Sejak ribuan tahun lalu, dunia telah diatur oleh sang Dewi Takdir. Namun sang Dewi harus mengorbankan kehidupannya yang pada saat itu tengah terjadi perang di alam dewa, antara kubu dewa dewi dengan kubu iblis.
Namun, pengorbanannya itu tidak bertahan lama, sang Dewi harus melakukan reinkarnasi untuk kembali menyeimbangkan dunia.
Akankah sang Dewi Takdir mampu kembali menyatukan takdir yang telah dijaganya beribu tahun yang lalu?
ikuti kisahnya dalam bab berikut ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Dengan langkah yang mantap, akhirnya mereka pun mulai mendaki Gunung Yanhuo. Mereka tidak sabar untuk melihat makhluk suci Phoenix Api.
Jalur gunung yang berbelok dan berbatu, yang diapit oleh dinding batu berwarna merah kehitaman memancarkan aura panas.
Setiap langkah menuju ke atas Gunung Yanhuo, udaranya semakin tipis dan panas kian menekan dada.
Tetapi, dengan adanya Segel Gunung Yanhuo yang diberikan platypus itu membuat mereka terlindungi dari hawa api yang mematikan.
Semakin ke atas, suara gemuruh magma berubah menjadi denyutan yang berirama, seperti suara detak jantung.
"Di atas sana..." Lian menatap ke depan dengan waspada. "Bukan hanya api saja. Tetapi di sana juga terdapat kesadaran di dalamnya."
Bai Hu mengangguk. "Untuk mengkontrak Phoenix api sepertinya tidaklah mudah. Walaupun sudah mengalahkan penjaga Gunung Yanhuo, tapi Phoenix Api memiliki tantangannya tersendiri."
Ling Xi tidak menjawab. Namun, Ranah Ilahi Takdir dalam dirinya bergetar semakin kuat, seolah menariknya untuk semakin maju. Setiap senyumnya terasa hangat - bukan membakar, melainkan menyelimuti.
Akhirnya, mereka tiba di sebuah pelataran luas di dekat kawah.
Lautan magma berputar perlahan di tengahnya. Memancarkan cahaya merah jingga keemasan yang menerangi langit di atas.
Dari pusaran magma itu, semburan api menjulang tinggi, lalu membentuk siluet seekor burung raksasa.
Api terus berputar, kemudian memadat.
KYAAAAA!
Jeritan nyaring menggema, mengguncang langit.
Dari lautan magma, Phoenix Api sepenuhnya bangkit.
Tubuhnya tersusun dari api murni berwana merah, jingga dan emas. Setiap kepakan sayapnya membuat hujan bara berjatuhan. Membuat Ling Xi, Lian, Bai Hu dan Paman Yun mundur karena takut terkena panas api itu. Bahkan Segel Gunung Yanhuo pun tak kuasa menahan panasnya api murni dari Phoenix Api.
Hingga mereka sekarang merasakan panas yang amat sangat.
Phoenix Api itu membuka matanya yang seperti cahaya matahari, menatap langsung ke arah Ling Xi
Tekanan luar biasa pun menghantam mereka, membuat Paman Yun dan Lian pun sampai berlutut, sedangkan Bai Hu menggeram keras menahan aura suci yang menekannya.
Sedangkan Ling Xi, ia masih tetap berdiri, seolah tidak takut apapun, tapi ia merasakan geraman Bai Hu, bukan karena marah, tapi karena aura Phoenix Api ini berbeda dengan rubah ekor sembilan.
Sambil berjalan ke depan, ia mengangkat Segel Gunung Yanhuo yang kemudian melayang dari tangannya. Kemudian berubah menjadi simbol bercahaya yang berputar di udara, menandakan izin resmi dari penjaga gunung.
"Pemegang takdir..." suara Phoenix Api menggema, bukan melalui mulut, tapi melainkan dari dalam jiwa mereka.
"Berabad-abad aku tertidur. Mengapa kau membangunkanku?"
Ling Xi menunduk hormat. "Maaf karena telah membuatmu terbangun. Namun aku benar-benar membutuhkanmu untuk menjaga keseimbangan dunia yang akan runtuh ini. Raja Iblis perlahan berpotensi untuk bangkit, namun karena kekuatan manusia saja tidak akan cukup."
Api disekitar Phoenix pun bergejolak.
"Banyak yang datang untuk menemuiku dengan alasan yang serupa," ujar Phoenix Api dingin. "Namun mereka semua hanya menginginkan kekuatanku."
Ling Xi mengangkat kepalanya. Matanya jernih, tanpa keserakahan.
"Aku tidak meminta kekuatanmu," ucapnya tenang. "Aku hanya memohon agar kau berdiri sebagai penyeimbang. Jika dunia hancur, maka api kelahiranmu akan ikut padam."
Seketika langsung senyap.
Api di sekitar kawah perlahan mulai tenang, namun tekanannya belumlah hilang.
Phoenix Api mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan.
"Jika aku menolak?"
Ling Xi menggenggam tangannya dengan erat. mencoba menahan rasa kesalnya sekali lagi. "Maka aku akan tetap melangkah. Aku akan mencari Phoenix Es dan Naga Putih. Tapi, tanpa dirimu, dunia akan kehilangan sebagian sayapnya."
Dengan menarik napasnya, Ling Xi kembali berucap, "Tapi kau pasti tidak akan lupa dengan kejadian dimana Dewi Takdir, Tianming Shennu mengorbankan dirinya untuk menghentikan peperangan, kan?"
Sayap Phoenix Api pun langsung berhenti mengepak.
"Tianming Shennu? Dia yang melepaskanku ke sini, ke Gunung Yanhuo, dan dia akan mengatakan bahwa akan ada yang mendatangiku dengan sosok yang lain," jawab Phoenix Api.
Dengan menyipitkan matanya, Phoenix Api bertanya, "Apakah kau reinkarnasi dari Tianming Shennu?"
"Jika aku mengatakan 'ya', apakah kau akan percaya?"
"Mungkin saja aku akan percaya, namun reinkarnasi dari dewi takdir akan memiliki simbol bintang dan bulan sabit di tangannya. Jadi, apakah kau memilikinya?"
Ling Ci pun menggulungkan lengannya dan mengangkat tangannya ke atas, menunjukkan simbol bintang dan bulan sabit.
"Apa itu benar-benar asli atau hanya tipuan?" tanya Phoenix Api.
"Jika ini hanya tipuan, aku tidak akan berdiri di sini dan memintamu untuk menjadi penyeimbang," ucap Ling Xi dengan datar.
Phoenix Api yang mendengar itu langsung tertawa.
KYAAA KYAA KYAAA!
"Aku percaya, karena selain dewi takdir, tidak ada yang bisa membuatku tertawa. Maka dari itu, aku percaya pada dirimu."
"Tapi, untuk melakukan kontrak lagi, jelas tidak mudah, kau harus menahan Api Kelahiran ini. Bagaimana? Apakah kau sanggup?"
Paman Yun terkejut. "Xi'er, itu berbahaya!"
Lian menggelengkan keras. "Api kelahiran bisa membakar jiwa!"
Ling Xi berbalik dan menatap mereka, "Jika aku tidak melakukan ini, maka aku tidak bisa menjaga rakyat Kekaisaran Qin dan juga dunia."
Ia berbalik lagi dan menatap Phoenix Api, kemudian mengangguk, "Aku bersedia."
...... to be continued ......