NovelToon NovelToon
Mahkota Berlumur Anggur Merah

Mahkota Berlumur Anggur Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:867
Nilai: 5
Nama Author: Iseeyou911

Pangeran Gautier de Valois.

Ia mengenakan seragam Duke-nya, seragam berwarna biru tua dengan hiasan perak yang berkilauan. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan aura bahaya dan otoritas yang membuat ruangan terasa kecil. Matanya—abu-abu sekeras baja—menatap Amélie tanpa ekspresi, seolah-olah sedang menilai kuda pacu yang tak berguna.

"Pernikahan. Kau, Amélie LeBlanc, akan menikah dengan Pangeran Gautier de Valois dalam waktu satu bulan."

"Apa? Ini gila! Saya tidak akan—"

"Ini bukan permintaan, Countess,"

"Ini adalah dekrit dari Tahta. Aku butuh pewaris dan Raja membutuhkan stabilitas politik yang diberikan oleh aliansi dengan Countess yang memiliki koneksi luas. Keluargamu, melalui Éloi, menawarkan penyelesaian utang kuno ini. Pernikahan, dengan segera. Aku tidak tertarik padamu, atau pada intrik keluargamu. Anggap ini transaksi dan aku tidak menerima penolakan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iseeyou911, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 (Ketenangan yang Mematikan dan Kejujuran yang Dingin)

Setelah penangkapan dramatis Marchioness Isabelle de Sévigny, Versailles mengalami pembersihan yang cepat. Dengan bukti dari Amélie, Kapten Henri de Montaigne berhasil melacak Marquis de Lussac dan para sekutu Éloi lainnya. Jaringan pengkhianatan yang merencanakan kudeta, yang didanai oleh aset LeBlanc, berhasil dihancurkan.

Dalam dua minggu, Tahta mulai stabil. Gautier diakui sebagai penyelamat Duchy dan Kerajaan. Raja Tua, yang kesehatannya membaik setelah racun Aegrotus dihentikan, secara terbuka memuji Duchess Amélie. Nama LeBlanc sepenuhnya dibersihkan dan Tambang Besi Lorraine dikembalikan sepenuhnya ke Amélie, diakui sebagai hadiah pribadi dari Duchy Valois.

Amélie telah mencapai semua yang ia inginkan, kehormatan keluarganya dipulihkan, pembunuh orang tuanya dihukum, ia juga bebas dari hutang dan ancaman. Amélie kini menjadi Duchess Valois yang paling berkuasa.

Meskipun sukses dalam masalah politik, ketegangan antara Gautier dan Amélie tidak mereda. Setelah pelukan di depan publik dan ciuman yang didorong oleh kecemburuan, Gautier kembali menarik diri. Mereka kembali tidur terpisah. Pintu yang terhubung ke ruang kerjanya terkunci, namun kini, keheningan terasa seperti penolakan yang disengaja.

Malam itu, setelah jamuan makan malam yang meriah untuk merayakan stabilitas Tahta, Gautier memanggil Amélie ke ruang kerjanya.

"Duduklah, Amélie," kata Gautier, nadanya resmi, seperti seorang komandan yang akan memberikan laporan akhir.

Amélie duduk di sofa kulit yang besar. Ia mengenakan gaun sutra yang lembut, tetapi ia merasa siap menghadapi eksekusi emosionalnya terhadap Gautier.

"Aku berutang padamu, Amélie. Bukan hanya nyawaku, tetapi kehormatan seluruh Duchy Valois. Aku akan memenuhi kontrak kita," kata Gautier, menatapnya lurus. "Aku akan menjamin kebebasan mu setelah kita memiliki pewaris. Kau bisa pergi ke mana pun yang kau mau, dengan kekayaan penuh dan nama baikmu."

Amélie mengangguk. "Itu sudah menjadi janji kita, Pangeran. Saya telah menepati janji saya."

Gautier menghela napas, terlihat lelah. "Tapi ada satu hal lagi yang harus aku jelaskan, Amélie. Karena kau telah mempertaruhkan segalanya untukku, aku berutang kejujuran penuh padamu."

