Soraya harus merasakan sakit yang luar biasa ketika mengetahui Mario yang tak lain calon suaminya menghamili wanita lain, padahal dia juga sedang mengandung anak Mario.
Soraya tidak punya alasan untuk mempertahankan hubungannya dengan Mario, dia memilih untuk melepaskan Mario dan menyuruh Mario untuk bertanggung jawab pada wanita itu.
Mario tentu tidak terima, karena dia tidur dengan wanita itu tanpa sengaja, dan dia kekeh ingin menikahi Soraya, tapi Soraya juga kekeh menolak.
karena tidak ingin Mario mengejar-ngejarnya lagi Soraya, nekad menikahi pria bayaran yang sudah memiliki kekasih, tentu saja Soraya melakukan ini demi status dari anak yang di kandung karena Mario belum tau bahwa dia mengandung dan selama bertahun-tahun pula, Soraya berhasil menyembunyikan fakta, bahwa anak yang dulu dia kandung adalah anak Mario.
Dan karena masih dendam dengan keputusan Soraya, Mario terus mengganggu Soraya dan menyakiti anak Soraya, yang juga tanpa dia sadari adalah anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
“Mommy!” panggil Kirea ketika Soraya tampak shock. Hingga ia tersadar wanita cantik itu pun langsung menoleh lalu tersenyum pada Kirea.
“Mommy kenapa, apa ada yang terjadi?” tanya Kirea. Namun dengan cepat, Soraya menggeleng.
“Tidak, Mommy tidak apa-apa," jawab Soraya.
“Bisa kau ambilkan Mommy minum?” tanya Soraya lagi hingga Kirea menggangguk, gadis kecil itu pun langsung berjalan ke arah dapur dan setelah Kirea pergi, Soraya langsung mengambil kembali ponselnya.
Soraya mengucek matanya beberapa kali, dia masih tak percaya dengan apa yang dia lihat. sebab ada yang mengirimkan uang ke rekeningnya dan berjumlah sangat fantastis. Soraya tidak tahu ini uang dari siapa dan kenapa orang ini mengirimkan uang sangat banyak.
Dan ketika mengecek siapa pengirim uang tersebut, Soraya di buat kebingungan lagi, karena identitas pengirim uang itu anonim.
“Apa mereka orang yang sama," lirih Soraya yang langsung teringat pesan barusan di mana ada orang yang mengingatkannya tentang cuci darah, dan lagi-lagi ponsel Soraya berdering hingga Soraya pun langsung kembali mengambil ponselnya, dan ada satu pesan lagi yang masuk dari nomor yang tadi mengingatkan Soraya untuk cuci darah.
“Jangan cari tahu siapa aku, terima saja uang itu untuk pengobatanmu."
Ketika membaca itu, Soraya langsung menekan tombol Panggil untuk memanggil nomor yang mengirimnya pesan. Namun ternyata nomor Soraya sudah diblokir oleh orang tersebut, membuatku Soraya Pusing setengah mati.
Beberapa hari kemudian
“Mommy akan menjemputmu Ketika pulang kantor,” ucap Soraya pada Kirea. Sebelum mulai bekerja, Soraya sudah terlebih dahulu memasukkan kirea ke sekolah.
Berbeda dengan dulu, di mana Soraya memasukkan Kirea memasukan ke sekolah swasta. Tapi sekarang, Soraya memasukkan Kirea ke sekolah yang berbasis day care, karena tentu saja Soraya tidak bisa menjemput Kirea. Itu sebabnya Soraya memilih Day Care agar Kirea busa menunggu sebelum dia pulang.
“Baik, Mommy. Sampai jumpa.” Kirea pun berbalik, kemudian masuk kedalam sekolah, dan ketika Kirea sudah tidak terlihat, Soraya juga ikut berbalik dan pergi menaiki taksi.
Saat taksi yang di tumpangi Soraya sudah melaju, Mario menjalankan mobilnya, mengikuti taksi yang di tumpangi oleh Soraya. Ya, faktanya Mario sekarang sedang a mengikuti Soraya, anak buah Mario mengatakan bahwa Soraya pergi dari apartemen, hingga Mario langsung bergegas keluar dari apartemennya untuk mengikuti mantan kekasihnya.
