NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Pada Mahluk Legenda

Jatuh Cinta Pada Mahluk Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:793
Nilai: 5
Nama Author: DeeSCe

Keiko selalu menganggap legenda hanyalah cerita pengantar tidur.

Saat pulang ke desa terpencil tempat neneknya dimakamkan, ibunya memaksa ia membawa sebuah jimat pelindung dan memperingatkannya agar tidak mengucapkan sembarang permohonan selama Festival Dewa Kucing.

Bagi Keiko, semua itu terdengar konyol.

Di tengah festival yang dipenuhi lampion, topeng kucing, dan kisah-kisah tentang Bakeneko, ia hanya tertawa.

"Aku bahkan bersedia menikah dengan Bakeneko kalau memang mereka benar-benar ada."

Ia tak pernah menyangka, candaan itu didengar oleh sesuatu yang telah menunggu selama ratusan tahun.

Sejak hari itu, batas antara mitos dan kenyataan mulai menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeeSCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

curhat sebelum tidur

Tak terasa dua jam siaran berakhir. Malam ini, Renji kembali mengantar Keiko sampai ke depan apartemennya. Waktu sudah cukup larut saat Keiko melangkah masuk melewati gerbang.

Baru saja ia menutup gerbang, seekor kucing abu-abu melompat turun dari meja kayu.

"Shiro." Mata Keiko langsung berbinar.

Shiro berjalan menghampirinya, lalu menggosok-gosokkan tubuh ke kaki Keiko. "Ngeooooong..." Suaranya terdengar panjang, seolah sedang mengeluh karena Keiko pulang terlalu larut.

Keiko tertawa kecil. "Wah... kangen ya?"

Shiro kembali berputar mengelilingi kaki Keiko, ekornya sesekali menyapu betis gadis itu.

"Aduh... kamu lucu banget." Tak tahan lagi, Keiko membungkuk dan mengangkat tubuh Shiro ke dalam pelukannya. "Aku juga kangen kamu."

Ia mengusap kepala Shiro dengan lembut, lalu mencium pipi kucing itu dengan gemas. "Muuah."

"Ngeooong..." Shiro langsung mendorong wajah Keiko dengan kedua kaki depannya, seolah berusaha menjauhkan wajah gadis itu.

Keiko terkekeh. "Eh? Kamu nggak kangen sama aku, hm?"

Shiro hanya memalingkan wajah. Keiko tertawa kecil, "Dasar pemalu."

Sambil tetap menggendong Shiro, ia masuk ke dalam rumah. meletakkan tas, lalu Keiko berjalan menuju kamarnya untuk mengambil handuk yang sudah disiapkan sejak pagi.

Shiro duduk di ruang tengah.Tatapannya mengikuti Keiko yang berjalan menuju kamar mandi.

Sesaat kemudian...

Ia menoleh ke arah pintu depan yang baru saja tertutup.

Hidungnya bergerak pelan.

"......."

Ia mengenali aroma itu Namun...

Aroma tersebut bukan berasal dari rumah itu.

Begitu Keiko keluar kamar, Shiro setia mengikuti dari belakang, ia melompat ringan ke atas meja makan.

"Tunggu sebentar ya."

Keiko tersenyum. Ia melepaskan jaket lalu memasukkannya ke dalam keranjang cucian.

ShIro yang sedang duduk di atas meja makan mendadak membeku.

"..."

Tanpa suara...Ia perlahan memalingkan wajah ke arah lain.

Ekornya bergerak gelisah.

"Hm?"

KEiko menoleh sambil tersenyum, "Kenapa? Mau ikut mandi lagi?"

Shiro membeku, Telinganya bergerak pelan Begitu Keiko mulai membuka kancing blusnya dan hendak melepaskan...

Shiro langsung meloncat turun Dengan langkah cepat Ia duduk tepat menghadap dinding ".......jangan menoleh......... "

Keiko tak bisa menahan tawa.

"Hahaha...Kamu lucu banget shiro... "

Keiko terkekeh. "Hahaha... kamu itu ya..." Ia menggeleng pelan lalu melangkah masuk ke kamar mandi. Tak lama kemudian, suara gemericik air mulai terdengar. Shiro tetap duduk diam, telinganya bergerak pelan mengikuti suara dari balik pintu.

