Seorang gadis manis bernama Hazel, berumur 21 tahun, harus menggantikan posisi saudara kembarnya yang bernama Hazely. Untuk menjadi kekasih dari seorang tuan muda bernama Mark Harold Sebenarnya dia tidak mau melakukan itu, tapi di karenakan keadaan Mark yang begitu memprihatinkan ia terpaksa melakukannya.
Bagaimana jika sang tuan muda tau, jika yang menjadi kekasihnya saat ini bukanlah kekasihnya?...
Penasaran? Yuk, ikuti selengkapnya di cerita ini.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JUNGNANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA TIGA
Jovin semakin memojokkan Abila, kilatan nafsu begitu terpancar di wajahnya. Seperti seekor singa yang tengah ingin menerkam mangsanya.
Abila berusaha meraih Phonesel nya yang tergeletak di atas meja, bermaksud ingin menghubungi Johan dan meminta pertolongan nya. Namun belum ia menyentuh benda itu, Jovin terlebih dahulu mengambil dan melempar benda tersebut hingga hancur berkeping-keping. Pupus sudah harapan Abila untuk meminta bantuan. Ingin berteriak meminta bantuan para pelayan pun juga percuma karna ruangan itu kedap suara.
"apa yang kau inginkan Jo..." Teriak Abila.
"berhenti menyebutkan namaku dengan mulut kotor mu itu. Kau hanya Gadis murahan yang sama sekali tak pantas mengucap setiap huruf dari namaku." Bentak Jovin penuh kebencian.
Abila hanya bisa menangis sejadinya.
Kau benar Jovin ... aku memang tak pantas menyebut namamu, terima kasih sudah mengingatkan posisiku.
"tolong lepaskan aku Tuan. aku bukan lah ja**ng." Elaknya.
"sekali Gadis murahan, tetap lah murahan Abila." Ucap Jovin penuh penekanan serta mengungkung tubuh Abila.
Abila terkejut, bagaimana bisa Pemuda itu mengetahui namanya.
Akhirnya ketakutan ku selama ini, hari ini benar-benar terjadi, mimpi indah ku berubah menjadi sebuah kenyataan yang buruk. Kak Johan.. kumohon tolong aku.
Abila mencoba memberontak sekuat tenaga, Namun Jovin semakin erat menindih tubuh ringkih itu. Sungguh Abila sudah kehabisan tenaga. Ia tidak ingin harga diri nya hancur . Dengan sekuat tenaga Gadis itu meronta dan menendang perut Pemuda tersebut.
Hingga Jovin sempat limbung oleh tendangan tak main-main dari Abila. Namun tidak berarti Abila bisa lolos dari terkaman Jovin.
Nyatanya, Jovin semakin geram oleh tingkah Abila yang menurut nya sok jual mahal itu.
"tolong lepaskan aku... jangan lakukan ini Tuan, aku berjanji akan pergi jauh dari hidupmu." Pinta Abila sambil meringsut di lantai yang begitu dingin.
"kau ingin pergi dari hidup ku begitu saja, enak saja... kau sudah berani memasuki kehidupan ku. Jadi kau harus menerima akibatnya Gadis sialan." Teriak Jovin, dengan peluh membasahi sekujur tubuhnya.
Seakan tak mendengar teriakkan serak dari Gadis di hadapannya. Jovin dengan kasar mengangkat tubuh sintal Abila dan membantingnya di kasur king size nya. Bagaimana pun caranya ja**ng kecil ini harus menerima balasan atas sakit hati yang telah ia berikan. Dengan cara menampung seluruh benih Jovin yang selama beberapa tahun ini ia tahan.
Abila tetap mempertahankan harga diri nya, sekuat tenaga ia berusaha melawan. Ia tidak ingin kesucian nya hilang secara tidak manusiawi. Bukan ini yang ia harapkan, ia hanya ingin menolong Pemuda ini tapi kenapa justru Pemuda ini memberikan balasan penderitaan yang mungkin tidak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidup nya.
