NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Lin

Pintu batu ruang pemurnian pribadi di lantai dua Paviliun Seribu Obat terbuka perlahan dengan ketukan pelan.

Sambil merapikan jubah biru tua berpola sulaman emasnya, Luo Chen melangkah keluar bersama Tetua Gu, membawa serta botol-botol giok berisi pil hasil pemurnian yang telah disimpan dengan aman di dalam Cincin Ruang peraknya. Namun,

begitu melangkah melewati koridor batu, pandangan matanya langsung tertuju pada sosok Tetua Ran yang tampak berjalan mondar-mandir dengan wajah yang dipenuhi kecemasan yang mendalam.

"Tetua Ran, ada masalah apa hingga membuat Anda berjalan kian kemari dengan wajah secemas ini?" tanya Luo Chen melangkah menghampiri pria tua berambut putih tersebut dengan suara yang sangat datar dan tenang.

"Ah, Tuan Chen! Kebetulan sekali kau sudah keluar dari ruang pemurnian," sahut Tetua Ran menghentikan langkah kakinya dengan helaan napas lega, meskipun gurat kecemasan di keningnya tetap tidak sepenuhnya hilang.

"Seorang kepala keluarga dari klan yang sangat terpandang reputasinya di Kota Qingfeng ini, yaitu Patriark Lin dari Keluarga Lin, baru saja mengirimkan surat

undangan mendesak kepadaku," lanjut Tetua Ran menunjukkan gulungan surat sutra merah di tangannya.

"Beliau meminta bantuan darurat untuk mengobati putra

tunggalnya, Lin Tian, yang telah terbaring lumpuh tak berdaya di atas ranjangnya selama beberapa bulan terakhir. Masalahnya, hingga detik ini, puluhan alkemis

tersohor dari berbagai penjuru kota telah mencoba mendeteksi dan mengobatinya, namun hasilnya nihil tanpa ada satu pun yang tahu jenis penyakit apa yang

dideritanya."

Chen er membatin sejenak "Sudah saatnya, Ini kesempatan awal yang bagus untuk sekedar menunjukkan keahlian ku"

"Bagaimana kalau saya sekadar menemani Anda pergi ke kediaman Keluarga Lin, Tetua Ran?" tanya Luo Chen menatap gulungan surat sutra merah itu dengan tenang.

"Tentu saja! Keberadaanmu bersamaku di sana akan sangat membantu, Luo Chen," jawab Tetua Ran dengan anggukan cepat penuh rasa terima kasih, wajahnya tampak sedikit lebih cerah mendengar tawaran tersebut.

Langkah kaki mereka berdua segera bergerak cepat menyusuri jalanan paving Kota Qingfeng, menuju ke arah kawasan kediaman mewah milik Keluarga Lin yang terletak tidak jauh dari pusat kota. Begitu mereka tiba di

depan gerbang kayu besar kediaman, Patriark Lin Changkong yang telah menunggu sejak tadi segera melangkah maju untuk menyambut kedatangan mereka dengan bungkukan hormat yang sangat dalam.

"Selamat datang, Tetua Ran, terima kasih karena telah bersedia meluangkan waktu berharga Anda untuk datang ke kediaman kami yang sederhana ini," ujar Lin Changkong dengan nada suara yang bergetar cemas mempersilakan mereka masuk. "Kondisi putraku, Lin Tian, semakin memburuk setiap harinya. Tolong selamatkan nyawanya."

"Tenang, Patriark Lin, mari kita segera menuju ke kamar perawatannya untuk memeriksa kondisinya secara langsung," sahut Tetua Ran berjalan cepat mengikuti petunjuk arah dari sang patriark keluarga.

Setelah melangkah masuk ke dalam kamar perawatan yang sunyi di lantai dua, Luo Chen merundukkan tubuhnya sedikit untuk mengamati sosok pemuda pucat yang

terbaring lemah di atas ranjang kayu cendana merah dengan napas yang terdengar sangat pelan dan terputus-putus.

Dengan gerakan terampil, Tetua Ran segera mengambil posisi duduk di kursi kayu samping ranjang, lalu menempelkan tiga jarinya di pergelangan tangan kiri Lin

Tian untuk memeriksa denyut nadinya menggunakan penyaluran energi Qi spiritual hijau lembut. Waktu berlalu hingga beberapa menit lamanya dalam keheningan.

namun ekspresi wajah pria tua berambut putih itu tampak semakin lama semakin mengerut dengan dahi yang berkerut sangat dalam. "Denyut nadinya bergetar tidak teratur tanpa adanya tanda-tanda kerusakan pada

jalur meridiannya, tetapi tidak ada pula racun atau penyumbatan Qi fana yang terdeteksi di dalam tubuhnya.

