NovelToon NovelToon
Love Me Back

Love Me Back

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:406
Nilai: 5
Nama Author: Aan Iman

Zhao Ryn, gadis manis dua puluh tahun menganggap Sian Lee penerus Lee Group adalah cahaya terang dalam gelapnya hidup.

"Bawa dia pergi!" Perintah dingin seorang Sian berhasil meruntuhkan benteng kokoh Ryn.

"Sian, kumohon tolong aku." Ryn memohon belas kasih Sian agar bisa membantunya namun kembali mendapat penolakan darinya.

"Nona Ryn, mohon kerja samanya." Asisten Jun memberi isyarat agar Ryn bergegas meninggalkan klub nomer satu di kota Jasata.

Bisakah Ryn menemukan kebahagiaan hidupnya? Atau dia benar-benar harus bertahan sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aan Iman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lmb19

Ryn turun ke bawah berpapasan dengan Meimei yang sudah rapi bersiap mengunjungi sang nenek. Sedangkan Ryn masih mengenakan pakaian santai karena dirinya libur kerja.

"Wah nyonya rumah baru bangun... " Meimei tak segan menggoda Ryn yang baru keluar kamar jam tujuh pagi.

"Bisa saja bukan aku yang akan menjadi nyonya disini." Dia tidak pernah berpikir sampai sejauh itu. Ryn memperkirakan hubungannya dan Sian pasti berakhir dengan perpisahan, entah karena alasan restu keluarga prianya atau kesenjangan sosial diantara mereka.

Menarik, Meimei memiliki kesan tersendiri saat pertama mengenal Ryn. Jika wanita diluar sana berlomba-lomba ingin menjadi istri kakaknya, Ryn justru meragu. Padahal Meimei melihat ada cinta begitu besar dimata Sian untuk wanita di hadapannya.

"Senang berjumpa denganmu Zhao Ryn." Ungkap Meimei tersenyum lalu duduk di kursi menunggu Sian yang akhirnya muncul setelah mandi.

"Keke, hari ini kau harus menemaniku ke rumah nenek." Ucap Meimei mengingatkan Sian jadwal mereka karena dia yakin sang kakak pasti lupa. Terbukti pria bersetelan kasual itu melirik sekilas ke arah Ryn.

"Pergilah, aku tidak akan menjadi penghalang kalian." Sahut Ryn ikut duduk di sebrang Meimei sementara Sian di kursi utama sebagai Kepala keluarga.

"Hei santai saja Ryn, aku tidak mungkin merebut priamu." Meimei tak segan menggoda Ryn meski ada Sian.

"Jangan kekanak-kanakan Lee Meimei!" Sian memperingati agar adiknya tidak terus-terusan mengganggu Ryn.

"Cih, posesif." Gerutu Meimei pelan namun keduanya masih bisa mendengar. Inilah alasan Sian merasa enggan memperkenalkan sang adik pada Ryn.

Sian hari itu benar-benar menemani Meimei mengunjungi neneknya di rumah orang tua. Ketiganya berbelanja, makan hingga nonton film bersama. Meimei juga tak lupa membocorkan rahasia tentang Sian yang sekarang memiliki seorang kekasih hingga tinggal satu atap.

"Anak nakal." Alhasil Sian mendapat satu pukulan keras di punggungnya dari nenek. "Cepat nikahi dia! Jangan mempermainkan perasaan wanita." Nenek Santi menasehati Sian agar tidak main-main.

"Sedang aku usahakan nek. Aku meminta do'a darimu." Ungkap Sian menjelaskan niat tulusnya. Andai Meimei mendengar itu dia pasti tertawa terbahak-bahak melihat Sian bersikap manis.

"Semoga Tuhan memberkati kalian." Ucap Nenek Santi menggenggam tangan cucu sulungnya.

Sementara Ryn menghabiskan waktu dengan membuat beberapa jenis kudapan. Selain untuk Sian dia juga membagikan ke semua pekerja rumah.

"Hei tunggu!" Ryn berusaha memanggil salah satu pekerja pembersih rumah yang berjalan ke arah belakang paviliun. Niat hati Ryn ingin memberinya jatah satu box camilan milik pekerja itu.

