NovelToon NovelToon
Di Kejar Mantan Suami

Di Kejar Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mama ende

Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24 Rayuan anak anak

       Bi endang makan dengan lahap

" Jadi kamu tadi di restoran Adit dan kalian makan di sana" tanya bi endang

" Iya bi dan restorannya cukup besar kalau hotelnya sih Ara belum tahu dan restoranya ramai bi pasti tiap bulan hasilnya banyak" jawab ku

" Enak masakan nya si buluk teryata" kata bi endang

" Iya Ara tadi di sana kurang tapi malu mau minta tambah" jawabku sambil tersenyum

" Anak anak mungkin pulang sore bi atau malam" kata ku menjelaskan

" Ya biar saja wong sama bapaknya sendiri lagian mereka kan pewaris yang sah" kata bibi menjelaskan kami tertawa terbahak bahak Sampai mengeluarkan air mata

          Aku tunggu Sampai sore anak anak belum di antarkan pulang aku menunggu di warung bersama bi endang dan sambil melihat media sosial mencari dagangan ada mobil seharga seratus dua puluh juta dan sekarang aku tawar mungkin besok bisa di kasihkan.

      Adzan magrib berkumandang aku segera sholat selesai sholat anak anak datang rumah ramai lagi

" Kalian sudah makan" tanya ku pada mereka

" Sudah bund di masakin dan di suapi sama ayah masakan ayah enak banget" jawab Bianca

" Sering ikut ayah mu kalian pasti cepat gemuk" Jawaku aku membuatkan kopi untuk mas Adit

" kopinya mas" kata ku dia duduk di warung

" Anak anak ayah kalian masuk dulu ayah mau merokok" kata dia

" Terima kasih ara" jawab dia aku duduk agak jauh Karena dia merokok

" Mas akan renovasi rumah itu kamar atas ada tiga nanti buat anak anak dan di bawah tiga kamar halaman luas di samping rumah tanah kosong juga masih luas" kata dia menjelaskan

" Bawa aja anak anak tinggal sama kamu di sana nanti aku kerja jadi TKW saja kamu rawat anak anak" jawabku seenaknya

" Kalau bunda jadi TKW tak jemput paksa langsung tak nikahi" jawab dia

" Ayo kita rujuk sayang kita tingal bareng di rumah itu demi anak anak" kata mas Adit

" Sudah malam Sana pulang jangan mengeluarkan jurus gombal nggak akan berlaku" kata dia

" Bund tolong ayah ya nanti kalau ada selamatan buat tempati rumah baru" kata mas Adit

" Ogah masak saja sendiri atau cari bantuan ke orang lain saja aku sibuk" Jawabku ketus

" Bunda semakin ketus semakin ayah penasaran dan ayah nggak akan berhenti perjuangkan kebahagiaan anak anak dan juga keluarga kita" kata dia

" Hem Bagun woi mimpi terus dulu kemana saja sebelum aku bangun tembok china sekarang sudah kokoh nggak bisa di runtuhkan" jawabku

" Akan ku runtuhkan dengan bor tebaik yang sekarang lagi ke desain dengan kata Kun Fayakun tidak ada yang tidak mungkin atas izin Allah" kata dia semangat

" Selamat berjuang sekarang pulang sudah malam hitung sana penghasilan restoran mu bentar lagi tutup kan" kata ku

" Anak anak ayah pulang dulu ya besok Minggu jalan jalan ajak bundamu" kata dia sambil terkekeh.kemudia anak anak berlari memeluk ayah nya di peluk dan di cium satu persatu mas Adit pun pamitan pulang

     Segera pintu pagar aku gembok dan pintu rumah aku kunci bi endang menutup etalase dagangan nya kami sholat isya dulu kemudian kami bobok

" Bund kenapa bunda nggak mau nikah lagi sama ayah sih kan ayah baik dan banyak uang jadi bunda nggak usah kerja cari uang biar ayah saja yang kerja cari uang buat kita" kata Barra

" Siapa yang ngajari ngomong begitu sama bunda" tanya ku

" Ayah bilang kalau bunda mau nikah lagi sama ayah bunda nggak perlu capek capek cari uang biar ayah yang cari uang" kata Barra

" Iya bund ayah banyak uangnya di lemarinya tadi Bianca tahu ayah hitung uang terus dia masukkan ke lemarinya dia bilang kalau bunda mau nikah lagi sama ayah itu uang untuk bunda semua kan enak Bun kita beli apa saja" kata Bianca

" Kenapa tadi nggak minta uang banyak sama ayah kalian" tanya ku

" Anak kecil nggak boleh pegang uang Bun bahaya kan bunda juga bilang seperti itu" kata Bianca

" Coba lihat dahi kalian tidak panas tadi di kasih makan sama apa dengan ayah kalian kok Dleming " kata ku

