Menjadi ibu tunggal bukanlah hal yang mudah bagi Aluna, karena terlalu percaya dengan bujuk rayuan sang kekasih Aluna menyerahkan mahkotanya pada Abizar lelaki yang baru 6 bulan menjalin hubungan dengannya. Akibat perbuatan itu Aluna positif hamil di usianya yang masih 17 tahun, Aluna meminta pertanggung jawaban dari kekasihnya Abizar tapi bukan kabar baik yang Aluna dapatkan, Abizar malah tidak mau bertanggung jawab dan berkata bahwa dia belum siap jadi seorang ayah. Aluna yang sedang bingung dan kalut memutuskan untuk kembali ke rumahnya tapi sayang saat masuk ke dalam rumah Aluna malah disambut oleh tamparan dari sang ayah. Ayahnya yang murka langsung mengusir Aluna saat itu juga tapi nasib sial masih setia mengikuti Aluna diusir dari rumah, selalu berpindah tempat tinggal karena ketahuan hamil diluar nikah, belum lagi cacian dan hinaan dari masyarakat sekitar yang mengetahui Aluna hamil sebelum menikah.
Bagaimana nasib Aluna selanjutnya?
Yang penasaran terus pantengin dan baca ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - Mengetahui
Setelah suster Ana pergi tidak lama Aluna dan Wati juga pergi dan hal itu pun di manfaatkan oleh Abizar untuk melihat Kiara yang sedang terbaring lemah di ICU
Abizar hanya berani melihat dari dinding kaca luar ruangan air mata Abizar mengalir begitu saja tanpa permisi
" Kiara ini papa sayang! "
" Kasihan sekali kamu nak harus mengalami nasib yang seperti ini! " ucap Abizar pelan sambil mengusap lembut dinding kaca seolah olah dia sedang mengusap lembut wajah Kiara secara langsung
Abizar terus melihat Kiara yang sedang terbaring lemah di ruangan ICU semakin teriris dan semakin sakit hati Abizar, maaf dari Aluna saja belum bisa dia dapatkan sekarang dia harus mengetahui fakta bahwa anaknya sedang koma di rumah sakit, karena terlalu larut Abizar sampai tidak menyadari bahwa Aluna dan Wati sudah kembali lagi
" Anda siapa ngapain berada disini? " tegur Aluna
Mendengar suara Aluna membuat Abizar tersentak kaget lalu mengarahkan pandangan matanya ke Aluna dan Wati
Walaupun Abizar memakai hoodie dan masker tapi dari sorot matanya Aluna tau kalau yang ada di hadapannya adalah Abizar karena dulu mata itulah yang selalu menatapnya dengan tatapan penuh cinta
" Anda siapa ngapain ada disini ngeliatin anak saya! " marah Aluna
Abizar yang tidak bisa menjawab langsung pergi begitu saja
" Tadi itu siapa Aluna kamu kenal? " tanya Wati
" Tadi itu papanya Kiara mbak! " jawab Aluna lemah
" Pa papanya Kiara? " ucap Wati kaget
Aluna langsung duduk di kursi tunggu ruang ICU dan disusul oleh Wati yang duduk di sebelahnya
" Mbak tau ternyata pemilik perusahaan di tempat Aluna kerja sekarang itu Abizar mbak papanya Kiara dan sialnya Aluna di tugaskan untuk membersihkan ruangannya mbak! "
" Ya ampun jadi bagaimana Aluna? apa kamu akan berhenti bekerja di sana? " tanya Wati
" Inginnya sih begitu mbak tapi gak mungkin, bagaimana dengan biaya pengobatannya Kiara sedangkan di kota besar seperti ini modal gelar sarjana saja susah mendapatkan pekerjaan apalagi Aluna yang hanya lulusan SMP mbak! "
" Kamu benar Aluna, lalu saat bertemu kamu apa yang dia katakan? "
" Dia minta maaf mbak, dia juga bilang bahwa dia sudah beberapa tahun ini mencari Aluna dan dia juga ingin bertanggung jawab! "
" Lalu apa kamu menerimanya? "
" Sejujurnya Aluna gak mau mbak, tapi ketika Aluna mengingat Kiara ingin sekali bertemu dengan papanya Aluna jadi bingung mbak, apalagi saat Kiara di hina tidak punya papa itu sangat menyakitkan mbak! " sahut Aluna sedih
" Kenapa kamu tidak mencoba memaafkan papanya Kiara saja Aluna? " usul Wati
" Jujur penolakannya dahulu sangat menyakitkan mbak kita melakukannya bersama sama tapi Aluna yang menanggung akibatnya sendirian dan sekarang setelah Kiara besar dia baru muncul ingin bertanggung jawab? itu semua kedengaran konyol mbak! "
" Tapi bukannya dia bilang dia mencari kamu tapi tidak ketemu! "