Semakin jauh ke belakang Ryn baru mengatahui ada bangunan lain di sana. Karena penasaran Ryn tetap mengikutinya memasuki ruangan yang terlihat sepeti gudang pasokan. Tapi bukan bahan pangan, Ryn ternganga melihat banyaknya macam senjata mulai dari pedang, senjata api, senapan dan berbagai jenis peluru.

"Kau yakin tidak ada yang mengikuti?" Tanya salah seorang penjaga pria berbadan kekar. Pekerja hanya mengangguk sebagai jawaban. Tatapan matanya penuh rasa takut melihat pemandangan mengerikan di dalam sel.

"Kalau begitu aku akan keluar, jangan pergi sebelum penggantiku datang." Rupanya penjaga akan melakukan pergantian tugas. Ryn bergegas sembunyi di tempat tak terlihat takut ketahuan.

Usai kepergian penjaga tadi pekerja pembersih memberi satu kotak makan untuk seorang tahanan. Dia hanya diberi makanan setiap dua hari sekali oleh Sian.

"Ckck, rakus sekali." Hinanya merasa jijik bukan lagi iba.

Ryn mengendap-endap masuk lebih dalam, siapa sebenarnya orang yang Sian tahan? Apakah Sian akan marah jika tahu Ryn menyelinap diam-diam? Dari posisi Ryn berdiri dibalik tembok bebatuan besar dia tidak bisa melihat dengan jelas tahanan Sian. Jika dia keluar maka langsung ketahuan, takutnya pekerja itu mengadu pada Sian dan berakibat hukuman bagi keduanya.

Menyerah, Ryn memutuskan keluar saja namun tanpa ia sadari ternyata si tahanan itu berhasil mengelabui pekerja dengan berpura-pura sakit perut akibat keracunan. Ceroboh, pekerja pembersih malah membuka sel dan masuk hanya karena ingin memeriksa keadaannya.

Dengan cerdik dia membenturkan pekerja muda itu ke dinding sampai pingsan lalu tertatih mencari jalan keluar.

"Sian sialan, dimana kau?" Teriakan Yuni berhasil menghentikan langkah kaki Ryn. Itu suara ibunya, Ryn sangat hafal.

Menutup mulut tak percaya, Ryn cepat-cepat kembali bersembunyi ketakutan. Tubuhnya bahkan bergetar hebat saat kilasan menyakitkan dirinya dipukuli berkelebat dalam bayangan. Ryn meremas dadanya seolah hampir kehabisan oksigen ketika mengingat Yuni pernah mencekiknya.

Penjaga akhirnya kembali melumpuhkan Yuni yang hampir memasuki area kediaman utama. Jangan sampai kekasih tuan melihat bagaimana keadaan ibunya di tangan Sian.

***

Setelah menerima laporan bahwa Yuni mencoba kabur Sian terpaksa pulang lebih awal dari rencana. Hal pertama yang pria itu lakukan ialah mencari keberadaan Ryn. Sian gugup sekaligus khawatir Ryn akan membencinya jika tahu dia menyiksa ibu kandungnya.

"Dimana dia?" Jun sudah menunggu kedatangan Sian di dekat tangga, dia orang pertama yang bertanggung jawab atas peraturan penting Sian. Jadi Jun memastikan Ryn tidak mengetahui hal itu.

"Nona sejak kejadian berada di kamar." Jawab Jun yakin karena dirinya sempat menginterogasi seluruh pekerja. Karena sama sekali tidak ada dari mereka yang melihat Ryn ke gudang.

Ryn sempat mengalami serangan panik beberapa menit namun berhasil menguasai diri. Ia langsung kembali ke kamar sebelum ada yang menemukannya.

Ryn membasahi tubuh dibawah shower tanpa melepaskan pakaiannya. Pikirannya kacau entah harus marah pada Sian atau diri sendiri. Kenapa harus Ryn yang memiliki ibu seperti Yuni? Jika saja bisa rasanya Ryn ingin melepas ikatan diantara mereka. Ryn tidak pernah membenci Yuni sebagai wanita yang telah mengandung dan melahirkannya, Ryn hanya menyesal atas perlakuan Yuni terhadap hidupnya.

'Sian, sejauh mana kita melangkah kau hanya akan kotor oleh nodaku.' Batin Ryn selalu berusaha sadar akan status sosial diantara mereka. Apa lagi Ryn telah berjanji pada tuan Lee Tak, tidak akan membiarkan Sian di cemooh oleh orang-orang akibat memiliki pendamping sepertinya.

