Ini adalah Kelanjutan dari Novel Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2.
Berkisah tentang putri pertama Sean dan Viana yaitu Sevina Armadja yang memiliki sifat yang arogan, jago bela diri, namun berhati baik.
Hingga suatu hari, ia dijodohkan dengan seorang pria bernama David Pramudya, seorang yang sangat pintar, namun sangat kaku dan dingin.
Bagaimanakah kisah rumah tangga mereka?
Season 2
Berkisah tentang Davin Pramudya yang ditinggal nikah oleh cinta pertamanya. Hingga ketika ia menyelamatkan wanita yang hendak bunuh diri, ia pun
menikahi wanita tersebut karena menghindari perjodohan. Namun, pernikahan itu dilaksanakan dengan syarat bercerai setahun setelahnya.
Yuk kita simak kisahnya.
Follow instagram @yenitawati24
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan #2
Keesokan harinya.
Pagi itu, selesai sarapan Sevina dan David segera berangkat. Hari ini David hanya akan mengantar Sevina saja. Karena hari ini dia hendak pergi ke kantor untuk membantu pekerjaan mertuanya.
Sesampainya dikampus.
Masih didalam mobil. Sevina menyalim tangan David. David mengusap kepalanya dengan lembut lalu mencium keningnya dengan mesra.
"Belajar yang rajin ya istriku," ucap David sambil tersenyum lembut.
"Baik, suamiku," sahut Sevina sambil menahan tawa karena barusan lidahnya terasa gatal karena mengucapkan kalimat tersebut.
Sevina pun keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam kampusnya. Sesampainya didalam, dia mencari sosok Selly yang ternyata sedang ada di kantin.
"Hai Sell, kenapa kemarin kau tidak menelponku setelah pulang mendadak begitu?" tanya Sevina sambil mendudukkan dirinya ke samping Selly.
"Tante aku yang dari luar negeri datang jadi aku buru-buru pulang. Dan malamnya kami mengadakan pesta berbeque sehingga aku lupa mengabarimu, maaf ya," ucap Selly.
"Iya tidak apa-apa. Apa nanti kau mau ikut kami pergi ke mall? Kami ingin mencari lebih banyak baju couple," ucap Sevina.
"Sepertinya menarik, baiklah aku ikut," sahut Selly.
Sevina tersenyum senang.
Sementara itu, David yang baru sampai disambut hangat oleh Sean di perusahaannya. Sean membawanya ke ruang rapat dan memperkenalkannya pada semua rekan bisnis dan para bawahannya di perusahaan itu.
"Perkenalkan ini David Pramudya. Dia adalah menantu saya. Dan dia akan menjadi direktur utama di perusahaan ini setelah pernikahannya dengan putriku digelar," jelas Sean.
Semua tersenyum dan memberi ucapan selamat pada David. Setelah pengenalan itu, Sean mengajak David menuju sebuah ruangan.
Sesampainya disana, "Bagaimana David? Apa kau suka berada disini?" tanya Sean.
"Suka, Pa. Tempat ini nyaman dan bagus," sahut David.
"Persiapkan dirimu untuk menempati ruangan ini setelah resepsi pernikahanmu dengan Sevina," ucap Sean.
"Maaf, Pa. Apa ini tidak terlalu berlebihan? Harusnya aku menjadi karyawan biasa dulu," ucap David.
Sean tertawa sambil menepuk bahu menantunya itu. "Hahaha kau terlalu jujur David. Memang seharusnya begitu. Tapi kau sudah menunjukkan kehebatanmu!" seru Sean.
"Kehebatan apa ya Pa?" tanya David.
"Saat Papa mengirimu pekerjaan, sebenarnya itu adalah pekerjaan yang dilakukan oleh CEO seperti Papa," ujar Sean.
"Benarkah Pa? Tapi...itu sangat..."
"Benar. Sangat gampang bagimu bukan? Tapi bagi para bawahan papa itu adalah pekerjaan yang sangat berat. Bahkan Direktur utama sebelumnya yang sudah papa mutasikan pun mengakui kehebatanmu. Dia sendiri tidak bisa mengerjakannya sebaik dirimu. Papa bangga padamu," ucap Sean kembali menepuk bahu David.
David tersenyum, "Bailah Pa. Aku siap berada di posisi ini," ucapnya.
Sean tersenyum penuh kebanggaan, "Tidak salah jika Sevina dijodohkan denganmu. Kau adalah pria terbaik untuknya."
"Terima kasih Pa," ucap David. Karena telah menjodohkan dia denganku. Batinnya.
Setelah puas berbincang, David pun mulai membantu pekerjaan di kantor itu. Kecerdasannya membuat banyak karyawan Sean memujinya. Bahkan tak sedikit dari karyawan yang wanita meliriknya dan berbisik memuji ketampanannya.