" Apa kita tau mbak dia berkata jujur atau berbohong, tapi sudahlah mbak jangan membahas dia lagi Aluna malas! " sambung Aluna lagi lalu berdiri di dekat dinding kaca sambil melihat keadaan putrinya yang belum ada perubahan sama sekali
Sedangkan Abizar setelah pergi dari hadapan Aluna dia langsung berlari menuju mobilnya, di dalam mobil air matanya kembali luruh rasa bersalah semakin menggunung tinggi, melihat tubuh kecil mungil putrinya yang sudah di penuhi oleh alat penunjang hidupnya membuat hatinya semakin sakit
" Tuhan kenapa engkau mempertemukan aku dengan putriku di saat dia sedang berjuang antara hidup dan mati! "
" Tuhan bisakah aku saja yang menggantikan posisi putriku, kasihan putriku Tuhan dia masih terlalu kecil! " raung Abizar sambil menggenggam erat setir mobilnya
" Kiaraaaaaa! " teriak Abizar sekencangnya
Setelah Abizar merasa lebih tenang dia pun melajukan mobilnya menuju ke Apartemen kakak sepupunya Bizan
Setelah sampai di depan unit apartemen Baizan, Abizar langsung masuk ke dalam karena Abizar sudah mengetahui kode sandi pintu apartemen kakak sepupunya itu
" Lagi apa kak? " tanya Abizar tiba tiba saat melihat kakak sepupunya sedang berada di dapur
" Astaghfirullah! " ucap Baizan yang terkejut
" Abi kamu ini kebiasaan bikin kakak kaget saja, kalau. masuk itu ucap salam dulu atau ketuk pintu dulu bukan asal masuk terus ngagetin orang! " omel Baizan
" sorry sorry kak! " sahut Abizar tersenyum sambil menunjukkan deretan giginya yang putih
" gak usah senyum senyum kamu Abi geli kakak melihatnya! "
" kak bikin juga dong kopi satu! " pinta Abizar saat melihat kakak sepupunya sedang membuat secangkir kopi
" hmm! " sahut Baizan dengan berdehem saja
Abizar pun langsung kembali ke ruang tamu dan duduk di atas sofa, tidak lama Baizan datang sambil membawa nampan yang berisi dua cangkir kopi
" nih di minum! "
" Terimakasih kakak sepupuku yang baik! " sahut Abizar
" Tidak usah lebay kamu Abi! " sambung Baizan yang duduk di sofa berhadapan dengan Abizar
" Kamu kenapa Abi? ada masalah? " tanya Baizan saat melihat kedua netra Abizar yang memerah seperti habis menangis
Ekspresi Abizar langsung berubah sedih saat kembali mengingat keadaan putri kecilnya
" Anakku kak! " ucap Abizar tertahan
" Kamu sudah ketemu dengan anakmu? " sahut Baizan terkejut semangat
" Iya kak! "
" Kalau sudah ketemu kenapa lemas gitu? apa dia gak mau ketemu kamu? " tanya Baizan lagi dan Abizar pun menggelengkan kepalanya
" Lalu kenapa?
" Anakku koma kak! "
" Apa koma! " ucap Baizan yang sangat terkejut
" Kenapa bisa sampai koma Abi? "
" Kata suster yang jaga, anakku mengalami kecelakaan kak dan sekarang kondisinya koma! " sahut Abizar sedih
" Lalu bagaimana kamu bisa tahu kalau anak kamu koma? "
" Selepas pulang kantor tadi aku ngikutin Aluna sampai ke rumahnya tapi tidak lama dari itu Aluna keluar lagi dan dia pergi ke rumah sakit, karena penasaran ya sudah aku ikutin saja dia yang ternyata dia pergi ke ICU lalu di situ aku tanya sama suster yang lewat siapa yang Aluna jenguk di ICU dan di situlah aku baru tau kalau Aluna menjenguk anak kami yang sedang koma! " papar Abizar
" Kakak tau anakku perempuan kak walaupun aku hanya melihatnya dari jauh tapi aku tau anakku sangat cantik! " papar Abizar lagi
" Lalu ke depannya apa yang akan kamu lakukan? " tanya Baizan penasaran
" Jika ada kesempatan aku ingin sekali masuk ke dalam ruang ICU kak dan aku juga ingin sekali bisa melihat anakku secara langsung tapi sepertinya akan sulit! "
" Sulit kenapa? "
" Karena ada seorang wanita yang menjaganya kak dan aku juga pernah melihat wanita itu dulu saat kami tidak sengaja bertemu di taman! "
" Apa perlu kakak bantu! " tawar Baizan
" Sepertinya tidak perlu kak, aku ingin menyelesaikan masalah yang sudah aku buat sendiri kak, aku cuma butuh doa dari kakak semoga Aluna mau memaafkan aku dan mau menerima aku kembali! " pinta Abizar
" Kalau itu kamu tidak usah khawatir kakak pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu! "