Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dedemit
"Saya tidak memiliki ingatan. Hanya terikat pada sistem untuk membantu host menjalankan misi. Jadi, pertanyaan dari nona tidak dapat saya jawab." Benar-benar jawaban yang membosankan. Membuat Violetta ingin menggerutu dalam hatinya.
"Apa kamu alien? Atau sebenarnya kamu komputer AI? Semacam robot? Dewa keberuntungan? Peri? Mungkin roh dari seseorang yang terbaring koma?" Ucap Violetta berimajinasi.
Tapi memang benar, pemuda ini memiliki ketampanan tidak manusiawi.
"Saya tidak memiliki ingatan." Ucapnya tenang.
Lagi-lagi hanya itu yang diucapkannya. Membuat Violetta benar-benar ingin membedah otak orang ini. Apa terdiri dari microchip?
"Kamu tidak memiliki napsu, tidak ingin menikah dan punya keturunan?" Tanya Violetta, menikmati aroma ujung rambut dari sang pemuda. Gila! Benar-benar aroma yang menyegarkan. Kapan Galan mandi? Dirinya tidak pernah melihat Galan mandi. Kecuali saat menggunakan opsi bantuan sistem.
"Membantu host menyelesaikan misi adalah tujuan utama saya. Dalam hal ini, akhir yang bahagia bagi nona..." Jawaban penuh senyuman bagaikan seorang ayah yang ingin mengantarkan anaknya menikah. Terkadang pemuda ini benar-benar menyebalkan.
Lagi-lagi mengingatkan bahwa Galan adalah mak comblang antara dirinya dan Sebastian.
"Hidup bahagia? Kebahagiaanku itu kamu..." gumamnya dalam hati menghela napas. Dimana lagi bisa mendapatkan pria tampan, tidak mata keranjang, begitu polos, tapi pintar dan bermulut tajam.
"Baik! Aku punya pertanyaan lain. Berapa usiamu?" Tanya Violetta penasaran setengah mati.
"Waktu penuaan telah berhenti untuk saya. Setiap dimensi juga memiliki perbedaan waktu yang cukup besar. Tapi karena sudah lebih dari 500 host yang saya layani, mungkin sekitar 800 tahun." Lagi-lagi jawaban meragukan yang membuat tercengang. Jadi dirinya jatuh cinta pada sesepuh tua bangka?Sayangnya wajahnya muda.
"Baik! Singkat saja! Kamu sebenarnya makhluk macam apa!? Bisa terluka atau tidak!?" Bentak Violetta.
"Saya dapat memulihkan diri. Tentang makhluk apa, yang jelas saya adalah sistem perbaikan dimensi." Jawaban sial penuh senyuman.
Violetta tersenyum, benar-benar berusaha tersenyum. Apa makhluk ini manusia? Atau bukan? Agar dirinya dapat menata hatinya.
Tapi sudahlah, Violetta melirik ke arah layar. Dirinya mendapatkan tambahan 6 poin. Menggeser papan transparan di hadapannya, menukar dengan uang tunai.
Anehnya tidak lama terdengar notifikasi uang masuk ke dalam rekeningnya. Hanya beberapa puluh juta untuk tambahan modal.
Mengumpulkan uang 3 milliar dalam 3 bulan bukanlah hal yang mudah.
"Galan boleh belajar berciuman lagi!" Tanya Violetta memonyongkan bibirnya. Bagaikan serigala lapar yang ingin menyantap mangsanya.
Tapi.
Brak!
"Aaggh! Ular! Ular!" Suara sesuatu terjatuh mengalihkan perhatiannya. Desainer yang bekerja di butik milik Chantika terlihat disana. Terjatuh di atas rumput.
"Ma... maaf!" Ucap Sari gugup. Setelah sebelumnya bersembunyi di belakang semak-semak, ragu untuk mendekat melihat Violetta bicara sendiri seperti orang gila. Bahkan memonyongkan bibirnya pada udara kosong.
Tapi sayangnya kala tengah mengintip, ular kecil mengalihkan perhatiannya. Membuatnya melompat terjatuh dari semak-semak. Benar-benar memalukan.
Sedangkan Violetta mengerutkan keningnya, merasakan situasi canggung. Bukankah saat ini Galan tidak terlihat? Jadi dirinya ketahuan bicara sendiri, bahkan memonyongkan bibirnya mencium udara? Sungguh memalukan.
Mata Violetta sedikit melirik ke arah Galan yang masih terdiam dengan raut wajah datar. Benar-benar menyebalkan, karena ketampanannya Violetta tergoda dan bahkan pemuda ini tidak bertanggung jawab.
"Kenapa kemari? Apa Chantika mengirimmu untuk memata-matai butikku?" Tanya Violetta berusaha setenang mungkin. Padahal dalam hatinya malu setengah mati. Ingin rasanya menyembunyikan dirinya di lubang semut.
