seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 2
Nadila pun akhirnya berangkat kerja .
Sampai di sana sudah ada Rahma menunggu nya.
" AsalamuAlaikum Bu Rahma." Sapa Nadila ketika sampai.
" Alaikum salam nak , Nadila kok telat datang nya nak. ?" Tanya ibu
" Maaf Bu , tadi ketiduran habis dari jalan-jalan bareng keluarga paman dipasar Bu. " Ucap Nadila .
" Ya sudah ayok masuk ke dalam. Seperti biasa yah Nadila. Oh iya ini gaji bulan ini . Yang kemarin cuma bonus Nadila kerja . Sekarang gaji untuk satu bulan. Ah iya dan ini juga ada bingkisan juga dari saya . Di terima yah nak. Ibu ikhlas kok. Kasi Nadila. " Ucap ibu Rahma sambil memberi paper bag dan amplop putih ke Nadila.
" Ahkk ibuu memang yang terbaik. Makasih bu. Nadila terima yah Bu. " Ucap Nadila dengan penuh haru.
Ibu Rahma memang baik pada Nadila . Setiap kesempatan Nadila pasti di beri sesuatu . Entah itu baju buku dan kadang gaji Nadila terima selalu lebih dari gaji yang seharusnya.
Ibu Rahma memberikan itu karena suatu alasan. Nadila anak yang rajin jujur , pekerja keras dan juga sopan pada siapa saja. Tak jarang banyak yang senang dengan Nadila. Hanya saja nasibnya kurang beruntung karena jadi yatim piatu sejak berumur lima tahun .
" Nadila nanti ini di hitung yah sama ini juga . Jangan lupa dipaketkan. Ahk iya sekalian ini juga karena nanti sore harus segera dikirim " ucap ibu Rahma sambil memberi beberapa barang kepada Nadila.
Ibu Rahma mempunyai usaha toko baju yang menjual secara off line dan on line. Itulah sebabnya Nadila selalu menjadi pilihan utama untuk membantu ibu Rahma . Itu di karenkan Nadila cekatan dalam bekerja , dan tidak mengeluh walau harus bekerja sampai tengah malam.
" Siap Bu,. Nanti yang antar kak Imam kan ?" Ucap Nadila .
" Iya sayang. Mau siapa lagi coba ? . Kurir disini kan cuma dia. "
" Oh iya Bu makasih yah. Gajinya agak lebih yang ibu kasi ke Nadila. "
" Iya sayang itu sudah hak Nadila, oke. "
" Iya Bu . Oh iya Dila lanjut lagi yah Bu. Nanti tidak keburu lagi. "
Nasib Imam dan Nadila tidak jauh beda . Sama seperti Nadila juga. Hanya saja imam tinggal dirumah peninggalan orang tua nya.
Usia imam dan Nadila beda lima tahun .
Nadila dan imam cukup dekat , karena pekerjaan mereka.
" AsalamuAlaikum Bu Rahma" ucap imam memberi salam .
"Alaikum salam imam. Oh iya itu sudah ada paket yang akan imam antarkan. Setelah paket yang itu selesai antarkan paket selanjutnya yah. Masih ada empat paket lagi . Masing masing di kota sebelah. Imam bisa ? Ucap ibu Rahma.
" Bisa Bu. Tapi mungkin agak malam untuk paket terakhir. " Ucap imam
" Oh iya sudah nanti ibu konfirmasi dulu ke pelanggan yah nak. "
" Iya Bu , ehk mana Nadila Bu.?" Tanya imam
" Oh tempat biasa. Rindu yah hummm " ucap ibu Rahma sambil menaikkan alisnya menggoda imam.
" Ahk ibu bisa saja. Bukan begitu Bu. Kan yang ngerjain paketnya kan Nadila Bu . " Ucap imam salah tingkah , pipinya jadi merona karena malu.
" Eh eh, tidak mau ngaku ayok. , Saya bilangin Nadila lho " ibu Rahma masih menggodanya .
" Ah ibu. Saya kedalam dulu Bu. " Imam langsung bergegas menuju ke arah Nadila . Takut semakin di goda sama ibu Rahma.
" Eh bocil, sibuk amat sih jadi orang. Sudah makan belum. ?" Ucap imam tiba tiba
" Kak Imam kebiasaan deh . Kaget nih tau. Dasar ," gerutu Nadila.
" Mana paket nya ?" Tanya Imam .
" Noh , lagi bertelur di atas meja , siapa tau bisa keluar telur emas nanti. " Ucap Nadila bercanda sambil menunjuk paket yang di maksud.
" Oke bocil kakak yang ganteng ini antar dulu Yan, hati hati ,nanti kangen.." ucap Imam.
" Apaan sih Dila lebih kangen sama cicak dari pada kakak. Paham . Wleeellk " ucap Nadila sambil menjulurkan lidahnya.
" Asemmm kamu. "
" Sudah sana di antar nanti yang punya tunngguin Imam lagi. Hus hus. "
" Awas yah kalau kakak gajian tidak kakak traktir nanti. " Ucap Imam.
" Heheheh jangan dong kak. Iya deh iya maaf"
" Nah gitu dong jadi anak manis. " Ucap Imam sambil mengelus kepala Nadila dengan lembut.
