NovelToon NovelToon
Gravitasi Terbalik

Gravitasi Terbalik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:68
Nilai: 5
Nama Author: Aarav Rafandra01

Saat si badboy jatuh cinta pada kebaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aarav Rafandra01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obat dibalik tusukan.

Faisal mengendarai motornya dengan kecepatan maksimal, ia menangis. Melihat Aruna yang mendorongnya dengan kasar untuk membela Arya tanpa tau kejadiannya seperti apa.

Bukan aku yang menjauh, Na. Tapi sifat kamu yang nyuruh aku buat berhenti berjuang. gumamnya diiringi tangisan kekecewaan.

..........

Keesokan harinya. Mereka kembali bertemu di perpustakaan.

" Lo pulang aja, Na. Biar gue yang nyelesain ini sendiri. Kasian pacar kesayangan Lo udah nunggu di parkiran. " Ucap Faisal dingin.

Lo? Aruna terkejut. Aruna sadar ia salah, tapi ia tak menyangka Faisal akan berubah secepat itu.

" Sal, soal diparkiran kemarin malem. Aku minta maaf, aku kelepasan. " Ucap Aruna tulus.

" Udahlah lupain aja, ga penting." jawab Faisal datar.

" Yaudah, aku bakal tetep disini. Sampai kamu bener bener maafin aku." Ucap Aruna.

" Yaudah terserah, gue yang pulang kalo gitu."

Faisal mengambil tasnya dan bergegas meninggalkan Aruna dengan permintaan maafnya yang diabaikan.

Aruna hanya diam, menatapi Faisal yang meninggalkannya.

Di pintu perpustakaan, Arya memanggil Aruna.

" Na, ngapain ngelamun. Ayo kita pulang. Barusan kata Faisal, ngerjainnya diundur jadi besok. "

" Kamu duluan aja, aku mau disini dulu. Ada urusan penting." Jawab Aruna datar.

" Beneran gapapa aku duluan? " Tanya Arya memastikan.

Aruna hanya mengangguk kecil.

" Yaudah kamu hati hati ya, Na. Kalo ada apa apa kabarin aku." Arya berbalik pergi.

Faisal termenung diatas motornya diparkiran. Ia menghela nafas panjang, Larut dalam keheningan selama beberapa saat.

Ia tersentak, tiba tiba suara nada dering ponselnya memecah keheningan. Ia merogoh saku jaketnya, melihat layar ponsel. Ada notifikasi pesan dari Devina.

Devina ( 14.35 ). Kak, ketemuan yu. Diperpustakaan biasa. "

Faisal ( 14.36 ). Yaudah, sore ini Jam 16.30 ya.

Devina (14.38). Makasih kak, see you!

Faisal bergegas menyalakan mesin motornya.

Disisi lain. Aruna tak mengerjakan tugasnya, mendigitalkan Arsip lama. Pikirannya melayang pada perlakuan Faisal. Dan mengingat kembali tragedi diparkiran kemarin malam.

- Harusnya aku ga bersikap berlebihan kemarin, Faisal pasti sakit hati banget. Tapi Arya, ga mungkin dia yang memulai drama. Faisal pasti yang memulainya. Gumam Aruna menyangkal.

Aruna merapikan tasnya, lalu beranjak pulang. Ia menoleh ke arah parkiran, ada sedikit harapan ia akan melihat Faisal yang sedang menunggunya. Namun, Faisal tidak ada disana.

- Ga ada siapa siapa, kosong. Kayanya dia bener bener marah.

Aruna kembali melanjutkan langkahnya.

Di persimpangan jalan menuju rumahnya, Aruna melihat Faisal yang sedang berusaha menghidupkan motornya. Aruna bergegas menghampiri Faisal.

" Sal, kenapa motornya? " Tanya Aruna.

Faisal mendongak, lalu kembali menundukan pandangannya mengecek bagian mesin.

" Sal, kenapa motornya?" Tanya Aruna, kini nadanya sedikit meninggi.

Faisal menghela nafas panjang.

" Ya mogoklah, pake nanya lagi. Kan keliatan,"

" Aku cuman nanya, Sal. Apa salah? "

Faisal menatap Aruna tajam.

" Salah! Lo gausah sok peduli sama gue! "

Aruna membalas tatapan mata Faisal dengan sorot mata yang berkaca kaca.

" Kemarin kemarin, waktu Arya bentak aku didepan perpustakaan. Kamu marah, Sal. sekarang malah kamu sendiri yang bentak aku. Aku tau, aku berlebihan kemarin. Aku udah minta maaf kan, Sal. Kalo emang kehadiran aku disini cuman bikin kamu kesel, yaudah. Aku pergi, Sal. " Aruna melangkah, tangisnya pecah.

Faisal mendengar tangisan Aruna.

" Na, tunggu! " Faisal memeluk Aruna dari belakang. " Aku minta maaf, Na. Aku kecewa kemarin, kamu lebih milih nge bela Arya daripada aku. Aku cemburu, Na. Maafin aku. "

Aruna melepaskan pelukan Faisal, lalu perlahan berbalik.

" Sal, sebenernya aku sama Arya..."

" Cukup, Na" Potong Faisal. "Aku udah tau. Sekali lagi aku minta maaf ya, Na. Udah bikin kamu nangis." Nadanya tulus.

" Na, untuk yang terakhir. Ijinin aku ya buat nganterin kamu pulang. "

Aruna tersenyum.

" Iya, Sal. Tapi..... Devina ga akan cemburu kan? " tanya Aruna.

