NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Wanita Besi

Rahasia Sang Wanita Besi

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Fantasi Wanita
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nuah

Rahasia Sang Wanita Besi

Sebagai sekretaris pribadi, Evelyn dikenal sempurna—tepat waktu, efisien, dan tanpa cela. Ia bekerja tanpa lelah, nyaris seperti robot tanpa emosi. Namun, di balik ketenangannya, bosnya, Adrian Lancaster, mulai menyadari sesuatu yang aneh. Semakin ia mendekat, semakin banyak rahasia yang terungkap.

Siapa sebenarnya Evelyn? Mengapa ia tidak pernah terlihat lelah atau melakukan kesalahan? Saat cinta mulai tumbuh di antara mereka, misteri di balik sosok "Wanita Besi" ini pun perlahan terkuak—dan jawabannya jauh lebih mengejutkan dari yang pernah dibayangkan Adrian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Bayangan yang Tertinggal

Evelyn dan Zayne melangkah keluar dari ruang misterius itu, di mana bola kristal dan suara penjaga telah meninggalkan mereka dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Udara malam yang dingin menyambut mereka, dan sesaat, dunia luar terasa sangat berbeda—seperti ada kesenjangan antara dua dunia yang mereka hadapi. Kebenaran yang baru saja mereka ungkapkan membawa lebih banyak beban ketimbang yang mereka harapkan.

Setiap langkah mereka terasa berat, penuh dengan ketidakpastian. Namun di dalam diri Evelyn, ada satu hal yang semakin kuat—keinginan untuk mengungkap rahasia yang tersembunyi. Ayahnya, masa lalu yang kabur, dan organisasi yang telah mengubah hidupnya semuanya kini ada di ujung jari mereka. Apa pun yang mereka temui selanjutnya, Evelyn tahu bahwa ini adalah pertempuran yang lebih besar dari dirinya sendiri.

Zayne, yang berjalan di sampingnya, melirik ke arah Evelyn dengan tatapan serius. Dia tahu bahwa saat ini, beban yang dirasakan Evelyn jauh lebih berat daripada sebelumnya. Ada perubahan dalam diri perempuan itu. Sebuah tekad yang lebih kuat dari sebelumnya, namun juga keraguan yang tersembunyi di baliknya. Zayne merasakan hal itu, dan meskipun dia tidak bisa menghapus semua ketakutan yang dirasakan Evelyn, dia bertekad untuk selalu berada di sisinya.

“Mau ke mana sekarang?” tanya Zayne pelan, mencoba memecah keheningan yang menggantung di antara mereka.

Evelyn menghela napas panjang, matanya menatap jalan di depan mereka. “Aku tidak tahu. Tapi kita harus mencari tahu lebih banyak tentang organisasi itu. Tentang ayahku... tentang semuanya.”

Zayne mengangguk pelan. “Kita akan cari cara untuk menghadapinya. Kita tidak bisa terus bersembunyi atau hanya menunggu sesuatu terjadi.”

Evelyn tersenyum tipis. “Kau benar. Tapi aku tidak bisa hanya berpangku tangan. Aku harus bergerak sekarang, Zayne. Ayahku... ada sesuatu yang salah. Aku harus tahu apa yang terjadi pada dia.”

Mereka berjalan melewati lorong-lorong yang gelap dan sepi, sesekali terdengar suara angin yang berdesir di antara pohon-pohon yang mengelilingi mereka. Zayne tahu bahwa semakin lama mereka berdiam diri, semakin banyak bahaya yang mengintai. Meski demikian, mereka tidak punya pilihan lain selain terus bergerak maju. Keputusan untuk melangkah ke dalam kegelapan ini telah diambil. Kebenaran harus ditemukan, bahkan jika itu berarti mereka harus menghadapi bayang-bayang yang akan mengejar mereka.

“Jadi, apa langkah kita selanjutnya?” Zayne bertanya, mempercepat langkahnya untuk berada sedikit lebih dekat dengan Evelyn.

Evelyn berhenti sejenak, memikirkan semua kemungkinan yang ada. “Aku ingat ada satu tempat yang ayahku kunjungi beberapa kali. Itu adalah tempat yang dia sembunyikan dari kami semua. Tapi aku merasa, di sana aku mungkin bisa menemukan petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi.”

Zayne menatapnya dengan penuh perhatian. “Apa itu tempatnya?”

Evelyn mengangguk perlahan. “Itu adalah rumah tua yang terletak di pinggiran kota. Tidak banyak orang yang tahu tentang tempat itu. Ayah selalu pergi ke sana sendirian.”

Tanpa berkata lebih banyak, Evelyn mulai melangkah lebih cepat, berharap Zayne bisa mengikuti. Mereka tidak memiliki waktu banyak. Setiap detik yang mereka tunda berarti semakin dekatnya bayang-bayang yang mengintai mereka.

Sesampainya di rumah tua yang dimaksud, Evelyn merasakan kegelisahan yang luar biasa. Rumah itu tampak terabaikan, seakan sudah lama tidak dihuni. Pintu-pintu kayu yang kusam dan jendela-jendela yang retak menambah kesan suram. Namun, bagi Evelyn, tempat ini penuh dengan kenangan yang tidak pernah terungkapkan sebelumnya.

Zayne melihat Evelyn ragu sejenak sebelum akhirnya berjalan mendekat. “Apa yang kamu rasakan?”

