Zian Arsya, seorang laki-laki mandiri dan sukses di usia 29 tahun, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah di percaya ayah dan ibunya untuk mengelola usaha Hotel dan Restoran. Namun, di balik kesuksesannya, Zian menyembunyikan masa lalu pahit yang membuatnya menjadi pendiam dan jarang bicara. Dia pernah dikhianati kekasihnya semasa kuliah, yang memilih laki-laki lain, membuatnya kehilangan kepercayaan pada cinta.
Suatu hari, Zian dijodohkan dengan Raya, seorang gadis cantik, ramah, dan pintar yang sangat perhatian. Zian setuju dengan perjodohan itu, tapi dia tidak berani mengungkapkan masa lalunya kepada Raya dan keluarganya. Dia takut kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan cinta yang sebenarnya.
Namun, kehadiran Raya membuat Zian perlahan-lahan membuka diri dan menghadapi masa lalunya. Apakah Zian akan mampu mengungkapkan kebenaran kepada Raya dan keluarganya? Atau akankah rahasia itu menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
percakapan mengingatkan masalalu
…
Acara lamaran berakhir menjelang siang.
Tidak ada pesta besar. Tidak ada sorak sorai berlebihan.
Hanya doa, senyum hangat, dan kelegaan yang terasa nyata di udara.
Raya duduk di samping mamahnya, jarinya sesekali menyentuh cincin di jari manisnya seolah memastikan itu benar-benar ada. Setiap kali matanya terangkat, ia tanpa sadar mencari satu sosok.
Zian.
Pria itu berdiri di dekat ayah Raya, berbincang sopan, bahunya tegap, wajahnya tenang. Tapi hanya Raya yang tahu setiap beberapa menit sekali, Zian akan melirik ke arahnya. Singkat. Cepat. Seperti memastikan ia masih baik-baik saja.
Derry berdiri sedikit menjauh, tangan di saku jas, ekspresinya santai seperti biasa. Namun matanya awas, mengamati sekitar. Kebiasaan lama yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan.
“Bos,” bisiknya saat akhirnya berdiri di samping Zian.
“Acara aman. Lamaran sah. Cincin terpasang.”
Zian menoleh sekilas. “Kamu bahasanya kayak laporan keamanan.”
Derry tersenyum kecil. “Karena buat kamu, ini memang misi penting.”
Zian tidak menyangkal.
…
Setelah keluarga mulai berangsur santai, Zian mendekati Raya. Tidak terburu-buru. Tidak menarik perhatian.
“Kamu capek?” tanyanya pelan.
Raya menggeleng, lalu tersenyum. “Deg-degan. Tapi… bahagia.”
Zian mengangguk. “Kalau ada yang terasa terlalu cepat...”
“Tidak,” potong Raya lembut. “Aku memilih ini. Sama kamu.”
Kalimat itu sederhana.
Tapi cukup untuk membuat dada Zian menghangat sekaligus mengencang.
Ia mengangguk sekali. “Terima kasih.”
…
Sementara itu, di hotel, suasana justru semakin ramai oleh bisik-bisik.
“Fix ya?”
“Katanya sudah lamaran.”
“Pantesan si CEO nggak kelihatan sama sekali.”
Seorang supervisor menepuk meja ringan. “Fokus kerja. Urusan pribadi Bos bukan konsumsi kita.”
Namun gosip tetap beredar, seperti arus kecil yang tak bisa sepenuhnya dibendung.
Tidak ada yang tahu… bahwa di balik hari bahagia itu, bayangan lama juga mulai bergerak.
…
Menjelang sore, Zian pamit pada keluarga Raya. Kali ini, ia tidak langsung pergi.
“Aku antar kamu ke dalam,” katanya pelan pada Raya.
Raya mengangguk.
Di ambang pintu, mereka berdiri sejenak. Sunyi. Canggung yang manis.
“Zian,” Raya memanggil lirih.
“Hm?”
“Apa pun yang nanti datang… kamu nggak sendirian.”
Zian menatapnya lama. Ada begitu banyak hal yang ingin ia katakan tentang masa lalu, tentang penjara, tentang musuh yang belum benar-benar pergi. Tapi hari ini… belum.
Ia hanya menjawab jujur, “Aku akan ceritakan semuanya. Tapi izinkan aku memilih waktu yang aman.”
Raya mengangguk. “Aku menunggu.”
Zian tersenyum tipis. Tulus.
…
Di luar, Derry sudah menunggu di dekat mobil. Saat Zian mendekat, ia menurunkan suaranya.