" Kakak jalan dulu yah dek. "
"Oke. "
""""******
Malam pun tiba. Nadila pun sudah selesai melakukan pekerjaan nya. Dan sekarang bersiap untuk pulang.
Tut Tut Tut
Nadila menelpon pamannya untuk menjemput Nadila.
" Kok tidak diangkat sama paman. Telpon lagi deh. " ucap Nadila
Tut Tut Tut Tut .
Berselang beberapa menit tetap sama saja. pan Nadila tidak menjawab telpon Nadila.
" Apa Telpon Imam saja yah" guman Nadila.
"Tut Tut Tut
Tak lama kemudian telpon Nadila pun di jawab.
" Halo dek. Kenapa?" Jawab imam.
" Halo Kak Imam . Bisa jemput Nadila . Paman Nadila belum datang. Nadila takut pulang sendiri. Ini kan sudah tengah malam kak. " Ucap Nadila
" Ummm tunggu satu jam lagi yah dek. Kakak lagi diperjalan pulang ini dari antar paket. Tadi ban motor kakak bocor nih. Jangan kemana-mana yah dek tetap disana. Oke " ucap imam
" Iya kak. Nadila takut Untuk pulang sendiri. "
" Yah sudah matikan telponnya kakak lagi di jalan. "
Klik .
Telpon pun di matikan.
Nadila menunggu di depan toko ibu Rahma sambil duduk.
Tak lama lewat mobil Alphard dan tiba tiba berhenti di pas di depan Nadila .
Nadila jadi takut. Ketika melihat orang yang keluar dari mobil itu.
Buru buru Nadila mengamati kunci toko untuk masuk kedalam . Tapi terlambat.
" Tolong saya dek. Tolong . " Ucapnya sambil mencekal tangan Nadila.
" Lepas om. Jangan . Dila mohon om . " Ucap Nadila sambil menangis.
" Maaf dek tapi Kamu harus menolong saya . Ini darurat " ucapnya dengan nafas terengah-engah.
" Jangan om. Jangaaaannnnnnnnn hiks hiks " ucap Nadila histeris.
Tapi karena sudah tengah malam , tidak ada orang yang mendengarnya
Orang misterius itu mengakat Nadila seperti karung lalu di masukan didalam mobil . Lalu dibawa entah kemana.
Tak lama setelah itu , Imam pun sampai di tempat Nadila. Tapi dia tidak mendapati Nadila
Imam pun jadi bingung kira kira kemana Nadila.
Imam jadi gelisah kala itu. Dan perhatian nya jatuh oada benda didepannya .
" Ini kan tasnya Nadila .dan inikan sepatunya juga. Ahk Jangan jangan ,,, ahk sial. Saya terlambat. " ucap imam frustasi.
" Nadila kamu dimana dek. " Ucap Imam
" Tut tut Tut .
Imam menelpon Nadila.
" Angkat dek. Kamu dimana ?" Imam terus menerus menelpon Nadila namun nihil Nadila tidak menjawab telpon Imam
*******
Di tempat lain.
" Hiks hiks hiks hiks . Maafin Dila Bu ,maafin Dila ayah . Maafin Dila paman . Bibi Dila gagal jaga diri Dila . Huhuhuhu. " Nadila terus meraung . Nadila begitu syok dengan apa yang terjadi.
Nadila tidak menyangka ini akan terjadi padanya.
Di umur yang masih belia dia harus mengalami hal buruk dan itu terjadi begitu saja. .
" Nadila kotor sekarang. Hiks hiks hiks hiks. " Nadila semakin sedih mengingat kejadian yang menimpanya.
" Apa salah Nadila . Kenapa harus seperti ini Tuhan."
Dila tEruS menangis sepanjang malam.
Nadila tidak tau sekarang berada dimana. Karena orang misterius itu membawanya ke tempat yang tidak di ketahui Nadila.
Tiba orang misterius itu bangun dari tidurnya.
" Kamu jahat kamu brengsek . Kenapa kamu melakukan itu pada saya. Apa salah saya Sama kamu hah. " Ucap Nadila sambil memukul mukul orang itu dengan. Sekuat tenaga.
" Saya tidak mengenal kamu. Gara gara kamu masa depanku hancur. Apa kata keluarga ku kalau mereka tau semua ini hah. " Nadila terus meraung .
" Bagaiman jika terjadi pada saudara mu atau anak gadismu hah. Atau itu yang diajarkan oleh kamu .." ucapnya penuh rasa marah benci dendam kepada orang misterius itu.
Orang itu pun hanya diam membisu tanpa memberi respon apapun.
Dia bingung harus bagaimana. Dia masih dalam keadaan setengah sadar.
" Kenapa om. Kenapa , kenapa , huhuhuhu " Nadila terus menangis.
Orang misterius itupun menjawab.
" Maaf , saya kan membayar berapapun kamu minta. " Ucapnya dengan datar tanpa ekspresi apapun.
Plak plak.
.tangan Nadila mendarat di kedua pipi orang itu.
" Apa kamu pikir dengan membayar ku bisa mengembalikan mahkota saya. Tidak. Sampai mati pun tidak akan pernah. " Bentak Nadila.