Tanpa Ryn sadari Sian sudah bertelanjang berdiri dibelakang memeluk tubuhnya. Ryn tersenyum mengusap lengan berurat Sian.

"Kenapa tidak lepas baju?" Tanya Sian disela suara rintik air.

"Pakaianku kotor Sian, aku tidak ingin tempat tidurmu menjadi kotor." Jawab Ryn penuh makna dan Sian sadar Ryn telah mengetahui keberadaan sang ibu.

"Kau bisa membuangnya Zhao Ryn. Aku akan memilihkan baju terbaik untukmu." Bisikan Sian membuat Ryn menoleh menatapnya intens.

Sinyal kuat ingin saling memuaskan tak bisa dibendung lagi. Menjelang matahari terbenam keduanya kembali saling mencari kenikmatan duniawi. Ryn sangat mencintai Sian tapi ia sadar bukan yang tebaik baginya.

"Wo ai ni, Zhao Ryn." Gumam Sian sambil terus menghujam Ryn dari belakang hingga Ryn menggelinjang hebat.

Sian membuka mata ketika silau diterpa sinar matahari melalui celah jendela. Bagaimana mungkin dirinya tertidur selama dua belas jam usai mandi kemarin. Ia menengok ke samping kanan tak menemukan Ryn. Pikiran buruk mulai menghantui Sian, apakah Ryn akhirnya pergi? Tidak boleh! Ryn harus tetap berada di sisinya atau dia bisa menghancurkan dunia dan seisinya.

"Pearly!" Teriak Sian memanggil kepala pekerja.

"Junior..." Suara Sian menggelegar menandakan tengah marah besar. Badai apa pula yang akan mereka hadapi? Pearly juga Jun Baru tiba langsung berlari kecil menemui Sian.

"Cari Zhao Ryn! Kalian harus menemukannya." Perintah Sian, keduanya hanya menatap bingung pasalnya dari arah meja makan wanita yang mereka cari berjalan menghampiri.

"Sian kenapa kau berteriak pagi-pagi sekali?" Tanya Ryn keheranan. Sian berbalik lalu memeluk Ryn erat merasa lega dia masih ada di rumahnya.

"Tidak, aku hanya memastikan sesuatu." Jawab Sian setengah berbisik.

"Ayo sarapan, aku sudah membuat beberapa menu untukmu." Ajak Ryn menarik tangan Sian.

Keduanya melangkah menuju meja makan diikuti Pearly dan Jun. Sian langsung berhenti saat melihat ada entitas asing berdiri tak jauh dari kursi makan. Pakaiannya rapi, tubuhnya sudah bersih seperti sudah dirawat seseorang.

"Sian, aku mengajak ibuku sarapan di rumah kekasih anaknya. Kau tidak marah bukan?" Ryn sengaja melakukan semua itu demi memancing amarah Sian.

"Kau membuatku tidur untuk ini Zhao Ryn?" Sian menatap Ryn tajam, kedua tangannya mengepal erat.

"Kenapa Sian, apa kau jijik pada ibuku? Atau padaku... "

"Cukup!" Bentak Sian membuat semua yang ada di sana terkejut Sian menaikkan nada bicaranya pada Ryn.

Ryn tersenyum kecut sebagai tanggapan. Sudah ia duga Sian tidak mungkin bisa menerima bagian dirinya, kekurangannya yaitu sang ibu.

"Aku akan mengirimnya ke penjara." Tegas Sian tak ingin Ryn bantah lagi.

"Kalau begitu kita selesai Sian." Ryn memutuskan pergi dari Sian. Bukan bermaksud membela kejahatan Yuni, Ryn hanya lelah menjadi titik lemah Sian.

Ryn tahu Sian selalu menutupi kabar miring tentang hubungan mereka hingga status dirinya di media publik. Pria itu sigap menurunkan berbagai jenis berita agar tidak ada seorangpun yang bisa mencemooh Ryn. Apalagi desas-desus para pemegang saham berniat melengserkan Sian dari kursi kepemimpinan karena skandal mereka. Sian lupa bahwa setiap dinding bisa mendengar dan berbicara. Ryn tahu meski Sian menutupinya rapat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!