“Bos.”
“Apa.”
“Ada motor hitam parkir agak lama di ujung jalan sejak tadi,” kata Derry tenang. “Platnya beda dari yang kemarin.”
Zian tidak menoleh ke arah yang ditunjuk. Wajahnya tetap datar.
“Orangnya?”
“Pergi sebelum aku dekati,” jawab Derry. “Tapi… ini pola.”
Zian menarik napas dalam. Hari ini seharusnya tentang awal yang baik.
Namun instingnya tak pernah salah...
“Perketat pengamanan,” katanya pelan. “Diam-diam.”
Derry mengangguk. “Dan Raya?”
Zian menoleh ke arah pintu rumah yang kini tertutup.
“Dia bahagia hari ini,” jawabnya tegas. “Jangan biarkan apa pun merusaknya.”
Derry tersenyum kecil, tapi matanya serius. “Siap.”
Mobil melaju perlahan meninggalkan kawasan rumah Raya. Jalanan sore itu lengang, langit mulai berwarna jingga pucat. Suasana di dalam mobil sunyi, hanya suara mesin yang menemani.
Derry menyetir dengan satu tangan, matanya sesekali melirik spion. Ia tahu, jika Zian sudah diam seperti ini, pikirannya sedang bekerja lebih keras dari biasanya.
“Bos,” ucap Derry akhirnya, memecah keheningan.
“Kalau boleh nanya…”
Zian tidak langsung menjawab. Ia menatap keluar jendela, melihat bayangan pepohonan yang lewat cepat.
“Tanya saja,” katanya datar.
Derry menarik napas kecil. “Orang-orang itu… yang dari dulu ngikutin. Sebenarnya kenapa mereka dendam segitunya sama kamu?”
Hening beberapa detik.
Zian menyandarkan kepalanya ke kursi, matanya terpejam sejenak. Seolah ia sedang membuka pintu lama yang selama ini ia kunci rapat.
“Karena aku pernah bikin salah satu dari mereka… tidak sadar,” ucapnya pelan.
Tangan Derry sedikit mengencang di setir. “Tidak sadar?”
Zian mengangguk kecil. “Koma. Hampir mati.”
Derry menelan ludah. Ia tahu ada masa lalu kelam, tapi tidak pernah sedetail ini.
“Itu waktu kamu masih kuliah?” tanya Derry hati-hati.
“Iya.”
Suara Zian tetap tenang, tapi ada sesuatu yang berat di baliknya.
“Waktu itu… aku pikir aku melakukan hal yang benar.”
Ia membuka mata, menatap lurus ke depan.
“Mereka preman kampus. Salah satunya nyentuh perempuan yang waktu itu aku pikir… calon masa depanku.”
Derry terdiam.
“Aku emosi,” lanjut Zian. “Aku tidak berhenti saat mereka jatuh. Aku cuma ingin mereka menjauh. Tapi satu pukulan terakhir itu… terlalu keras.”
“Dan setelah itu?” tanya Derry pelan.
“Polisi datang,” jawab Zian singkat. “Aku masuk penjara. Perempuan itu… pergi. Tanpa pamit. Bahkan tanpa menoleh.”
Derry mengumpat pelan dalam hati.
“Sejak itu,” Zian melanjutkan, “keluarga mereka menganggap aku perusak hidup. Dan teman-temannya menganggap aku musuh.”
Mobil berhenti sebentar di lampu merah. Cahaya merah memantul di kaca depan, menyorot wajah Zian yang kini tampak lebih dingin.
“Aku terima hukuman meski awalnya mereka yang berulah,” kata Zian lirih. “Tapi dendam mereka… tidak pernah selesai. Dan mungkin puas dengan selalu melakukan permainan ini.”
Lampu berubah hijau. Mobil kembali melaju.
Derry menghela napas panjang. “Dan sekarang mereka muncul lagi, pas hidup kamu mulai tenang.”
Zian tersenyum tipis, tanpa humor. “Iya itu salah satunya. Dendam selalu datang terlebih melihat kita merasa aman.”
Derry melirik Zian. “Bos… Raya tahu sejauh apa?”
“Belum,” jawab Zian jujur. “Dan aku tidak mau dia tahu dari orang lain.”
“Kalau mereka nekat?” tanya Derry.
Zian mengepalkan tangannya perlahan, lalu mengendurkannya lagi.
“Kali ini aku tidak akan melawan dengan emosi.”
Ia menoleh ke arah Derry, sorot matanya tajam namun terkendali.