Mata Sari tertuju pada dua buah kaleng minuman di tempat ini. Bukankah dari tadi Violetta sendiri? Kenapa ada dua minuman? Atau mungkin Violetta mengidap gangguan kejiwaan karena terlalu kesepian.
Tapi tidak boleh kepo! Sari menggeleng dengan cepat, menetralkan dirinya yang dipenuhi rasa ingin tahu.
"A...aku ingin minta pekerjaan. Sebagai pramuniaga atau tukang jahit juga tidak apa-apa." Ucapnya tertunduk, berlutut memohon.
Hanya lulusan SMU, tidak ada modal, tidak memiliki rumah. Gajinya dari Chantika selama ini hanya cukup untuk bertahan hidup.
Violetta mengernyitkan keningnya berfikir, apa ini mata-mata Chantika? Tapi kenapa terang-terangan datang kemari? Selain itu bukankah orang ini adalah kunci keberhasilan butik milik Chantika?
Violetta menghela napas sedikit melirik ke arah dan pemuda. Bingung harus bagaimana.
Bagaikan telepati, pemuda ini dapat mengerti. Kemudian berucap."Jika nona tidak yakin, jangan biarkan dia bekerja di butik. Pekerjakan di rumahnya sendiri, tinggal berkorban sedikit inventaris. Mungkin ini peluang untuk membalikkan keadaan."
Galannya tersayang memang paling bijaksana. Jadi tambah sayang.
Violetta sedikit terbatuk, menghela napas. Kemudian berucap."Untuk gaun pengantin aku sudah punya desainer khusus. Kamu bisa mendesain pakaian pria? Karena aku masih kekurangan produk."
"Sa...saya boleh bekerja?" Tanyanya menelan ludah setelah ditolak untuk bekerja di Beta mart, akibat usianya yang sudah mencapai 30 tahun.
"Masa percobaan 3 bulan. Kamu akan aku berikan mesin jahit dan obras, bekerja di rumah. Jika sudah selesai kepala desainer akan mengecek kwalitas. Ingat! Jika ingin bekerja lama, kwalitas lebih penting dari pada kuantitas. Gajimu akan didapatkan dari pembagian keuntungan pakaian yang berhasil terjual." Ucap Violetta bagaikan enggan menatap ke arah Sari.
"Bukan gaji perbulan?" Tanyanya menyakinkan.
"Yang aku jual pakaian mahal. Kamu tenang saja, komisinya tidak akan membuatmu rugi." Jelas Violetta masih acuh.
"Te... terimakasih! Terimakasih!" Sari tidak tahu pasti, tapi dari temannya yang bekerja di butik milik Violetta. Wanita ini bukan bos yang jahat, hanya saja memang terlihat sedikit cuek.
Pekerja didaftarkan pada asuransi kesehatan. Bonus penjualan, lembur, THR selalu tepat waktu. Karena itu dirinya ingin mencoba melamar pekerjaan. Tidak disangka, wanita ini memang lumayan baik.
"Besok kamu boleh mulai bekerja, setelah kain dan peralatan jahit dikirimkan." Violetta melirik ke arah Galan. Benar-benar keajaiban, dirinya jadi sedikit salah tingkah kan?
"Aku akan datang besok! Sekali lagi terimakasih!" Sari menunduk, hendak melangkah pergi.
"Tunggu! Ini uang untukmu berobat. Wajahmu pucat. Selain itu ada koyo di lehermu. Jika tidak sanggup jangan bekerja dulu, aku tidak ingin kamu meletakkan virus ke dalam pakaian yang kamu buat." Violetta menyodorkan 7 lembar uang bergambarkan tokoh proklamator.
Menelan ludah, bahkan Chantika tidak pernah sepeduli ini padanya. Dulu hanya Chantika membantunya, mengantarkannya ke pengadilan agama untuk mengurus perceraian dengan mantan suaminya. Selebihnya Chantika tidak peduli sama sekali.
Benar-benar berbeda dengan wanita ini.
"Aku akan bekerja dengan keras. Terimakasih! Aku akan memakai masker saat bekerja." Ucapnya meraih uang, air matanya mengalir. Wajahnya berusaha untuk tersenyum. Pada akhirnya anaknya tidak makan nasi dan mie instan berbagi satu berdua dengannya.
"Sudah! Pergi sana! Kamu mengganggu waktuku berdua dengan pacarku." Violetta mengangkat sebelah alisnya, sedikit kesal.
"Ma... maaf sebelumnya. Apa pacarmu ada disini?" Sari menelan ludah.
Tidak ada jawaban dari Violetta yang tengah minum minuman kaleng.
"Jika ada disini. Kamu harus berhati-hati. Dia mungkin bukan manusia. Ini nomor dukun sakti." Ucap Sari pelan dengan mata menelisik bagaikan ketakutan.
Prrth!
Violetta menyemburkan minuman dari mulutnya terbatuk-batuk.
melewati lembah?
atau melewati bukit?
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih