NovelToon NovelToon
TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Dendam Kesumat / Bapak rumah tangga
Popularitas:970
Nilai: 5
Nama Author: Coretan Hitam.Id

Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjelang berbuka puasa.

WARNING!!!

MAAF JIKA BANYAK KATA KATA KASAR DI BAB INI, DAN UNTUK YANG PUNYA RIWAYAT EMOSIAN TOLONG JANGAN EMOSI YAA... APA LAGI MARAH NYA KE AUTHOR 😭

TERIMAKASIH SILAKAN MEMBACA DAN JANGAN LUPA TINGGAL KAN SENDAL NYA . JEJAK MAKSUDNYA . BYEEEE...

****

sOre hari waktu sudah menunjukan pukul 17:24 WIB.

dimana semua sedang bersiap siap untuk berbuka puasa, ada yang masih di dapur menyiapkan makanan, dan ada juga anak anak muda dan para lansia sedang berjalan jalan di sekitaran rumah nya.

tapi tidak dengan Ratna dan keluarganya, Di dalam rumah Ratna terdengar ricuh sekali, Terdengar juga Riza yang Melawan ke Ratna, dan Ratna pun terus mengamuk, Memang semenjak pindahan Ratna dan Riza seperti tidak Akrab meski hubungan nya adalah ibu dan anak kandung. tapi di lihat dari cara bersikap Riza ke Ratna atau pun sebaliknya seperti musuh bebuyutan.

" Berisik lu An*ing , Lu bukan anak gue , pergi dari hadapan gue Kuny*k " Teriak Ratna yang terdengar oleh para tetangga rumah, bahkan yang sedang masak di dapur pun keluar untuk mengecek apa yang sedang terjadi.

" Pinjem ponselnya, Biar Gue gak ngamuk kayak gini, Gue pengen ngabuburit gak di kasih duit, gue pinjem ponsel malah gak di kasih , Mau lu apasih Set*n " lawan Riza kepada ibu Kandungnya.

yang mendengar dari luar rumah hanya bisa beristiqfar saja mendengar perdebatan antara anak dan ibu ini.

" Ya lu keluar sana, main kek sama siapa jangan di rumah terus brengs*k " Ratna semakin menjadi dan membanting barang barang di dekatnya untuk di lemparkan ke Riza yang diam menangis di pojokan.

dan Devon yang masih kecil hanya bisa memanggil ibu nya dengan tangisan.

" Mama , mama " Rengek Devon.

" Jangan cuma bisa ngomong ke gue aja lu, Elu yang jadi ibu harus bisa nyontohin, liat tuh Ibu ibu yang lain, nyiapin anak nya buat buka puasa, nyariin takjil buat anaknya, Elu malah diam mulu di kamar sedari pagi, sampe tuh ponsel panas, pelepuh entar juga , tau rasa lu Anj*ng " lawan Riza dengan isak tangisan nya.

" BRENGS*KKKK, DIAM LU KUNY*K " Ratna semakin menjadi, dan juga Riza yang membanting Gelas kesembarang arah.

karena terdengar kekacauan semakin menjadi, ada ibu ibu paruh baya yang berusaha mererai dan mesuk ke dalam rumah yang sudah mulai acak acakan.

" Sudah sudah, ini bulan puasa, jngan pada ribut terus, Ratna kasihan Riza jangan kau marahin dia " nasihat ibu itu sambil berdiri di ambang pintu, dan Ratna di pintu dapur.

" Orang sakit mah diam, gak usah ikut campur " Timbal Ratna.

DEG .

Ibu itu memang sudah lama menderita Sakit jantung, dan sekarang sedang menjalankan berobat, tapi tidak menyangka jika Ratna akan mengatakan hal itu membuat nya Sakit hati.

" Kamu emang sudah gil*, orang tua pun kamu lawan " Ibu itu menekan perkataan nya, sambil menghapus air mata yang mencoba menetes ke pipinya, sambil berjalan keluar rumah.

" Pergi lu semua, jangan pada disini, Gue Risih " Teriak Ratna sekencang kencangnya, membuat tetangga di luar saling berbisik.

" Biarin aja, Kalo ada apa apa jangan di tolongin , sekali pun dia Gant*ng Dir*" Ujar salah satu bapak bapak yang sedang ngabuburit.

" Eh bu Arumi, kuat kuatin telinga kamu , bersebelahan sama orang setres kek si Ratna " Ujar Tetangga di depan rumah bu Arumi.

" Tiap hari kali makan beginian " Celetus Lesi seraya berkacak pinggang.

"Pergi lu Sama bapak lu sana, jangan pada balik ke sini , Sana ke nenek lu yang pelit itu, Bosen gue Ngurus elu pada tapi kaga di kasih Nafkah yang gede, Gue ngebatin teruss dari dulu, gue nikah cuma ngasilin anak aja " Pertengkaran Anak dan ibu tetap berlanjut.

" Gue juga kaga minta di lahirin ama elu, kenapa sih malah merembet ke sana, gue cuma nanyain ada buat buka apa kaga ??, malah kayak gini Anj*ng" balas Riza dengan penuh tekanan.

Orang orang di luar tidak ada yang berani mererai Nya, mereka malah memutuskan untuk pergi menjauh dari rumah Ratna, dan Melanjutkan aktifitas mereka.

keributan di rumah Ratna bukan hal yang baru bagi warga disana, Tapi sudah sangat sering mendengar Ratna teriak dan ribut dengan Riza mau pun Andri, warga sana awalnya mau menolong dan memisahkan ke ributan nya, tapi malah kena bentak juga sama Ratna, jadi mulai sejak itu, jika terdengar teriakan Ratna , Semua tetangga di sana membiarkan nya saja, Menganggap nya radio rusak.

mereka tidak mau kena semprot Ratna dan bikin hati mereka sakit, padahal niatnya baik.

