NovelToon NovelToon
Penjelajah Ghaib [Perkumpulan Pawang Ghaib] ~ [SEASON 2]

Penjelajah Ghaib [Perkumpulan Pawang Ghaib] ~ [SEASON 2]

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Rumahhantu / Matabatin / Misteri / Tumbal / Hantu
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Setelah dokumentasi ekspedisi mereka melesat ke permukaan dan menjadi perbincangan dunia, nama "Gautama Family" bukan lagi sekadar nama keluarga biasa.

Mereka kini menjadi tujuan akhir bagi mereka yang sukmanya tersesat di tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh akal manusia.

Kelahiran Arka Kumitir Gautama, bayi yang lahir tepat di ambang batas kematian semalam, membawa aura baru sekaligus beban yang lebih berat bagi keluarga ini.

Namun, di balik kebahagiaan itu, sebuah panggilan pahit datang dari benua lain. Ada raga-raga yang terbaring kaku; tubuh mereka masih di sini, namun sukma mereka telah didekap habis oleh kegelapan alam sebelah.

.Kalian akan kembali mendengar suara teriakan, tangisan, dan jeritan dari sudut-sudut bumi yang paling sunyi. Ekspedisi ini akan terus berjalan hingga waktu memaksa mereka untuk berhenti.


[Saya sarankan baca Season 1, supaya lebih mengenal kemampuan dan karakter keluarga Gautama]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 024 : TAWARAN DARI NEGERI PIZZA

Matahari pagi Roma bersinar cerah, memantul di permukaan kaca jendela bandara Fiumicino yang sibuk.

Di salah satu sudut ruang tunggu VIP yang telah disterilkan, seluruh anggota Gautama Family berkumpul dengan sisa-sisa kelelahan yang masih nampak jelas di wajah mereka.

Rachel duduk di kursi roda elektriknya, sibuk mengunyah keripik kentang dengan bunyi krak-kruk yang konsisten.

Ia seolah membangun tembok tak kasat mata di sekelilingnya, membiarkan urusan birokrasi diurus oleh anggota tim yang lebih senior.

Di depannya, Inspektur Luca berdiri tegap dengan seragam kebanggaannya, menatap tim dari Indonesia ini dengan binar kekaguman yang tak terbendung.

"Rachel, Adio, and the whole Gautama Team..."

(Rachel, Adio, dan seluruh Tim Gautama...)

Luca memulai dengan nada formal.

"What you did was beyond impressive. The serial killing cases are now officially closed. On behalf of the Italian police, I thank you."

(Apa yang kalian lakukan lebih dari sekadar mengesankan. Kasus pembunuhan berantai kini resmi ditutup. Atas nama kepolisian Italia, saya berterima kasih.)

Luca kemudian melirik ke arah Cak Dika, Mas Suhu, serta Rara, Bella, dan Marsya. Tak lupa para anggota non-indigo; Pram dan Teguh yang sedang mengepak kamera, serta dua anggota lama mereka dari Belanda, Peterson dan Melissa, yang berdiri siaga di dekat koper-koper besar.

"Actually, I have a serious proposal,"

(Sebenarnya, saya punya tawaran serius,) lanjut Luca.

"If you are willing to stay and work as special consultants for our department, I can guarantee a high-ranking position and a very generous salary for each of you. More than you can imagine."

(Jika kalian bersedia tinggal dan bekerja sebagai konsultan khusus untuk departemen kami, saya bisa menjamin posisi tinggi dan gaji yang sangat besar bagi kalian masing-masing. Lebih dari yang bisa kalian bayangkan.)

Mendengar kata "gaji mahal" dalam mata uang Euro, Pram langsung mendongak dari tumpukan kabelnya.

"Waduh, Pak Inspektur tahu aja kalau cicilan lensa saya belum lunas," celetuk Pram, membuat Teguh menyenggol lengannya agar tetap menjaga wibawa tim di depan orang asing.

Marsya menyenggol lengan Bella.