" Apa itu Dleming bund bia nggak ngerti" tanya Bianca

" Dleming itu bahas Jawa yang artinya ngomong asal atau nggak karuan kayak yu paijem tiap pagi dia kan Dleming " jawabku seenaknya

     Mereka mendekat dan menciumku bi endang tertawa terbahak bahak

" Bunda masak nyamain sama anak dengan yu paijem gila ya setiap pagi ngomel bunda jahat" kata Bianca sambil memukulku tidak keras aku jadi tertawa terbahak bahak

" Bunda tega sama kami" kata Barra

" Lagian kalian Ayah mu bilang apa sama kalian" tanya ku

" Ayah bilang kami harus rayu bunda biar bunda sama ayah menikah lagi dan ayah janji mau bahagiakan bunda juga kami bunda nggak usah kerja cari uang karena itu tugas ayah jadi bunda hanya menemani kami jalan jalan uangnya dari ayah enak kan Bun" kata Bianca si cerewet

"Bunda ogah nikah sama ayah kalian ayah kalian kan buluk" kata ku

" Ayah janji nggak akan sakiti bunda lagi dan akan menyayangi bunda selamanya";kat Barra

" ogah bunda masih nyaman sendiri dan cari duwit sendiri kan bunda sudah terbiasa cari duwit sendiri" jawabku

" Sudah ayo bobok sudah malam besok sekolah biar nggak bangun kesiangan" kata ku Tidak berapa lama kami pun tidur bersama

pagi aku bangun sholat subuh kemudian aku memasak nasi goreng ayam dan bikin oseng tempe dan kacang panjang walaupun nggak suka tempe dan kacang panjang aku akan suapi anak anak biar mau makan mereka aku bangunkan dan sudah aku bikinkan susu kemudian aku suruh mandi dan menata isi tasnya untuk pergi kesekolah sambil aku suapi mereka

" ayo makan yang bayak biar gembul" kata ku

" makan pakai sayur kacang panjang tapi sudah di potong pendek pendek" jawabku

Selesai menyuapi aku membetulkan seragam mereka yang di pakai asal asalan ya namanya juga anak kecil jadi aku sisir rambutnya biar rapi punya Barra aku kasih pomade biar keren kemudian aku berangkat mengantar mereka lewat depan rumah nya mas Adit teryata ada tukang yang merenovasi rumah nya dan aku hanya lihat sekilas sambil lewat ngantar anak anak setelah di terima gurunya aku pulang Sampai rumah aku bersih bersih garasi juga teras membantu bi endang menata jualan nya

" Ra Adit telephon katanya tiap siang Adit minta tolong ngantar kopi buat tukang di sana juga beberapa kue nanti uangnya di transfer bibi nggak punya rekening nitip rekening kamu ya" kata bibi

" Iya di potong biaya administrasi lho dua puluh persen" kata ku bercanda

" Rentenir lu sama bibi sendiri" kata bi endang sambil cemberut aku pun tertawa

" Becanda nggak usah cemberut nanti cepat tua terus tiap siang kita yang antar ke sana gitu" tanya ku

" Iya neng cantik bantuin bibi ya janji deh bibi nggak nyuruh kamu rujuk kok ini murni bisnis jualan kopi nggak ada rayuan" jawab bi endang

" Mbah sama cucunya sama sama modus" kata ku

" bukan hanya modus ada median dan mean Apalagi ya bibi lupa" jawab nya

" Mas Adit mulai nyerang melalui anak nya juga neneknya payah" kata ku

"Anak anak cerdas dan jujur dia tahu kalau emaknya pontang panting cari uang jadi kasihan nyuruh rujuk sama ayah nya" kata bi endang

" Iya sih bi tapi emaknya egonya tinggi dan nggak mau ngalah" jawabku

Bersambung ....

1
vita
sll d tunggu updatenya
Lestari Ami'ne Zia
loh loh loh keluarga pinus kok wes HBS bab,e hadehhh lnjutvthorrr💪💪💪
Miftahul Khoiriyah: siap lanjutkan
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
sikem berarti tengil koyok Mak,ane🤣
Miftahul Khoiriyah: wajah mirip pak e sifat mirip Mak e
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
moga aja keluarga pinus jadi Cemara 😄😄
Miftahul Khoiriyah: terima kasih dukungan nya
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
typo oh typo
Miftahul Khoiriyah: maaf nggak di sengaja
total 1 replies
Ma Em
Tiara mau saja dimadu mana tinggal satu rumah lagi .
Miftahul Khoiriyah: ikuti saja kak apa yang akan di lakukan Tiara 🙏
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
kyany BB Agus ceritanya
Miftahul Khoiriyah: 😍 semoga di sukai
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!