina baju aku jadi kotor"
"anak tidak tahu diuntung kamu ya! berani beraninya kamu menyakiti anak saya!"
"Charlotte yang memulai duluan"
"diam kamu! masuk kamar mu sana!" bentak bibi Maria membuat Serafina terdiam, gadis itu pun meninggalkan mereka dan menuju kamarnya.
"bisa gitu ya, dia sendiri yang cari masalah, aku pula yang kena marah" gerutu Serafina menutup pintu kamar dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Serafina jangan lupa masak nasi!" teriak paman nya dari luar membuat Serafina terlihat kaget. "bisa ga sih ga usah teriak teriak" ucap Serafina pelan kemudian keluar kamar. "iya paman" langkah Serafina menuju dapur melewati 2 wanita yang duduk diatas sofa dan menatap nya tajam.
"masak yang benar, awas aja masakan Lo ga enak, gua tumbuk ke muka Lo" ucap Charlotte dengan ketus. 'bawel Lo bocah' batin Serafina tanpa menatap mereka. Serafina mulai mengeluarkan bahan makanan yang ada di kulkas, kemudian dia menguncir rambutnya seperti ekor kuda.
tangan lembutnya dengan lihai memegang peralatan dapur. dengan gerakan yang lincah, Serafina mulai memotong motong bahan makanan dan mencuci sayur.
Saat Serafina tengah asik memasak, entah mengapa dari ruang tamu terdengar suara keributan. karena penasaran, Serafina keluar dari dapur. Betapa terkejut nya ia ketika melihat paman dan bibinya bersimpuh di lantai bersama Charlotte.
"aku mohon pak, beri kami waktu 3 bulan untuk melunasi hutang hutang saya" paman Serafina terlihat ketakutan. "tidak bisa. waktu kalian sudah habis, ini hari terakhir kalian bayar atau rumah ini kami hancurkan!" ancam salah satu pria berjas hitam.
"Mama, aku tidak mau" isak Charlotte memeluk ibunya.
"ada apa ini" semua orang menoleh kearah Serafina, seketika ruangan menjadi hening. beberapa pria berjas hitam menatap Serafina penuh minat. 'ini laki laki matanya minta diulek apa gimana ya' batin Serafina waspada.
"bagaimana jika dia dijadikan jaminan sebagai Hutang kalian!" ucap salah satu dari mereka membuat Serafina terkejut. "enak saja! memangnya aku benda yang bisa kalian jadikan taruhan!" kesal Serafina karena harga dirinya diinjak injak.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang