Sebuah karya novel bergenre horor yang sangat menyeramkan tentang perjalanan mahasisiwa teknik geologi yang terjebak didalam desa yang hilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riski riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tertidur Semua
Rio yang masih terbaring di tengah tengah kami tampak masih belum juga memberikan tanda akan sadarkan diri.
Sementara itu hari semakin siang, Perut kami mulai terasa keroncongan,
Untung saja kami membawa peralatan lengkap untuk berkemah, seperti tenda kompor kecil, Gas kecil dan makanan siap saji.
Wisnu mulai beraksi mengeluarkan semua makanannya seperti Mie instan, Roti, Dan makanan lainya.
Wisnu yang berada didekat ku langsung berdiri dan mengeluarkan peralatan kami yang berada di tas Danu.
"Lo mau ngapain?"
Tanya Danu kepada Wisnu yang mendekati tas ranselnya.
"Gua mau masak mie"
Jawab Wisnu sambil membongkar bongkar tas Danu.
Tampak semua peralatan di keluarkan dari tas Danu, Karna kompor kecil dan gasnya berada di bagian bawah.
"Ehh buset dah ni anak, Jangan Lo keluarin semualah barang barang Gua"
Ucap Danu yang kaget melihat semua barang baranya di keluarkan oleh Wisnu.
Semua makanan Danu berserakkan di atas karpet, Ternyata Danu lumayan banyak membawa makanan.
Wisnu yang melihat makanannya Danu langsung berkata.
"Waduuuhhhhh, Boleh juga ni makanannya"
Danu langsung melirik sinis kearah Wisnu.
"Enak aja Lo, Gua juga mau masak mie, Mie Gua khusus Gua ama bapak Arif "
Sambil tersenyum melihat bapak Arif.
"Hmmmm Pelit"
Ucap Wisnu.
Dari ekspresinya Wisnu, Tampak Dia sedang merencanakan sesuatu terhadap makanan Danu.
Setelah itu Wisnu langsung menyalakan kompor yang hanya sebesar 20 Cm.
Kompor ini biasanya di pakai oleh para pendaki gunung. Karena simple dan praktis. Dan Di lengkapi oleh tabung gas mini yang seukuran botol air mineral kecil.
Kompor kecil itu tampak sudah menyala dengan api berwarna biru langit.
Wisnu langsung mengambil wajan untuk mendidihkan air.
"Langsung dibanyakin airnya Wis!"
Ucap Danu.
Wisnu hanya diam sambil memasukkan air mineral ke wajan itu.
Mie kami semua sudah siap, Sa'at itu kami menggunakan Pop Mie gelas, Jadi kami tidak perluh wadah lagi untuk makan mie tersebut.
Kami duduk berjejer, Aku, Bapak Arif, Danu.
Sementara Wisnu masih didekat kompor itu dan Rio masih terbaring di belakang kami.
Beberapa menit kemudian, Air yang berada di wajan itu terlihat sudah mendidih.
"Udah ni Dan?"
Tanya Wisnu.
Danu pun berdiri dan melihat air yang mendidih itu.
"Udah ni, Udah mendidih banget, Ayokdah di ambil Wis"
Ucap Danu kemudian duduk lagi di samping bapak Arif.
Wisnupun mengambil Air yang sudah mendidih itu, Kemudian Menuangkan ke gelas Pop Mie yang berada di depan kami semua.
syuuurrrrrrrrr
Suara air yang di tuangkan oleh Wisnu kedalam gelas ku.
Uap panas dari air itu tampak menguap ke atas.
"Huuuu enak ni"
Ucap ku sambil mengaduk Mie tersebut.
Bapak Arif yang berada disamping juga terlihat mengaduk mienya,
Aroma mie membuat perut semakin terasa lapar.
Aku menoleh ke arah kanan, Terlihat Wisnu yang sudah mau memakan mienya.
"Masih panas Wis"
Teriak ku kearah Wisnu ketika melihat mie instan itu hampir masuk kedalan mulut Wisnu.
Belum selsai Aku kasih tau, mie tersebut sudah masuk kedalam mulut si Wisnu.
"Huhuhuhuhu panaaaaassssss"
Ucap Wisnu dan Langsung memuntahkan mie yang masih panas itu dari dalam mulutnya.
"Baruu juga Gua kasih tau"
Ucap Ku.
"Aaiirrrr airrr, Minta Gua air Dan!"
Ucap Wisnu sambil mengipasi Mulutnya memakai tanganya sendiri. Iyalah memakai tangannya sendiri masak memakai tangannya Author? wkwkwk.
Ada ada aja author ini ya. Kita lanjut.
Danu pun mengambil air mineral yang berada di tas ranselnya.
"Makanya kalau makan ingat ama tuhan"
Ucap Danu.
Wisnu pun langsung meminum air yang diberikan oleh Danu sampai habis setengah botol.
"Lo kepanasan Apa ke hausan Wis?"
Tanya Danu.
"Keduanya Hahahahaha"
Jawab Wisnu sambil tertawa.
Bapak Arif yang berada disampingku hanya tersenyum kecil.
Setelah itu kami melanjutkan makan mie instan masing masing.
Mie yang berada di dalam gelasnya Wisnu tampak tinggal sedikit.
Wisnu langsung melirik mie Danu yang berada di Sampingnya yang masih banyak.
Terlihat dari matanya Wisnu sedang berbuat sesuatu.
"Dann, Tolong ambilin Kecap didalam tas ransel Gua"
Ucap Wisnu sambil menunjuk kearah tas ransel yang berada di samping Rio.
"Ah Elu aja, Tinggal berdiri"
Jawab Danu sambil memakan Mienya.
Wisnu pun memasang wajah sedihnya kemudian berkata dengan nada pelan.
"Tolooongggg Dan, Kaki Gua tiba tiba sakit"
Sambil memijat kakinya.
Danu yang tidak tega melihat Wisnu langsung saja berdiri dan berjalan ke arah tas ransel Wisnu yang berada disamping Rio.
Wisnu yang melihat Danu yang sudah berjalan kearah tas ranselnya, Tanpa berpikir panjang langsung menuangkan setengah mienya danu kedalam gelasnya sendiri.
Tampak dia mengedipkan mata kepada bapak Arif dan Aku.
"Gak ada Wis?"
Ucap Danu yang sedang mencari kecap didalam tas ranselnya Wisnu.
"Oh iya Dan, Gua lupa, Tadi ketinggalan di penginapan kita"
Ucap Wisnu .
Kemudian Danu kembali duduk dan berkata
"Ah Lo ganggu orang makan aja".
Danu yang lagi duduk disamping bapak Arif langsung kaget melihat mienya yang berada didepannya sudah tinggal sedikit.
" Nahhh kemana mie Gua ni?
Ucap Danu sambil mengangkat gelas Pop mienya.
Wisnu yang berada disampingnya diam saja, Seolah olah tidak terjadi sesuatu.
Kemudian Wisnu berkata.
"Jangan jangan yang makan mie Elu adalah setan Dan".
" Ah masak setan suka ama mie?"
Ucap Danu sambil heran.
"Nah siapa tau aja kan, Pas itu ikan kita aja di embat setan, Apalagi Pop Mie"
Ucap Wisnu untuk menyakin kan Danu.
Aku dan bapak Arif hanya bisa diam, Sambil sedikit menahan tawa.
"Duh gak jadi dah Gua makannya"
Ucap Danu kemudian memberikan mie nya kepada Wisnu.
"Ni Wis, Lo aja yang Habisin"
"Asyyyiiiikkkk, Rejeki nomplok ni hahaha"
Ucap Wisnu sambil tertawa.
"Gua udah kenyang juga"
Ucap Danu.
"Serius Lo gak mau makan Dan?"
Tanya Wisnu.
"Iyaa Gua udah kenyang"
Gumam Danu.
Langsung saja Wisnu menghabiskan mie yang diberikan oleh Danu tersebut.
Setelah kami semua selesai makan baru si Wisnu mengaku.
"Dannn, Gua minta Maaf ya!"
Ucap Wisnu sambil memegang bahu Danu.
"Nah emangnya minta maaf buat apa?, Kan Elu gak ada salahnya ama Gua"
Ucap Danu.
"Sebenarnya yang ngambil mie Elu tu adalah Gua hahahahaha"
Ucap Wisnu sambil Lari Bapak Arif.
Sontak saja Danu berkata.
"Setaaaannnn Lu Wis"
Kemudian mengejar Wisnu.
Tampak Wisnu di samping bapak Arif kemudian berkata.
"Lo sendiri yang bilang udah kenyang Hahahahahahaha"
Kami semua tertawa, Bapak Arif yang dari tadi menahan tawa pun ikut tertawa.
"Hahahah sudah sudah, Nanti masak lagi"
Ucap Bapak Arif.
Si Danu tampak memasang wajah kesalnya terhadap Wisnu.
"Awas Lu ya!, Tunggu pembalasan Gua"
Ucap Danu dengan pelan.
"Dann?, Setan Setan apa yang suka makan mie?"
Tanya Wisnu.
"Setan Wisnu" Ucap Cepat oleh Danu.
Hahahahahahahahah
Kami semua tertawa, Danu yang lagi kesal pun ikut tertawa.
Kami sudah lama mengobrol dan bercanda tawa, Namun Rio masih belum sadarkan diri.
Ku melihat jam tanganku, Ternyata sudah pukul 14.50, Ternyata sudah hampir jam 3, Berarti sebentar lagi sore.
Karena lama menunggu Rio kami semua pun ikut berbaring di dekat Rio.
Hingga kami semua tertidur dan tidak satupun yang bangun termasuk bapak Arif, Mungkin karena efek kekenyangan.
#Bersambung#
Terimakasih kepada teman teman yang selalu memberikan semangat dan suportnya kepada Author.
Dan terimaksih juga yang selalu memberikan Like dan komentarnya.
Dan Terimakasih kepada Pembaca yang selalu memberikan votenya khususnya kk Rika, Thank you Very much.
Pokoknya Author sangat berterimakasih kepada semua pembaca, Thank you very much for You all😁
Dan sekarang setelah 3 tahun hilang²an, akhirnya lanjut baca lagi 'Desa Yang Hilang' 😅 Makasiiih ya author