****

Lesi dan bu Arumi sedang mencuci piring bekas mereka makan buka puasa tadi, dan Lesi membuka obrolan untuk membahas Ratna.

" kenapa ya bu, Mbak Ratna sering marah sampe teriak teriak kayak orang gak waras, aku takut loh bu " Tanya Lesi sambil melirik sesekali ke Bu Arumi di sampingnya.

" Itu karena Ratna kurang bahagia, Kamu dengerkan setiap dia marah, dia selalu bilang bahwa di menyesal punya anak, dan bahkan nyesal menikah dengan Andri ?" Timbal Bu Arumi yang sedang membereskan piring yang sudah di cuci Lesi ke dalam rak.

Lesi mengangguk paham.

" Tapi, apa gak malu ya bu kalo kayak gitu ?, kan urusan rumah tangga gak boleh orang tau " Tanya nya , Lesi sebenernya ingin tau lebih jauh tentang rumah tangga sebelum ia sendiri yang menjalankan nya.

" Memang seperti itu seharusnya, tapi sepertinya Ratna gak bisa menyimpan rapat rapat tentangga rumah tangga nya " Ungkap Bu Arumi.

" Terus gimana kalo udah semua orang tahu bu ?, apa dia akan malu ?" ucap Lesi seraya ia duduk di meja makan, karena tugas cuci piringnya sudah selesai.

Bu Arumi pun mengikuti Lesi, Mereka kini duduk berhadapan di ruang tamu, hanya ada mereka saja, karena pak Warto sudah pergi ke masjid terlebih dahulu.

"Ya mau gimana lagi kalo semua orang tahu, toh dia juga kan yang membeberkan nya, bukan dari mulut orang lain" Tutur ibu dengan menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi kayu.

" Mangkanya, kalo mau berumah tangga, jangan asal suka sama orang aja, di lihat apa kah orang itu mampu memberikan kita kebahagia, atau malah bikin kita sengsara, kita sebagai wanita harus mencari lelaki yang bertanggung jawab, bukan hanya karena ia rajin bekerja saja, percuma Rajin bekerja kalo pelit sama istri " Lesi hanya mendengarkan perkataan ibunya sambil menatap sang ibu.

" Tapi kan kita bisa bekerja bu, biar kita punya uang sendiri , gak minta kesuami " Tutur Lesi.

" Boleh jika memang kita wanita karir, tapi ingat ya , meski kita bekerja kita nafkah harus tetap jalan, sebelum memutuskan bekerja, kita harus berbicara ke suami kita secara baik baik, Agar nafkah kita tidak seret, kan ada nih laki laki yang fikiran nya karena kita kerja , gajih dia dia yang pegang sendiri, karena mengingat si istri udah bisa cari uang " Ucap Bu Arumi.

" Itu mah namanya gak tanggung jawab bu, kalo gitu mendingan gak usah kerja aja lah, sama aja bo'ong bu, niat kita sebagai istri untuk membantu perekonomian suami, suaminya malah seenak nya " Timbal Lesi.

" Mangkanya lebih baik sih meski pun kita punya pekerjaan sebelum nikah, atau kita pengen kerja setelah menikah, lebih baik jangan, biarkan dia sebagai kepala keluarga bertanggung jawab penuh atas keperluan rumah dan istri serta anaknya, tapi mengingat ekonomi jaman sekarang sangat menurun ya mau bagaimana lagi, mau gak mau harus bantu suami cari uang " Tutur Bu Arumi ia mengambil teh yang dia buat setelah buka puasa tadi, dan menyeruputnya.

" duitnya banyak di korupsi mangkanya Rakyat miskin " Celetuk Lesi , membuat Bu Arumi tersedak.

" Biasa aja kali bu, kayak yang kaget gitu " Tutur Lesi dengan mimik wajah datar.

1
Lanaiq
relate banget nih sama kehidupan nyata
Coretan Hitam.Id: iya emang ini ngambil dari kisah nyata , yang pernah aku dengar ☺
total 1 replies
Dilo
sekalian toh😭
Coretan Hitam.Id: kit ati sih kalo iya huhu
total 1 replies
Dilo
yaelah dibeliin pecel lele doang bangga😔
Coretan Hitam.Id: berasa sang ratu kali 🤣🤣
total 1 replies
Dilo
yaampun...😭
Lilyyanaa
ga yakin sih…
Lilyyanaa
ah pilih kasihhh
Lilyyanaa
alhamdulillah..
Lilyyanaa
ngedip bntr uda 3bln aja
Coretan Hitam.Id: wkwkwk 🤣🤣
total 1 replies
Lilyyanaa
halo kak aku mampirr😍😍😍
Coretan Hitam.Id: Wahh makasihh 😍😍
total 1 replies
gempi
g
Chici👑👑
udah like,favorite, komen
Coretan Hitam.Id: Wah terimakasih kaka 😍👍
total 1 replies
Chici👑👑
Mampir nih kak..mampir juga yuk kak di novel ku judulnya GADIS POLOS UNTUK DOKTER KULKAS
Coretan Hitam.Id
Terimakasih sudah membaca, jangab lupa tinggalkan jejak ☺👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!