Mau mencoba melawan hingga darah penghabisan pun tidak akan pernah bisa. Ibarat seekor kelinci tidak akan pernah bisa lolos dari terkaman seekor singa.
Jovin mengambil dasi panjangnya dari dalam lemari nya. Membawa ke dekat Abila dan mengikat kedua tangan Gadis itu di kepala ranjang nya. Dengan bringas Jovin merobek piyama yang Abila kenakan, hingga sekarang keadaan Gadis itu berubah tanpa ada secuil kain pun yang menutupi tubuhnya.
"ba**ngan kau Jovin.... lepas kan aku." Teriak Abila begitu marah dan putus asa.
"PLAKKK....
Satu tamparan melayang di pipi Abila,
"tutup mulut mu , jangan pernah mengataiku." Emosi Jovin semakin menjadi.
"hik....hik... lepaskan aku,, lepaskan aku..." lirih Abila , suaranya semakin tak terdengar. Pipi mulus nya terlihat memerah karena tamparan yang di berikan Jovin, hingga ada sedikit darah segar yang mengalir di sudut bibirnya. Kemungkinan di sebabkan oleh tamparan Pemuda tersebut yang tentunya tidak lah main-main kerasnya.
"jangan sok suci Abila....kalau pada nyatanya kau senang bukan? tubuhmu di jamah oleh Pemuda kaya seperti ku. Kau di bayar berapa oleh Kakak ku? sudah berapa kali kau tidur dengan nya? kenapa kau menolak sentuhan ku ? apa kau fikir aku tidak bisa membayarmu ? aku bisa memberimu banyak uang melebihi uang yang di berikan Kakakku untuk mu, Gadis sialan." Jovin meluapkan emosi nya, entahlah ia merasa tidak terima membayangkan bagaimana Abila di sentuh oleh Pemuda lain.
Abila hanya bisa menangis, menjawab pun semua hanya percuma tak ada perubahan. Pemuda ini tidak akan mendengarkan ucapan nya. Mungkin diam lebih baik , ia sudah pasrah menerima kehancuran nya di depan mata. Mendengar cacian serta hinaan dari Pemuda yang ia cintai. Begitu sakit , hancur luar dalam.
Abila diam tanpa membalas perlakuan Pemuda itu, tatapan mata nya terlihat kosong . Cinta yang dulu pernah ia sematkan di hati nya kini berlahan luntur berubah menjadi sebuah kebencian yang begitu mendalam bahkan mendarah daging.
Pemuda yang dulu begitu ku puja, sekarang menjadi sosok yang begitu aku benci. Kau menghancurkan hidup ku Jovin.
"balas ci*manku sialan.... seperti kau membalas perlakuan para Lelaki hidung belang di luar sana." Bentak Jovin, dan menampar pipi Abila berulang kali.
Abila tetap diam dengan memandang sayu ke arah Pemuda itu. Ia berharap semua ini hanyalah mimpi buruk.
"bunuh aku Jo.....bunuh aku, tidak ada gunanya aku hidup. Aku tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini." Ucap Abila begitu lirih.
Jovin terdiam sejenak, hati nya terasa sakit mendengar penuturan Gadis itu. Namun egonya terlalu mendominasi , bukan kah dari awal tujuan nya hanya ingin membalas Gadis itu dan membuat nya menderita. Jadi tidak ada salahnya dia, melakukan ini semua, lagi pula Abila hanya Gadis murahan yang sudah terbiasa melakukan hal seperti ini. Fikirnya.
Seakan Abai dengan jeritan kesakitan dari Abila, Jovin tetap melancarkan Aksinya menjamah setiap inci tubuh Gadis tersebut, hingga Gadis itu akan benar-benar hancur. Tanpa memperdulikan bahwa Gadis dalam kungkungannya sudah tidak sadar kan diri.
hilang terus
tapi menarik alurne
semangat thor💪💪
klo hilang kmn coba
cm bisa tau dr komen2 org2
gmna mau baca