Dan sekarang di sinilah mobil Mario terparkir, di depan gedung perusahaan besar yang juga tempat Soraya bekerja. “Jadi dia bekerja di sini," lirih Mario. Seketika Mario mempunyai ide, lelaki itu pun kembali memundurkan mobilnya. Dia berencana untuk pergi dan tidak akan menunggu Soraya, karena harus mengurus sesuatu.
***
Soraya berdecak kagum saat melihat ruangannya, wanita cantik itu benar-benar takjub. Dia pikir ruangannya akan seperti staf-staf lain, tapi ternyata dia mempunyai ruangan tersendiri.
”Ekhem!”
Soraya menoleh ketika mendengar ada yang mengetuk pintu, “Selamat Bergabung di perusahaan ini Nona Soraya," ucap Stella, sekretaris dari pemilik perusahaan.
Soraya tersenyum “Terima kasih, Nona. Perkenalkan aku Soraya." Soraya mengulurkan tangannya, hingga Stella pun langsung menerima uluran tangan Soraya dan mereka pun berkenalan.
“Kalau begitu silahkan mulai bekerja, Nona. Nanti siang akan ada makanan sehat yang datang untuk anda."
Soraya tertegun saat mendengar ucapan Stella, “Maksudmu aku mendapatkan makan siang di sini?” tanya Soraya, karena dikontrak tidak ada pemberitahuan, akan mendapat makan siang.
Yang membuat Soraya bingung, kenapa perusahaan akan memberikan makan siang yang sehat, bukankah lazimnya jika diberi makan siang akan makanan yang bebas, dengan artian kata tidak harus makanan sehat.
Entah kenapa setelah Stella mengatakan itu, Feeling Soraya mengatakan bahwa ada yang aneh, terlebih lagi dia kembali mengingat gaji yang diberikan oleh perusahaan ini yang sangat besar dan menurut Soraya ini benar-benar tidak masuk akal.
“Sebenarnya ada beberapa tipe makanan yang biasa diberikan pada karyawan, tapi jika anda tidak ingin makanan sehat, Aku akan memberitahukan pada pihak staf yang mengurus makan siang," ucap Stella, hingga Soraya tersadar dengan cepat Soraya langsung menggeleng.
“Tidak ... Tidak, terima kasih, nona Stella," jawab Soraya. Hingga Stella pun mengangguk, setelah itu, Stella keluar dari ruangan Soraya.
Soraya mendudukkan diri di kursi kerjanya, dia tampak termenung memikirkan keanehan yang ada di kantor barunya. Tapi tak lama menggeleng-gelengkan ke kepalanya, dia tidak boleh berpikiran macam-macam.
Tanpa Soraya sadari, Ini semua adalah ulah Kelvin, dia sudah mengatur sedemikian rupa agar Soraya nyaman, termasuk menyuruh staf di sana untuk bersikap ramah pada Soraya dan dia pula yang meminta pihak kantin untuk memberikan makanan sehat untuk wanita itu, karena Kelvin tahu bahwa Soraya tidak diperbolehkan makan sembarangan.
***
Jari-jari Marry saling bertautan, rasanya jantung Marry seperti akan keluar dari rongga dadanya. Tadi, dia begitu yakin untuk mengatakan semuanya pada Kalindra. Tapi, ketika dia sudah duduk di ruang tamu rumah Kalindra rasanya dia begitu gugup dan hampir saja mundur.
Ya Marry tidak datang ke rumah Joseph melainkan ke rumah Kalindra, karena tentu saja jika datang ke rumah Joseph dan memberitahukan semuanya pada Joseph, dia dan Cio yang akan disalahkan karena tentu saja Joseph mengetahui kisah Soraya dan Cio dari awal.
Tapi, Jika dia datang ke rumah kalindra dan memberitahukan semuanya kepada kakak kandung Soraya, dia dan Cio tidak akan terlihat salah, karena tentu saja dia akan memutar balikkan fakta hingga akan terlihat Soraya yang bersalah di dalam hubungan mereka.
“Kenapa kau ingin menemuiku?” tanya Kalindra. Tadi, ketika Marry menghadang mobilnya, Kalindra berpikir itu orang asing dan Kalindra pun mengusir Marry. Tapi, Marry langsung berbicara dan mengatakan soal Soraya hingga pada akhirnya kalindra mengijinkan Marry untuk masuk.
Mendengar suara kalindra yang begitu tegas nyali Marry benar-benar menciut tapi ketika dia sudah masuk ruang tamu ini, dia sadar dia tidak bisa mundur.
“Katakan yang ingin kau katakan, sebelum aku mengusirmu," ucap Kalindra ketika Marry tidak
kunjung berbicara.
“Aku adalah Marry, mantan kekasih Cio. Aku hanya ingin mengatakan, bahwa selama ini Cio di jebak oleh Soraya.”
“Maksudmu?”
“Sebelum menikah, Soraya menjebak Cio agar cio mau bertanggung jawab pada kehamilan Soraya. Padahal, cio tidak pernah menyentuh Soraya, dengan kata lain Soraya mengandung anak orang lain tapi menyuruh Cio yang bertanggung jawab. Dan selama ini, Cio sungguh tersiksa hidup dengan Soraya. Jujur Tuan, sampai saat ini kami saling mencintai, tapi Cio tidak berani menceraikan Soraya. Dan aku kemari berharap agar Tuan bisa memisahkan Soraya dan Cio, karena kami sudah tidak sanggup lagi dengan sikap Soraya yang arogan."
Pada akhirnya kata-kata kebohongan itu dengan lancar keluar dari mulut Mary, tadinya dia begitu gugup dan takut untuk mengatakan kebohongannya, tapi ketika melihat wajah Kalindra yang memerah, dia akhirnya bisa bernafas lega karena yakin Kalindra sudah percaya dengan apa yang dia katakan.
Sekarang kemarahan Kalindra pada Soraya menyentuh titik terdalam, ketika mendengar penjelasan dari Marry Kalindra merasakan rasa marah yang luar biasa pada adiknya.
“Aku mohon, Tuan. Tolong suruh Soraya berpisah dengan Cio.” Marry kembali memprovokasi Kalindra, hingga Kalindra langsung tersadar.
“Apa kau bisa mempertanggungjawabkan ucapanmu?” tiba-tiba terdengar suara Gueen yang tak lain istri kalindra dan juga kakak ipar Soraya.
Sedari tadi, dia mendengar percakapan keduanya. Tapi dia memilih untuk mendengarkannya terlebih dahulu, dan ketika Marry mengatakan itu, Gueen langsung bertanya karena walau bagaimanapun dia lebih percaya pada Soraya daripada Marry.
Baru saja Meri merasa tenang karena menganggap Kalindra percaya ucapanya.. Tapi tiba-tiba raut gugup langsung terlihat dari wanita itu, ketika melihat tatapan Gueen yang sangat menusuk
Gueen menundukkan diri di sebelah Kalindra, kemudian dia menatap suaminya. “Jangan berani-berani untuk mengambil keputusan tanpa aku, biar aku yang menangani Soraya. Karena aku lebih percaya pada adik iparku daripada wanita ini.”
Marry menunduk ketika Gueen mengatakan itu, dan Gueen pun langsung menoleh ke arah Marry. “Kau bisa mempertanggung jawabkan ucapanmu?” tanya Gueen. “Angkat kepalamu dan tetap aku!” titah Gueen ketika Marry terus menunduk.
“Be-benar Nyonya,” jawab Marry dengan bibir gemetar
“Baiklah, aku akan menelpon Cio sekarang dan memastikan semuanya. Jika kau berbohong, kau akan tau akibatnya.”
Wajah Marry langsung memucat ketika mendengar itu, jika Cio sampai mengangkat panggilan Gueen, habislah dia, karena pasti Cio akan membantah semua yang dia katakan barusan.
Si marry lagi nganterin nyawaa wkaka
Ingat dah kena strok