Gautier berjalan ke perapian, mengawasi api yang membakar kayu ek.

"Aku melanggar kontrak kita. Ciuman di Aula saat Pesta Dansa itu dan rasa kecemburuan ku terhadap Henri... adalah tindakan yang tidak terhormat," aku Gautier, suaranya pelan dan berat. "Aku tidak pernah berniat untuk melanggar kontrak yang menjamin perpisahan kita. Aku hanya terkejut melihatmu, wanita yang kukira membenciku, terlihat begitu bersemangat dan akrab dengan pria lain. Itu adalah rasa kepemilikan yang sembrono dan tidak rasional. Aku minta maaf."

"Saya mengerti, Pangeran," jawab Amélie. "Anda hanya memastikan aset Anda tetap utuh."

"Tidak, Amélie," kata Gautier, dia menoleh. "Itu lebih dari aset. Kau telah membuatku melihatmu. Kau kuat, cerdas dan yang paling penting, kau sangat berani. Aku menghormati dan menghargaimu. Tapi... hatiku tetap bukan milikmu."

Gautier menutup matanya sejenak. "Aku mencintai Seraphine. Aku mencintainya sebelum kita menikah dan aku masih mencintainya. Dia adalah satu-satunya alasan aku menerima pernikahan politik ini, agar aku bisa melindunginya dari ancaman Tahta dan bangsawan. Dia adalah satu-satunya wanita yang aku inginkan di sisiku, setelah semua kewajiban ini selesai."

Pengakuan itu, meskipun sudah Amélie ketahui, tetap menusuk. Itu adalah penolakan yang sempurna, yang menegaskan kembali peran Amélie sebagai Pion Gautier.

"Aku mengingat kembali janji-janji kami," lanjut Gautier. "Aku berjanji padanya bahwa pernikahan ini hanya bersifat sementara. Aku berjanji padanya kebebasan kita berdua. Kau telah menyelamatkan Tahta, Amélie. Sekarang, aku harus menyelamatkan janji yang aku buat padanya."

"Saya mengerti sepenuhnya, Pangeran," jawab Amélie, suaranya tenang, tapi ia merasakan dinding emosional di hatinya menjadi lebih tebal. Ternyata luka itu tidak sedalam yang ia takutkan, karena Amélie telah mempersiapkan dirinya. "Saya tidak pernah meminta cinta dari anda. Saya hanya meminta kebebasan. Anda telah menegaskan bahwa begitu tugas saya selesai, saya akan mendapatkan hal itu."

"Aku akan memberimu hal tersebut," janji Gautier.

"Baik," kata Amélie, bangkit. "Selama kita berdua jelas tentang batasan emosional kita. Saya tidak akan pernah mencoba menggantikan Seraphine. Dan Anda tidak akan pernah mencoba melanggar kontrak perpisahan kita lagi, meskipun Anda cemburu. Kesepakatan kita adalah politik dan perpisahan yang sudah direncanakan sejak awal."

Gautier menatapnya. Ia merasa lega dan kecewa pada saat yang sama. Lega karena Amélie tidak meminta cinta dan kecewa karena Amélie menerimanya dengan mudah dan dingin.

"Disepakati," kata Gautier. "Aku akan memberitahumu, Seraphine akan pergi sebentar lagi. Dia tidak bisa tinggal di Valois setelah penangkapan Isabelle. Aku akan mengaturnya agar dia aman di kedutaan luar negeri sampai semuanya tenang."

"Lakukan apa pun yang Anda rasa perlu, Pangeran," jawab Amélie. "Saya akan fokus pada tugas saya untuk menghasilkan pewaris. Setelah itu, kita berdua terbebas dari kontrak selamnya."

Amélie berbalik dan berjalan menuju pintu. Penolakan emosional Gautier adalah perlindungan yang sempurna untuk hatinya. Ia tidak perlu takut jatuh cinta pada pria yang begitu jelas tidak menginginkan dirinya.

...******...

1
Iseeyou911
Jangan lupa Like dan Komennya yaa 🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!