"Bel, kalau kita terima, kita bisa belanja di Milan tiap minggu nih. Peterson sama Melissa juga nggak perlu jauh-jauh kalau mau pulang kampung ke Belanda, kan?" bisiknya jenaka.

Adio merasa gemas melihat Rachel yang tetap cuek meskipun ditawari jabatan prestisius. Ia mengulurkan tangan, mengusap puncak kepala Rachel dengan lembut.

"Gimana, Bos? Ditawari jadi detektif internasional nih. Gajinya bisa buat beli pabrik keripik kentang se-Eropa," goda Adio sambil tersenyum jenaka.

Rachel berhenti mengunyah. Ia menatap Adio dengan tatapan malas yang legendaris, lalu menoleh ke arah Inspektur Luca.

"Inspector..."

(Inspektur...)

Rachel memulai dengan suara tenang.

"Thank you for the offer, but I have a very important reason why I can't stay here."

(Terima kasih atas tawarannya, tapi aku punya alasan yang sangat penting kenapa aku tidak bisa tinggal di sini.)

"What is it?"

(Apa itu?) tanya Luca penasaran.

"Your pizza,"

(Pizzamu,) jawab Rachel singkat.

Luca mengerutkan kening, bingung.

"My pizza? But we have the best pizza in the world!"

(Pizzaku? Tapi kami punya pizza terbaik di dunia!)

"Your pizza is too authentic,"

(Pizzamu terlalu asli,)

Rachel menggeleng perlahan seolah menjelaskan sebuah tragedi.

"I miss Indonesian pizza with extra spicy chili sauce and chicken nuggets on top. And most importantly... I miss sambal terasi. You don't have that here, right?"

(Aku rindu pizza Indonesia dengan saus sambal ekstra pedas dan nugget ayam di atasnya. Dan yang paling penting... aku rindu sambal terasi. Kalian tidak punya itu di sini, kan?)

Cak Dika langsung menyemburkan tawa kecilnya.

"Bener itu, Inspektur Luca. Di sini nggak ada ulekan. Saya bisa rindu sambal bawang kalau kelamaan di sini."

Rachel kemudian menatap Luca dengan lebih serius, sorot matanya menunjukkan bahwa hasratnya untuk petualangan di negeri orang sudah padam.

"Jokes aside, Inspector... my soul belongs to where the chaos is. My home is calling. I don't really like being in other people's countries for too long. My passion for being a 'hero' is already dead anyway. I just want to go home and sleep."

(Di luar bercanda, Inspektur... jiwaku milik tempat di mana kekacauan berada. Rumahku memanggil. Aku tidak terlalu suka berada di negara orang terlalu lama. Hasratku untuk jadi 'pahlawan' sudah mati. Aku hanya ingin pulang dan tidur.)

Luca menarik napas panjang, sadar bahwa tim ini memang tidak bisa dibeli dengan materi. Ia menjabat tangan Cak Dika sebagai perwakilan tim, lalu memberikan hormat terakhir pada Rachel.

Di Dalam Pesawat Menuju Jakarta. Saat pesawat mulai lepas landas meninggalkan tanah Eropa, seluruh kru Gautama Family duduk tenang di kabin mereka.

Pram, Teguh, Peterson, dan Melissa tampak mulai mengatur posisi nyaman untuk perjalanan panjang. Suasana yang tadinya penuh gurauan perlahan berubah menjadi sunyi seiring dengan rasa lelah yang mulai menghinggapi saraf.

Rachel duduk di samping Adio, menatap kosong ke arah jendela pesawat yang menampilkan hamparan awan putih.

Adio menyadari bahwa gadis di sampingnya ini benar-benar telah memeras seluruh energinya selama kasus di Italia.

Brukk

Tiba-tiba, tanpa aba-aba, Rachel menyandarkan kepalanya di bahu Adio. Gerakannya begitu spontan dan terasa berat, membuat tubuh Adio sempat menegang sejenak karena terkejut.

"Chel?" panggil Adio lirih.

"Kamu nggak papa? Baru juga terbang sepuluh menit, masa baterainya sudah lowbat?"