" Apaan sih kamu, Na. Devina bukan orang kaya gitu. " Jawab Faisal datar. " Kalo Arya, pasti dia bakal cemburu. Apalagi kalo liat kita sedeket ini. "

" Kamu takut Sal, sama dia? " Tanya Aruna, tersenyum meremehkan.

" Takut? Mantan panglima perang nih, ga pernah takut sama apapun! " Faisal tertawa.

" Iya deh iya percaya. "

Aruna menaiki jok belakang.

" Pegangan, Na. Ntar jatuh lagi ketiup angin. "

" Mana ada angin, keliatan banget modusnya. " ucap Aruna sambil memukul pundak Faisal.

" Eh iya, Na. Tadi kan kamu udah ngerjain arsip, besok biar aku yang ngerjain sendiri. Kamu boleh langsung pulang, gantian kita. "

" Aku ga ngerjain apa apa tadi, aku cuman diem di perpus. "

Faisal mengernyit heran.

" Lah, buang buang waktu dong. Bukan Aruna banget. "

" Terus aja ledekin aku, "

Mereka berdua tertawa diatas sepeda motor yang melaju pelan. Seakan akan menikmati waktu sempit yang mungkin tak akan terulang lagi.

Setelah beberapa saat, mereka tiba dirumah Aruna.

" Sal, makasih banyak ya udah nganterin aku pulang."

Faisal hanya tersenyum.

Eh iya gue lupa, gue kan ada janji sama Devina. Gumamnya pelan.

" Kenapa, Sal? Ada yang mau diomongin? "

" Ngga.... Ga ada, aku duluan ya, Na. " Ucap Faisal.

" Iya, hati hati Sal"

Faisal tiba dirumah. Ia langsung mengecek ponselnya.

Devina ( 16.05 ). Kak aku udah dijalan.

Faisal ( 16.15 ). Devina sorry banget, barusan motor aku mogok.

Devina ( 16.17 ). Jadi gimana kak? Ga jadi ketemuannya?.

Faisal ( 16.18 ). Jadi dong, Na. Lagian ga enak juga kamu udah dijalan. Paling aku sedikit terlambat.

Devina ( 16.18 ). Yaudah gapapa kak, aku bakal nunggu sampai kak Faisal datang.

Faisal ( 16.20 ). Okey.

Faisal mengganti baju dan bergegas melaju cepat menuju perpustakaan umum.

Sesampainya di lokasi, Faisal langsung menghampiri Devina.

" Maaf ya, aku terlambat. Kamu jadi nunggu lama,"

" Eh gapapa kak, santai. Aku juga baru nyampe ko. " Devina menyodorkan air mineral. " Nih kak, minum dulu biar ga panik."

" Eh iya. Makasih, Na." Faisal mengambil botol itu. " Btw ada apa Na? tumben ngajak ketemuan. "

" Sebelumnya maaf, kak. Aku cuman pengen bayar utang. " Ucap Devina.

" Utang apa? " Faisal mengerutkan kening.

" Waktu itu kan kakak traktir aku makan, sekarang giliran aku yang traktir kakak. "

Faisal tersenyum.

" Ada ada aja kamu, Na. Niat aku buat bantuin kamu kemarin tulus kali. Pake dianggap jadi utang segala. "

" Aku serius kak, kakak mau kan nemenin aku makan? "

" Ya, pasti aku temenin kamu makan. "

" Yaudah, langsung aja yu, kak. Takut keburu malem. Kita cari makan disekitar sini aja." ucap Devina.

" Iya. " Faisal mengangguk.

Mereka berdua makan di sebuah restoran dengan gaya vintage.

" Aku ijin ngerokok dulu ya, Na. " Faisal bangkit dari duduknya.

" Disini aja kak, aku gapapa kok." Ucap Devina sambil menahan tangan Faisal.

- Aduh aku bilang sekarang aja kali ya, kalo aku suka sama Faisal. Tapi jangan deh, Faisal kayanya masih sedih karena putus sama Aruna. Gumam Devina

" lagi ngelamunin apa, Na? Serius gitu, kamu ada masalah lagi? " tanya Faisal.

" Engga ko, kak. Aman, aku gapapa. "

Faisal kembali menikmati rokoknya. Membayangkan kejadian saat motornya mogok. Dimana ia memeluk Aruna dari belakang, itu sangat terasa melegakan.

" Devina, Kamu gak kepikiran buat nyari pacar apa? Biar kemana mana ga sendirian gitu. " Ucap Faisal memecah keheningan.

" Pacar? Ngga deh kak. Tapi aku udah ada crush. " Devina malu malu, nadanya sedikit tertahan.

" Dia udah tau, kalo kamu suka? " tanya Faisal.

" Belum, kak. Ini pertama kalinya aku suka ke cowo. Aku malu kalo harus jujur. "

Faisal tertawa keras.

" Pulang yu, Na. Aku harus ngerjain tugas! kita pulang bareng lagi aja, aku bawa helm dua. "

Devina mengangguk.

" Iya kak, makasih banyak. "

Faisal hanya tersenyum.

mereka berjalan menuju parkiran. Faisal menyodorkan helm ke arah Devina, lalu menyalakan motornya.

Devina memeluk Faisal, Faisal hanya diam tak menolak. Ada getaran di hati Faisal, perlahan ia mulai merasa nyaman dengan kehadiran Devina di hidupnya.

- Devina atau Aruna? Entahlah, aku tak bisa memilih salah satu diantara mereka. Gumamnya dalam hati

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!