...----------------...

Beberapa menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Keiko yang sudah mengenakan piyama, tampak mengeringkan rambutnya dengan handuk.

"Ah... segar."

Ia berjalan menuju ruang tengah sambil terus mengusap rambutnya. Shiro segera melompat turun dari meja dan menghampirinya. Keiko berhenti, menatap Shiro beberapa saat sebelum senyumnya kembali mengembang. Ia membungkuk, mengusap kepala Shiro dengan lembut.

Keiko lalu mematikan lampu ruang tengah, menyisakan lampu kecil di dekat dapur. "Yuk, tidur."

Shiro melangkah lebih dulu menuju kamar, dan Keiko mengikuti di belakangnya. Sesampainya di kamar, Shiro melompat ke atas tempat tidur lalu meringkuk tepat di sisi bantal Keiko.

Keiko tertawa kecil. "Kamu memang selalu memilih tempat itu."

Ia ikut naik ke tempat tidur dan menarik selimut hingga sebatas dada. Tak lama kemudian, tangannya kembali mengusap lembut punggung Shiro.

Malam itu, Keiko berbaring di atas kasur dengan Shiro yang meringkuk tepat di sampingnya. Tangannya mengusap pelan punggung kucing abu-abu itu.

"Shiro... hari ini lumayan sibuk," gumam Keiko. "Aku membantu merekam iklan lagi."

Shiro hanya memejamkan mata, membuat Keiko tersenyum kecil. "Oh iya, kamu sudah dapat teman belum? Sesekali main sama kucing-kucing tetangga, dong. Biar punya banyak teman." Keiko tersenyum geli sambil mengusap pelan kaki depan Shiro. "Relasi itu penting, tahu."

Shiro tetap diam, namun ujung ekornya bergerak pelan.

"Lalu, tadi aku membaca email dari seorang pendengar. Dia bilang, dia merindukan seseorang yang bahkan tidak ia kenal." Keiko menatap langit-langit kamar. "Lucu ya... padahal rasanya aneh. Bagaimana mungkin kita bisa merindukan seseorang yang bahkan tidak kita kenal?"

Tangannya berhenti sejenak. "Entah kenapa, aku jadi teringat dengan pria berkimono hitam itu.. shiro."

Shiro perlahan membuka matanya.

"Pertemuan kami memang singkat tapi sejak saat itu aku sering teringat dia ,,, dan dia kadang kang muncul lalu menghilang begitu saja... Padahal aku belum sempat bertanya siapa namanya."

Hening sejenak menyelimuti kamar.

"Kira-kira... dia sedang apa sekarang, ya?"

Ujung ekor Shiro perlahan memukul kasur. Tap... tap... tap...

Keiko memperhatikan gerakan itu sambil tersenyum. "Kalau suatu hari nanti bertemu lagi... aku ingin tahu siapa sebenarnya dia."

Shiro tetap menatap Keiko tanpa berkedip.

Keiko kembali mengusap pelan punggung Shiro.

"Oh iya shiro...tadi saat aku dikantor,,,Aku sempat bermimpi itu lagi," bisiknya pelan.

Shiro perlahan mengangkat kepalanya, menatap gadis itu.

"Mimpi dengan latar rumah bergaya Jepang kuno" Keiko menarik selimut hingga sebatas dada. "Aneh... rasanya setiap mimpi selalu bersambung. Dulu cuma dengar suara, lalu melihat ruangan.. tadi... aku melihat seseorang membelakangiku. dia berpakaian kimono putih."

Keiko terdiam sejenak, tatapannya menerawang jauh. "Rasanya... nyata sekali. Seolah-olah aku benar-benar berada di sana."

Shiro tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun.

"Dan tiap kali aku terbangun.. aku selalu merasa sedih... Padahal aku bahkan tidak tahu siapa mereka." Keiko tertawa pelan, mencoba mencairkan suasana. "Mungkin gara-gara akhir-akhir ini aku terlalu capek. Semoga saja begitu."