Evelyn menggenggam gagang pintu dengan erat. “Aku tidak tahu... Rasanya seperti ada sesuatu yang tertinggal di sini, sesuatu yang belum selesai.”

Dia menarik pintu perlahan, dan keduanya memasuki rumah itu. Suasana di dalam terasa dingin dan lembap. Hanya suara langkah kaki mereka yang mengisi kesunyian. Di setiap sudut ruangan, ada perasaan aneh—seperti ada sesuatu yang tersembunyi di balik dinding-dinding yang telah lama diam.

“Mari kita cari tahu,” kata Zayne dengan suara yang lebih berat, mencoba mengurangi ketegangan yang dirasakan Evelyn.

Mereka mulai menjelajah ruangan demi ruangan, membuka setiap pintu yang ada. Sementara itu, Evelyn merasakan getaran aneh di seluruh tubuhnya. Setiap langkahnya terasa semakin berat, dan pikirannya teralihkan pada kenangan masa kecilnya. Ayahnya, pria yang dulu begitu dekat dengannya, kini terasa seperti sosok yang sangat jauh, terpisah oleh kabut misteri yang semakin tebal.

Akhirnya, mereka menemukan sebuah ruang kecil di lantai bawah yang tampaknya terlupakan. Di dalam ruangan itu, ada sebuah meja kerja tua, dengan tumpukan surat-surat yang telah menguning. Evelyn mendekati meja itu, matanya terfokus pada satu tumpukan surat yang tampaknya masih baru, tidak seperti yang lainnya.

Dengan hati-hati, dia membuka amplop tersebut dan menemukan sebuah dokumen yang sangat familiar. Ini adalah surat yang pernah dilihatnya beberapa kali di rumah, namun tak pernah ia pahami sepenuhnya. Surat yang ditulis dengan tinta hitam tebal, berisi pesan-pesan yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang terlibat dalam dunia yang gelap.

Zayne mendekat dan melihat ke arah dokumen yang dipegang Evelyn. “Apa itu?”

Evelyn mengerutkan keningnya, membaca kata demi kata dengan penuh perhatian. “Ini... ini adalah perjanjian antara ayahku dan organisasi itu. Mereka ingin menggunakan keluargaku sebagai alat untuk mencapai tujuan mereka... Dan ayahku setuju untuk bekerja sama.”

Hatinya tercekik. Apa yang ia temukan lebih mengerikan daripada yang pernah ia bayangkan. Ayahnya tidak hanya terlibat dalam permainan itu—dia adalah bagian dari mesin yang lebih besar, dan mereka semua telah menjadi pion dalam permainan yang tidak pernah mereka pilih.

Zayne menatap Evelyn dengan tatapan prihatin. “Kita harus menghentikan mereka. Ini lebih besar dari yang kita kira.”

Evelyn hanya bisa mengangguk, perasaan campur aduk menghantam hatinya. Apa yang terjadi pada ayahnya, dan apa yang akan terjadi pada mereka? Semua jalan yang mereka ambil tampaknya hanya membawa mereka ke dalam kegelapan yang semakin dalam. Namun, mereka tidak bisa mundur sekarang.

“Tidak ada jalan mundur,” kata Evelyn, suaranya tegas meskipun hati dan pikirannya terombang-ambing. “Kita akan menghadapi ini bersama. Apa pun yang terjadi selanjutnya, kita harus menghentikan mereka.”

Zayne menatapnya, sebuah senyuman kecil muncul di wajahnya. “Aku bersamamu, Evelyn. Kita akan temukan cara.”

Namun, saat mereka berpaling untuk pergi, pintu ruangan itu tiba-tiba tertutup dengan keras. Kegelapan menyelimuti mereka, dan suara langkah kaki berat terdengar mendekat.

“Sepertinya kita tidak sendirian,” kata Zayne, nada suara berubah serius.

Evelyn menegakkan tubuhnya, siap untuk menghadapi apapun yang datang. Perjalanan mereka baru saja dimulai, dan ancaman yang mereka hadapi semakin nyata. Mereka akan bertarung, tidak hanya untuk kehidupan mereka, tetapi untuk kebenaran yang telah lama tersembunyi.

1
Yhunie Andrianie
tiba" adrian sama damian hilang..kmna mrka??
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga bahagia selalu buat kalian
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
Alhamdulillah kalau berhasil mereka melakukan nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
terus bersama kalian biar bisa terungkap teka teki nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kau pasti bisa lyn
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga aja menang di pertempuran itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kalau pintu nya tertutup gak bisa keluar dong
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga aja rahasianya terbongkar
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
mudah²n ini jalan terbaik buat mereka
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
bener harus bersama² melakukan nya kalau sendirian bisa gawat tuh
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kira² mereka memilih yang mana yaa
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kalau gak mau kerja sama ya jangan di paksa dong 😡
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa org yang sedang mata²n elyn yaa
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa tuh sosok yang bertopeng apakah dia suruhan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
bnr selesai aja misi nya baru deh nanti bicara soal perasaan 🤭
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
pasti kalian bisa menghancurkan musuh² itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
meskipun Leo udh ditahan masih aja ada musuh lain yang mau mengalahkan lyn dan teman² nya,
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
hati hati takutnya ada jebakan disana,semoga aja kalian menang melawan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga misi nya berhasil mengalahkan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
JD benar kah lyn itu hasil penelitian dari leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!