Rachel tidak langsung memejamkan mata. Ia hanya bergumam pelan dengan suara yang nyaris habis, namun tetap dengan nada sinisnya yang khas.

"Bahu kamu itu keras kayak beton, Yo. Tapi ya sudahlah, daripada aku sandaran di pundak Barend, yang ada malah tembus ke lantai."

Adio tertawa kecil, tangannya bergerak mengacak pelan puncak kepala Rachel.

"Satu-satunya orang yang komplain soal kenyamanan bahu pacarnya ya cuma kamu. Ya sudah, diam dan tidur. Nanti kalau pramugarinya lewat bawa makanan, aku bangunin."

"Banguninnya pake bau ayam goreng saja, jangan dipanggil..." bisik Rachel terakhir kalinya.

Setelah kalimat itu terlontar, tidak ada lagi balasan. Adio menoleh perlahan dan menyibak beberapa helai rambut yang menutupi wajah kekasihnya itu.

Rupanya, Rachel benar-benar sudah tertidur pulas. Napasnya mulai teratur, dan genggaman tangannya di lengan baju Adio perlahan melonggar.

Adio terkekeh kemudian. Wajah Rachel yang biasanya penuh ketajaman dan kewaspadaan kini tampak begitu damai, seolah-olah seluruh beban dunia yang ia pikul baru saja ia titipkan sejenak pada bahu Adio.

Dengan lembut, Adio memperbaiki posisi duduknya agar Rachel merasa lebih nyaman, membiarkan gadis itu tidur pulas sepanjang perjalanan melintasi samudera.

"Tidurlah, Bos kecil. Jakarta masih jauh," bisik Adio pelan sambil ikut menyandarkan kepalanya di atas kepala Rachel, ikut beristirahat sebelum badai yang sesungguhnya menyambut mereka di tanah air.

1
Ela Jutek
ternyata kau gak berjodoh dengan Thoriq ya Hel
Ela Jutek: wes gek turu kono wes wengi
total 8 replies
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
luar biasa ceritanya kakak Author. aku sebenarnya kurang suka cerita horor, tapi pas baca ini ternyata beda😁😁, ku kira bakal gentayangan terus hantunya ternyata tidak. malah hantunya ngajak debat juga😁😁, sukses terus kakak karya barunya, semoga berhasil jadi karya yang paling Top 👍👍
Stanalise (Deep)🖌️: 🤣 Maacih kakak, btw di season ini aku lebih fokus ke gerbang sejarah kelam dunia kak. Yang urban legend dan kisah nyata. biar orang2 tahu juga. kalau peristiwa gila di masa lalu itu ada.
total 1 replies
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Wah yang lagi bahagia. Ayo para hantu kalian menepi dulu🤣🤣
Ela Jutek
kerennn sih ini
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Rachel kok diragukan 😁😁. jiwa penyelamat sudah mendarah
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Rachel kok di lawan🤣🤣
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Yang lagi takut kenapa napa dengan Rachel ini🤭
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
apa yang dibilang Rachel sangat benar banget lho
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
cieee Adio berani jujur tidak kamu nantinya 😁😁
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Untung Rachel selamat. semoga nanti bisa bertemu lagi dengan Thoriq kamu
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tak bisa membayangkan lagi aku, serem banget 🤭🤭
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Rachel kamu sangat luar biasa, jiwamu sangat pemberani 👍👍
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Sabar Marsya, kamu harus kuat supaya misi kalian bisa terselesaikan
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
haduuuh dimakan apa ini maksudnya
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
menyeramkan tapi bikin penasaran ingin tahu 😁
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
uhuk uhuk uhuk .. cie cie cie 🤣🤣
Ela Jutek
ikut petualangan lagi nie
Ela Jutek: ngokeh deh😉
total 4 replies
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Nah baru tahu kan kamu😁
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Semoga Rachel berhasil mengembalikan sukma klaus ini
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Ayo Marsya senangat bermain cantik juga ya😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!