Namun sayang, semua itu tidak berlaku bagi David. Karena yang ada di hatinya hanyalah Sevina seorang.
***
Sevina baru saja keluar dari kelasnya. Dia dan Selly menuju luar kampus untuk menunggu David. Sevina berusaha menghubungi Edo untuk memintanya datang, namun jawabannya masih tidak.
"Bagaimana Se? Apa Edo mau ikut?" tanya Selly.
"Tidak, dia bilang sangat sibuk. Umm sebenarnya kau ada masalah apa dengannya?" tanya Sevina.
"Aku bertengkar dengannya. Aku hanya ingin dia perhatian padaku. Tapi karena Tesisnya dia sekarang sangat cuek kepadaku," tutur Selly.
"Ya sudah sabar saja ya. Dia hanya ingin cepat menyelesaikannya agar bisa punya banyak waktu bersamamu," ucap Sevina.
Selly mengangguk mengerti. Setelah menunggu akhirnya David sampai dan menjemput mereka.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam saja. Biasanya Selly selalu mengoceh tapi hari ini dia diam saja.
Dan yang sebenarnya terjadi adalah....
*Flashback On*
Kemarin, saat Sevina ke toilet.
Tinggallah David dan Selly.
"Aku tau kau selalu menginginkan Sevina jatuh," ucap David.
"A..Apa maksudmu?" tanya Selly gelagapan.
"Selama ini kau berpura-pura baik padanya kan. Padahal kau ingin menjatuhkannya. Contohnya saja saat tugas dari Pak Albert yang tidak dia kerjakan. Kau memberinya flashdisk yang bukan merupakan salinan tugasmu. Itu sangat jauh berbeda. Bahkan isinya seperti dikerjakan oleh orang bodoh. Apa kau tidak bertanya-tanya kenapa dia lolos saat itu?" tanya David dengan tatapan tajam.
"Kau jangan mengarang cerita. Aku tidak seperti itu," ucap Selly.
"Akui saja kalau kau memang begitu. Kau merasa tersaingi olehnya kan? Katakan kalau kau menyukaiku! Kau menjadikan Edo sebagai alibimu bukan?" David tersenyum namun sorot matanya sangat menusuk.
Selly terdiam. "Bagaimana kau tau?" tanyanya.
"Gelagatmu sudah terbaca. Apa kau pikir aku tidak memperhatikanmu? Siapapun yang dekat dengannya akan aku lihat seberapa besar rasa setianya. Namun kau ternyata penghianat sama seperti Ibumu," ucap David dengan geram.
"Jangan bawa Mamaku. Aku memang awalnya ingin menjatuhkannya namun sekarang aku sadar bahwa dia adalah temanku. Saat di rumah sakit, dia begitu mengkhawatirkan keadaanku. Bahkan saat kami tertimpa buku, dia berusaha menahan rak itu agar aku bisa keluar dari buku-buku besar yang juga menimpaku. Dia sudah menyelamatakn nyawaku. Bagaimana mungkin aku masih membencinya." Selly mulai menangis.
"Oh ya, kalau kau memang sudah berubah, aku harap kau bisa membuktikannya. Sekarang pergi, dan biarkan aku bersama istriku hari ini. Jika kau ingin memperbaikinya, aku harap kau membuatnya senang dan jangan sampai dia tau bahwa kau berusaha untuk menghianatinya," ucap David.
Selly beranjak dari kursinya. Namun sebelum dia melangkah David kembali menanyakan sesuatu, "Apa kau yang menyebabkan rak buku itu menimpa kalian?" tanya David.
Selly berbalik dengan tatapan kesal, "Apa kau kira aku bodoh? Mana mungkin aku mencelakai diriku sendiri. Jika aku merencanakan ini, harusnya aku pergi dari sana sebelum rak itu menimpanya."
"Ya sudah pergilah, jika Sevina bertanya, katakan tantemu datang," ucap David. Dia bisa melihat bahwa Selly sedang berkata jujur.
*Flashback Off*
Mereka sudah sampai ke mall. Sevina dan Selly langsung memburu baju diskon. David mencari sebuah lingerie untuk Sevina pakai malam ini. Dia meminta pelayan toko itu memberikan lingerie yang tipis dan berenda juga seksi. Bahkan dia sudah mempersiapkan obat kuat agar bisa berlama-lama diranjang dengan Sevina. Apalagi besok akhir pekan, mereka tidak akan tidur sepanjang malam.
.
.
.
Hallo, yang mau masuk grup chat, harap komen di setiap episode ya. Agar para adminku tau kalau kalian benar-benar membaca novelku dan bisa langsung di Acc. Nggak mesti semua juga kok. Beberapa episode juga bisa 😊