Sungguh suatu kondisi penyakit yang sangat aneh

dan tidak masuk akal," batin Tetua Ran menarik kembali jemarinya dari pergelangan tangan pemuda pucat tersebut, menggelengkan kepalanya perlahan

dengan helaan napas berat yang dipenuhi keputusasaan.

"Patriark Lin, dengan berat hati saya katakan bahwa saya tidak menemukan cara atau metode apa pun untuk mengobati penyakit aneh yang diderita oleh putra

Anda," ujar Tetua Ran menatap wajah Lin Changkong dengan sungkan. "Semua jalur nadinya tampak bersih dari racun fana, namun energi kehidupannya terus terkikis habis dari dalam tanpa sebab yang jelas."

"Apakah benar-benar tidak ada lagi harapan bagi putra tunggalku?" tanya Lin Changkong dengan suara bergetar keras, tubuhnya lemas hingga hampir terjatuh ke

atas lantai batu kamar jika tidak segera berpegangan pada tepi meja kayu. "Bahkan seorang Alkemis Tingkat Tiga yang paling tersohor di paviliun kota seperti Anda pun tidak bisa berbuat apa-apa?"

Sambil mendengarkan keluhan keputusasaan dari sang patriark keluarga, Chen er melangkah maju mendekati ranjang kayu Lin Tian tanpa mengeluarkan suara sedikit

pun. Pandangan matanya menatap tajam ke arah warna kuku jari tangan kiri Lin Tian yang tampak memutih pucat, lalu beralih memperhatikan area di bawah telinga kiri pemuda tersebut.

"Bercak ungu samar di bawah telinga kirinya, dikombinasikan dengan kuku yang memutih tanpa adanya kerusakan meridian fana... ini jelas bukan penyakit biasa,

melainkan efek keracunan dari tanaman spiritual terlarang," batin Luo Chen mencocokkan gejala visual tersebut dengan barisan informasi herba spiritual yang langsung memproyeksikan datanya dari dalam Kitab Maha Tahu di lautan jiwanya.

Langkah Chen er maju satu langkah lebih dekat ke arah sisi ranjang, memecah kesunyian kamar yang sempat diliputi keputusasaan mendalam tersebut. "Tuan Muda Lin Tian, bolehkah saya mengajukan beberapa pertanyaan sederhana tentang ciri-ciri fisik yang Anda rasakan selama terbaring lumpuh di tempat ini?" tanya Luo Chen menatap lurus ke dalam manik mata Lin Tian yang redup.

"Silakan... tanyakan saja, Tuan..." jawab Lin Tian dengan suara parau yang sangat lemah, hampir tenggelam oleh deru napasnya sendiri. "Apakah setiap kali tengah malam tiba, Anda selalu merasakan sensasi dingin yang sangat membakar di area ulu hati, diikuti dengan rasa kesemutan yang menjalar cepat ke ujung jari kaki hingga membuat seluruh tubuh Anda tidak bisa digerakkan?" tanya Luo Chen dengan nada suara yang sangat datar dan tenang.

"Iya... benar! Bagaimana Anda bisa mengetahui gejala itu?" tanya Lin Tian dengan mata yang mendadak membelalak lebar penuh keterkejutan yang luar biasa,

kepalanya mencoba mendongak sedikit dari atas bantal jeraminya. "Semua tabib lain mengira aku hanya kedinginan biasa akibat cuaca malam, tetapi Anda... Anda

mengetahuinya dengan sangat tepat!"

"Dan apakah tepat tiga jam setelah rasa dingin membakar itu menghilang, mulut Anda akan terasa sangat pahit dan meridian lengan kanan Anda mendadak terasa

mati rasa selama setengah jam penuh?" tanya Luo Chen kembali dengan barisan pertanyaan baru.

"Semuanya... benar sekali! Itulah yang kurasakan setiap malam dan tak ada satu pun tabib yang memercayai keluhanku!" seru Lin Tian dengan suara yang mendadak

mengeras menahan haru, air mata mulai mengalir di sudut matanya yang kering menatap sosok Luo Chen bagai melihat dewa penyelamat.

Satu helaan napas pendek terdengar dari mulut Tetua Ran dan Lin Changkong secara serempak. Keduanya menatap wajah Luo Chen dengan ekspresi wajah yang dipenuhi oleh rasa terkejut dan ketidakpercayaan yang luar biasa besar di tengah sunyinya kamar perawatan tersebut.

"Tuan Chen... bagaimana Anda bisa mendeteksi seluruh ciri-ciri penyakit spesifik ini hanya dengan sekali melihat dari luar tanpa menyentuh nadinya sedikit pun?" tanya Tetua Ran melangkah maju dengan tangan yang bergetar

halus menahan rasa tidak percaya.

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!