“Aku akan melindungi dengan cara yang benar. Apa pun risikonya.”
Derry mengangguk mantap. “Kalau begitu… aku di belakang kamu. Dari dulu sampai sekarang.”
Zian tidak menjawab. Tapi kali ini, diamnya bukan karena beban.
Melainkan karena tekad.
Dan sore itu, di mana langit mulai menutup siang menjadi malam, Zian di bangku belakang terdiam kembali' menatap jalanan di mana lampu jalan sudah mulai memantulkan sinarnya, Zian tahu' keberanian yang berlebih dan membela terlalu... tanpa mempertimbangkan dengan baik, ternyata membawa resiko dan petaka hidup yang mungkin saja datang tanpa di ketahui nya.
Mengalihkan pikiran, agar tak memikirkan hal negatif' Zian sesekali menatap cincin di jarinya yang baru siang tadi, Raya pakaikan. Zian tersenyum sedikit.
duhh Derry jahil mulu suka godain Zian 😄😄
di tunggu updatenya ya Sayyy quuu Author kesayangan🥰🤗 semangat terus Sayyy🤗
duhh Derry godain Raya dan Zian mulu bikin ngakak 😆😆😆
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
jangan² Raya juga jatuh cinta sama Zian 😄😄
bener kata Zian ada seseorang yang harus dia jaga yaitu Raya..
perhatian nya ma Raya,
Zian sepertinya emang jatuh cinta sama Raya 😅😅
duhh Zian minta Derry antar Raya plg gk tuh 😅😅
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu 🥰 semangat terus Sayyy 🤗💪
tapi bnr kok Zian emng sepertinya jatuh cinta sama Raya 😅😅😅
tapi Zian gk mengakuinya 😅😅😅
ledekin terus Zian ya Derry lucu soalnya 😅😅😅
untungnya Zian baik baik Saja...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy makin seru cerita nya🥰🤗
Derry ada² saja blg nnt juga bakal tau
tau apa yaa kira² apakah Zian dan Raya akan menikah? 😄😄
bener banget Raya hrs mengenal Zian lagi...
tinggal di tunggu kapan nikah nya😄😄
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
jgn dong Zian harus menjauh dari Raya 🥲..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhh gmn yaa klo Raya dan Zian tau soal perjodohan 😌😌
Ya ampuun Derry usil banget suka jailin Raya sampai malu malu dong 😆😆😆
. penasaran dg lanjutannya, di tunggu kekocakan Derry Sayyy quuu Author kesayangan tetap semangat ya Sayyy 🤗quuu🤗 🥰💪
Zain minta Derry antar Raya plg buat mastiin Raya aman gk tuh 😄😄
ciieee Raya dahh nyaman tuh dg Zain 😄😄
namun gmn dg perasaan Zain? mungkin Zain juga sama😄😄
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy quu🤗🥰💪
siapa tuhhh yg menghubungi Raya?? jgn² masa lalu Zian duhh Raya dalam bahaya dong 😌😌
yg menghubungi Raya cowok yaa, ada hubungan apa Raya dg cowok itu?
l
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🤗🥰💪
Duhh Raya merasa ada yg mengikutinya... 😄😄
Derry blg ke Zian lapor polisi dong... 😁😁
Siapa yaa yg mengikuti Raya 🤔🤔
Derry menggaruk kepala gk tuh 😆😆
Derry bingung dong menatap bos nya 😄😄
Zian blg Raya harus mendapatkan pengawasan khusus gk tuh 😆😆
Bener tuh Derry sejak kapan Raya sepenting itu buat bos 😄😄
Duhhh siapa sihh pria bertato leher itu... 😌😌
Waduhh Derry ngomong Bos yang dulu belain cewek waktu itu, berani nyaa Derry 😆😆
Derry di suruh diam gk tuh 😆😆
Derry nanya mulu 😆😆
Penasaran dg lanjut nya.
Di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat Sayyy 🥰🤗💪
Zian pasti nya akan cari tau siapa mereka 🥲🥲
duhhh Zian blg ke Raya klo ada apa-apa ksh tau dong 😄😄
mengapa tuh Raya berdebar debar jgn² Raya bnran suka sama Zain 😄😄
duhh siapa yaa Pria yg mengintai Raya??
penasaran dg lanjut nyaa...
Di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhhh Zian tiba ingat masaalu nya 🥲
ada seseorang yg mengancam Zian dongg...
kasihan Zian🥲🥲
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy 🤗🥰💪
duhhh seperti nya Zian bakal suka sama Raya😄😄