Ia kembali mengusap kepala Shiro dengan lembut. "Kalau nanti mimpi itu datang lagi... aku penasaran kelanjutannya"

Shiro tetap diam, namun ujung ekornya bergerak pelanTap... tap... tap...

Keiko menguap kecil. "Haaah... sudahlah. Besok saja dipikirkan lagi." Ia kembali mendekat, menyamankan posisinya. "Selamat tidur, Shiro."

Kecup.

Bibirnya menyentuh lembut pipi Shiro. Keiko kemudian memejamkan mata, dan tak lama kemudian, napasnya mulai terdengar teratur.

Keiko kemudian mendekatkan wajahnya.

Shiro tidak bersuara. Keiko hanya tersenyum hangat. "Selamat tidur, Shiro."

-Kecuup

Tangannya masih berada di atas punggung Shiro, memberikan usapan yang perlahan semakin Pelan, hingga akhirnya berhenti sama sekali. Napas Keiko kini sudah teratur, menandakan ia telah terlelap.

Shiro tetap diam. Ia mengangkat kepalanya perlahan, menatap wajah Keiko yang sudah berada di alam mimpi.

"..."

Untuk beberapa saat, ia hanya memperhatikannya. Lalu, perlahan ia berdiri dan melangkah mendekati bantal. Hidungnya menyentuh lembut helai rambut Keiko, seolah sedang memastikan gadis itu benar-benar sudah tertidur.

Beberapa saat kemudian, ia melompat turun dari kasur. Dengan langkah ringan, Shiro berjalan menuju jendela yang memang selalu dibiarkan terbuka. Angin malam menyapu bulunya saat ia melompat ke ambang jendela.

Sepasang mata emasnya menatap langit. Bulan itu memang belum sempurna, namun cahayanya terasa jauh lebih terang dibandingkan malam-malam sebelumnya. Shiro tetap memandanginya dengan tenang, telinganya sesekali bergerak halus.

Angin malam kembali berembus pelan, membawa aroma dedaunan yang masih basah oleh embun. Shiro tetap duduk di ambang jendela dengan sepasang mata menatap ke arah jalanan yang lengang. Tidak ada siapa pun di sana, hanya suara serangga malam yang saling bersahutan.

Sesaat kemudian, telinga Shiro bergerak—pelan, sangat pelan. Ada suara langkah yang samar dan jauh, namun ritmenya bukanlah langkah manusia. Shiro tidak bergeming, tatapannya tetap lurus ke depan. Tak lama, seekor kucing belang muncul di atas pagar rumah. Ia berhenti, menatap ke arah Shiro sejenak, lalu mengeluarkan suara, "Meiw..."

Shiro membalas tatapan itu tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Beberapa detik kemudian, kucing belang itu menundukkan kepala sebagai tanda hormat, lalu berbalik dan menghilang ke dalam gelapnya gang.

Shiro masih belum beranjak. Angin kembali berembus, membuat bulunya bergoyang pelan. Matanya perlahan terangkat, menatap bulan yang menggantung tinggi di langit.

"..."

Belum lama lagi.

Shiro menutup matanya sesaat, lalu kembali melompat ke atas kasur. Ia meringkuk di dekat kaki Keiko, posisi yang strategis untuk mengawasi jendela sekaligus pintu kamar.

Tiba-tiba, Keiko bergumam pelan dalam tidurnya. "...Jangan...jangan pergi...."

Shiro langsung mengangkat kepala. Keiko terdiam lagi, napasnya tetap teratur, namun alisnya sedikit berkerut seolah kembali terseret ke dalam mimpi yang sama. Shiro bangkit dan perlahan mendekat. Hidungnya menyentuh lembut punggung tangan Keiko. Sentuhan itu ajaib; wajah Keiko perlahan kembali tenang, dan kerutan di dahinya perlahan menghilang.

Shiro kembali meringkuk di sampingnya. Kali ini matanya tidak lagi terpejam. Ia hanya diam, Tatapannya tetap ke arah kegelapan.

...

Mereka...

Sudah mulai mendekat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!